Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 18. Suara yang memanggil


__ADS_3

Mereka memasuki hutan yang di tunjuk Yin Fan untuk membantu Ming Jiajun menjebak Yohan. Meskipun yang mengetahui rencana itu hanya mereka berdua, tapi tidak menutup kemungkinan beberapa dari mereka.ada yang mencurigainya. Misalnya Shin yang sejak tadi bersiap dengan kemungkinan yang akan terjadi. Tapi, sebenarnya dia juga penasaran dengan hutan penuh bahaya ini. 'Orang misterius itu dan paman Fan jelas saling mengenal. Mereka pasti merencanakan sesuatu untuk menjebak si polos itu. Apa karena dia memiliki elemen kegelapan? Atau ada hal yang lain?' Shin mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang diinginkan kedua orang itu. Tapi pengetahuannya masih kurang untuk mendapatkan jawaban.


Klang klang


Terdengar suara pertarungan tidak jauh dari mereka. Terlihat sekelompok orang dengan kelompok lainnya saling bertarung. Tapi ada hal yang berbeda pada kelompok yang menyerang dengan agresif. Mereka terlihat ekspresi uang menakutkan dengan mata mereka berwarna merah. Di tambah ada beberapa dari mereka yang berasal dari perguruan yang sama, tapi saling bertarung dengan sesamanya.


"Kenapa mereka saling bertarung?" tanya Yohan.


"Hantu pendendam, sepertinya mereka kemasukan hantu pendendam." ujar Ming Jiajun.


Shin melirik Ming Jiajun curiga, lalu tersenyum ramah, "Sepertinya kau tahu banyak hal, ya?"ujar Shin.


Ming Jiajun masih tak bergeming dengan sikapnya yang tenang, "Aku banyak membaca buku tentang labirin spirial di keluargaku." jawabnya percaya diri.


"Hmm, jadi begitu. Keluargamu pasti keluarga yang kaya."


"Begitulah."


Yin Fan melihat mereka berdua bergantian, 'Jangan bilang bocah satu itu mulai curiga dengan tuan? Ini gawat kalau identitas tuan ketahuan, bialsa bis_'


"Ini gawat!? Kita harus menolong mereka sebelum ada banyak korban bukan? Apa kau memiliki cara untuk mengeluarkan hantu pendendam itu dari tubuh mereka?" Tanya Yohan tiba tiba muncul di tengah Shin dan Ming Jiajun.


Untuk beberapa detik mereka diam sejenak untuk menetralkan kekagetan mereka atas gangguan disamping mereka. "Ya, kau hanya perlu membuat mereka terkena cahaya matahari. Karena hantu hutan tidak biasa terkena cahaya mereka akan langsung pergi dengan sendirinya. Tapi hutan ini sangat lebat hingga cahaya saja tidak bisa masuk. Ditambah labirin ini yang sama sekali tidak terlihat matahari. Apa kau yakin ingin membantu mereka?" jelas dan tanya Ming Jiajun. Secara tidak langsung dia mengutarakan ada Yohan, 'tidak mungkin untuk menyelamatkan mereka di tempat ini.' tapi tidak menutup kemungkinan mereka bisa selamat dari hantu pendendam. Karena saat waktu tenggang berada di labirin spiritual telah tiba, mereka akan otomatis keluar dari labirin.

__ADS_1


Yohan mengerti maksud Ming Jiajun. 'Dia tahu banyak, ya?' pikirnya. "Aku mengerti. Tapi, mereka sangat kasihan kesurupan 'setan'?" ujar Yohan sambil melirik Yin Fan.


Sedangkan Yin Fan mengernyitkan dahinya dengan lirikan Yohan yang seolah mengatakan bahwa dirinya adalah setan yang dimaksud. "Kenapa kau melirik padaku saat mengatakan setan?"


"Hah? Aku tidak melirik paman, sungguh."


"Ya, kau melirikku!? Kau ingin mengejek aku setannya kan?"


