
Terlihat raut kesal di wajah Li Wei menghadapi orang tua yang pikun.
Melihat raut kesal Li Wei kembali membuat Chen Zinyu ingat, "Oh benar benar, anak dari kepala keluarga Jiang. Kapan dia mati?"
Benar benar membuat Li Wei naik darah. Lalu dia menunjuk Yohan yang berada tepat didepan Chen Zinyu, "pemuda yang ada didepan kita sekaranglah, yang membunuhnya!?" ujarnya menahan kegeraman.
Chen Zinyu memperhatikan Yohan dari atas sampai bawah. Tampak Yohan yang terlihat tidak berani menatap matanya. Dari raut wajahnya terlihat jelas kalau pemuda itu sekarang sedang merasa bersalah. Dia tersenyum samar, "Dia? Li Wei, jangan bercanda. Anak ini memiliki tubuh yang lemah, tidak mungkin dapat membunuh kultivator ranah Zhuji." ujarnya tidak percaya kata kata Li Wei.
"Tapi kepala akademi, Patriak Jiang sendiri yang mengatakan_"
"Jika aku bilang tidak maka tetap tidak, kau paham? Sudah, aku tidak ingin membahas ini lagi." ujarnya final. Lalu mengisyaratkan pada Yohan untuk mengikutinya.
"Kepala akademi!? Kepala akademi!?" panggil Li Wei tak dihiraukannya
Setelah dirasa cukup jauh dari Li Wei, Chen Zinyu bersuara, "Kau tidak perlu merasa bersalah. Ini memang sudah tugasku melindungi anak anak akademi ku." ujar Chen Zinyu seakan tahu apa yang dipikirkan Yohan.
"Siapa yang merasa bersalah? Aku tidak." ujar Yohan sembari melihat ke arah lain.
"Kalau begitu kenapa wajahmu seperti ingin menangis?"
"Kepala akademi hanya salah lihat."
"Benarkah?"
"Benar."
"Sungguh?"
"Sungguh."
"Yakin?"
Yohan mendelik kesal pada pak tua yang terus bertanyaan beruntun. Karena sebenarnya ia sangat malas menjawab pertanyaan seseorang.
Bukannya diam Chen Zinyu malah tertawa riang, "Ho ho ho ho, kau anak muda yang menarik." ujarnya sembari tersenyum lebar. Suasana menjadi tenang setelahnya, akan tetapj itu tidak berlangsung lama. "Apa kau yakin tidak menangis?" tanyanya yang masih penasaran.
"TIDAK!?" jawabnya sedikit menyentak. Kalau saja dia bukan seorang kepala akademi, mungkin Yohan sudah membunuhnya.
__ADS_1
Memasuki perpustakaan Yohan baru ingat kalau pak tua ini adalak tua yang menyuruhnya ke gunung Kun Jian. "K kau!? M maksudku, kepala akademi ada penjaga perpustakaan?" tanya Yohan terlihat kaget.
"Ya, apa ada masalah?" tanyanya dengan santainya.
Mendengar pertanyaan polos dari seorang yang bersalah atas kritisnya ia selama seminggu membuat Yohan kesal, "Kenapa kau menipuku waktu itu?" tanya dengan marah.
"Menipumu? Kapan aku menipumu?" tanya bingung Chen Zinyu.
"Saat aku ingin meminjam buku pembentukan tulang!?" jawab Yohan langsung.
Mata keriputnya yang hampir tertutup kulit keriputnya yang lembek ke bawah membulat, "Oh?! Aku ingat sekarang. Tapi sayangnya aku tidak menipumu." jawabnya masih santai. Chen Zinyu mendekat ke Yohan, "Coba pikirkan, jika aku menipumu, kenapa kau bisa kuat membawaku?" tanya Chen Zinyu.
"Bukankah itu karena aku berkultivasi?!" celetuk Yohan.
"He he he he, kau yakin?" tanya Chen Zinyu sekali lagi. Sekarang mulai terlihat raut ragu di wajah Yohan. "Tubuhmu sangatlah lemah bahkan melebihi tubuh seorang mortal biasa. Seberapa keras kau menempa tulang, darah, tulang sum sum, dan lainnya yang membuat tubuh seorang immortal kuat, itu tidak akan berpengaruh pada tubuh lemahmu. Sebaliknya, semua itu hanya akan membuatmu semakin banyak memuntahkan darah." Chen Zinyu mulai berjalan mengelilingi Yohan sambil menjelaskan. Tentunya dengan langkah pelan.
