Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.98


__ADS_3

Malam yang di nanti-nantikan tuan muda pun akhirnya tiba juga, Vely yang masih mengganti baju dengan piyama di ruang ganti jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.


Ini bukan malam pertama kalian, jadi jangan gugup seperti itu atau tuan muda akan menjahili mu Vely, percayalah.


Sagaara yang sedang menghirup udara segar sembari memandangi rembulan dari balkon kamar, dia tersenyum.


"Sayang?" suara lembut itu memanggilnya dari belakang.


"Hm?" menoleh, seringaiannya membuat Vely gugup hingga merona merah. "Sudah siap?"


Malu-malu dirinya mengangguk, "I- iya.."


Pria itu berjalan ke arahnya dengan sebuah senyuman menggoda.


----



Dengan lembut Sagaara berbisik, "Ini bukan malam pertama kita, tapi mengapa aku segugup ini?"


Kecupan hangat ia berikan di keningnya, lalu turun ke bibir ranum itu.



"Aku tidak akan melepaskan mu, malam ini akan menjadi milik kita berdua.." tatapan mata Sagaara membuat Vely menelan.

__ADS_1


"Aku mencintai mu.." Vely.



Dan mulailah mereka memainkan kemesraan yang sempat tertunda akibat siklus menstruasinya yang datang beberapa hari lalu.


Tangan mereka saling meremas hangat, begitu banyak jejak kepemilikan Sagaara di tubuh Vely.


Se-inci pun dia tak meloloskannya, perlahan Sagaara menggigit teluk itu hingga membekas merah.


"Sakit.."


"Hanya gigitan kecil.."


Perlahan Vely memejamkan kedua matanya saat ia merasakan pasukan milik suaminya masuk melewati sesuatu yang telah basah di bawah sana.


Bahkan hingga keringat menjalari tubuh mereka, oh betapa mengagumkan nya cara Sagaara memperlakukan Vely.


Bibir mereka kembali beradu mesra, lambat laun rasa lelah menghampiri Vely.


"Sayang, bisakah kita istirahat dulu.. aku lelah.." suaranya melemah akibat perlakuan Sagaara yang buas dan suka lupa diri jika sudah menikmatinya.


Dia menggeleng, dan semakin menguatkan cengkraman tangan Vely hingga memerah.


"Bukankah aku sudah mengatakan nya tadi? Aku tidak akan melepaskan mu.."

__ADS_1


Entah sudah berapa lama waktu yang mereka lalui, hingga akhirnya selesai juga kegiatan panas mereka malam ini, Vely yang kelelahan pun langsung tertidur pulas.


***


Pagi menyapa jam dinding sudah menunjukan pukul 9 pagi, tetapi nona muda di vila ini masih belum bangun.


Untung saja ini hari libur, jadi Sagaara bisa menemaninya sepanjang hari di vila.


Dirinya membawa sarapan itu masuk ke dalam kamar, meletakannya di atas meja samping tempat tidur.


"Sayang ayo bangun.. sudah pagi, mau tidur sampai kapan?"


"Emh.." suara itu terdengar berat, "Sakit.." ucapnya dengan lirih.


Sagaara yang mendengarnya pun langsung terhenyak, "Vely!" dai naik ke atas ranjang dan memangku nya, "Buka matamu.." tapi si pemilik manik coklat tersebut tak urung membuka kedua matanya malah semakin membuatnya panik.


Sagaara menepuk pelan kedua pipi Vely secara bergantian, "Sayang bangun, hei buka matamu.."


Wajah sang istri memucat dan bibirnya sedikit membiru, "Hei bangun!" Sagaara membentak di tengah kebingungannya, "Aku akan sangat marah jika kau tak membuka matamu!"


Di tengah kepanikannya Sagaara sudah seperti orang yang linglung, dia kembali meletakan tubuh Vely dan menyelimutinya. Lalu segera keluar kamar dengan begitu paniknya.


"Nan!! Nan!!"


Suaranya menggema dari lantai 2 berteriak memanggil kepala pelayan nya.

__ADS_1


"Tuan muda, ada apa?" seru Nan yang terkejut melihat kepanikan tuannya.


__ADS_2