Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 43. Mengatasi kelemahan


__ADS_3

Yohan masih tidak percaya dengan alasan yang diberikan oleh dua naga ini. Tampang mereka sungguh mengatakan yang sebaliknya. Namun anehnya apa yang dikatakan Tuan muda Shen terdengar masuk akal. 'Sialan, mereka benar benar licik.' pikir Yohan kesal. Ia berjalan menuju pinggir daratan. Langkahnya perlahan berubah menjadi lari menuju jurang yang dibawahnya adalah laut.


Liu Yohan melompat tinggi menghadapi ketakutannya dengan air. Mau bagaimanapun cepat atau lambat ia akan menghadapi situasi yang sama. Karena itu ada bagusnya jika ia menghilangkan satu dari sekian kelemahannya.


BYUURR


Air didalam dimensi pedang rasanya lebih dingin dari pada di dunia luar. "Phuah!?" Yohan memunculkan kepalanya ke kepermukaan. Meskipun ia pernah mengalami hal yang sama ketika pertama kali membuat kontrak dengan dha naga itu, akan tetapi rasa takut tetaplah ada. Iaa memegang dadanya yang berdetak kencang. Meskipun ia tidak ingat tapi tubuhnya ingat. 'Sial, apa dulu aku pernah tenggelam atau semacamnya? Kenapa rasanya takut sekali? Aku tidak menyukainya, rasa takut ini menggangguku. Aku jadi ingin menghancurkannya.' pikirnya Yohan sembari menyeringai. "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……"


"Coba lihat dia! Tertawa seperti orang gila. Dasar tidak waras." ujar Tuan muda Zhan sinis.


"Kupikir dia tidak benar benar takut dengan air. Apa selama ini kita dibodohi?" mereka berada tak jauh dari posisi Yohan sekarang.


Yohan mencakar cakar dadanya karena tak berhenti merasa takut. Bajunya robek dengan darah yang mulai keluar dari lukaa cakaran yang ternyata cukup dalam.


"Eh? tunggu, apa yang dia lakukan?" tanya Tuan Shen dengan mata membulat.


"Apa dia ingin bunuh diri didalam rumah kita?" tanya Tuan Zhan juga terbelalak kaget.


"Zhan!? Cepat hentikan orang gila itu. Jika dia mati disini maka kita akan kerepotan."


Tuan Zhan menggertakkan giginya melihat aksi gila yang diakukan Yohan. Dia segera mendekat menuju Yohan, "Hoy hoy!? Apa yang kau lakukan dasar gila!?" Zhan menendang tangan pria itu agar berhenti mmelumai dirinya sendiri. "Kalau kau ingin mati jangan disini!? Setidaknya lakukan diluar." bentak Tuan muda Zhan. Lama lama melihat tingkah pria itu rasanya bisa membuatnya gila. 'Apa dia setakut itu untuk masuk ke dalam sana? Padahal saat itu dia terlihat baik baik saja. Dasar aneh.' pikirnya.


"Tuan Zhan, jika… aku mengeluarkan jantungku apa takutnya akan hilang?" tanya Yohan dengan polosnya.


"Apaa? Tentu saja tidak dasar bodoh!? Justru kau akan mati seperti idiot!?" bentaknya muoai frustasi. Dia tidak percaya orang seperti ini adalah tuannya. Mana ada orang yang mau mengeluarkan jantungnya sendiri demi bisa menghilangkan rasa takut. Tuan Zhan menjambak rambutnya sendiri, "Lama lama aku bisa gila karena kau." gumamnya dengan senyum kesal. "Haiss, karena aku yang bertanggung jawab untuk jurus ini, mari selesaikan dulu masalah takut mu." ujar Tuan Zhan. "Jadi, kenapa kau trauma dengan air?" tanyanya.


Yohan melihat pria didepannya yang melihatnya dengan intens. Jika mereka tidak bersama sama, rasanya Tuan Zhan jadi terlihat dewasa. "Trauma? Aku tidak trauma!?" ujar Yohan yakin kalau ia tidak trauma.


"Jangan bohong!? Kau sudah jelas trauma bukan? kenapa tidak mengakuinya saja?"


