Contract Marriage

Contract Marriage
Mobil Bergoyang


__ADS_3

Jam dinding menunjukan jam 9.40 pagi, diatas ranjang itu Vely masih tertidur dengan begitu lelapnya.


Hanya berbalutkan selimut biru yang tebal dan hangat semakin menggulung dirinya dalam kemalasan.


Pesan tuan muda untuk Nan..


Sagaara yang baru saja menapak kan kakinya di ruang keluarga, "Nan, jika istriku belum bangun sampai jam 10 nanti.. bangunkan dia, nanti aku akan menjemputnya dan mengajaknya jalan-jalan."


"Baik tuan, silahkan tuan teh hangatnya.."


Itulah pesan tuan muda tadi sebelum berangkat kerja.


Di depan pintu kamar Nan mengetuk pelan pintunya, masih tak terdengar jawaban dari nona mudanya sekali lagi dia mengetuk.


"Nona, maaf mengganggu tapi tuan berpesan untuk membangunkan nona.." sekali lagi Nan mengetuk pintu kamar, "Nona?"


"Emh.." suaranya serak, "Iya Nan.. sebentar.." dengan rasa malasnya dia memaksakan diri untuk bangun, memunguti piyama yang berserakan dilantai dan segera memakainya.


Lalu melangkah untuk membuka pintu, "Iya Nan, ada apa?" mengucek mata dengan kedua tangannya.


"Tuan muda berpesan untuk membangun nona, karena sebentar lagi tuan akan pulang dan mau mengajak nona untuk jalan-jalan.."


Wah, mendengar kata jalan-jalan membuat bola mata Vely kembali segar lagi, "Benarkah?" Nan mengangguk, "Aaah iya baiklah, aku mau mandi dulu."


Vely kembali menutup pintu, mengambil kimono mandi dan handuk kecil berwarna cream untuk rambutnya nanti.


Masuk ke bath room, menuangkan sabun aroma wangi mawar kedalam bath up. Lalu merendam tubuhnya di dalam benda itu dengan air hangat.

__ADS_1


Tubuh ku sakit semua.. mendadak ingat kisah romantisnya semalam, membuat wajahnya merona merah.


Betapa mengagumkannya Sagaara saat mempraktikan cintanya. Keasyikan melamun membuatnya hampir lupa untuk memakai shampoo dengan varian aroma yang baru.


Segera dia mengambilnya dari dalam lemari bath room yang sudah di isi dengan segala keperluannya.


Menuangkan sedikit ke rambut dan memijati kepala serta rambutnya hingga berbusa, aroma yang menenangkan.


Dari ujung rambut sampai ujung kaki sudah mendapatkan pelayanan, sekarang waktunya untuk membilas tubuh.


Vely keluar dari bath up menuju shower untuk membilas seluruh tubuhnya dari busa.


***


Selepas mandi Vely sudah bersiap dengan sangat rapih. Dia bercermin dan sedikit memakai riasan di wajahnya.


Tak seberapa lama dia mendengar suara mobil yang baru saja masuk ke garasi, Vely yang tak sabar pun segera keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


"Ma- maafkan aku sayang.." menunduk, tak berani mendekat.


Sagaara menghela nafas, dia semakin mendekat lalu mengusap pucuk kepalanya.


"Kau sudah makan?" Vely menggeleng, "Kenapa belum, apakah Nan tidak melayani mu dengan baik?"


"Tidak sayang, bukan begitu.. aku ingin makan diluar dengan mu.."


Tangan Sagaara turun membelai pipi Velyz "Kau ingin makan apa?"

__ADS_1


"Bistik daging, yang di beri saus keju.."


"Baiklah, ayo.."


Akhirnya bisa jalan-jalan juga, hati Vely sedang berbunga-bunga di buatnya.


Masuk dan duduk di dalam mobil, "Sayang.."


"Hm?" menoleh, "Pakai sabuk pengaman mu dengan benar.."


"Pakaikan.."


"Ya ampun, kau ini kenapa sih? Semakin kesini semakin manja saja?"


Sedih, "Tidak boleh ya?"


"Bukan seperti itu sayang.. kemarilah biar kupakai kan.."


"Tidak usah, aku bisa sendiri.."


Hm.. salah lagi, "Vely.." tak menyahut, "Sayang?" masih juga tak menyahut, "Lovely istriku tersayang.." mendekap Vely, mencium pundaknya lalu naik lagi ke leher sembari tangannya yang meraba ke bagian dada.


Mengusap pelan.


"Sayang jangan, kita kan mau jalan.."


"Sebentar saja, tidak lama aku janji.."

__ADS_1


"Sayang -"


Dan mobilpun bergoyang di terpa sesuatu yang sulit di jelaskan 🙈


__ADS_2