
"Sayang?"
Gaara mengentikan aktifitasnya dari meneken dokumen, dia menatap ke sumber suara dan tersenyum.
"Kemari.."
Vely mengangguk dan melangkah mendekatinya, Gaara menepuk pahanya meminta Vely untuk duduk di situ.
"Duduklah.." setelah duduk di pangkuannya Gaara langsung mencium pipi Vely. "Dari mana saja kau?"
"Tadi aku sedang jalan-jalan bersama Liora.."
"Kemana?"
"Ke starbucks coffe, sayang.."
"Ada siapa saja di sana?"
"Hanya kami berdua, tidak ada yang lainnya.."
"Apa yang kalian bicarakan?"
Kok aku jadi di cecar banyak pertanyaan ya?
"Hanya obrolan ringan, sayang aku lapar.." mengalungkan tangannya ke leher tuan muda.
"Kau lapar?" Vely mengangguk, "Ingin makan apa?"
"Apa saja yang penting enak.."
Gaara menekan tombol interkom yang menghubungkannya langsung ke ruangan Ars, "Siapkan makan siang untuk istriku.."
Di ruangan kerja Ars, dia masih meluruskan urusannya.
"Aku tidak suka wanita yang munafik.."
__ADS_1
Lah memangnya siapa juga yang suka padamu? "Tuan Ars, tolong maafkan saya.. bibir saya -"
Matanya membulat saat Ars menyentuh bibirnya, "Kenapa dengan bibir busuk mu ini? Kau ingin aku membantu mu untuk membereskannya?"
"Tidak!" Aaah gila ya, bibir ku yang sexy seperti ini malah di katai busuk?
Tak lama kemudian terdengar suara tuan muda Sagaara memenuhi ruangannya, "Siapkan makan siang untuk istriku.."
Ck! "Tunggu apa lagi?" Ars menggerakan kepalanya dengan pelan, "Pergi.."
"Ba- baik tuan.." seribu langkah cepat Liora segera pergi keluar dengan jantungnya yang berdebar-debar.
***
Makan siang sudah di siapkan para koki kantor, yang di perintah langsung oleh Ars.
Makanan yang lezat sudah tertata rapih di atas meja, "Ayo makanlah.. kau bilang tadi lapar, kan?"
"Iya.. tapi kenapa makanannya banyak sekali?"
"Pft, hehe.. aaa yah baiklah aku akan makan jika suamiku yang menyuapi.."
"Kenapa kau jadi manja? Sepertinya aku memperlakukan mu dengan baik, ya?" menyeringai.
"Ti- tidak.. bukan begitu, sayang.. maksudku -"
"Sudahlah, ayo.. suami mu yang baik hati ini akan dengan senang hati menyuapimu.. tapi setelah itu nanti malam aku yang akan melahapmu..
Aaa.. kok jadi begini?
Menyantap makan siang dengan begitu lahapnya, Gaara menabrakan bibirnya di sudut bibir Vely untuk membersihkan bibirnya dari sisa-sisa makanan.
Kelakuan Gaara yang di mabuk asmara membuat para koki termasuk Ars langsung melempar pandangan mata..
Ku mohon hentikan, malah jadi tontonan gratis seperti ini sih?
__ADS_1
***
Malam pun menyapa jiwa yang lelah setelah seharian penuh beraktifitas, Vely yang tertidur di sofa kamar membuat Gaara gemas.
Dengan hati-hati dia memindakan Vely ke atas ranjang, manik hitamnya menatap wajah Vely dengan penuh kebahagiaan.
Gaara hendak menciumnya.
Tapi tanpa sadar Vely memiringkan tubuhnya dan..
Dia pun gagal untuk melakukannya ðŸ¤
Aaah sial! Padahal aku ingin sekali melahapnya..
Tapu bukan tuan muda Sagara namanya, jika tidak nekat melakukan hal yang seperti itu.
Hasratnya sudah di ujung tanduk, keinginannya membuat libido di dalam tubuhnya ingin segera tersalurkan.
"Salahkan dirimu sendiri upik abu.. siapa suruh kau tertidur. Bukankah saat di kantor tadi aku sudah mengatakannya? Aku akan melahapmu?" Gaara menusuk-nusuk pelan pipi Vely dan membuatnya sedikit membukakan mata.
"Emm.." tapi karena rasa kantuknya membuat Vely tetap terlena dalam kantuknya.
Malam bergairah yang menguntungkan tuan Gaara, siapa yang berani menolaknya?
"Terimakasih sayang.." Gaara mengecup lembut kening istrinya.
Lalu segera membaringkan tubuhnya di sisi Vely, menarik selimut hingga menutupi lehernya.
__ADS_1