Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.86


__ADS_3

Sagaara melepaskan jas lalu memakaikannya kepada Vely.


"Sayang aku tidak apa-apa, dia benar aku yang tak hati-hati.."


"Jangan mencoba untuk membelanya, kau fikir aku tidak melihatnya sejak awal?" Sagaara memeluknya, "Siapa pun yang berani menyentuh apalagi melukai mu maka mereka harus menerima akibatnya."


"Terimakasih sayang, tapi aku -" eh!


Tubuhnya menekuk saat Sagaara menggendongnya, pria itu membawanya masuk ke dalam kamar lalu merebahkannya di atas ranjang.


Mommy yang melihat kejadian tadi pun, langsung meminta pelayan untuk segera memberi menantunya yang manis itu baju ganti.


Sagaara kembali membuka pintu saat mendengar suara ketukan, "Apa?"


"Maaf mengganggu tuan muda, nyonya besar meminta saya memberikan baju ganti untuk nona.."


"Hm, pergilah.."


Lalu Sagaara mengunci pintu kamarnya dengan rapat, memberikan baju itu kepada Vely.


"Cepat ganti baju mu, nanti kau bisa masuk angin.."


"Iya.."


Sembari menunggu Vely ganti baju, rupanya Sagaara juga melakukan hal yang sama. Dia memilih untuk memakai kaos panjang polos.


Masalah pesta ulang tahun daddy? Cukup sampai disini saja keduanya mengikuti acara. Mengingat insiden tadi benar-benar sudah merusak mood seorang tuan muda.


Usai mengganti baju..



"Kenapa istriku terlihat sangat cantik sekali sih?"


Tangannya mulai menyusup masuk kedalam pakaian Vely.

__ADS_1


"Sayang?" lihatlah bahkan rona merah di wajahnya saja sudah terlihat.


"Apa, kau tidak mau?"


Tangan Sagaara bergerak cepat dengan menarik tangan Vely, lalu membuatnya duduk di atas pangkuan.


Tangannya meremas ujung rambut Vely yang panjang.


"Bukankah aku pernah mengatakannya? Jangan berani menolak ku.."


"Aku tidak menolaknya, sayang.."


Kemudian bibir mereka beradu dengan mesra, membuat libido di dalam tubuh mereka ingin segera di lepaskan.


Membuat pakaian di tubuh keduanya sudah seperti mainan bongkar pasang saja.


Tangan mereka saling meremas hangat, hingga benih cinta mereka menyatu dengan sempurna.


***


Dua tubuh yang masih berkeringat dan tertutup selimut membuat Vely begitu gerah.


"Sayang, ayo kita mandi.."


"Tidak mau, dingin.."


"Kalau begitu, biar aku saja yang mandi.."


"Tidak boleh.." mengeratkan pelukannya, "Nanti kau bisa masuk angin.. jangan membuatku pusing.."


"Tapi aku kan bisa mandi dengan air hangat sayang -" eh?


Saga kembali menindih tubuh mungilnya, "Kau ini memang upik abu ya?" wajah Vely kembali merona saat di mendapatkan tatapan jenaka itu dari suaminya, "Lakukan sekali lagi, baru aku mau mandi."


Vely memejamkan kedua matanya saat merasakan pasukan Saga yang menegang dan memasuki dirinya.

__ADS_1


Tak seberapa lama kemudian, akhirnya selesai juga kegiatan kedua mereka di atas ranjang.


"Ayo mandi.." ucap Sagaara begitu memisahkan diri dari Vely.


"Tidak mau, dingin.." Vely menarik selimut lalu menggulung selimut di tubuhnya supaya hangat.


"Wah, wah, wah, rupanya setelah mendapatkan cinta dariku.. kau jadi ngelunjak seperti ini ya?!"


Tenaganya yang besar membuat Sagaara bisa dengan mudah menarik selimut dan membuangnya hingga teronggok di atas lantai.


"Aaah tidak sayang, aku -"


"Sekarang baru takut? Hmph!" menyeringai, "Terlambat!"


Uwuwuwuuuw ternyata kegiatan mereka ini sampai di ronde ke tiga 🙈🙈🙈


Malam penuh cinta membuat Vely merasa beruntung karena telah di nikahi tuan muda.


Kegiatan yang membuatnya lelah membuat Vely tertidur di dalam pelukan Sagaara.


***


Malam pun berlalu dengan cepat, namun rasanya Sagaara tak rela melepaskan malam itu.


Saga terbangun namun masih membaringkan tubuhnya di sisi Vely.


"Hei ayo bangun.." mencubit pelan hidung Vely.


"Emh.. tunggu sebentar lagi sayang.. aku masih mengantuk.." imbuhnya dengan suara yang agak serak.


"Hei, kau bahkan tidur lebih awal dariku.. ayo cepat bangun atau aku akan melahapmu sekarang!"


"Aaa tidak!!" Vely segera duduk mencengkram erat selimut yang menutupi tubuh polosnya.


##

__ADS_1


vottenya ya bantu masuk rangking karya baru 🤭❤️


__ADS_2