"Karena tubuhmu itu lain dari para mortal dan immortal. Hadiah yang kuberikan padamu sangat berguna. Setidaknya hadiahku dapat meningkatkan kesehatanmu satu tingkat lebih tinggi. Percayalah pada kata kataku, suatu hari kau akan memiliki tubuh yang lebih kuat daripada siapapun. Kau hanya perlu bersabar untuk sekarang." ujarnya berhenti di depan Yohan.
"Kenapa kau sangat yakin?" tanya Yohan.
Chen Zinyu tersenyum halus, "Karena aku hidup lebih lama darimu." jawabnya tanpa bisa disangkal. Sekarang saatnya membicarakan apa yang ingin dibicarakannya dengan Yohan. "Beberapa hari yang lalu keluarga Jiang mendesakku untuk menyerahkan pelaku kejahatan yang telah membunuh penerus patriak muda mereka. Tentu saja aku yang seorang pria tua renta dan tidak berdaya ini bisa apa dibawah tekanan keluarga Jiang?" lanjutnya dengan sedikit drama.
"Baiklah baiklah, penawaran seperti apa itu?" tanya Yohan sedikit tidak sabar karena pak tua ini banyak drama. Entah apa dia sedang berlatih menjadi aktor atau apa, intinya dramanya ini sedikit lebay.
"Dalam beberapa bulan lagi, akan ada penyerangan monster dari dunia bawah." ujarnya membuat Yohan kaget.
Pasalnya, monster dunia bawah tidak akan bisa merangkak ke dunia tengah. Karena gerbang kedua dunia sama sama disegel. Yang artinya dunia tengah juga tidak bisa masuk ke dunia bawah, begitupun dunia bawah yang tidak akan bisa ke dunia tengah. Hanya ada satu peluang bagi penghuni dunia bawah menuju dunia tengah. Pemanggilan dari pemanggil. Yaitu pengguna elemen pemanggil yang berada di ranah Yuzhou dari eliran hitam.
"Aku ingin kau menangkap si pemanggil itu!?" ujarnya enteng.
"Hah?" ia kaget dengan yang dikatakan Chen Zinyu. "A aku menangkap si pemanggil?" ujarnya. Yohan masih belum paham kenapa harus dirinya, kenapa tidak orang lain. "Kenapa?" tanya Yohan.
"Kenapa kau panik begitu?" tanyanya santai.
"Tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa menangkap seorang master ahli pemanggilan!? Itu sangat tidak mungkin." ujarnya sangat tidak yakin.
"Tidak, aku yakin kau bisa menangkapnya." sebaliknya, Chen Zinyu sangat yakin. Tidak ada keraguan dalam ucapannya. Apa yang dipikirkannya hingga menyuruh Yohan untuk menangkap seseorang yang jauh lebih hebat darinya. "Dalam dua bulan kedepan kau hanya perlu mencapai ranah Juyuan tahap awal. Setepah kau mencapai ranah tahap Juyuan, lakukan apa yang kutawarkan." ujarnya dengan senyum misterius di wajah keriput nya.
__ADS_1
Yohan tidak tahu apa rencana kepala akademi. Ia merasa sudah terjebak oleh jebakan Chen Zinyu. Memangnya apa yang bisa ia lakukan untuk menangkap penjahatnya?
...***...
Ditengah kumpulan jiangshi terlihat seorang wanita yang berpakaian compang camping. Tidak seperti jiangshi lain yang terlihat tidak memiliki akal, wanita sayu ini terlihat memiliki akal. Untuk dibilang seperti manusia biasa, jiangshi tidak menyerangnya. Seharusnya jiangshi mengincar makhluk hidup yang masih bernafas. Tapi mereka sama sekali tidak menyerangnya atau berusaha menyerang, padahal gadis itu jelas jelas bernafas. Mereka hanya melihat gadis itu duduk diam di atas batu.
Kulitnya sangat pucat, dengan bola mata merah, rambutnya putih panjang dengan warna merah di ujungnya, memiliki paras yang sangat cantik dilengkapi dengan tubuh yang indah. Matanya yang indah menatap lurus ke depan, seperti menatap seserang disebrang sana. Tidak lama sebuah ukiran tipis terukir dibibirnya yang putih pucat. Bukan senyum indah, melainkan lebih mirip senyum seorang penjahat yang merencanakan sesuatu.
