
Oh my my my oh my my my..
Salah satu lirik lagu boyband terkenal dari negeri gingseng itu memenuhi udara pusat belanja.
"Apakah nona ingin membeli sesuatu?"
"Belum tahu, kita lihat-lihat saja dulu.."
"Aah iya baiklah.."
Dan jadilah mereka memasuki satu persatu toko yang ada di dalamnya, mulai dari melihat bahkan menyentuh barang-barang nya.
Siapa sangka dirinya akan bertemu dengan teman lama, Rere.
Rere yang mendapati Vely sedang mencocokan gaya selembar baju di tubuh Liora, dan malah mengira jika Vely adalah srorang SPG di tempat ini.
"Wah, wah, setelah sekian tahun tidak bertemu rupanya kau bekerja di toko ini ya? Hmph!" menatap sinis.
"Nona tolong jaga -"
Vely mengenggam tangan Liora kemudian menggeleng pelan, "Iya aku bekerja di toko ini.. apakah nona membutuhkan sesuatu?"
"Haha.." bangga, lalu duduk di atas sofa dengan gaya angkuh, "Cepat keluarkan srmua koleksi gaun terbaru di toko ini.." telunjuknya terangkat ke udara, "Aaah iya.. jangan lupa bawakan juga high hills terbaru yang ada di tempat ini.."
__ADS_1
"Baiklah, mohon untuk menunggu sebentar.."
Vely segera pergi menemui manager yang ada di toko ini, dan memberitahukan nya jika nona Rere memerlukan barang-barang yang baru saja di sebutnya.
Manager pria itu bingung, siapa gerangan wanita yang sedang berbicara dengnnya hingga ia mencuri tatap ke arah Liora.
Siapa dia?
Liora segera memberinya kode, Nona muda.. istri tuan muda Sagaara..
Apa? Sontak saja manager itu membelalak tergelak.
"Tuan ada apa? Apakah aku mengganggumu?"
15 menit kemudian manager dan Vely membawa apa yang di inginkan Rere, "Maaf membuatmu lama menunggu nona.." seru Vely.
"Kau manager di tempat ini?" menatap pelik pada manager, "Karyawan mu ini sungguh tidak punya sopan santun!" menuding wajah Vely.
"Maafkan saya atas ketidak nyamanan yang terjadi, nona.." memberikannya bow, "Sebagai gantinya saya sendiri yang akan melayani anda.." Kepala ku bisa hilang jika aku membiarkan nona muda yang melakukannya..
"Hmph!" mengibaskan rambut sendiri ke belakang, "Tidak bisa. Dia yang melakukan kesalahan malah orang lain yang mau bertanggung jawab? Nyaman sekali hidupmu!"
"Nona Rere, tolong bicaralah yang sopan.. tolong jangan memarahi manager kami, aku yang akan melayanimu.. hitung-hitung sebagai reunian."
__ADS_1
Duh, gawat.. sebenarnya apa yang nona muda fikirkan sih? Sekretaris Ars pasti akan meneriaki ku lagi, lalu bagaimana jika tuan muda mengetahuinya? Liora sudah memainkan jemarinya dengan begitu resah.
"Nona.." lanjut Liora mencoba membantu.
"Tenanglah Liora, ini tidak akan sulit... " tersenyum ramah, "Benarkan, nona Rere..."
Cih! "Cepat bawakan aku gaun yang itu..." ternyata tak cocok, "Bukan yang ini.. kau ini bodoh atau apa? Aku menunjuk gaun berwarna biru kenapa kau membawa yang merah?"
"Maaf.. akan segera ku ganti.."
Setah hampir satu jam bongkar pasang, ternyata Rere tak juga menginginkan nya.
"Hah, ternyata semua yang ada di toko ini, hanya barang yang tak layak pakai!"
"Nona tolong untuk tidak mengatakan hal kasar seperti itu, semua yang ada di sini adalah keluaran edisi terbaru.." seru Liora yang tak terima jika nona mudanya di perlakukan dengan tidak hormat seperti itu.
"Diam! Aku tak bicara padamu.."
"Kalian berdua sudah-sudah, jangan berkelahi lagi.. nona Rere, anda sudah membuat kami sibuk seperti ini dan lihatlah hasilnya, semua berantakan setidaknya kau bisa mengucapkan terimakasih."
"Cih! Lancang, jaga bicaramu. Pokoknya aku tak akan mengatakan hal serendah itu!"
Rere yang sudah mau pergi pun segera Vely menariknya untuk kembali, "Maaf nona Rere, kami tak mengizinkan mu pergi...."
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu, jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!"