"Tidak."


"Ya."


"Tidak."


"Ya."


"Tidak."


"Y_" Tuan Zhan jadi ikutan gila jika terus mengikuti permainan kata ini. "Ya ya, anggap kau tidak trauma. Lalu? kenapa kau begitu tidak menyukai air?" tanya Tuan Zhan mengganti pertanyaannya.


"Itu,… aku tidak tahu." jawabnya jujur sambil melirik ke samping.

__ADS_1


"Apa?"


"Aku hanya tiba tiba takut saja." meskipun jawabannya tidak masuk akal tapi itu kebenarannya.


Tuan Zhan menganga tak percaya. Jika sesseorang takut dengan sesuatu pasti ada alasannya bukan? Jadi mana ada seseorang tiba tiba takut tanpa alasan. 'Dia… sangat aneh!?' pikirnya. Belum pernah dia melihat orang seaneh ini sebelumnya. Bagaimana mungkin tidak aneh, sebelumnya pria ini dapat dengan mudah mengambil mutiara laut dalam yang dijaga oleh roh jahat. Tapi sekarang malah terlihat seperti pengecut. Tuan Zhan melihat Yohan dengan tatapan kasihan, "Menyedihkan, ck ck!?" ujarnya.


Yohan melirik pria itu dengan senyum jengkelnya, "Siapa yang kau panggil menyedihkan?" tanyanya menahan kesal.


"Tentu saja dirimu, siapa lagi? Aku?"


"Kupikir begitu." jawabnya sukses membuat urat kesal di leher Tuan Zhan.


Tuan Zhan mulai kesal berdebad dengan orang gila seperti ini. "Diam, dan cepatlah berenang kebawah untuk berlatih!?" ujar Tuan Zhan. Jika diteruskan berdebat dengan pria ini maka tidak akan ada ujungnya. "Dan, gunakanlah Qi milikmu untuk bernafas di air." ujarnya kemudian pergi.


Yohan melihat kepergian Tuan Zhan, entah kenapa rasanya Tuan Zhan tidak seperti Tuan Zhan biasanya. Karena biasanya dia seperti anak remaja yang sedang masa puber. Tapi sekarang dia baru terlihat selayaknya seorang master. 'Tapi,… aku masih belum mengerti cara menggunakan Qi untuk bernafas didalam air!?' pikir Yohan.


Di luar dimensi pedang…


Dalam perjalanan pulang ke penginapan Shin melihat penginapan tempatnya menginap begitu berantakan. Seakan telah diterjang badai. "Apa yang terjadi?" tanyanya bingung.


Jingmi melihat ke sekeliling, benar benar berantakan. "Apa mungkin, 'mereka' menemukan persembunyian kita?" tanya Jingmi balik. Mereka yang dia maksud adalah keluarga besar dan pemerintah. "Atau mungkin sekte Fire Dragon? Tidak, mereka tidak sepintar itu menemukan persembunyian kita. Kalau begitu sekte Demonic? Karena kita menggunakan mereka sebagai kambing hitam, jadi mereka ingin balas dendam dan menyerang kemari? Atau satuan_"


"Tenanglah!? Kenapa penyakit panik Yohan jadi tertular padamu? Mungkin saja pelakunya bukan orang orang yang kau sebutkan, tapi sesuatu yang lain." ujar Shin.


"Siapa?" tanya Jingmi penasaran.


"Baik, guru!?"


Sesampainya didalam kamar Yohan, mereka berdua melihat Zhu'er sedang berjongkok memperhatikan sebuah pedang tanpa pemilik di atas tempat tidur.


"Dimana orang gila itu?" tanya Shin merujuk pada Yohan.


Zhu'er menunjuk ke pedang yang sejak lama ia pelototi. Sontak Shin dan Jingmi langsung berjongkok memelototi pedang itu seperti yang Zhu'er lakukan.


"Dia disini?" tanya Shin sembari menunjuk pedang bersarung hitam putih itu.


Wanita itu hanya mengangguk dengan tatapannya yang tajam bagai elang.


"Jangan bohong kau gadis gila!? Yohan'ge itu besar mana mungkin dia bisa masuk ke dalam pedang." seru Jingmi tidak percaya dengan wajah nya yang nyolot.


