
Usai sarapan Gaara sedang mengganti pakaian nya dengan yang lebih santai.
"Ganti pakaian mu!" seru Gaara sembari menatap cermin. "Dan ikut aku untuk jalan-jalan, aku tahu perempuan kampungan seperti mu pasti tidak pernah jalan-jalan ke luar negeri."
Vely menghela nafas, dan dengan sabar nya dia menuruti semua yang di katakan oleh tuan muda.
Setelah mengganti baju mereka berdua keluar dari kamar dan masuk ke dalam lift, berdiri dalam diam tak berucap sepatah katapun hingga lift yang membawa mereka berdua pun sampai di lobi hotel X.
Pelayanan hotel hingga menyediakan fasilitas khusus bagi tuan muda, sebuah mobil mewah sudah terparkir di depan.
"Masuk!" seru Gaara kepada istri nya. "Pakai sabuk pengaman mu dengan benar."
Dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah pusat perbelanjaan terkenal di pusat kota Liu-Liu.
Sepanjang perjalanan mereka diam membisu, hanya terdengar suara deruman mesin mobil yang sedang melintasi keramaian jalan kota.
Mobil yang di kendarai itu pun akhrinya sampai juga di area parkir mall terbesar, "Turun.."
Tempat pertama yang akan mereka datangi adalah sebuah toko emas berlian, Gaara bermaksud untuk membelikan wanita itu sebuah cincin.
__ADS_1
Hei, tuan Sagaara apa yang kau lakukan? Bukankah tadi kau menghempaskan nya begitu saja seperti sampah?
Tapi sekarang, apa? Kau sedang menjunjungn nya dan mengangkat nya dengan indah.. lalu kau akan kembali membuang nya lagi, begitukah?
Namun itu semua kembali ke poin pernikahan mereka bahwa tuan muda adalah pihak pertama yang tak pernah salah, jika melakukan kesalahan maka dirinya tidak akan pernah salah, semua yang di katakannya adalah benar.
Aaah satu lagi, tuan muda adalah peraturan hidup yang harus di patuhi dan tak terbantahkan!
SPG yang bertugas itu menatap lekat pada wajah tampan Gaara, aegyo manis nya 🥰 wanita itu menatap dengan penuh cinta.
"Hei nona, cepat keluarkan semua cincin pernikahan termewah dan yang paling mahal yang kau jual!"
SPG nya masih bengong, "Hei!" bentak Gaara sembari menggebrak pelan meja etalase dan membuatnya terkejut.
"Kau ini niat kerja atau tidak, cepat keluarkan cincin pernikahan yang mewah, mahal, dan yang paling bagus kualitas nya."
"Ba- baik tuan, segera saya siapkan.." dengan cepat namun penuh ke hati-hatian SPG itu mengeluarkan semua koleksi terbaik yang ada di dalam etalase tersebut.
"Ini tuan, silahkan di lihat dulu."
Hm, cukup sulit juga bagi tuan muda untuk memilih nya.
__ADS_1
"Hei kau upik abu, cepat pilih cincin mana yang ingin kau pakai?"
Sialan, di tempat umum kau malah memanggil ku upik abu..
Bersabarlah wahai Lovely, pria yang telah menjadi suami mu itu memang labil. Sebentar dia memanggil mu ini, lalu semenit kemudian dia akan memanggilmu dengan sebutan lainnya.
Lovely melangkah mendekati etalase, dengan cermat dia memilih cincin pernikahan.
"Yang ini.."
"Kau yakin dengan pilihan mu?"
Vely mengangguk.
"Cepat bungkuskan itu.." baru saja si nona SPG mau membungkus nya, "Aah tidak, tidak, jangan di bungkus." Gaara mangambil cincin itu dan mendadak dia meraih jemari Lovely.
Sikapnya itu membuat jantung Vely mendadak berdegup kencang, di tambah lagi saat Gaara menyematkan cincin nikah itu di jari manis kanan nya.
"Tu- tuan?"
"Begini lebih bagus.."
__ADS_1
"Te- terimakasih.." ucap nya dengan lirih tapi malah terdengar seperti sebuah gumaman.