Contract Marriage

Contract Marriage
Ch.79


__ADS_3

Gaara masih ke fikiran dengan apa yang baru saja di tonton nya, bahkan jam dinding sudah menunjukan pukul 11 malam.


"Ck! Aah apa-apaan ini kenapa aku tak bisa tidur sih?" duduk sembari menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang, dia menatap wajah Vely yang terlelap dalam tidur indahnya.


Ingatan buruk saat pertama kali mereka bertemu di gedung perpustakaan, serta ruangan CEO dimana dirinya di permalukan.


Sampai tiba hari dimana dirinya melemparkan kontrak pernikahan, menjadikan wanita itu sebagai bahan taruhan demi hal gila.


Gaara mengusap lembut pucuk kepala Vely, "Kau wanita yang hebat, bisa bertahan dan membuatku jatuh cinta padamu.." lalu baring lagi tapi kali ini dia memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk Vely dengan erat.


Tak ada habis nya dia menciumi pipinya, perlahan tapi pasti rasa kantuk menyerangnya. Gaara menutup mulutnya yang menguap lebar dan memejamkan mata.


***


Cahaya mentari menyeruak masuk melalui celah ventilasi udara, Vely perlahan mengerjap kan mata berusaha untuk menyesuaikan nya dengan cahaya yang masuk.


Samar-samar dia mendengar cekcok di dapur, "Aaaa tidak, apa yang tuan lakukan.. tolong hentikan.." Nan dan pelayan lainnya berusaha merebut spatula dari tangan tuan muda Sagaara.


"Minggir, jangan menghalangiku.. aku sedang membuat sarapan untuk istriku.."


"Biarkan kami yang melakukannya tuan, aaa tidak lihat telurnya gosong!"

__ADS_1


"Mana, mana!" seru Gaara, "Ini hanya menghitam tidak akan mengubah rasanya.."


"Tuan, ketua Nan wajannya.. wajannya gosong.. matikan apinya.." teriak seorang pelayan yang panik.


Asap mulai mengebul berkelebat di hadapan mereka, "Mau apa kau, kenapa kompor nya di matikan?!" tuan muda mulai emosi.


"Wajannya bisa rusak jika kompornya tidak segera di matikan, tuan.." imbuh Nan mulai kesal.


"Beli saja yang baru, uang ku banyak.."


"Ini bukan masalah uang tuan, tapi -"


"Sayang?" Vely sudah berdiri di ambang pintu, Gaara segera menoleh dan meninggalkan perkakasnya. Segera Nan mematikan kompor lalu mengangkat telur yang gosong itu.


Vely tersenyum sembari merapihkan rambutnya ke belakang telinga, senyum manisnya membuat jantung Gaara berdebar kencang.


"Benarkah, wah kebetulan sekali aku sudah lapar.." mendekatkan tubuhnya pada Gaara, "Berikan padaku.."


"Nan, Nan, cepat ambilkan sarapannya.." wajah Gaara berseri-seri, mana tega Vely mengacaukannya. Saat Gaara memalingkan wajahnya dari sang istri, ternyata Vely mengedipkan sebelah matanya pada Nan.


"Iya tuan, saya siapkan susunya terlebih dahulu."

__ADS_1


"Sayang ayo kita duduk dulu.." suasana pagi hari di ruang makan benar-benar penuh cinta.


Vely duduk dipangkuan Gaara, dirinya enggan untuk duduk sendirian.


"Nona, maaf ini sarapannya.."


Vely tersenyum saat melihat telur yang sedikit menghitam. Ada bekas kerikan di sekitarnya. Nan membersihkan bagian yang menghitam itu.


"Nan, berikan aku saos dan mayones.."


Setelah mendapatkan saos dan mayones segera Vely menuangnya di piring, sebelum menyantapnya Vely terlebih dahulu pindah ke kursi lain agar bisa menyantap telur itu dengan leluasa.


Dia menggulung telurnya, memotongnya menjadi beberapa bagian lalu mengolesnya di saus dan mayones.


Suapan pertama, telur itu sangat asin dan terasa sedikit pahit namun Vely tetap mengunyah nya sembari tersenyum.


"Sayang, ini enak.."


"Benarkah, biarkan aku mencobanya.."


"Tidak mau, kau kan membuatnya untuk ku.. masa mau di minta lagi!" protes.

__ADS_1


"Berikan aku sedikit saja.."


"Aaa tidak mau!" sebelum Gaara beranjak dari duduknya, dengan cepat Vely melahap sisa telur di piringnya dalam sekali suapan.


__ADS_2