Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 11. Permainan


__ADS_3

Di tengah hutan terlihat Zhu'er dengan mayat monster lain disekitarnya. Baru saja dia selesai menghabisi sekelompok monster yang menyerang. Dia kemudian melanjutkan perjalanannya mencari Yohan didalam labirin. Beberapa saat kemudian, dia bertemu dengan para kultivator wanita yang berasal dari berbagai Akademi namun bekerja sama untuk saling bertahan. Mereka terkejut melihat Zhu'er yang terlihat berantakan dengan darah monster di pakaian dan wajahnya.


Zhu'er melihat mereka datar. Sudah jelas dengan apa yang dipikirannya. Dia sama sekali tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka apalagi bekerja sama. Apa lagi? Tentu saja karena dirinya tidak terbiasa dengan kehadiran orang lain selain dirinya sendiri dan Yohan. Dia biasanya akan mengabaikan orang asing yang baru dikenal dengan segala cacian maki yang diterima karena telah mengabaikan mereka. Karena itu sekarang dirinya berbalik arah ke arah lain. Mengabaikan apa yang baru dilihatnya seperti menjauhi masalah.


"Ah, tunggu sebentar nona!?" Panggil seorang wanita yang dirinya yakini adalah salah seorang dari rombongan tersebut.


Tapi gadis itu mengabaikan panggilannya tanpa menoleh ke belakang. Karena Zhu'er tahu mereka pasti akan menawarkan kerja sama untuk saling melindungi. Yah, sayangnya dia tidak berniat untuk itu. Karena baginya mereka itu, "Merepotkan." gumamnya pelan.


"Hah, apa apaan dia? Sombong sekali bahkan tidak menghiraukan panggilan senior." Ujar yang lain tidak suka dengan kelakuan Zhu'er mengabaikan mereka.


"Benar, awas saja jika bertemu lagi. Aku pasti akan mengajaknya berduel." Mereka bertiga memakai baju Akademi yang sama yaitu berwarna emas.


"Sudahlah, biarkan saja orang sombong sepertinya pergi. Lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita." Ujar wanita pertama yang memanggil Zhu'er. Setelah itu mereka pergi tanpa mempedulikan gadis itu.


Saat sudah tidak terasa adanya orang lain disekitar, Zhu'er mengeluarkan sebuah robekan kain hitam dari balik jubahnya. Dia mengendus bau dari kain tersebut. Kemudian berubah dalan wujud rubah merah dengan ekor panjang dan bulu yang berkilau. Dia berlari mencari bau yang dia cium dari pemilik kain itu.


...***...


Terlihat dari atas langit seekor naga emas terbang sembari melihat kebawahnya. Naga itu adalah An Huaiyu yang sedang dalam tugas mencari seseorang dari An Luyao. Mereka adalah Kakak Adik yang mewarisi darah naga leluhur. Artinya, kedua Kakak Adik ini jauh lebih kuat dari naga naga lainnya.


Sekarang dirinya sedang mencari Yohan di atas langit dalam bentuk naga. 'Bedebah itu bilang nama bajingan itu sekarang Liu Yohan, kan? Selain tampilannya yang seperti pemuda delapan belas tahun, dia juga memiliki bekas luka di sekitar leher. Sepertinya akan mudah dikenali, tapi mencarinya ditempat seluas ini…… sedikit merepotkan.' Pikirnya malas. Tapi perintah tetaplah perintah. Dia harus melakukannya meskipun merepotkan.


Saat melakukan pencarian, dia merasakan suatu keberadaan yang kuat sama seperti dirinya. Namun keberadaan ini terasa samar bahkan hampir tidak ada. Tidak lama, masih berada di atas langit An Huaiyu menemukan seseorang yang dideskripsikan Ming Jiajun. Kedua sudut bibir naganya sedikit membuat senyum diwajah naganya. "Itu pasti dia." Ujarnya.

__ADS_1


Dia turun dengan sangat cepat seperti meteor yang jatuh.


"Tuan!?Awas diatasmu!?" Peringat Qiyu.


Spontan setelah diperigati Yohan langsung menghindar dengan cepat. Terliht klibasan cepat dari atas yang tidak tampak apapun. "Apa itu?" Hampir saja dirinya dicengkram oleh makhluk wwmisterius yang ingin kembawanya ke atas. Matanya terbelalak kaget ketika mendapati seekor naga emas berada diatas langit, "Itu… apa itu naga? Itu bukan cacing besar yang menyamar sebagai naga, kan?" Sungguh tak bisa dipercaya ada naga dihadapannya. Yohan ragu dengan penglihatan yang entah ilusi atau nyata. Tapi ia yakin kalau yang ditoru. r


Tapi pertanyaannya, kenapa naga itu ingin menangkapnya?