Zhu'er langsung memancarkan hawa membunuhnya pada Jingmi.


"I iya, kurasa kau tidak berbohong." ujarnya langsung ciut.

__ADS_1


Didalam dimensi pedang…


Didalam air laut dalam Yohan mengayunkan pedangnya sembari berlatih bernafas didalam air. Ia belajar dengan cepat bagaimana cara memanfaatkan Qi untuk bernafas didalam air dan dia belajar bagaimana cara mengatasi ketakutan yang menjadi kelemahan baginya. Untuk bernafas didalam air ia menyelimuti paru parunya dengan Qi agar air tidak masuk kedalamnya dan organ organ tertentu yang berkaitan dengan pernafasan, kedua ia juga harus mengatur jalur masuk dan keluarnya air dari dalam tubuhnya.


Bagaimana dengan ketakutannya? Sebenarnya saat ini ia sedang gemetaran bukan main didalam air. Tapi mau bagaimanapun latihan ini harus didalam air, jika tidak maka ia tidak akan pernah bisa memasuki tingkatan Catastrophe. Jadi mau tidak mau harus ia lakukan.


Berlatih didalam air dengan di daratan gravitasinya sangat berbeda. Tentu saja didaratan mengayunkan sesuatu itu sangat mudah karena gravitasi didaratan jauh lebih besar. Namun didalam air mengayunkan pedang terasa sangat berat benar benar menguras tenaga.


Dan fakta mengejutkannya adalah Tuan Zhan membohongi Yohan. Memang benar latihan didalam air. Tapi itu bukan berarti Yohan harus terus berada didalam air sampai ayunan tiga ribu nya selesai. '473…474…475…476…477…' hitungnya dalam hati.


Di atas laut sebuah perahu berisi dua orang yang sedang memakan gurita panggang sedang bersantai. Siapa lagi kalau bukan dua kakak beradik Shen dan Zhan.


"Zhan, menurutmu bagaimana tuan kita yang satu ini?" tanya Tuan Shen.


"Menurutku?" Tuan Zhan memikirkan hal yang juga dipikirkan Tuan Shen.


"Orang gila!?" ujar mereka serentak. Tidak bisa mereka pungkiri hal yang sudah pasti ini.


"Dia bahkan melukai dirinya sendiri, belum lagi dia membuat dirinya menyedihkan. Aku jadi tidak tega mengerjainya."


"Aku bisa melihat itu, kau bahkan memberitahunya cara berbafas didalam air. Sejujurnya aku sampai kaget kau bersikap seperti itu. Terakhir kali aku melihat kau menunjukkan empatimu adalah ketika 600 tahun yang lalu." ujar Tuan Shen.


Tuan Zhan hanya diam, lalu ia melihat kakaknya. "Tapi sepertinya bukan hanya aku yang menunjukkan empatiku." ujarnya sedikit tersenyum miring.


Tuan Shen membulatkan matanya dan kemudian tersenyum tipis, "yah, jadi kau menyadarinya."


"………"


"Jadi, berapa lama lagi si gila itu akan keluar?" seru mereka bersamaan. Mereka menunggu Yohan untuk berjaga jaga jika pria itu keluar. Tapi sudah lima hari ini pria itu didalam air.


Di luar dimensi pedang


Brak


Terlihat Yin Fan membuka pintu dengan gegabah. "Hei, dimana orang gila itu? Kenapa di bawah sana begitu kacau? Apa yang terjadi?" tanyanya begitu banyak.


Ketiga orang yang sedari tadi memperhatikan pedang Yu Chang menunjuk pedang itu bersama sama.


Yin Fan mengernyit dengan apa yang mereka lakukan. Jadi dia ikut berjongkok dan memperhatikan pedang Yu Chang. "Maksud kalian dia ada didalam sini?" tanyanya sembari menunjuk pedang Yu Chang.


"Ya, begitulah." jawab Shin Singkat.


"Sepertinya begitu." jawab Jingmi.

__ADS_1


"……" Zhu'er hanya menjawab dengan tatapannya yang tajam bagai elang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2