Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 50. Labirin bagian dalam 1


__ADS_3

Yin Fan membulatkan matanya mendengar Yohan berkata seperti itu. Tidak biasanya dia berkata kejam seperti ingin menghancurkan apa yang diinginkan orang lain. Apa lagi terkadang dia melihat mata aslinya yang sedikit menyeramkan. 'Dia benar benar gila.' pikirnya. Tiba tiba Yohan memutar kepalanya melihat Yin Fan. Membuat pria itu sedikit tersentak.


Yohan tersenyum jail seperti biasanya, "Apa kau takut?"


"Eh?" Yin Fan beberapa saat terjadi loding di kepalanya.


Tidak lama terdengar tawa renyah dari mulut Yohan. "Pfft ha ha ha ha ha ha ha ha ha, aku hanya bercanda!? Mana mungkin aku ingin menghancurkan bunga seberharga itu. Lebih baik aku menyimpannya untuk meningkatkan kekuatanku sendiri." ujarnya masih tersenyum jail. Menghancurkan bunga langka yang hanya tumbuh seribu tahun sekali? Bukannya itu sayang sekali? Itu juga yang Yohan pikirkan. Tapi karena Yin Fan selalu menganggapnya remeh, dirinya jadi ingin menggodanya.


Yin Fan melihat datar Yohan yang masih menahan senyum. Apa wajahnya terlihat kalau dirinya takut? Yin Fan? Itu tidak mungkin. Tidak mungkin dia takut dengan Yohan yang berada di ranah Bigu.


Buk


Tiba tiba Yin Fan memukul bahu Yohan karena sudah tertipu dengan ekting pemuda itu. Dia mempercepat langkahnya ke depan. Dia tidak peduli lagi mau dia dalam bahaya atau tidak.


Yohan melirik Zhu'er yang terus menatap ke depan. Wajahnya yang putih tampak bersinar disinari cahaya matahari. Mata merahnya berkilau, bersama dengan rambut putih panjang yang terlihat seperti benar sutra. Dia seperti bidadari tanpa sayap. Tidak sengaja Zhu'er juga menengok ke arahnya.


Zhu'er menatap Yohan tanpa berkedip, "Apa. Aku. Cantik?" tanya nya seakan tahu apa yang dipikirkan Yohan.


"……Ya." jawabnya jujur, namun terdengar dingin.


"Apa. Kau. Menyukai. Wanita. Cantik?"


"Semua orang menyukai wanita cantik." ujarnya.


"Kalau. Begitu. Ayo. Buat. Anak!?"


Seketika Yohan langsung memalingkan wajahnya ke depan. "Tidak denganmu!?" ujarnya. Membuat anak dengan gadis mencurigakan sepertinya? Tidak, terima kasih. Meskipun Zhu'er cantik tapi Yohan tidak bodoh. Dia terlalu banyak menyimpan rahasia, selain itu Yohan tidak tahu seberapa kuat dia sebenarnya, di atas itu semua dia tidak dungu, bisa dibilang Zhu'er menyimpan sifat licik yang tersembunyi dibalik ekspresi datar dan kata kata polosnya.


Mereka memasuki bagian tengah labirin. Yohan bertanya tanya, apa kesulitan di dalam labirin semudah ini? Ia merasa tidak ada satupun monster atau jalan yang sulit dilalui. Yohan melirik Yin Fan untuk menanyakan apa yang ia pikirkan, akan tetapi ekspresi Yin Fan terlihat tidak baik. Dia seperti merasa herak akan sesuatu. 'Sepertinya benar dugaanku. Ada yang memanipulasi kesulitan didalam Labirin. Kalau dipikir pikir, paman Fan terlihat ingin sekali membawaku ke Labirin Spiritual. Setelah memasuki labirin, kesulitan didalam sini ada yang memanipulasi. Jelas sekali mereka ingin aku masuk ke dalam inti bagian dalam. Tapi sepertinya paman Fan tidak tahu rencananya. Jika dia tahu, sudah pasti dia akan mendukung keputusanku.'

__ADS_1


Yohan berhenti berjalan, sedangkan yang lain kecuali Zhu'er menunggu didepannya. Dirinya memiliki firasat mereka sedang menunggu kedatangannya di dalam inti Labirin. Ia mulai berpikir buruk tentang orang orang yang menunggunya di bagian inti. 'Apa mereka ingin membunuhku? Hah, apa mereka ingin mempermainkanku? Kita lihat saja siapa yang akan dipermainkan.' pikirnya. Yohan tersenyum lebar dengan tatapannya yang menyeramkan.


