Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.6


__ADS_3

Kedua gadis


itu sudah duduk di sofa kamar Rani, gadis itu masih merintih kesakitan.


"Biar


ku lihat lukamu, Rani." lovely mencoba untuk meraih tangan Rani, namun


mendapatkan penolakan.


"Aku


tidak apa-apa, percayalah.."


lovely


begitu geram jika teringat kembali apa yang telah di lakukan Ars beberapa menit


yang lalu, itu bukanlah tindakan pria sejati.


"Sebenar


nya ada apa, mengapa tuan Ars bisa mendorong mu?"


Rani mulai


menitikan air mata nya, seolah dirinya lah yang tertindas. Rani terisak.


"Lovely,


ku mohon menikahlah dengan tuan muda!" ucap Rani dengan lantang.


Mata Lovely


membulat sempurna detik itu juga, saat mendengarkan permintaan konyol Rani.


"A-


apa? Kau jangan Gila! Bahkan tuan muda saja tadi mengusirku, lalu bagaimana


bisa dia -"


"Kau


tidak mengerti!" ucap Rani memotong kalimat Lovely.


Apa, apa


yang tidak ku mengerti?


"Dia


mengancamku, jika kau tidak menikah dengan nya maka dia akan menghancurkan


perusahaan ayahku." mengusap air mata, lalu menggenggam tangan Lovy,


"Kau sendiri tahu apa arti perusahaan itu kan? Perusahaan peninggalan ayah

__ADS_1


mana bisa di biarkan hancur begitu saja. Ayah pasti tidak akan tenang di


surga."


"Tidak


Rani, tuan muda itu tak boleh melakukan nya. Aku banyak berhutang budi kepada


paman.."


"Maka


dari itu ku mohon, menikahlah dengan nya. Dengan begitu perusahaan ayah akan


baik-baik saja. Kita juga tidak bisa kehilangan saham dan investasi dari Global


Group, karena nya lah perusahaan ayah bisa berkembang hingga sekarang. Kita


juga makan dan hidup bergantung dari itu semua."


Lovely


terlihat begitu ragu, tapi diri nya juga tidak bisa membiarkan perusahaan milik


mendiang paman hancur begitu saja, saat ini perusahaan itu di kelola oleh kakak


kandung Rani yang bernama Damian.


"Lovely,


ku mohon?!" sumpah demi apa pun Lovely tak kuasa menahan tatapan kesedihan


Dia pernah


berjanji kepada paman nya dulu, jika diri nya tidak akan pernah mengabaikan


Rani.


Karena


bagaimana pun juga Rani adalah adik sepupu nya.


Lovely


mencoba untuk tersenyum tegar, dia membelai lembut pucuk kepala Rani.


"Tenanglah dan jangan menangis lagi, aku bersedia menikah dengan


nya.."


"Aaa


Lovely sungguh kah itu? Kau tidak akan mundur lagi kan, keputusan mu sudah


bulat?"


Lovely

__ADS_1


mengangguk, "Iya..."


"Terimakasih


Lovely, terimakasih.." memeluk erat, wajah di balik punggung ramping


Lovely sedang menyeringai dengan sorot mata licik nya.


Rasakan itu


Lovely, sialan! Kau sudah merebut kasih sayang ayah dan kakak ku! Terimalah


pembalasanku, sebentar lagi kau akan masuk ke dalam neraka yang tak berujung!!


Kau akan


merasakan betapa sakitnya di khianati, melihat sifat mu yang mudah iba terhadap


seseorang.. kau pasti akan semakin tersiska dengan cinta yang bertepuk sebelah


tangan. Sehingga kau sendiri yang akan memilih untuk mengakhiri hidupmu!


"Rani


kau pasti lelah, lebih baik kau bersihkan dulu dirimu baru istirahat.."


Pelukan


mereka terlepas, "Baiklah, terimakasih Lovely.. kau memang kakak sepupu ku


yang paling baik.."


Lovely


mengangguk dan segera melangkah keluar dari kamar Rani.


_____


Rani melepas


semua pakaian nya dan memasukan nya ke dalam keranjang baju kotor.


Tubuh yang


putih mulus, tanpa sehelai benang pun. Bahkan bayangan nya saja membentuk


betapa indah nya tubuh Rani.


Melangkah


mendekat untuk meraih kimono mandi yang tergantung, lalu membawa nya masuk ke


dalam bath room.


Dirinya


menatap cermin besar, wajah nya menunjukkan senyum kepuasan.

__ADS_1


 


__ADS_2