"Tunggu, apa dia ingin memakanku? Apa karena aku terlalu tampan jadi dia ingin menangkapku?" Tunggu, tebakannya sedikit melenceng. "Tidak tidak tidak, jika aku mati maka…" Yohan mulai terserang panik karena sosok kuat seperti An Huaiyu mengincarnya.


An Huaiyu turun ke bawah dengan berubah menjadi seorang manusia tanpa tanduk. "Apa namamu adalah Liu Yohan?" tanya An Huaiyu memastikan.


Yohan sedikit tertegun dengan turunnya An Huaiyu dari atas menjadi menyerupai manusia. 'Dari mana dia tahu namaku? Ini mencurigakan, seekor naga tiba tiba datang dan dia memastikan namaku?' Pikir Yohan mulai pada akal sehatnya. "Bagaimana jika aku bilang, aku bukan Liu Yohan. Kau salah orang." ujar Yohan menyamarkan dirinya.


Tiba tiba An Huaiyu mencengkram kerah Yohan kuat. Dia melirik leher Yohan. Setelah melihat dia jadi tambah yakin, "Heh, ternyata kau tidak pandai berbohong, ya?" ujar An Huaiyu sembari tersenyum puas.


'Gawat, aku tidak bisa melawan.' Pikir Yohan yang berusaha untuk lepas dari cengkraman An Huaiyu.


...***...


Bruk


"Akh!?" Yohan meringis kesakitan ketika dirinya dijatuhkan dari atas dengan keadaan luka di sekujur tubuhnya. Awalnya ia mencoba melawan lalu kabur. Tapi dirinya berakhir menyedihkan seperti ini. Itu jelas, kekuatannya dengan An Huaiyu terpaut jauh, bahkan sangat.

__ADS_1


Yohan melihat ke sekeliling, saat ini ia berada didalam gunung api. Lebih dltepatnya didalam salah satu Gua. Meskipun ini berada didalan gunung api, tapi didalamnya sama sekali tidak terasa panas. Bahkan terasa sejuk.


"Tunggulah sebentar disini." ujar An Huaiyu. Kemudian pergi entah kemana.


Jadi, sekarang ia menjadi tahanan dari seekor naga yang tidak tahu kenapa tiba tiba menangkapnya. "Kenapa aku sial sekali?" ujarnya pasrah. Yohan bangun dari duduknya menuju mulit Hua tempatnya memasuki ruangan ini. Tidak lama ia menemukan jalan keluar yang dirinya cari. Untuk jaga jaga ia melempar kerikil kecil ke mulut Gua, tiba tiba batu yang dilemparnya terpental kembali padanya. "Penghalang?" tanyanya.


"Tentu saja, mana mungkin dia pergi tanpa penjagaan." Yohan berbalik ke tempat awal ia dijatuhkan. Penghalang yang dibuat seekor naga? mana mungkin dirinya bisa menghancurkan itu. Belum lagi kultivasinya yang tidak seberapa dibandingkan An Huaiyu, "Sepertinya aku hanya bisa menunggu seseorang datang kemari." ujarnya seakan tahu kalau akan terjadi sesuatu padanya.


Tidak lama menunggu terdengar suara langkah kaki seseorang mendekat. Dirinya segera mengambil posisi siaga. Datang seseorang berambut perak dari jauh mendekat ke arahnya. Yohan sedikit melebarkan matanya melihat orang tersebut, 'Bukannya dia pria waktu itu? Jadi dia yang membuat naga itu menangkapku? Bisa menyuruh seekor naga hanya untuk menangkap seseorang, dia pasti seseorang yang hebat.' pikirnya yang tanpa ia sadari Ming Jiajun sudah ada didepannya.


Ming Jiajun melirik leher Yohan yang seperti ada bekas luka dari benang tajam yang melingkari leher pemuda itu. Meskipun agak samar tapi masih bisa dipastikan. Lalu menatap manik merah Yohan yang juga menatap was was dirinya, "Apa kau ingin kabur?" tanya Ming Jiajun dengan senyum kecil.


"Apa?" tanya Yohan melihat pria didepannya dengan bingung. Kalau akan dibebaskan, kenapa dirinya ditangkap?


Beberapa saat kemudian…


Terlihat dua orang pria yang memiliki tanduk di kepala mereka berdiri di tempat Yohan berada beberapa saat yang lalu. Seorang pria yang terlihat lebih dewasa mengepal erat tangannya sambil menggertakkan gigi gigi tajamnya yang juga bertaring. Dia terlihat marah dari sorot matanya yang menusuk hingga ke tulang.


An Huaiyu yang berada dibelakang pria tersebut melirik Kakak nya yang tak lain adalah pria dihadapannya. Dia menatap cemas sekarang, "Ehh K Kakak…"


"MING JIAJUUUUUN!?" Teriak keras penuh kemarahan dari An Luyao.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2