...***...
Yohan berhasil mengumpulkan sebagian tanaman herbal dan spirit. Berkat keberuntungan beberapa hari ini. Ia mengusap jidatnya yang berkeringat deras. Saat ini ia sedang menjalankan misi harian dari akademi. Misinya adalah mencari tanaman obat dan tanaman spirit di hutan dekat gunung Kun Jian. Diantara keduanya tanaman spiritlah yang paling sulit dicari. Karena perlu tumbuh di tempat tempat yang memiliki banyak energi spiritual.
Saat ia sedang mengambil beberapa ginseng, dirinya merasakan kehadiran seseorang selain dirinya di tempatnya saat ini. Sebab ia merasakan tatapan seseorang dari belakang. Tatapan yang menusuk dan tajam yang diarahkan padanya. Yohan berbalik dan menatap kesekeliling, "Siapa disana? Keluarlah!? Aku tahu ada orang lain disini!?" ujar Yohan.
Tidak lama setelah itu, muncul beberapa orang memakai pakaian assassin. Mereka menutupi sebagian wajah mereka dengan kain hitam. Kepekaan Yohan terhadap kehadiran seseorang memang sudah ada sejak dulu sebelum kultivasi. Jadi tidak heran kalau dirinya tahu adanya orang lain disini.
"Siapa kalian?" tanya Yohan langsung.
Mereka saling melirik satu sama lain. Seakan saling mengatakan untuk tidak mengatakan apapun. Tanpa aba aba mereka serempak menyerang Yohan. Benda benda tajam seperti belati mereka ayunkan untuk menyerang Yohan.
Diserang mendadak seperti itu Yohan langsung panik karena sebelumnya ia belum pernah bertarung dengan seorang ahli seperti para assassin ini. Namun seakan ada yang merasuki tubuhnya, ia bergerak secara alami menghindari semua serangan mereka. Padahal ia belum mempelajari jurus apapun dari akademi. Melihat dirinya sendiri bisa menghindar secara alami dan dengan kesadaran penuh, Yohan berasumsi dirinya memang pandai menghindar. Tapi tanpa disangka ia juga pandai menyerang balik. Contohnya sekarang…
Tak
Yohan memukul pergelangan tangan salah satu assassin yang menyerangnya. Belati ditangan assassin itu lepas dan segera ditangkap oleh Yohan. Dengan sigap Yohan menyerang balik dengan menyayat leher assassin tersebut dengan cukup dalam. Tak hanya itu, dirinya juga menyerang assassin yang lain dengan cepat tanpa memberi mereka celah menyerang.
Hanya dalam sekali serang mereka tumbang. 'Kapan aku sehebat ini? Apa membunuh adalah bakat terpendamku?' pikirnya keheranan.
Whoss……duar!?
Tiba tiba sebuah serangan menyerang dadanya dari depan. Yohan yang terpental menabrak pohon memegangi dadanyayang seperti dihantam sesuatu yang keras. Keluar banyak darah dari mulutnya. Yohan mendongak ke atas untuk melihat siapa yang menyerangnya. Dari aura yang keluar dari tubuh orang itu sepertinya dia berasa ditingkatan yang berbeda dengan anak buahnya. "Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?" tanya Yohan. Ia ingin tahu pelakunya sebelum dirinya meninggal.
"Kau tidak perlu tahu." ujar pria itu dingin. Dia menyiapkan serangan yang seperti putaran angin merah. Namun sebenarnya itu adalah elemen angin yang sudah bertransportasi menjadi gravitasi. Dalam hitungan detik dia melemparkan serangannya pada Yohan.
Jrat
Tiba tiba seorang wanita berambut putih datang ke hadapan Yohan dan menyerang balik master assassin itu dengan cakar yang tajam. Bagai pahlawan kesiangan, wanita itu menyerang dengan brutal pria itu. Dalam pertarungan mereka sepertinya master assassin kewalahan menghadapi wanita berambut putih yang membelakangi Yohan saat ini.
__ADS_1
"Siapa lagi ini?" tanya Yohan. Banyak sekali orang orang aneh yang muncul hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...