"Yohan?" tanya Zhu'er.


Dilihatnya Zhu'er yang masih menunggu respon darinya. Ia tersenyum manis pada wanita itu, "Ayo kita berkencan, hanya kita berdua!?" ujar Yohan sembari mengulurkan tangannya.


Zhu'er melirik tangan putih pemuda itu. Tertarik sebuah senyum jahat diwajahnya, "Ya." Zhu'er meraih tangan Yohan yang terulur padanya seorang.


Tiba tiba Zhu'er berubah dalam wujud rubah merah yang besar. Angin disekitar tempat itu berubah menjadi kencang. Hingga Shin, Jingmin dan Yin Fan berbalik ke belakang melihat mereka berdua. Ketika melihat ke belakang mereka sungguh terkejut menjadapati Yohan duduk di atas seekor rubah berwarna merah yang setiap helai dari bulunya berkilau.


"Sampai bertemu lagi di inti Labirin!?" ujar Yohan dengan senyum yang agak menyebalkan.


Yin Fan terbelalak mendengar itu, "Apa? Tu_!?"


Busshh


Seketika Zhu'er atau rubah merah melesat dengan kecepatan penuh ke langit. Mereka langsung menutupi wajah mereka dengan lengan karena daun dan debu disekitar mereka berembus kencang.


"Ya, dia juga membohongiku tentang sesuatu." ujar Shin tersenyum kesal. Dia tidak tahu kalau Zhu'er bisa berubah menjadi rubah. Kalau begitu Yohan selama ini sudah mengerjainya?


Sedangkan Jingmi tidak tahu apa yang mereka sesalkan.


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan? Seseorang yang harusnya bertanggung jawab dengan kata katanya malah lari entah kemana." ujar Shin sembari menyilang kedua tangannya dengan nada kesal.


Yin Fan terlihat sedang memikirkan apa yang sedang Yohan rencanakan hingga begitu ceroboh meninggalkan kelompoknya yang mana adalah kekuatan terbesarnya mencapai inti Labirin. "Kita ikuti saja apa yang dia katakan. Kurasa dia sangat percaya kita bisa mencapai inti labirin." ujar Yin Fan. Yah, dengan kekuatan mereka masing masing mencapai inti labirin akan sedikit mudah.


...***...


Wuussh

__ADS_1


Zhu'er yang sedang dalam wujud rubahnya mendarat ke lapisan pertama labirin bagian dalam. Yohan turun dari atas punggung rubah merah. Seketika setelah Yohan turun Zhu'er kembali ke wujud manusia.


Untuk waktu yang lama Yohan memandangi wanita itu. Berapa kalipun ia melihatnya perubahan Zhu'er ke wujud rubah ataupun manusia selalu membuatnya takjub. Dirinya penasaran jika ia korek rahasia perubahannya apa gadis itu akan memberitahunya? Tapi bukannya biasanya seseorang akan sensitif jika ditanya rahasianya? Mungkin tidak semua orang, namun tetap saja jika rahasia yang menyakitkan pasti akan sedih jika di ceritakan. Apalagi sepertinya gadis itu memiliki banyak kisah aneh yang tidak wajar.


Diliriknya Yohan yang terus memandanginya. Dia bisa menebak dari raut wajahnya, "Tanya. Saja." ujarnya singkat.


Setelah mendapat izin dari seseorang yang bersangkutan Yohan langsung menanyakan apa yang ada di dalam benaknya, "Bagaimana kau bisa menjadi Jiangshi?" tanya Yohan.


"Saat. Umur. Ku. Dua. Tahun. Seseorang membunuh. Ku. Karena. Dendam. Seseorang. Lalu. Kakek. Membawa. Ku. Ke. Suatu. Tempat. Dan. Membuat. Ku. Jadi. Objek. Percobaan. Pertama. Jianghi. Hidup." jelasnya dengan suara kecil yang terdengar lembut. Pasti jika tidak ada masalah dalam bicaranya itu akan menjadi suara paling merdu di dengar Yohan. Jadi inti yang disampaikan Zhu'er adalah dia menjadi objek percobaan Jianghi hidup pertama yang dilakukan Chen Zinyu. Sebuah eksperimen mayat hidup. Alasannya bisa ditebak.


