Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 45. Mencari informasi wanita misterius


__ADS_3

Yohan membulatkan matanya mendengar mereka tidak tahu, "Apa? Bagaimana bisa kalian tidak tahu?"


"Kami memiliki alasan mengapa kami tidak mengetahui bagaimana rupanya. Kami hanya pernah sekali melihatnya tapi tidak pernah melihat wajahnya. Dia juga seseorang yang sangat misterius." jelas Tuan Shen. Sejujurnya dia tidak pernah benar benar melihat seperti apa Raja Yama waktu itu. 'Seluruh tubuhnya ditutupi jubah hitam, wajahnya memakai topeng, bagaimana aku bisa tahu rupanya? Dia juga menyamarkan bau dan suaranya. Dan kenapa juga bocah ini ingin tahu tentang baj*ngan sok misterius itu?' pikir Tuan Shen.


"Hanya itu?" tanya Yohan tak percaya. Pasti masih ada lagi, kan? Tapi naasnya benar benar hanya itu.


Tuan Shen mengerucutkan bibirnya karena Yohan tidak mempercayai dirinya, "Untuk apa kami berbohong padamu? Tidak ada untungnya kami melakukan itu."


"Benar benar~tidak ada untungnya~" tambah Tuan Zhan.


Kali ini informasi tentang salah satu penguasa besar dunia bawah hanya sedikit. Tapi Yohan merasa masih aneh, kedua saudara ini bilang kalau wanita yang ia gambar sering berbicara sendiri di perbatasan dunia bawah. Tidak mungkin saat itu wanita itu gila. Sebab Yohan ingat wanita itu gila ketika memberikan jantungnya pada anaknya. "Oh iya, siapa nama gadis kecil yang kalian ingat waktu itu?" tanyanya, tidak mungkin ia terus memanggilnya 'wanita itu, wanita itu' sepanjang waktu. Setidaknya ia harus tahu namanya.


"Tentu saja kami ingat!? Lagipula dia adalah adik dari Raja Naga yang sekarang." jawab naga sombong nomor satu. Tuan Shen menenteng kedua tangannya dengan dagu mengangkat tinggi.


"Benar~benar~ jangan meremehkan IQ kami ho ho ho ho…" jawab naga sombong nomor dua. Tuan Zhan melipat kedua tangannya dengan senyum sombong.


Pemuda itu jadi ragu mereka ingat nama wanita 1000 tahun yang lalu. Biasanya yang seperti ini hanya omong kosong.


Beberapa jam kemudian…


Yohan melihat keduanya dengan matanya yang menatap tajam, "Jadi siapa dia? Berapa lama lagi aku harus menunggu?" tanyanya tidak sabar.


"Bisakah kau diam? Kami sedang berpikir!?" bentak Tuan Shen.


"Ya, kau pikir mudah mengingat nama seseorang setelah 1000 tahun lamanya?" tambah Tuan Zhan.


Menunggu mereka berpikir beberapa jam hanya untuk sebuah nama, benar benar tidak setimpal dengan hasil berpikir mereka. Kedua orang ini benar benar sudah tua meskipun di luarnya terlihat muda.


"Ah!? benar benar, aku ingat sekarang. Namanya adalah…"


"Huai Yu." jawab mereka bersama sama.


Mendengar nama itu terasa familiar. Rasanya sangat akrab ketika terdengar. Dan terdengar lagi mereka berdua bicara.


"Kalau kupikir pikir lagi dia adalah wanita yang jahat."


"Hm, dia adalah orang yang menyebabkan bencana besar di dunia atas 800 tahun lalu."


"Kami bahkan menkadi roh pedang karena kekacauan yang dibuatnya."

__ADS_1


"Wanita jahat!?"


"Lac*r!?"


"Penipu!?"


"Jal*ng!?"


Entah kenapa mendengar mereka menghina Huai Yu membuat Yohan geram. Hatinya merasa panas dan pikirannya jadi kacau seketika. Rasanya hinaan itu di tujukan padanya. "TIDAK!?" sentaknya membuat kedua orang itu diam. Mereka menatap Yohan bingung. "Dia wanita yang baik, kalian saja yang tidak tahu kebaikannya!?" ujarnya sekali lagi membuat kedua orang didepannya saling pandang dalam kebingungan.


Tuan Shen mengangkat sebelah alisnya, "Bagaimana kau tahu dia wanita baik sedangkan kau sendiri tidak tahu siapa dia?" tanya Tuan Shen menatap aneh Yohan.


