Contract Marriage

Contract Marriage
Terimakasih


__ADS_3

Satu minggu kemudian setelah di rawat di rumah sakit akhirnya dokter Kikan mengizinkan Lovely untuk pulang.


Siang ini Ars yang akan menyetir mobil tuan muda, karena tak mungkin jika tuan muda Sagaara yang menyetir karena dia juga sedang menggendong bayi perempuannya.


Bayi perempuan yang sangat ia sayangi, tapi bukan berarti bayi lelakinya tak ia sayangi.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah tuan besar Wijaya.


💐💐💐💐💐


Sesampainya di rumah mommy dan daddy bahkan sudah mempersiapkan sebuah kamar untuk mereka.


Kamar yang bahkan di hias dengan pernak pernik pink, Sagaara saja sampai protes.


"Apa ini kenapa malah jadi pink? Aku lelaki dan aku juga punya anak -"


"Sudah ya, sudah.." Tristan menepuk bahu putranya, "Ini juga bagus kok, benarkan sayang?" senyumannya seolah sedang mengajak Vely kompromi karena bagaimanapun juga dia tak mau jika Alea ngambek dan tak mau memberinya jatah di setiap malam. 🤭🙈


"Iya sayang, tidak apa-apa aku juga kan suka warna pink.."


Sagaara dan Lovely meletakan kedua bayinya di dalam box, Henry ia masukan ke dalam box berwarna merah sementara Kyara berada di dalam box berwarna pink.


Kedua wajah yang sangat meng-copy wajah kedua orangtuanya itu masih tertidur dengan lelap sekali, seolah tak peduli dengan perdebatan receh mereka.


"Vely sayang, kau istirahat saja ya.. biarkan Sagaara yang mencuci popok anak-anak mu."


"Hah?" yang namanya di sebut sudah mau protes.


Alea mengangkat telunjuknya ke udara lalu menggerakan nya ke kanan dan kekiri.


"Jangan membantah, mereka anak-anak mu jadi kau lah yang harus mencuci popok mereka."



"Sayang lebih baik kau istirahat saja.. biar aku yang mencuci popok mereka.." imbuh Vely.


"Apa? Tidak, tidak! Kau baru saja oprasi sesar jadi tidak boleh melakukannya. Biar aku saja yang mencucinya."

__ADS_1


"Kau yakin tidak ingin ku bantu?"


"Tidak usah, aku tidak apa-apa sayang..."


Dan pada akhirnya Sagaara lah yang mencuci popok kedua anaknya.


💐💐💐💐💐


💮💮💮 3 Tahun kemudian 💮💮💮


Senja menyingsing di ufuk barat, Henry dan Kyara sedang asyik bermain di dalam kamar mandi.


Sabun cair itu sudah mereka tumpahkan ke dalam bath up, mereka begitu berisik.


"Henry, Kyara.. cepat mandinya.. sebelum papah pulang dari kantor, kalian sudah harus selesai." seru Lovely sembari menyiapkan pakaian mereka.


"Iya mah.." jawab mereka serempak.


"Kakak, Kyara mau sikat gigi pakai punya papah."


"Tidak boleh, punya papah itu milikku.."


Anak-anak selalu saja begitu, suka memperebutkan sesuatu.


Tak seberapa lama terdengar suara mobil yang baru saja memasuki garasi. Sagaara turun dari mobil dengan menenteng dua goodie bag biru ditangan kanan dan kirinya.


Dengan tak sabaran dia melangkah masuk ke dalam vila, menapaki tangga dengan sedikit berlari kecil.


"Henry.. Kyara.."


Tanpa menoleh pun Lovely sudah tahu milik siapa suara berat yang ia dengar itu.


"Sayang, dimana anak-anak?"


"Hanya mereka saja yang kau tanya?"


Sagaara mendekat meraih pinggang ramping sang istri, kemudian mengecup kening lalu bibirnya.

__ADS_1


"Kenapa kau cemburu?"


"Aku tidak cemburu sayang, mereka sedang mandi.."


"Cepat panggil mereka, aku membelikan hadiah.."


Vely menggeleng, "Setiap hari kau selalu membelikan mereka hadiah, jangan terlalu sering.. nanti mereka bisa jadi anak yang manja dan tidak mandiri."


Sagaara tersenyum, "Iya sayang..."


💐💐💐💐💐💐


Usai makan malam mereka berempat segera masuk ke dalam kamar, anak-anak minta di temani tidur.



"Waktu begitu cepat berlalu.." seru Vely sembari mengusap rambut putrinya.



"Kenapa, kau ingin kembali menikmati masa indah bersama anak-anak?"


Vely mengangguk.


"Mudah saja, bukankah kau hanya perlu mengandung anakku lagi?"


"Dasar mesum!" ucap Vely dengan wajahnya yang merona merah samar.


"Tidak perlu malu-malu.."


"Berisik.."



"Aku siap kapan pun, ayo.." Sagaara tak hentinya menggoda Vely.


__ADS_1


💮💮💮THE END💮💮💮


__ADS_2