Semua orang tahu Chen Zinyu sangat menyayangi cucunya karena dia satu satunya keluarga baginya. Jadi saat cucunya meninggal dia jadi setengah gila. Melakukan berbagai cara agar membuatnya hidup kembali. Cintanya sangat buta hingga membuatnya hilang akal. Bahkan jika harus menjadi penjahat dunia mungkin akan dia lakukan.


"Lalu, apa ada masalah didalam tubuhmu selama ini?" tanya Yohan lagi. Ia melirik jalan darah yang terlihat dari sela sela leher wanita itu.


"Ya." jawabnya singkat. "Kau. Pasti. Curiga. Kenapa. Aku. Mendekati. Mu." ujarnya tiba tiba. Apa dia akan mengatakan alasannya sekarang? Saat ini juga? Mereka sudah berada di tengah dua tembok besar tempat masuknya lapisan pertama labirin bagian dalam.


Zhu'er tiba tiba melepas tali jubahnya, tali bajunya, hingga terlihat baju bagian dalam yang berwarna putih, kemudian dia juga melepas tali baju bagian dalam. Hingga memperlihatkan pakaian dalamnya. Dia melentangkan tangan dan berbalik badan. Barulah terlihat jelas sebuah pusaran merah kebiruan besar ditengah punggungnya. Di tengah pusaran itu terdapat sebuah batu berukuran kepalan tangan berwarna merah. Batu itu mengeluarkan energi jahat yang menjadi sumber kehidupan Zhu'er. Dari situlah jalan darah kecil berwarna merah bersumber ke seluruh tubuhnya.


"Batu iblis?" ujar Yohan langsung tahu batu merah apa yang ada di punggung Zhu'er. Batu itu adalah sumber kekuatan jahat para monster di dunia bawah. Jadi Chen Zinyu menyatukan batu iblis ke dalam tubuh cucunya. Singkatnya jika ingin membunuh Zhu'er maka tinggal hancurkan batu iblis di punggungnya. Karena batu itu adalah sumber kehidupannya. Tapi melihat batu itu sudah hampir meredup, artinya masa hidup wanita itu hanya tinggal sedikit. Hanya satu solusi untuk membuatnya tetap hidup. "Apa kau ingin menjadikanku tubuh barumu?" tanya Yohan langsung mengerti maksud Zhu'er memperlihatkan kelemahannya.


Wanita itu tersenyum tipis dengan jawaban singkat, "Ya."


Yohan menodongkan pedangnya ke batu di punggung Zhu'er, "Sungguh bodoh memperlihatkan kelemahanmu padaku. Apa kau pikir aku akan suka rela mengorbankan tubuhku sendiri demi wanita licik sepertimu?" ujar Yohan.


Wanita itu hanya tersenyum tipis tanpa menjawab Yohan. Dia sepercaya diri itu? Yohan tidak tahu dia itu bodoh atau licik. Tapi, anehnya tangannya terasa berat ketika ingin menusuk wanita itu. Tidak, atau memang dirinyalah yang bodoh? Saat ia ingin menusuknya, teringat Huai Yu di kepalanya. 'Aku pasti sudah jadi bodoh mengira dia mirip Huai Yu. Merebut tubuhku sama saja dengan membunuhku. Aku tidak ingin mati lagi. Aku harus membunuhnya, tapi…' rasanya sangat berat untuk menebas wanita didepannya.


Yohan menurunkan pedangnya, "Untuk saat ini aku masih memerlukanmu, jadi aku tidak akan membunuhmu. Aku akan jadi tambah kuat, jadi ketika kau mencoba merebut tubuhku saat itulah aku akan membunuhmu." ujarnya dengan tatapan tajam. "Dan…" Yohan mengambil baju bagian dalam berwarna putih di tanah. Ia melampirkannya ke tubuh Zhu'er, "…Pakai pakaianmu!? Memalukan bagi seorang gadis dengan tubuh telanjang." ujarnya. Ia berjalan sedikit menjauh dan kemudian berbalik badan. Memberikan waktu untuk Zhu'er memakai pakaiannya kembali.


'Penjahat gila yang dikenal kejam oleh semua orang, ternyata masihlan seorang bocah yang mengharapkan kasih sayang dan cinta. Itu terdengar lucu. Tapi dia masih mengharapkan cinta dari orang lain meskipun sudah jadi gila.'

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2