"Ya, bagaimana kau bisa tahu?"


Tidak Yohan sangka akan seperti ini hasil dari pembelaannya. Tapi mereka ada benarnya juga. Bagaimana mungkin ia tahu kebaikan wanita itu padahal dirinya tidak pernah bertemu sebelumnya? Tidak, mungkin saja ia pernah bertemu. Namun ingatannya kacau untuk mengingatnya. "Itu… itu, karena aku adalah pria yang baik tapi orang orang salah mengira kalau aku adalah penjahat." jawabnya.


Seketika kedua manusia naga didepannya menatap malas pria didepan mereka, "Bodohnya kami bertanya pada orang gila sepertimu." ujar mereka bebarengan. Siapa juga yang akan percaya kata kata orang yang telah membunuh banyak orang dengan senyum diwajahnya. Dan kalaupun itu benar, itu hanya benar dari sudut pandangnya. Tidak dengan sudut pandang orang lain.


...***...


Keluar Yohan dari dalam pedang Yu Chang. Tepat ketika keluar ada banyak pasang mata yang menatapnya. Ditatap oleh mereka secara terang terangan malah membuatnya panik. 'Apa apaan tatapan mereka? Kenapa menatapku seperti itu? Apa mataku masih belum berubah? Apa aku terlihat aneh? Pasti terlihat menyeramkan kan? Aku saja sering takut melihat mataku sendiri apalagi mereka. Bagaimana jika mereka memusuhiku nanti? Tunggu, apa mereka akan membuangku juga?' pikirnya malah tambah panik hingga tidak memperhatikan orang orang disekitarnya.


Sedangkan apa yang dipikirkan Yohan bukanlah yang dipikirkan mereka.


Sedangkan Zhu'er menatapnya karena itu memang kesehariannya memperhatikan Yohan.


'Yohan'ge sudah keluar!? Aku bisa merasakan dia bertambah kuat!? Keluargaku memang hebat!?' pikirnya mengagumi Yohan. Dia menatap Yohan dengan penuh kekaguman.


Yin Fan tidak habis pikir bagaimana bisa ada orang yang membuat situasinya rumit sendiri, "Berhentilah berpikir yang tidak tidak. Kami menunggu lama disini hanya untuk kau keluar." ujar Yin Fan menjelaskan situasinya.


Seketika Yohan langsung berhenti dari paniknya. Ia melihat mereka dengan tatapan berbinar binar. Tampaknya ia sudah salah kaprah, "Apa kalian merindukanku?" pikirnya dengan senyum ceria yang entah kenapa sangat cocok diwajahnya.


"Tidak/Ya!?"


Dua dari mereka menjawab 'Tidak' dan dua lainnya menjawab 'Ya'. Mereka saling berpandangan setelahnya. "Ukh, sudah lupakan!? Kemari dan jelaskan sesuatu kepada kami." ujar Yin Fan tidak sabar.


Yohan sedikit tersenyum, "Kenapa begitu tidak sabar? Dan apa yang ingin kau aku jelaskan?" tanya Yohan balik sembari duduk bersila di lantai. Sikapnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.


"Beberapa dari kami ingin penjelasan kenapa Xu Lau Yi bisa menyerang kemari? Dan ada masalah apa kau dengan mereka?" tanya Yin Fan mewakili Shin dan Jingmi. Sebenarnya ia sudah tahu alasan Xu Lau Yi menyerang Yohan. Dia sudah mengetahuinya dari Ming Jiajun. Apa yang dia tanyakan semata mata agar pekerjaannya untuk mengawasi Yohan tidak terbongkar. 'Tapi, sikapnya mudah sekali berubah ubah. Aku yakin beberapa detik lalu dia panik, setelah ditenangkan sedikit dia langsung bersikap seakan tidak terjadi apa apa. Sikapnya yang lain juga tidak bisa ditebak, apa karena ini dia dipanggil sebagai penjahat gila?' pikirnya sambil menatap Yohan tajam.

__ADS_1


Yohan menatap balik Yin Fan. Tatapan pria itu seperti memiliki dendam kesumat padanya. 'Tatapannya menakutkan.' pikir Yohan. "Xu Lau Yi~ ah maksudmu mereka~ aku tidak tahu ada urusan apa mereka denganku. Tiba tiba datang dua orang dan membuat kekacauan begitu sampai. Tapi dengan cepat aku membunuh salah satu mereka." jelasnya singkat dengan bangga.


