
"Lepaskan tanganku!" teriak Rere yang tak sengaja tangannya mengenai bibir Vely dan membuatnya berdarah.
"Nona.." seru Liora dan manager langsung khawatir.
"Aku tidak apa-apa.."
Di tengah perdebatan itu ternyata sosok tuan muda Sagaara sedang berdiri di ambang pintu, tepat di belakangnya ada sekretaris Ars.
"Siapa yang berani melukai istriku?"
Ke empat orang itu menoleh bersamaan.
Di- diakan CEO Global Group yang terkenal kejam, dan tampan.. gejolak hati Rere di penuhi cinta.
"Tu- tuan muda.." lirih Liora.
"Su- suamiku.."
Heeeh? Su- suami? pekik Rere di dalam hatinya, pandangan matanya mengikuti langkah kaki tuan muda.

"Siapa yang sudah berani menyentuh wanitaku.." datar, wajahnya begitu dingin. Gaara menarik sapu tangan dari saku jasnya.
"Siapa yang bisa menjelaskannya?" ekor matanya melirik Rere, dimana wanita itu langsung merunduk.
"Suamiku, aku.. aku bisa menjelaskannya.."
"Siapa yang menyuruh mu bicara? Ars! Siram wajahnya dengan air keras, lalu jual di pasar gelap!"
__ADS_1
"Hah! Ti- tidak, tuan muda tolong dengarkan dulu penjelasanku.. semua -" Rere membelalak saat Gaara melemparkannya dengan tatapan super dingin.
"Nona.. anda ingin melakukannya sendiri atau perlu bantuan?" ucap Ars dengan enteng pada Rere.
Sial!! geram.. "Dia hanya perempuan pembawa sial, kenapa kalian lebih memihak nya!!"
Gaara tak terima saat mendengarnya, tangannya bergerak mencekik Rere dengan begitu kuat membuatnya sesak.
"Aaarggh.. lepas.. le- lepaskan aku!!" dia mengernyit kesakitan.
"Di dunia ini tidak ada satupun yang boleh menghina nya!!" semakin menguatkan cekikan membuat sklera mata Rere naik ke atas.
"Suamiku jangan, ku mohon lepaskan dia.." seru Lovely sembari berlari kecil memeluk Gaara dari belakang.
"Kenapa kau membelanya!"
Cekikan tangannya melemah, Gaara menghempaskan tubuh Rere hingga membentur tembok kaca.
"Ars, jangan lupakan perintahku!"
"Baik tuan muda."
Segera bawakan air keras ke kantor! Pesan terkirim ke seseorang.
"Baik tuan Ars." pesan di terima.
***
__ADS_1
Bahkan setelah kembali ke kantor Global, tepatnya di ruangan CEO bahkan Liora tetap tak lepas dari amarah seorang tuan muda.
Tatapan Gaara membuatnya merinding, "Berani sekali kau meloloskan perhatian mu dari istriku, bagaimana jika nyawa nya terancam! Kecerobohan mu membuat wanita itu menggores luka di wajahnya.."
Tak berhenti sampai di situ, Gaara mengacak pinggang dengan begitu kesalnya, "Haruskah aku merusak wajahmu, agar kau bisa mengingatnya dengan jelas?" dingin.
"Tu- tuan muda tolong maafkan saya.." Liora sampai berlutut di hadapan Gaara.
"Suamiku, ku mohon jangan memarahinya.. itu semua terjadi karena kelalaian ku.."
Menatap sendu pada pria yang sedang di rundung amarah, "Jangan memarahinya.." memeluk Gaara dari depan.
"Pergi!"
"Ba- baik tuan.."
______
"Awas saja kalau kau berani melakukan hal itu lagi, kau itu istriku.. bukan kau yang harus melayani, tetapi kita lah yang harus di layani!"
Umpat Gaara dengan kesal sembari memainkan ujung rambut panjang vely yang berwarna coklat.
Manik coklat itu menatap lekat manik hitam Gaara, Vely yang duduk di pangkuan Gaara hanya bisa menatapnya dengan wajah bersemu merah samar.
Ternyata tatapan itu membuat jantung Gaara berdegup. Sial.. kenapa dia begitu manis sih?
###
__ADS_1
Mulai ya romantis-romantisannya, dan maaf telat update.. semoga suka ya dengan awal bab pembuka.