"Tidak, untuk apa aku mengejek paman sebagai setan?" Yohan melirik Yin Fan lagi.


"Lihat? Kau melirikku lagi."


"Pftt ha ha ha ha ha ha ha ha…" Jingmi tertawa melihat perdebatan Yohan dan Yin Fan yang terdengar lucu baginya. Karena tawa Jingmi yang terdengar renyah mereka semua melirik padanya. Tersadar dengan semua orang yang terfokus pada dirinya, dia merasa canggung, "Ah, maaf."


Orang orang yang kesurupan itu adalah orang orang yang memiliki hati yang lemah dengan pendirian yang rapuh. Jadi sangat mudah untuk para hantu merobohkan pendirian di dalam hati mereka. Tapi, bukan itu bahaya yang di takuti didalam hutan ini. Ada bahaya yang lebih besar dan menakutkan dari hantu pendendam.


"Ngomong ngomong, ada banyak orang yang memasuki hutan ini ternyata. Apa mereka juga mencari harta karun?" tanya Yohan.


"Yah, itu mungkin saja. Bukankah semua orang yang memasuki labirin spiritual memiliki tujuan yang sama?" jawab Yin Fan. Karena tidak ada tujuan pasti seseorang memasuki labirin spiritual, jadi kebanyakan dari mereka pasti memiliki tujuan untuk mencari harta karun yang tidak ada di dunia tengah. Siapa juga yang akan menyianyiakan kesempatan emas seperti ini untuk meningkatkan kultivasi.


"-------------------"


Terdengar suara yang tidak biasa terdengar oleh Yohan. Membuat langkahnya berhenti dan menengok ke belakang. Suara itu seperti memanggil namanya dengan keras juga bahasa yang asing.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kau melihat ke belakang?" tanya Yin Fan mengundang perhatian yang lain.


"Aku pikir ada seseorang yang memanggil dari belakang. Apa kalian tidak dengar?" tanya Yohan sambil berbalik menghadap mereka.


Mereka menatap Yohan sedikit aneh,


"Jangan mengada ada, memangnya siapa yang akan memanggilmu di hutan menakutkan seperti ini?" tanya balik Yin Fan. Sepertinya dia tidak percaya.


Yohan tidak percaya mereka tidak mendengarnya. Jelas jelas suara itu berteriak sangat keras hingga membuatnya berbalik melihat ke belakang. Ia melihat Shin dan Jingmi, "Kalian percaya padaku kan? Aku benar benar tidak berbohong!?"


"Hm? Apa mungkin itu hantu gadis cantik yang menyukaimu?" ujar Shin malah membuat lelucon. Dan mendapatkan tatapan jengkel dari Yohan.


Jingmi menahan tawanya dengan omongan Shin. "Memang apa yang dikatakan?" tanya Jingmi.


"Aku tidak tahu, suara yang memanggil menggunakan bahasa yang aneh." mereka mulai terlihat serius. "Tapi mungkin saja dia mengatakan,……… 'Yohan tampan'?" ujarnya sedikit ragu dan disambut kegaringan di sana. Sekarang jelas mereka yakin Yohan hanya bergurau.


"Baik baik, anggap saja memang ada suara barusan. Sekarang ayo lanjut perjalanan!" ujar Ming Jiajun memecah kegaringan.


"Eh? Kalian tidak percaya padaku? Aku yakin dia berteriak begitu!?" pekiknya ingin semua orang percaya. Lalu beralih menatap Zhu'er yang menatapnya penuh tanya, "Kau percaya padaku kan?" tanya Yohan pada gadis itu.


Dia menelengkan kepalanya, jelas Zhu'er juga tidak mendengar suara yang didengar Yohan. "Ya." jawabnya datar. Dan tidak tahu itu benar atau tidak karena wanita itu tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"Lupakan saja, mungkin aku cuma berkhayal." ujar Yohan. Tapi sebenarnya ia sangat yakin kalau yang ia dengar benar benar nyata. Hanya saja tidak ada yang mendengarnya selain dirinya sendiri.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2