Contract Marriage

Contract Marriage
Norak (2)


__ADS_3


Oops!! Karya aku nyasar ke situ 🤭🤭🤭


Gak apalah, coba aja meskipun gak bakalan menang karena di luar ketentuan lomba 🙈


Setidaknya ada kemungkinan meskipun 0,001% orang yang akan mengunjungi novel ku di form itu.


#####


Obrolan mereka berlanjut usai makan malam, pelayan membawakan buah-buahan segar keruang keluarga.


"Permisi tuan, nyonya.. saya membawa buah segar.."


"Taruh saja di meja.." seru Alea padanya.


"Baik nyonya.."


Sagaara mengambil buah apel untuk di kupas kulitnya, "Kau mau?" tanya nya pada Vely, yang kemudian hanya di balas gelengan pelan. "Oh.."


Dia memakannya sendirian dengan lahap.


"Sayang, aku mau buah pear itu."


"Hm.." Sagaara kembali mengambilkan nya buah, mengupas kulitnya dan memotongnya menjadi beberapa bagian. "Ini, makan dan habiskan.."


"Terimakasih sayang.."


"Hm.."


Dari sebrang meja itu, 2 orang yang rasa-rasanya hanya menjadi obat nyamuk hanya bisa menelan saja.


"Ayo kita ke kamar.." ajak Tristan pada istrinya.


"Mau apa?"

__ADS_1


"Ayolah.. aku sudah tidak tahan -" Aw!


Tristan merintih kesakitan saat Alea mencubit pahanya, "Kenapa kau mencubit ku?"


"Dasar tua bangka, ingat umur.. sebentar lagi kita akan segera memiliki cucu."


"Memang apa salahnya dengan itu, kau kan menggunakan IUD jadi tidak akan hamil."


"Omong kosong.." tandas Alea sembari menginjak kaki Tristan.


***


Sudah malam dan atas permintaan Alea yang meminta anak menantunya menginap, mereka berdua pun menginap.


Kamar besar di lantai 1 yang tak jauh dari kamar utama milik Alea dan Tristan, di dalam lamar itu Vely baru saja mengganti bajunya dengan piyama tidur.


"Sayang?"


"Hm, kenapa?"


Pria itu menyeringai lalu merangkak naik ke atas ranjang, berbaring di sisinya.


"Cium.." ucap Vely yang juga menyentuh bibirnya sendiri.


Muah!


Vely tersenyum dengan manis dan imut, wajah polosnya membuat Sagaara begitu bergairah.



Tangannya mulai bergerak untuk menyusup masuk kedalam piyama Vely.


"Sayang, jangan.." menggeleng, "Tadi pagi kan sudah.."


"Ya sudah, tidurlah.." tumben sekali tuan muda tidak kesal, biasanya dia akan menjadi pria menyebalkan jika keinginannya tak terpenuhi.

__ADS_1


"Tapi peluk.."


"Iya.." Sagaara memeluknya, memepetkan tubuh mereka dengan tangannya yang mengelus lembut punggung Vely.


Malam ini biarkanlah mereka berdua istirahat dengan nyaman tanpa ada gangguan sedikitpun.


***


Kita berpindah sebentar pada sekretaris Ars yang malang, sudah jam 10 malam tapi dia masih sibuk lembur di kantor.


Liora juga masih di sibukan dengan laporan tutup buku di akhir bulan, dia memeriksa tiap lembar catatannya.


Hah, ada beberapa lembar yang membutuhkan tanda tangan si sekretaris super kaku itu.


Liora menghela nafas dan segera beranjak dari tempat duduknya, dia masuk ke dalam ruangan Ars setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin darinya.


"Masuklah."


"Selamat malam tuan." sapa Liora dengan senyuman hangatnya.


Ars mengangguk, "Hm.." lalu pandangannya turun ke genggaman tangan Liora, "Apa yang kau bawa?"


"Lembar verifikasi akhir bulan, tuan."


"Kemarikan."


"Baik.."


Ars mengetuk meja dengan pelan sembari mengecek lembaran itu, "Kau sudah makan?"


"Belum, tuan.." kenapa dia menanyakannya? Apakah dia akan mentraktir ku?


"Oh..." hening, hening, dia diam untuk beberapa menit, "Pulanglah."


Hah? Jadi itu adalah maksud dari pertanyaan nya 😣 dasar bodoh kau Liora.. memangnya apa yang kau harapkan darinya sih?

__ADS_1


__ADS_2