
Di sebuah tempat yang dipenuhi batu batu besar dan cahaya matahari yang redup seakan tidak bersemangat, Zhu'er bertemu dengan dua orang yang sama sekali tidak.asing dimatanya. Dua orang makhluk, yang satu berjenggot dan berkumis tipis meskipun sudah di cukur tapi tetap terlihat beberapa yang tumbuh. Kulitnya yang kusam seperti kulit pria paruh baya juga semakin memperlihatkan ke-tua-an-nya. Sedangkan makhluk yang satu lagi tampak selalu tersenyum seperti kambing, wajah tampannya yang seperti malaikat memang tidak bisa dipungkiri, tapi hatinya lebih mirip iblis jika kalian ingin tahu.
Dua makhluk itu menatap makhluk lain didepannya yang juga tidak kalah miris dari mereka. Wajah dan tubuhnya memang cantik juga bahenol, tapi sayang tidak bisa disayang makhluk itu selalu memperlihatkan ekspresi datar tiada tara. Dengan kelakuan aneh dan juga tingkah laku yang selalu tak terduga. Dia adalah makhluk paling langka di muka bumi. Orang orang biasa menyebutnya si iblis cantik tanpa ekspresi.
Yap, ketiga makhluk itu adalah Zhu'er, paman Fan dan juga Shin.
Zhu'er berbalik arah melihat mereka berdua. Seakan tidak pernah melihat keduanya. Dia benar benar mengabaikan mereka.
"Heeeh, mau kemana kau? Kami sudah payah mencarimu tapi dengan enaknya kau malah berbalik pergi saat melihat kami? Kau pikir kami kotoran?" Protes Yin Fan sembari menarik tudung belakang gadis itu mundur.
"Ya." jawab Zhu'er singkat yang tentu saja langsung membuat Yin Fan terbelalak kaget.
"Kau!?" dia menunjuk kesal wajah datar Zhu'er yang memperlihatkan wajah tidak bersalah setelah mengatakannya.
"Sudah sudah~ kita kan baru bertemu, bagaimana bisa kita langsung bertengkar seperti ini?" ujar Shin melerai keduanya.
Zhu'er melirik sinis Shin yang berada ditengah memisahkan mereka, "Diam, kambing!?" ujarnya yang tentu saja mendapat pelototan dari Shin.
"Paman, aku berubah pikiran. Ayo kita bunuh saja makhluk ini dan kita potong potong tubuhnya sebagai makan malam!?" ujarnya sambil tersenyum menahan amarah karena di panggil kambing oleh Zhu'er.
"T tenanglah Shin, bukankah kau sendiri yang mengatakan untuk tidak bertengkar?" ujar paman Fan sembari menjauhkan Shin dari Zhu'er.
__ADS_1
Dan, seperti biasa mereka bertiga saling mencaci setelah setengah bulan tidak bertemu. Ini adalah reuni khas mereka, dan hanya mereka yang melakukan reuni tidak wajar seperti ini. "Dan kau, tutup mulutmu ikut saja dengan kami, mengerti?" tanya Yin Fan.
Zhu'er hanya memalingkan wajahnya, itu artinya iya. Bukankah sudah dibilang? Dia itu makhluk aneh di buka bumi.
...***...
Setelah membantu Jingmi mengonsumsi teratai spiritual, ranah bocah itu naik beberapa tingkat lebih pesat. Tentu saja ia senang. Karena semakin kuat Jingmi, maka semakin bagus. Itu karena Yohan mengetahui bahwa perubahan yang terjadi pada bocah itu bukan tanpa sebab. Kedewasaan yang dimilikinya, luka yang cepat pulih, dan pertumbuhan yang tak lazim, adalah tanda tanda dari tubuh spiritual tingkat tinggi.
Tubuh spiritual adalah tubuh yang spesial. Setiap tubuhnya terluka maka luka itu akan langsung sembuh tergantung pada tingkatan ranahnya. semakin tinggi ranahnya maka semakin cepat pemulihannya. Tidak hanya itu saja, kecepatan naik ke tingkat yang lebih tinggi dapat dijangkau dengan mudah, juga bisa menetralisir apapun jenis racun. Itulah tubuh spiritual tingkat tinggi. Ada pula tubuh spiritual tingkat menengah dan rendah.
