Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.52


__ADS_3

"Kalian semua monster! Kau dan baj*ngan itu -"


Ars yang meradang mendengarnya pun langsung membalikan tubuhnya, dia menatap Vely seolah sedang melemparkan pisau tajam tepat di jantungnya!


Tatapan mematikan itu membuat Vely takut, tak lama kemudian sebuah mobil mendarat tepat di depan kafe.


Sepasang kaki yang memakai pantopel mewah, pakaian jas hitam lengkap turun dari mobil sembari melepaskan kacamata hitamnya.


Dari sikap angkuhnya saja bisa di tebak, pria itu adalah Gaara! Melangkah cepat namun tak tergesa-gesa, dia menyeringai saat seorang pengawalnya membukakan pintu.


"Ars!"


Ars berbalik dan memberikannya bow, "Selamat siang tuan.."


Kenapa dia juga ada di sini..


Senyum Gaara begitu menyebalkan, dia melangkah semakin dekat lalu menarik pinggang ramping Vely kedalam dekapannya kemudian Gaara berbisik pelan.


"Dia membuat mu takut?" menyibakan rambut panjang Vely ke belakang.


"Lepas, jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!" mendorong, lalu berlari pergi. Saat beberapa langkah melewati Ars yang berdiri tegap di tempatnya mendadak Vely merasa tengkuknya begitu sakit.


Bruk!


Dia jatuh pingsan saat Ars memukul tengkuknya, "Maafkan saya tuan, tidak ada cara lain untuk membawa nona dengan cara ini.."


"Bawa dia ke mobil, sekalipun barang bekas tetap tak ada yang bisa pergi sebelum aku membuangnya!"


Tuan muda Sagaara melangkah melewati mereka berdua, dan segera masuk ke dalam mobil. Selang beberapa detik kemudian Ars juga mengekor di belakangnya sembari menggendong Vely dengan ala bridal style.

__ADS_1


Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kafe, di tengah perjalanan Vely tersadar dia merasa tubuhnya seperti goyah di tambah lagi dengan rasa pusing yang di rasakannya.


"Emh..." dia mengerjap berkali-kali lalu membuka mata menatap ke sekitar, Mobil? "Aah tidak!!" Vely begitu histeris terkejut lalu menatap ke sampingnya di mana tuan Gaara menyeringai sembari melirik dengan ekor matanya.


"Belum sampai, tidurlah lagi.. setelah sampai di vila aku akan membangunkanmu.."


"Kenapa kau memaksaku? Cepat turunkan aku.. atau aku -"


"Lompat, bunuh diri? Hmph.. kau fikir aku peduli dengan gertakan kacangmu?"


"Apa lagi yang kau inginkan dariku? Kau menyakitiku.. kau tidak pernah merasakan sakit yang ku alami -"


"Karena aku pria cerdas dan berpengaruh, upik abu sepertimu hanya pantas untuk menderita!"


Plak!


"Aku membencimu, pria jahat sepertimu tidak akan pernah bahagia!! Aku mengutuk mu hingga 7 turunan, kau brengsek.. brengsek!!"


"Hentikan mobilnya!" tandasnya dengan menatap dingin.


Sopir mengangguk dan segera menghentikan mobilnya, "Baik tuan muda.."


Mobil itu berhenti di sebuah kebun binatang yang sepi, semua pengunjung dipaksa bubar sejak satu jam sebelum mereka datang.


"Turun!" bentak Gaara sembari menyeretnya keluar, lalu membawanya masuk ke dalam.


Ke- kebun binatang.. kenapa dia membawa ku kemari?


Langkahnya terseok-seok terseret, "Lepaskan aku.. lepaskan!" Vely memukul-mukul lengan Gaara hingga mencubitnya.

__ADS_1


Sampailah mereka di sebuah tempat, di balik jeruji itu ada se- ekor binatang buas yang mana biasa di sebut dengan Harimau!


Ha- harimau! "Lepaskan aku.. seseorang tolong aku..." dengan histeris Vely memohon bantuan entah kepada siapa.


Seorang penjaga membukakan pintu kandang jeruji, dengan kuat Gaara mendorong Vely masuk ke dalam kandang tersebut hingga ia tersungkur di buatnya.


Tubuhnya bergetar hebat saat mendengar auman harimau itu, "Tidak.. lepaskan aku, lepaskan!" Vely beranjak berdiri segera berbalik hendak berlari keluar namun kegilaan seorang tuan muda Sagaara, pria itu tak mengizinkannya untuk keluar.


Pintu kandang sudah dia kunci, Gaara menyeringai iblis, "Kau tahu apa yang ku inginkan, berikan kepadaku sebelum kau mati!"


Grrrrrr..... suara erangan harimau yang mungkin saja binatang itu sudah lapar, menanti sebuah mangsa yang besar dan selezat itu membuatnya mengaum dengan nyaring membuat Vely kembali berteriak.


"Lepaskan aku.. keluarkan aku.. tuan Sagaara suamiku.." suaranya bergetar karena ketakutan.


Senyum kemenangan membuatnya senang, "Bwahaahahahhaa..." dia melempar kunci itu kepada penjaga, "Buka."


"Baik, tuan.."


10 detik kemudian pintu kandang terbuka, rasa takut yang mencekam membuat Vely berlari ke dalam pekukan Gaara.


Nafasnya begitu memburu, keringat di sekujur tubuh dengan matanya yang terpejam disertai gemetaran tubuh dan tersedu-sedu membuatnya memeluk Gaara dengan erat.


"Aku baru saja membuka rahangku, jangan main-main denganku.."


###


Gila!! Gila!! Gila!!


Sianida mana oy!!

__ADS_1


__ADS_2