
Mentari pagi menebarkan kehangatan, perlahan menampakan diri di langit biru yang cerah. Burung-burung siap bertransmigrasi, ada juga anak burung yang baru belajar terbang.
....
Di dalam kamar yang luas dan besar itu, tuan muda Sagaara masih lelap di dalam tidurnya begitu juga dengan Vely.
Padahal kan mereka berdua semalam tidur awal, bahkan tidak lembur.
Dering telefon Sagaara terdengar, membuatnya terpaksa harus menjawab panggilan tersebut.
Mmh.. "Hallo?" suara seraknya terdengar malas.
"Kau tidur dengan nyenyak?"
Agatha? Sagaara menatap layar hp yang tertera nama Agatha. "Kenapa kau menghubungi ku?" kini suaranya sudah terdengar tegas.
"Santai saja bicara dengan ku, tak perlu se kaku itu.."
"Mau apa kau?"
"Ku dengar kau sudah menikah, tidak kah kau berniat untuk memperkenalkannya kepada kakakmu yang cantik ini?"
"Cih! Istriku yang lebih cantik di dunia ini, kau itu jelek!" mendengus kesal.
Ejekan itu tak membuat Agatha marah, namun malah sebaliknya dia terkekeh. "Haallah.. dia saja yang bodoh karena mau menikah dengan singa seperti mu.."
"Bicara sembarangan lagi, akan ku blokir semua kartu kredit dan ATM mu.."
__ADS_1
"Ya, ya, ya.. tuan muda, aku mengaku salah.. langsung saja ke intinya.. hari ini pesawat ku tiba jam 3 sore jadi tolong kau jemput aku di bandara ya?"
"Tidak mau, kau fikir aku ini pria yang tak punya pekerjaan?"
"Kenapa kau ini semakin pelit saja.. ya sudah kalau kau tidak mau, suruh saja sekretaris pribadimu menjemputku.." aaaa wajahnya merona merah saat membayangkan wajah tampan nan dingin itu.
"Kau kan punya nomor hp nya, langsung saja telefon orangnya.. kenapa malah menyuruhku lagi?!" kesal, Sagaara menyibak selimut dari tubuhnya lalu turun dan duduk di atas sofa.
"Dia tak akan mau jika aku yang meminta, bukankah dia hanya patuh padamu? Ayolah jangan pelit!"
"Hm.."
"Ya?"
"Hm!"
"Baiklah, baiklah, aku yakin kau sedang berduaan dengan istrimu.. ku beri tahu kau sesuatu yang sangat romantis -"
"Jika istrimu belum bangun, berbisik lah ditelinga.."
Berbisik di telinga? Sagaara mempraktikan nya, "Ya, aku sudah berada dekat dengannya.. lalu apa yang harus ku katakan?"
"Katakan saja, selamat pagi sayang.. lalu kau kecup keningnya.."
Mmm... romantis sekali, kenapa aku baru tahu sekarang?
"Baiklah, akan ku coba.." dan sukses membuat Vely mengerjap pelan, hingga manik coklat indah nya bertemu dengan manik hitam Sagaara.
__ADS_1
Dia tersenyum membuat wajah Sagaara merona merah, lalu Vely sedikit menggeser tubuhnya agar bisa memeluk sang suami.
Tut tut tut.. Sagaara mematikan telefonnya saat itu juga, bahkan sampai lupa mengucapkan kata terimakasih.
Dia membalas pelukan istrinya, "Ayo kita mandi bersama.. aku akan mengajakmu jalan-jalan.."
Vely mengangguk, dia turun dari ranjang segera meraih kimono dan juga handuk.
"Ayo.."
***
Setelah sampai wahana, "Ayo kita naik roller coaster.." menunjuk wahana yang ramai dan terlihat menyeramkan bagi Sagaara
Melihatnya saja sudah membuatnya merinding, "Wahana itu menyeramkan, yang lainnya saja."
"Aaaa sayang ayolah.. aku ingin sekali naik roller coaster." Vely yang manis pun mengerucutkan bibirnya.
Sagaara menghela nafas, "Baiklah.. tapi hanya 1x saja ya, ayo Ars kau juga ikut.. jaga dia dari belakang."
Ikut kemari sepertinya merupakan kesalahan!
"Kau dengar tidak?"
Ars mengangguk, "Baik tuan."
Bermain wahana roller coaster yang menyenangkan, "Uwwaaaa hahaha...." Vely sungguh menikmati wahana ini, begitu juga dengan Sagaara padahal di awal tadi dirinya seperti tidak demikian, namun berbeda hal nya dengan sekretaris Ars.
__ADS_1
Pria malang yang menjadi orang ketiga itu hanya duduk diam membiarkan angin menerpa rambutnya, duduk bersebalahan dengan wanita gemuk yang sejak tadi mengoceh.
Setelah naik roller coaster sekarang mereka mencoba beberapa wahana ekstrem lainnya..