Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.90


__ADS_3

Matahari hampir tergelincir di ufuk barat, namun belum ada tanda-tanda jika pria yang ia cintai akan pulang.


Vely duduk termenung di tepi ranjang, dia rindu akan sosok suami yang begitu ia sayangi.


Tangannya menggenggam hp, berharap Sagaara akan mengiriminya sebuah chat atau menelefonnya.


Sementara itu di pusat kota Jiancheng sedang dilanda badai hujan besar, menyebabkan heli tak bisa mengudara sesuai jadwal.


Ars dan yang lainnya membawa Sagaara ke hotel terdekat, "Ars, kenapa kau menyuruh sopir untuk mengemudikannya ke hotel? Aku harus segera pulang.. istriku pasti sudah menunggu.."


"Bersabarlah tuan, badai hujan sedang melanda kota.. kita kita bisa melakukan penerbangan untuk saat ini."


"Tidak bisa, aku harus segera pulang.. bagaimana jika dia sedang menangis menanti ku? Hei kau sopir lanjutkan perjalanan awas saja jika kau mengemudikannya ke hotel!"


"Tuan berfikir lah dengan jernih, jika badai ini menyebabkan kerusakan pada mesin heli dan hal terburuknya menyebabkan ledakan.. apakah tuan fikir kita semua bisa selamat dari kematian?" Ars mendelik kan matanya membuat Sagaara membuang muka.


Cih! Sialan kau Ars!! "Hm, baiklah.. aku akan menunggu dan bersabar.. lagi pula aku harus menepati janjiku pada seseorang untuk menjaga istriku.."


Ars mengangguk, Dasar keras kepala!


Ingin rasanya Ars memberinya stempel Orang kaya mah bebas!!


***

__ADS_1


Setelah sampai di kamar VVIP Hotel, Sagaara merogoh hp dari dalam saku jasnya. Hp itu kehabisan baterai dan mati.


"Astaga, bagaimana bisa hp ku mati? Ars, kau ini bagaimana kenapa hp ku mati saja bisa tidak tahu?!"


Hah? Apakah itu juga salahku?


"Cas, cas, mana cas hp nya?" mondar mandi membuka laci mencari cas.. "Aaaah sialan! Cas nya kan tertinggal di kantor.." Sagaara menggantung kan tangannya di udara, "Hp mu, berikan padaku.."


"Ini.."


Jemari Sagaara mengetikan nomor hp Vely, lalu menelefonnya..


...


Sekretaris Ars? "Hallo?"


"Sayang.." suara Sagaara di ujung telefon, "Maaf karena aku tak bisa pulang hari ini.. mendadak ada kunjungan ke luar kota -"


Sagaara tercekat saat mendengar tangisan istrinya.


"Sayang?" suara Sagaara melemah.


"Kenapa kau menelefon dari hp orang lain? Kau membuatku begitu khawatir.. kau egois karena membiarkanku takut.."

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku berjanji setelah urusan ku selesai.. aku akan langsung pulang dan menjemputmu.." Sagaara menghela nafas, "Sudah ya jangan menangis lagi, aku mencintaimu... sangat.."


"Aku juga mencintaimu, sayang.."


"Ya sudah, lebih baik kau istirahat saja.. karena setelah aku kembali nanti, kau harus punya stamina yang kuat.. 3 ronde tidak akan cukup!"


Vely tersenyum sembari mengangguk, "Iya, aku mengerti sayang.." lalu mematikan telefon.


Ulululu.. Ars yang mendengar kata 3 ronde tidak akan cukup hanya bisa menggeleng kesal.


Tidak tahu tempat dan penuh gairah.. apakah aku akan seperti itu juga, nantinya? Ars menggedikan bahu yang ternyata hal itu di lihat langsung oleh tuan muda.


"Kau kenapa Ars?"


Dia menggeleng, "Tidak apa-apa tuan.."


"Cepatlah menikah, agar kau tak sendirian lagi.."


"Saya sudah cukup dengan anda, tuan.."


"Aku tidak mau dengan mu.. kau lupa jika aku sudah menikah?"


Ars menggeleng lagi, "Tapi di kamar ini hanya ada kita berdua, emm mungkin saja tuan butuh pelukan?"

__ADS_1


"Ars.. aku akan menggantung mu hidup-hidup!!" teriak Sagaara.


__ADS_2