"Kau, membunuh salah satu dari mereka?" tanya Yin Fan tidak percaya. Dia yakin sekali kalau anggota Xu Lau Yi sangat kuat. Dirinya saja masih kesulitan.


"Kau tidak berhalusinasi telah membunuh mereka 'kan?" tanya Shin memastikan. Dia sulit mempercayai Yohan sekuat itu. Awalnya dia pikir pria itu akan terluka parah atau semacamnya setelah melawan anggota Xu Lau Yi, tapi sekarang terlihat segar bugar.


Sejujurnya Yohan sedikit jengkel dengan pertanyaan mereka. Apa dirinya terlihat begitu lemah? Mungkin iya jika beberapa tahun yang lalu, tapi sekarang dirinya sudah banyak berlatih sampai mengatasi rasa takut. Rasanya harga dirinya tercoreng telah dianggap lemah, "Apa kalian pikir aku selemah itu? Aku benar benar mengalahkan salah satu dari mereka!? Jika tidak percaya tanya Zhu'er!?" Yohan melirik Zhu'er yang selalu memperhatikannya. 'Kenapa dia terus terusan memperhatikanku? Itu menyebalkan!?' pikir Yohan melihat kesal pada Zhu'er.


"Jadi, apa yang dia katakan benar?" tanya Yin Fan.


"Benar." jawab datar gadis itu singkat padat dan jelas.


"Hmm…"


Mereka tetap melihat Yohan dengan tatapan percaya tidak percaya.


Shin melipat kedua tangannya kesal, 'Sialan, jadi si gila ini lebih kuat dariku? Aku tidak menyukai kenyataan yang menusuk ini. Aku harus bertambah kuat lagi.' pikirnya menatap tajam Yohan. Dirinya benar benar merasa tersaingi oleh Yohan. Memang sih, dirinya memang beberapa tahun ini malas latihan meskipun memiliki bakat. Sedangkan Yohan terlihat sangat gila berlatih meskipun ia seorang jenius. 'Aku, harus berlatih lagi!?' pikirnya kembali.


Yin Fan melihat beberapa wajah seseorang yang telah termotivasi disini. Bagaimana tidak? Seorang pemuda yang beberapa tahun lebih muda serta lebih lemah dari mereka menjadi begitu kuat bahkan melebihi mereka sendiri. Hal itu pasti memunculkan semangat berlatih mereka.


...***...


"Mereka mati?"


Lao Yan tampaknya marah karena kedua orang bawahannya mati. 'Apa aku salah perhitungan? Tidak mungkin dia sudah mendapatkan ingatannya kembali. Penjahat gila tidaklah sekuat yang orang orang pikirkan. Dia hanya ras campuran yang memiliki tubuh lemah sebelum dewasa. Jadi bagaimana dia bisa sekuat itu? Ini jadi semakin merepotkan.' pikir Lao Yan. Dia melirik wanita bercadar berambut merah. "Lao Yunzi, ikut denganku!? Ada yang ingin kubicarakkan denganmu." ujar Lao Yan. Dia bangun dari duduknya dan berjalan menuju suatu tempat. Diikuti dengan wanita bercadar yang bernama Lao Yunzi.


Seperginya dua orang itu beberapa anggota yang berdiri disana saling memandang satu sama lain.


"Lao Yunzi, apa kau bisa merayu seseorang?" tanya Lao Yan membelakangi lawan bicaranya.


"Tidak."


Mendengar jawaban yang sudah pasti itu membuat Lao Yan berbalik melihat Lao Yunzi. "Pada saat hari terbukanya portal besok, aku ingin kau merayu Ming Jiazhen untukku!?" ujarnya terus terang.


"Sudah kubilang, aku tidak bisa merayu atau menggoda pria!?" jawabnya kekeh.


Terlihat Lao Yan yang menghela nafas pelan. "Aku akan mengganti pertanyaannya, Apa kau bisa mendekati Ming Jiazhen?" tanyanya.


Lao Yunzi mengeruykan alisnya, "Bukannya itu sama saja? Intinya kau ingin aku mendekatinya agar kembali bergabung denganmu bukan? Baiklah, aku akan mencoba mendekatinya, tapi aku tidak menjamin akan berhasil." ujarnya sembari pergi.

__ADS_1


Lao Yan tersenyum licik. Dia tahu Lao Yunzi tidak akan bisa menggoda Ming Jiazhen, tapi Ming Jiazhen yang akan terpikat sendiri dengan kecantikan gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2