Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 41. Musuh kuat


__ADS_3

"Apa anda sudah selesai?" tanya Yin Fan yang terlihat memakai penyamarannya yang serba hitam dan memakai caping dengan kain hitam menutupi sekelilingnya.


"Ya, begitulah." jawab Ming Jiajun singkat.


"Apa dia sungguh seseorang yang anda cari?" tanya Yin Fan.


Ming Jiajun hanya diam untuk waktu yang lumayan lama. "Menurutmu?" tanyanya balik dengan senyum khas dirinya.


"Menurutku,… iya?" ujarnya ragu.


"Kenapa ragu ragu mengatakannya? Bukannya itu terlihat jelas?"


Yin Fan sedikit membulatkan matanya, "Jadi dia benar benar penjahat gila yang anda cari?" tanyanya.


Ming Jiajun tersenyum miring, "Ya, begitulah." jawabnya santai.


''Kalau begitu kenapa anda tidak langsung menangkapnya? Bukannya dia terlalu berbahaya? Bocah itu bahkan membuat musuh semudah dia mengambil nafas." ujar Yin Fan seakan memprovokasi Ming Jiajun untuk segera mengeksekusi Yohan.


Ming Jiajun membulatkan matanya melihat Yin Fan begitu bersemangat membuat Yohan terlihat bersalah. "Sepertinya kau mulai dekat dengannya, ya?" tanya Ming Jiajun.


Yin Fan mengerutkan kening, "Aku? Dekat dengannya? Itu tidak mungkin. Aku hanya ingin kedamaian saja!?" ujarnya, 'Cih, dekat apanya? setiap hari si brengsek itu hanya merepotkanku saja!?' gerutunya dalam hati.


"Ha ha ha, yah kuharap begitu." ujarnya sambil tertawa kecil. "Tapi, jika kau benar benar bersimpati padanya, kau akan menyesal." lanjutnya dengan ekspresi serius.


Melihat ekspresi Ming Jiajun begitu serius, Yin Fan tak bisa menganggap ini sebagai candaan. Atau bisa dibilang ini adalah peringatan untuknya.


"Ini hanya saranku saja. Sampai jumpa lagi di labirin spiritual." ujarnya kembali meperlihatkan senyum ramahnya. Dia menghilang dalam sekejam mata.


...***...

__ADS_1


Di sebuah ruangan luas tampak seorang pria paruh baya berbadan kekar dengan tatapan tajam nan dingin duduk di singgasana kebesarannya. Dia ditemani beberapa orang berbaris rapi di sisi kanan kirinya. "Guang Yu, bagaimana situasinya?" tanya pria itu dengan suara yang besar dan berat.


Salah seorang yang barbaris di sisi kanan ambil bicara, "Sepertinya Ming Jiazhen masih mengalami efek dari tidur panjangnya. Ketika aku berpapasan dengannya dia hanya melewatiku saja. Dalam kelompoknya juga ada seseorang dari Black Forest. Kurasa dia adalah mata mata yang dikirim oleh Ming Jiajun untuk mengawasinya." jelas seseorang bernama Guang Yu.


Pria paruh baya itu menggertakkan giginya serta meremas tangan kanannya kesal. "Sialan!? Bed*bah itu selalu satu langkah dari kita. Apa ada yang lain?" tanyanya lagi.


"Dan sepertinya Ming Jiazhen berencana untuk pergi ke labirin spiritual."


"Labirin spiritual? Aku yakin si mata mata itu yang menghasutnya duluan." ujarnya. 'Apa Ming Jiajun berencana untuk menemuinya? Dia pasti ingin melakukan sesuatu. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mendapatkannya lebih dulu. Ming Jiazhen, kau harus menjadi boneka ku seperti dulu. Demi mendapatkan Black Forest!? Ha ha ha ha ha ha ha ha…' pikirnya, sembari menyeringai senang. Dia menegakkan tubuhnya dengan senyum licik diwajahnya, "Lang Tian!? Bai Zuan !? Kalian berdua kemarilah!?" tidak lama setelah itu kedua orang yang dipanggil langsung menuju pria paruh baya.


Maju dua orang pria. Satu bertubuh besar berotot dan yang satunya bertubuh kebanyakan pria pada umumnya Tenanglah dengan rambut merah terang.


"Kalian berdua, bawa Ming Jiazhen ke hadapanku hidup hidup. Aku yakin kekuatannya belum pulih sepenuhnya. Apa kalian mengerti?" tanya pria paruh baya itu yang mulai menunjukkan wajahnya. Dan sangat tidak disangka pria yang duduk di kursi kebesaran itu adalah Lao Yan.


"Baik, Master!?"


...***...


"Tidak." satu kata itu menjelaskan semuanya.


Memang Zhu'er tidak merepotkan dan dia sangat tenang. Tapi tetap saja, Yohan tidak terbiasa adanya orang lain. Dia terbiasa selalu sendiri, melakukan segala hal sendiri, dan selalu berjalan sendiri. Ketika ada orang lain yang tiba tiba ikut berjalan bersamanya, rasanya, terasa sangat aneh. Apalagi kalau yang mengikutinya itu gadis gila. Yah, dirinya memang tidak sadar diri.