Beberapa orang memiliki keistimewaan ini, karena itu ada banyak juga orang yang iri karenanya. "Jadi, aku memiliki tubuh spiritual?" tanya Jingmi terkejut dengan fakta yang baru didengarnya. Dia kaget ternyata ia memiliki keberuntungan sebesar ini. Saking besarnya tidak bisa dia percaya.
"Ya!? Bukankah itu bagus? Kau bisa membalaskan dendammu dengan cepat." ujar Yohan menatap Jingmi dari seberang dinding Goa. Mereka duduk saling berhadapan.
"Ssttt!?" tiba tiba Yohan memasang tingkat kewaspadaannya, "Keluarlah!? Aku tahu kau bersembunyi disana!?" ujarnya sembari melihat keluar Goa. Lebih tepatnya mewaspadai seseorang yang berada dibalik pohon pinggir sungai.
Keluar Ming Jiajun dari pohon tersebut. Tampak beberapa lebam di wajahnya yang entah perbuatan siapa. Sepertinya pria itu menghilang bukan tanpa alasan. Ming Jiajun melirik Jingmi yang tampak baik baik saja? Tunggu, ini tidak seperti yang ada dibayangannya. Seharusnya Jingmi terluka parah atau mungkin sekarat? Dia tahu itu pemikiran gila, tapi tetap saja itu adalah kemungkinannya karena Jingmi tidak terlalu kuat. Namun sekarang dia merasakan kekuatan yang meningkat dalam tubuh anak itu. Dia melirik Yohan yang melihat ke arah lain, ' Jelas sekali semua peningkatan itu karena dia.' pikirnya.
"Aku pikir kau sudah mati di telan monster, sayang sekali." ujar Yohan kasar dengan nada acuh tak acuh.
"Ya, sayang sekali. Setidaknya aku tidak akan kewalahan saat melawan monster berkepala ikan!?" balas Ming Jiajun. Dirinya menyindir Yohan yang melawan monster penjaga teratai spiritual. Terdengar decakan kesal dari orang yang disindir. 'Setidaknya dia memiliki kewarasan dari pada orang gila itu.' pikirnya lagi. Dia berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
Jingmi melihat keduanya secara bergantian, "Kalian saling kenal?" tanyanya.
"Tidak juga," jawab Yohan. Mereka memang belum kenal lama, tapi entah kenapa rasanya sudah mengenal lama.
Beberapa hari yang lalu, Ming Jiajun di tawan oleh dua orang kakak beradik yang dendam kesumat padanya. Itu sebabnya kini wajahnya babak belur karena dua saudara itu.
...***...
Dua hari kemudian…
Pertemuan dua kubu yang bercampur sekutu dan lawan saling bertemu. Akhirnya, ketiga orang itu Zhu'er, Yin Fan, dan Shin menemukan Yohan yang juga membawa Jingmi bersamanya. Namun hal yang paling mencengangkan adalah Ming Jiajun yang berada disamping Yohan dan keheranan mereka dengan adanya Jingmi disini.
Zhu'er yang senang bertemu dengan Yohan langsung berlari menuju pemuda itu dan mendorong Ming Jiajun dari samping Yohan. "Hallo!?" sapa Zhu'er disamping Yohan.
Terlihat senyum samar di wajah pria itu, rasanya tidak bisa dipercaya kalau beberapa hari yang lalu ia merindukan sapaan datar itu. Rasanya senang bisa melihat wajah pucat wanita itu. Tapi tunggu,
plak
Yohan menampar wajahnya sendiri karena berpikir ia merindukan wanita berwajah datar itu, 'Apa aku sudah gila!?' pikirnya mengusap wajahnya gusar. 'Tidak mungkin aku merindukan wanita gila ini yang jelas jelas hanya mengatakan kata kata cinta palsu padaku. Itu tidak mungkin.'
Yin Fan yang masih heran mengapa tuannya bisa ada disini dan mengapa bersama Yohan? 'Bagaimana bisa dia ada disini? Tunggu, apa mereka sudah lama bertemu? Atau tidak? Aagh, Sebenarnya apa yang terjadi?' pikirnya bingung.
__ADS_1
Sedangkan Shin memperhatikan pria berambut putih itu yang sedang diperhatikan Yin Fan dan adanya Jingmi disisi Yohan, juga Yohan sendiri yang terlihat memiliki perkembangan pesat. Terlihat seringai samar diwajahnya, 'Sepertinya ada yang menarik disini.' pikirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...