
Bersitatap lagi lalu bibir mereka saling bertemu untuk beberapa menit, hingga bibir Gaara turun untuk mengecapi leher jenjang Vely.
Meninggalkan 2 hingga 3 bekas merah di leher, lalu tangannya menyelusup masuk ke dalam baju Vely.
Dua jari itu ia pakai untuk memutar benda kecil milik Vely, "Emh.."
"Apakah kau masih mendapatkan 'itu'?" Vely menggeleng pelan, benaknya sudah menerawang apa yang akan terjadi selanjutnya setelah melihat senyuman Gaara yang mengembang sempurna.
"aku tahu kau menginginkannya, dan kau juga tahu seberapa nikmatnya hal itu, benar, kan?" Vely mengangguk membenarkan perkataan Gaara, hingga ia merasa sesuatu yang begitu nikmat menjalar di sekujur tubuhnya hingga mencapai di ubun-ubun kepalanya.
Kedua tangan mereka saling meremas, hampir di sekujur tubuh nya terdapat jejak kepemilikan tuan muda Sagaara.
Setengah jam berlalu dengan keringat di sejujur tubuh mereka, desahan yang saling bersautan hingga akhirnya mereka mengerang penuh kenikmatan saat benih milik Gaara menyeruak masuk ke dalam rahim Vely.
Nafas mereka tersengal membuat Gaara ambruk di atas tubuh mungil istrinya, membuatnya semakin tenggelam kedalam ranjang yang empuk.
Beberapa menit kemudian Gaara menarik diri dan membaringkan tubuhnya tepat di sisi Vely, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka hingga ke leher.
Gaara mendadak mengernyit sebal saat mendengar suara ketukan pintu kamar.
"Tunggu disini, jangan turun." ucapnya kepada Vely yang di balas dengan anggukan.
Pintu terbuka setengah, Gaara hanya memunculkan setengah tubuh kekarnya dari balik pintu.
__ADS_1
"Apa?" dengan nada kesal.
"Tu- tuan maaf mengganggu.. makan malam sudah siap.."
Lalu Gaara menoleh ke belakang menatap istri nya yang sudah kelelahan setelah berc*nta dengannya barusan.
"Antarkan ke mari."
Nan mengangguk, "Baik tuan.." lalu memutar badan menuruni anak tangga menuju ruang makan, meminta kepada 2 pelayan lainnya untuk membawakan makan malam ke kamar tuan muda.
....
Sepasang suami istri itu sudah berpakaian lengkap dan siap untuk menyantap makan malam bersama di dalam kamar.
Gaara sudah bersiap dengan sendok nya, "Buka mulutmu.."
Hm? tak sengaja ia membelalak
"Aku menyuruhmu untuk membuka mulut, bukan membulatkan mata."
"Ma- maaf.."
Malam ini Vely merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
__ADS_1
Gaara meraih selembar tisu untuk membersihkan sisa makanan di bibir Vely.
"Aku sudah kenyang.."
"Baru 7 suapan, mana bisa kenyang.."
"Tapi aku sudah kenyang, percayalah.."
Gaara menyipitkan matanya, "Kau tidak ingin makan dari tanganku?"
"Bu- bukan begitu.. suamiku -"
"Sudahlah kau memang tidak mau makan, percuma saja aku menyuapi mu!" turun dari ranjang, berbalik badan lalu melangkah keluar kamar sembari tersenyum tipis.
***
Gaara yang baru saja selesai menyantap makan malam nya seorang diri di ruang makan, dia melangkah ke ruang kerja nya.
Membuka pintu dan masuk ke dalam, duduk di kursi empuk lalu membuka laci bagian bawah meja.
Tangan nya meraih surat kontrak pernikahan, "87 hari lagi.. Rani, aku akan memenangkan pertaruhan kita.. dan kau akan menjadi milikku se-utuhnya!" menyeringai iblis.
Pria kejam yang memiliki 2 kepribadian itu benar-benar tahu bagaimana caranya mendapatkan keuntungan untuk jasmaninya, sebagai seorang lelaki yang telah beristri.. bahkan dia memanfaatkan statusnya itu untuk menikmati tubuh seorang Lovely.
__ADS_1
Cinta? Tidak, dia melakukannya bukan karena cinta.. melainkan karena nafsu seorang lelaki biadap, memberinya nafkah bathin hanya karena kewajibannya sebagai seorang suami dan juga menuntut hak serta kewajiban nya dari seorang istri karena sebuah pernikahan.