Contract Marriage

Contract Marriage
Banyak Tingkah


__ADS_3

Usai menikmati pizza mereka segera pulang, sialnya di tengah jalan ban mobil mereka kempes.


Dan terpaksa deh mereka harus menginap di hotel, arloji nya juga sudah menunjukan pukul 11 malam.


Memanggil pak An untuk menjemput mereka? Sudahlah lupakan saja. Sagaara tak ingin mengusik jam istirahat mereka.


Mobil sampai di parkiran hotel, yang kebetulan lokasi resto tadi juga tak jauh dari hotel yang mana hotel itu milik daddy.


"Turun.."


"Gendong.."


"Apa?" mengernyit, "Kondisi tubuhmu baik-baik saja lalu kenapa kau malah ingin aku menggendong mu?"


"Tidak mau? Ya sudah.." Vely turun dari mobil dan pura-pura kesandung, "Aduh!"


"Vely! Kau kenapa sayang?"


Kebetulan sekali ada kaleng bekas minuman yang tak jauh darinya, jadi dengan cepat Vely meraihnya dan meletakannya di bawah kaki, "Aku tersandung sayang, lutut ku sepertinya lecet."


Terdengar suara pintu yang di banting cukup keras, "Mana coba ku lihat.."


"Sakit, sakit.."


"Kaleng sialan, siapa yang sudah berani membuang sampah itu sembarangan. Akan ku cari orang itu dan memenjarakannya!"


Duh.. gawat! "Sudahlah sayang jangan marah-marah, dari pada sibuk mencari tahu orangnya lebih baik bantu aku berdiri."

__ADS_1


"Mana bisa ku biarkan, kau terjatuh seperti itu. Jika saja hal buruk terjadi padamu dan kehamilan mu, aku tidak bisa membiarkannya.."


"Iya, iya sayang aku mengerti.." mencoba berdiri setelah di bantu suaminya.


***


Di dalam kamar presidential yang super.



"Kau milik ku.." mulai lagi deh ke bucinan dan kelebayan si tuan muda.


"Iya sayang, kami hanya milikmu.." Vely meraih tangan Sagaara dan meletakannya di atas perut yang masih rata.


"Sudah malam, ayo kita tidur.. wanita hamil tidak boleh bergadang kan?"


"Tapi peluk aku ya?"


"Aaa.. tidak sayang, jangan.. besok saja ya soalnya aku sudah mengantuk sekali."


"Yang melihatnya itu kan aku, bukan kau yang melihatnya kalau kau mau tidur ya tidur saja."


ketus.


"Sayang.."


Vely menariknya dan membuat mereka terjerembab di atas ranjang.

__ADS_1


"Kau ini kenapa sih? Aku kan hanya ingin melihatnya saja.."


Namun Vely menggeleng, dia menguatkan pelukannya. "Sayang, peluk aku ya.."


"Dasar kau ya banyak tingkah.." Sagaara membungkam bibir ranum Vely dengan lembut, kegiatan itu bahkan membuat keduanya hampir kehabisan pasokan oksigen.


"Ah.." Vely menghirup nafas sebanyak mungkin setelah Sagaara melepaskan nya.


"Ayo tidur.." memeluk tubuh mungilnya hingga tenggelam di dalam dekapan si tuan Sagaara.


Malam penuh cinta dan kehangatan dari serang Sagaara, membuat Vely begitu nyaman dalam buaian mimpi indah.


***


Mentari pagi menyapa kedua insan yang tengah tertidur nyenyak, mendadak Sagaara membuka mata dan berlari ke bath room.


Dia merasakan mual seperti apa yang di alami Vely, "Sial.. kenapa malah aku yang mual?" dia memukul pinggiran wastafel.


Sekali lagi dia merasakan mual hingga membuat nya ingin muntah.


"Kenapa malah aku yang mual!!!!" tidak teriak, tapi suaranya menggema di udara dalam bath room.


Kakinya saja sudah gemetar lemas, kuat-kuat dia menghirup udara dan menghembuskan nya dengan lebih kuat lagi.


"Hooossshh!!"


Tak seberapa lama terdengar suara ketukan pintu, "Sayang, kau masih lama? Cepat sedikit aku mau pipis."

__ADS_1


"Ya, tunggu sebentar.." mencuci muka.


"Sayang.. cepat.." mengetuk lagi.


__ADS_2