
Seseorang yang dijuluki pria berhati es siapa lagi jika bukan Arsya, atau orang-orang lebih biasa menyebutnya dengan nama Ars.
Pria itu sedang di sibukan dengan berbagai macam pekerjaan, bahkan sudah jam 2 dinihari dia masih terjaga.
Duduk di ruang kerja dengan di temani secangkir kopi pahit kesukaannya.
Wajahnya terlihat begitu serius menatap laptop, orang-orang akan mengira jika dirinya sedang membuat laporan bulanan perusahaan atau apa pun.
Namun kenyataannya tidak, ternyata Ars sedang menonton Spongebob. Kartun favorite sejuta anak.
Pria segarang dirinya rupa-rupanya juga membutuhkan hiburan seperti itu ya, hm...
Dia terkekeh saat melihat tingkah konyol Spongebob, membayangkan pemeran utamanya adalah si tuan muda, sungguh hal itu membuatnya terbahak.
"Hahaha.. kenapa dia begitu mirip dengan tuan muda, sih?!"
Keasyikan menonton hingga tak sadar ternyata sudah jam 6 pagi, oh tidak! Bahkan kantung matanya terlihat membesar.
"Gawat! Kenapa aku bisa tidak tidur, jangan sampai pekerjaanku terganggu." Ars segera keluar dari ruang kerjanya masuk ke dalam kamar, meraih handuk dan masuk ke dalam bath room untuk mandi.
Setengah jam kemudian dia keluar lagi dengan wajahnya yang setengah segar, masuk keruang ganti dan segera memakai setelan jas hitamnya.
__ADS_1
Hampir semua setelan jas dan tuxedonya berwarna hitam, maklum namanya juga Ars, lebih dominan ke warna hitam.
Dia menatap cermin sembari meminyaki rambut kemudian menyisirnya, dan melihat kantung matanya sendiri.
"Apa ini, tidak cocok sekali dengan wajah tampanku."
Hpnya bergetar pesan masuk dari Liora, "Selamat pagi tuan, saya sudah berada di lokasi pembangunan proyek milan."
Dia terhenyak rupa-rupanya jam digitalnya sudah menunjuk angka 7.50 pagi, "Aku benar-benar terlambat, gawat!"
Kemudian membalas pesan itu, "15 menit lagi aku tiba." pesan terkirim.
Katanya 15 menit namun jarak rumah dengan lokasi proyek itu bisa memakan waktu 1,5 jam.
***
Mobil yang di kemudikan Ars melaju dengan kecepatan yang tinggi, untung saja kondisi jalan pagi ini cukup lengang.
Membuatnya bisa leluasa untuk menambahkan kecepatan mobil, hingga akhirnya bisa sampai di lokasi ya meskipun waktunya melebihi 15 menit, sih ðŸ¤
Turun dari mobil matanya menyipit tak senang saat melihat Liora sedang mengobrol dengan kepala staff ahli, Brian.
__ADS_1
Bahkan bisa tersenyum seperti itu di hadapanku dengan pria lain.. cih!
"Tuan.." Liora berlari kecil mendekati atasannya itu, serangan kejutan ia dapatkan dari Ars.
Saat bersitatap Ars secara mengejutkan menarik kerah kemejanya lalu menabrakan bibirnya di bibir ranum Liora.
Wanita itu membelalak, kedua tangannya menekuk terjepit di antara dada mereka.
Ciuman yang panas membuat mereka hampir kehabisan oksigen. Ars melepaskan ciumannya.
Dia menghela nafas dan melepaskannya dengan kuat, tanpa penjelasan dia pergi begitu saja meninggalkan Liora yang mematung di tempatnya.
Membiarkannya menatap punggung kekar sekretaris Ars, Tuan.. apa maksudnya ini, apakah itu artinya..
Ars menoleh kebelakang, menatap dengan wajah dingin yang biasanya. Liora pun segera berlari menyusulnya.
Melangkah bersama seperti itu membuat Liora bersemu merah, Aaaah ya Tuhan.. apakah ini semua mimpi? Apakah dia ini jin, dedemit yang sedang menyamar?
"Siapkan berkasnya dan jangan melamun dijam kerja!" suara datar dan dingin itu membuat Liora yakin jika pria yang ada disampingnya ini adalah sekretaris Ars yang asli.
###
__ADS_1
Liora dan Ars, kalau digabungin jadi LiAr 🙈
kalian dan yayang kalau di gabungin jadi apa?