Yohan mulai merasa bosan dengan kegiatan sehari hari yang tidak ada spesialnya. Ia ingin sesuatu yang menyenangkan terjadi. Sesuatu yang membuatnya senang dan berdebar. Bukannya melihat Zhu'er makan setiap harinya. Saat ia mengingat hal yang menyenangkan, ia malah mengingat ketika pembantaian keluarga Jiang terjadi. Saat itu banyak darah dimana mana. Banyak juga orang orang yang berlari ketakutan. Tanpa sadar ia menyeringai mengingat kejadian itu. Ya, ia ingin hal itu terjadi lagi.


Atau setidaknya ada orang kuat yang mengincar nyawanya. Ia ingin sesuatu yang menghibur. Seperti pertarungan yang mempertaruhkan nyawa, dirinya yang hampir sekarat, teriakan orang orang yang ketakutan, kekacauan. Memikirkannya saja sudah menyenangkan. 'Ngomong ngomong, kapan bahaya yang dikatakan Lin datang? Mereka pasti kuat 'kan? Kuharap begitu, aku tidak bisa menyakiti orang orang lemah, tapi setidaknya orang jahat yang kuat tidak apa apa, 'kan?' pikir Yohan senang sampai ia cekikikan sendiri.


Zhu'er yang melihat itu langsung berkata, "Apa. Kau. Mulai. Gila. Lagi?" tanyanya dengan ekspresi datar khas darinya.


Yohan langsung berhenti tertawa, "Siapa yang gila? Aku tidak gila_"

__ADS_1


"Kyaaa!?"


Teriakan seorang pelayan membuat Yohan terkejut. "Ada apa ribut sekali? Apa ada sesuatu yang terjadi di bawah?" ujarnya. Tapi bukankah kalau benar ada sesuatu yang terjadi, bukannya itu bagus? Ia jadi bisa menghilangkan kebosanannya. Yohan tersenyum senang, "Mereka datang!? Mereka datang!?" serunya kegirangan sembari bangun dari duduknya. "Ayo ke bawah sana!? Aku yakin ada sesuatu yang menyenangkan sedang terjadi." ujarnya sembari menarik tangan Zhu'er keluar kamar.


Sejujurnya Zhu'er kaget karena tiba tiba Yohan menarik tangannya. Karena biasanya pria ini selalu menggerutu ketika dirinya terus mengikutinya dari belakang.


Duar


Ledakan terjadi didepan pintu penginapan. Terdapat asap yang menghalangi rupa si pelaku. Ketika asap sudah hilang terlihat seorang pria besar tinggi dan berotot, matanya besar dengan kulit sawo mateng, tatapannya selalu tajam. Lalu muncul seorang lagi dibelakangnya. Dia tinggi dengan badan berisi, Rambutnya panjang tertata rapi, memiliki senyum jahat dengan tatapan licik.


"Dimana seseorang yang bernama Ming Jiazhen!? Katakan padaku!?" tanya pria berotot yang meraih kerah seorang pelanggan. Pria itu bernama Lang Tian.


"A a aku t tidak tahu Tuan!?" jawab pria itu ketakutan.


Brak


Lang Tian melempar si pelanggan ke sembarang arah. "KATAKAN PADAKU DIMANA MING JIAZHEN? BAWA DIA KE HADAPANKU SEKARANG ATAU KU HANCUNKAN BANGUNAN INI!?" teriaknya kencang kencang agar semua orang di penginapan mendengar suaranya.


Seorang pria dibelakangnya memegang pundak Lang Tian, "Tenanglah. Bukankah ada cara yang lebih mudah untuk menemukannya?" ujar Bai Zuan .


"Hm? Apa itu?"


Bai Zuan tersenyum tipis, "Kita bunuh saja semua orang disini, mudah 'kan?" ujarnya yang langsung berubah ke senyum lebar khas penjahat. Dia menjentikkan jarinya membuat pembatas dimensi. Terdapat sebuah pelindung dari luar yang tidak terlihat sama sekali. Pelindung itu membuat penginapan terlihat baik baik saja dari luar.


Yohan keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua. Melihat ke bawah apa yang sebenarnya terjadi. Dibawah sana dia melihat dua orang yang terlihat mengeluarkan aura intimidasi yang kuat. Ada beberapa yang bertarung melawan dua orang tersebut ada juga yang melarikan diri menyelamatkan diri mereka sendiri. Hanya dalam beberapa gerakan para penantang yang menantang dua orang tersebut terpental kalah.


"Hebaaatt!?" seru Yohan lantang. Karena suaranya itu, kedua orang yang mengacak acak kedai melihat ke arahnya.


"Siapa dia?" tanya Lang Tian heran. Normalnya orang orang akan merasa takut atau kesal melihat perbuatan mereka, tapi kenapa orang satu ini malah senang?

__ADS_1


Bai Zuan menggaruk tengkuk kepalanya melihat pria aneh yang tepuk bersorak senang melihat mereka. Dia juga merasa ada yang tidak beres dengan otak orang ini, "Entahlah, mungkin orang gila?" saut Bai Zuan asal asalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2