
Malam menyapa, bulan madu mereka bertepatan dengan hari ulang tahun hotel X ini.
Hidangan mewah nan lezat sudah tersaji lengkap di atas meja, para koki kelas atas pun terlihat begitu sibuk di dapur untuk memasak, mengontrol menu makanan dan sebagai nya.
.....
Di dalam kamar presidential itu Gaara sudah memakai setelan tuxedo lengkap nya, rambut nya yang tersisir rapih aaah sungguh visual yang banyak di minati para wanita.
"Hei kau, upik abu! Cepat sedikit.. kau ingin aku jadi sorotan karena terlambat?"
"Maaf tuan, tolong tunggu 5 menit lagi.."
Hah kelamaan menunggu membuat Gaara kesal, lihat kan? Bahkan pria itu sudah melonggarkan dasi nya sambil duduk di atas sofa dengan jengah.
"Tuan, maaf membuat anda lama menunggu.."
Uuh Lovely tampil dengan sangat menawan, layak nya istri seorang tuan muda.
Senyum di wajah Gaara terlihat begitu teduh, "Ayo.." dia mengulurkan tangan kanan nya, meminta gadis itu untuk bergandengan tangan.
....
Pintu ruangan aula hotel X terbuka, semua tamu undangan yang menatap sepasang suami istri itu terlihat terpukau.
Sagaara yang tampan, serta Lovely yang begitu manis.. bukankah mereka sangat cocok?
__ADS_1
Semua tamu menikmati acara ini, seorang presdir PT.Jijian datang mendekat mencoba untuk menyapa Gaara, "Selamat malam tuan muda, sudah lama kita tidak bertemu.. senang sekali rasanya bisa bertemu dengan anda di tempat ini.."
"Wah, kau semakin berisi saja.. Huio.." Gaara menepuk bahu kanan pria itu.
Huio tersenyum lalu menatap Vely, gadis itu mendadak mundur selangkah menyembunyi kan setengah tubuh nya di belakang Gaara.
"Tuan, apakah nona ini istri anda?"
Gaara tersenyum, "Bukan, hanya secara kebetulan saja kami bertemu di luar.."
Apa yang di katakan nya barusan?
Kening Vely berkerut kesal saat mendengar jawaban Gaara.
Huio tersenyum penuh arti, "Jika begitu, bolehkah saya meminjam nya sebentar untuk berdansa?"
Vely panik bahkan tak mau melepaskan genggaman tangan nya dari sang suami. Tetapi pria itu hanya diam saja dengan memasang wajah dingin nya.
"Tuan?" bisik Vely.
Saat tangan Huio hampir menyentuh Vely, dengan sigap Gaara mencengkram tangan nya dengan kuat.
"Aaaa.. sakit, sakit, sakit.. tuan muda apa yang anda lakukan?"
Gaara menyeringai, aura nya yang dingin membuat nya mampu mengendalikan acara ini tetap kondusif.
"Bukan kah kau sangat mengenal ku? Seharus nya kau tahu apa yang telah menjadi milik ku.. maka siapa pun tak boleh menyentuh nya!" cengkraman nya semakin menguat.
__ADS_1
"Ma- maafkan saya tu- tuan muda.. saya memang bodoh.." ucap Huio dengan terbata-bata karena menahan sakit di tangan nya.
Gaara menepis kuat tangan Huio, "Pergi, dan jangan muncul lagi di hadapanku.."
"Ba- baik tuan, baik.. terimakasih sudah melepaskan saya."
Lalu Gaara menarik tangan Vely, menuntun nya untuk duduk di kursi VVIP.
***
Pesta masih belum selesai, Huio lantas tak bisa menerima perbuatan Gaara dengan lapang dada.
Dia memanggil dan menyuruh seseorang, untuk memasukkan pil per*ngsang kedalam minuman yang akan di berikan kepada Vely.
"Permisi tuan, nona.. silahkan air nya..." pelayan itu memberi nya segelas juice, tepat setelah tuan muda Gaara meninggalkan nya sendirian. Gaara sedang asyik berbincang dengan orang-orang penting yang hadir di hotel X.
Tepat seperti dugaan Huio, setelah meneguk setengah gelas juice mendadak Vely merasa pusing.
"Emh.." Vely menggerakkan kepalanya ke kanan, dan ke kiri untuk membuang pusing yang ia rasakan.
Gadis itu melangkah dengan sempoyongan, dan hampir saja jatuh mencium lantai jika saja sepasang tangan kekar tidak segera menopang tubuh nya.
Sontak saja gelas yang Vely pegang pun jatuh pecah, suara pecahan yang nyaring itu pun sampai terdengar di telinga Gaara.
Gaara menoleh dan spontan mebelalak saat mendapati Keanu sedang memeluk nya.
"Kean!" teriak Gaara tak terima, dia melangkah lebar dan cepat lalu menarik Vely ke dalam pelukan nya. "Sialn kau, kenapa kau berani menyentuh nya!" kalimat itu sudah seperti bentakan untuk seseorang.
"Maaf, aku hanya membantu nya saja.." lalu pergi, memilih untuk menghindari kontak fisik denganya.
__ADS_1