Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.66


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju kantor, Gaara benar-benar tak melepaskan istrinya.


Sejak tadi ia meremas jemari tangannya, katanya sih takut jika Vely jauh-jauh darinya.


"Kemari.."


Eh?


Gaara menepuk dada nya, meminta Vely untuk bersandar.


"Cepat kemari.."


Sudah lah menurut saja dari pada nanti tuan muda ngomel-ngomel, kasihan Ars yang jadi korbannya.


Vely mengangguk dengan segera dirinya memenuhi permintaan sang suami, mencoba mendengarkan irama detak jantungnya yang semakin kuat berdetak.


Gaara membelai lembut punggung ramping nya, "Kau suka, jarang-jarang aku memberimu hak istimewa seperti ini."


Apanya yang istimewa, itukan hal yang bisasa... tuh pak sopir sudah protes sendiri.


Vely mendongak dan Gaara langsung mengecup bibirnya dengan dalam, gairahnya kembali bangkit membuatnya ingin sekali melahapnya.


"Ars, hentikan mobilnya dan turunlah.."


Hm.. jangan lagi! Ars kembali protes.


Tapi bisa apa, toh bos tak pernah salah.. dia selalu benar. Ars pun segera menepikan mobilnya dan turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"Su- suamiku -"


"Apa? Mau menolak, mimpi!"


"Ti- tidak, bukan begitu tapi.."


Gaara langsung membungkamnya dengan sebuah ciuman lembut, jok mobil yang sudah di perbesar entah sejak kapan yang pasti tuan muda melakukannya agar bisa lebih leluasa.


"Emh.." lenguhan kecil itu lolos dari bibir ranum Vely membuat Gaara semakin menggila.


Pria itu menggigit kecil leher jenjangnya, membuat jejak kepemilikannya dimana-mana lalu mulai melucuti helaian benang yang menempel di tubuh mereka.


"Suamiku.."


"Panggil aku sayang, kau istriku.. hanya milikku.. selamanya.."


Dirinya tidak tahu jika tuan muda Sagaara telah menghancurkan surat kontrak pernikahan mereka.


"Kenapa menangis?" Gaara mulai memasukan pasukannya yang sudah menegang sejak tadi.


"Bukankah pernikahan kita hanya sampai 3 bulan, lalu bagaimana bisa aku menjadi istrimu... selamanya."


Hm.. Gaara tersenyum, "Bodoh.. bukankah aku ini aturan hidup yang harus di patuhi? Maka patuhlah.." kenapa kau tak mencoba untuk menjelaskan yang sebenarnya saja tuan Sagaara?


"Kita mulai semuanya dari awal, aku tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam hubungan kita. Hanya ada aku dan dirimu.." lanjut Gaara.


Vely tak kuasa menahan air matanya, dia merangkul kan kedua lengannya di leher Gaara.

__ADS_1


"Aku mencintaimu sayang.."


"Terimakasih.." tetapi aku yang lebih mencintaimu.. cintaku yang lebih besar darimu, ingat itu.


Benih cinta itu pun mengalir menyeruak masuk ke dalam rahim Vely, Gaara berharap hal itu akan segera membuatnya hamil.


Rasanya sudah tak sabar lagi ingin memiliki momongan.


Akhirnya percintaan di pagi hari pun selesai, Ars yang membayangkan mobil itu bergoyang hanya mampu mengelus dada.


***


Di ruangan CEO Vely telihat sedang membaca buku, di meja kerja sang suami sedang sibuk menandatangani berkas.


Hp Gaara bergetar, setelah sekian hari entah mengapa pagi ini Rani mengiriminya sebuah pesan.


"Aku merindukan mu.. ayo kita bertemu di kafe 11 Anggur.."


Gaara membelalak, dia lupa untuk mengurus wanita itu. Sejenak dia membebaskan diri dari pekerjaannya, Sial!


Gaara mendesis sebal, lalu di tatapnya Vely dan itu membuatnya tersenyum teduh.


"Buku apa yang kau baca?" seru Gaara sembari melangkah lebar dan segera duduk di dekat istrinya.


"Sayang, hanya novel asmara saja.."


Gaara memeluknya, "Aku mendadak ada urusan di luar.. kau tunggu saja di sini, jangan pergi kemanapun.. aku hanya sebentar saja dan jika kau membutuhkan sesuatu langsung saja minta pada Ars. Dia tetap di sini untuk menjagamu.."

__ADS_1


__ADS_2