
Sudah 3 hari sejak insisen itu terjadi, Vely mencoba untuk bangkit kembali dari keterpurukannya.
Sepasang kaki baru saja menginjakan kakinya di pelataran pafiliun.
bunyi lonceng yang tergantung di luar menandakan adanya seseorang. Vely yang masih sibuk menyusun gaun dan barang lainnya terpaksa harus menghentikan aktifitasnya sejenak.
Dia menoleh ke arah pintu, melihat sosok pria berwajah dingin itu membuatnya tertegun. Sekretaris Ars!!
Tak kunjung mendapatkan penyambutan, membuat pria itu masuk tanpa izin.
Kenapa orang-orang seperti mereka bisa dengan mudah menemukan informasi.
"Saya tahu anda ada di dalam.. keluarlah nona, kita bicara baik-baik.." suara dan ekspresi wajahnya begitu datar, sepertinya pria itu membutuhkan amunisi yang romantis.
Vely memunculkan dirinya dan berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja, "Sekretaris Ars? Kenapa anda bisa ada di sini?"
Ars hanya diam tak menjawabnya, di tangan kirinya sudah tergenggam sebuah map aplop kuning.
Apa yang di bawanya?
....
Mereka berdua duduk saling berhadapan di sebuah kafe yang tak jauh dari pafiliun.
__ADS_1
Ars memberikan map itu kepada nona mudanya, "Silahkan nona baca terlebih dahulu."
Vely hanya menatap benda yang tergeletak di atas meja, Jangan lagi..
"Nona?"
"Ini apa, aku tidak akan membacanya jika bukan surat dari pengadilan."
Mata pria itu menyipit tak senang, "Jangan bicara yang tidak-tidak, tuan muda tidak akan pernah menceraikan anda sebelum kontrak pernihakan berakhir."
"Kenapa tidak bisa, bukankah dia itu tuan muda yang tak pernah bersalah?"
bahkan tangannya saja sudah terkepal, Ars mencoba untuk menguasai emosinya, "Dan untuk alasannya.. itu semua demi nama baik tuan.."
Getir wanita itu mendengarnya.. lelucon macam apa ini? Bahkan dirinya ingin tertawa.
"Di dalam kontrak itu tertulis jelas jika pernikahan nona dan tuan akan berakhir setelah 3 bulan."
"Lalu kenapa anda membawanya kemari?"
"Hanya untuk mengingatkan..." menatap dingin berusaha untuk mengontrol Vely, "Pulanglah ke vila sebelum saya memaksa dengan cara yang bahkan nona sendiri tak ingin mengetahuinya.."
__ADS_1
Apakah dia sedang mengancamku? "Hm.. jika aku tetap menolak?"
"Dengan satu panggilan telefon, saya bisa menghancurkan perusahaan Damian!"
Suasananya mendadak berubah menjadi berat, mendengar ancaman itu membuat Vely terbelalak.
"Sekretaris Ars, berhentilah menggunakan cara kotor untuk menekan ku -"
"Maka fikirkanlah baik-baik!"
Di bawah kolong meja bahkan tangan Vely sudah gemetar dingin. Namun Vely tetap pada keputusannya.
"Maaf sekretaris Ars, aku tidak bisa lagi melakukannya. Jika dia ingin bercerai setelah 3 bulan pernikahan kami silahkan saja. Tetapi jangan memaksaku untuk pulang." berdiri, memberinya bow "Aku masih banyak pekerjaan yang belum di selesaikan.." lalu membalik badan, baru selangkah.
"Nona tahu apa alasannya Damian tak datang di hari pernikahan kalian?"
Angin mendesir pelan dan tak cukup kuat untuk menggoyang ujung rambut nya, bola matanya membulat sempurna.
"Karena dia terjebak kasus korupsi yang menggelapkan dana perusahaan. Selain tuan muda siapa lagi yang bisa menolongnya?"
"Jika bukan karena tuan muda, maka sudah pasti Damian akan di gantung. Nona yang tak lain adalah adik sepupu dari pria itu dan sekarang telah menjadi istri dari tuan Sagaara... mana mungkin tuan muda membiarkan kalian memiliki hubungan."
__ADS_1
"Jadi anggap saja itu adalah hal yang setimpal!!" berdiri, melangkah melewati nona mudanya yang terdiam menggigit bibirnya.