Contract Marriage

Contract Marriage
Malam Indah


__ADS_3

Chef di vila itu sedang menyiapkan makan malam, sementara makan malam tengah di siapkan sepasang suami istri itu terlihat masih di sibukan dengan kegiatan romantis mereka di kamar.


"Sayang sudah, cepat hentikan.. sakit.." ucap Vely dengan usaha ingin melepaskan diri dari pijatan tangan seorang Sagaara.


Pria itu sedang memijati tangan mungil Vely, "Aku memijatnya dengan penuh kelembutan, kenapa bisa terasa sakit?"


"Tidak tahu.. sayang sudah.." memegang tangan Sagaara, "Aku lapar ayo kita makan dulu.."


"Tunggu sebentar lagi, bahkan Nan saja belum datang untuk memberitahu."


"Kenapa harus menunggu dia datang? Ayolah sayang aku lapar.."


"Hm.." Sagaara memanggilnya dengan telunjuk, "Sini." lalu menyentuh bibirnya.


"Tidak mau!" menutup mulut dengan kedua tangannya sembari menggeleng.


"Hei kau berani sekali ya menolak perintahku.." kesal.


Sagaara melipat kedua tangannya tepat di depan dada, wajah tampan yang terlihat kesal sungguh membuat Vely gemas.


Dia mencubit pipi Sagaara, "Suamiku tampan.." muah! Usai mencium pipinya Vely langsung kabur keluar, meninggalkan Sagaara yang tersenyum sembari menyentuh pipi yang barusan di cium Vely.


Di situ masih terasa hangat membekas, "Upik abu.. kau sangat menggemaskan.." Sagaara beranjak dari ranjang dan membuka pintu yang mengarah ke balkon kamar, merentangkan kedua tangannya dan berteriak. "I Love You... Lovely..."


Angin malam mendesir pelan serta perlahan merasai kulit putihnya.

__ADS_1


***


Makan malam berdua di vila dengan menyantap menu yang sehat nan lezat, malam ini entah apa yang merasuki Vely sehingga membuatnya makan begitu lahap.


"Pelan-pelan saja makannya, jangan terburu-buru.. tidak akan ada yang mengambilnya dari mu."


"Makanannya enak sayang.."


"Benarkah?"


"Hm.." mengangguk, "Iya.. sayang berikan Nan, chef, dan para pelayan bonus bulanan.."


Sagaara mau menyendok makanan itu ke dalam mulutnya sejenak menghentikan aktifitasnya. "Untuk apa?"


"Sayang.. kau tidak boleh pelit seperti itu, jika tidak ada mereka maka siapa yang akan mengurusi kita."


"Hm.."


"Aku hanya akan memberikan mereka bonus bulanan 10%."


Di sela-sela makan mendadak Sagaara mengalami mual sejadi-jadinya, segera dia berlari menuju wastafel dapur dan memuntahkan semua makanan yang baru saja mendarat di dalam perutnya.


Vely pun segera menghampirinya, "Sayang kenapa? Sudah berapa kali ku perhatikan kau selalu mengalami mual dan muntah. Kan aku yang hamil tapi kenapa dirimu yang mengalami efeknya ya 🤭.."


Sagaara berkumur lalu mengelap bibirnya dengan ujung lengan bajunya.

__ADS_1


"Bicara apa kau ini?" menarik pinggang ramping Vely hingga jarak di antara mereka mepet, "Kau mengatakannya dengan sengaja?"


"Ti- tidak kok.. hehe.." mengalihkan wajahnya takut ketahuan bohong, lalu melepaskan diri dari pelukan Sagaara, "Aku ngantuk, ayo tidur."


"Hei siapa yang menyuruh mu untuk mengalihkan topik pembicaraan?"


"Sayang, aku ngantuk.." manja.


"Tidak boleh tidur sebelum melayani ku."


"Hah? Tidak bisakah kita istirahat?"


"Tidak mau.."


Tangannya sudah bergerilya masuk ke dalam piyama Vely.


"Sayang -"


Sagaara kemudian membungkam bibir manis Vely dengan nikmat. Begitu Vely terbuai dalam tuntunan permainan Sagaara, diapun terlena dan membiarkannya terus bermain dengan sesuatu yang berkahir kenikmatan hakiki.


🥰🥰🥰


💐💐💐💐💐💐💐💐


Sofa di sudut ruang makan itu berdecit pelan, Sagaara belum mau melepaskan kepemilikannya, hal itu dikarenakan betapa candunya dia akan tubuh seorang Vely.

__ADS_1


Biarlah mereka menikmati malam indah ini dengan caranya yang mengagumkan.


❤️❤️


__ADS_2