
Sekte Demonic
"Hari ini, kalian akan memasuki portal!? Usahakan sebisa mungkin mencapai inti bagian dalamnya!? Apa kalian mengerti?" ujar pemimpin Kultus Sekte Demonic, Zai Haolin.
"Kami mengetlrti pemimpin Sekte!?" lawab mereka lantang.
Di ujung terlihat Zai Wuyin yang melihat ayahnya. Entah kenapa setelah menceritakan informasi yang dia dapat dari sekte pengemis, ayahnya mengatakan, ''Liu Yohan? dari kota Chifeng?'' Zai Haolin tampak berpikir keras. Setelah berhenti pada jawaban yang dia cari matanya langsung melebar, "Ugh, lupakan saja. Lagipula reputasi kita sudah buruk bahkan tanpa rumor buruk dari mereka." ujarnya sembari mengibas ngibaskan tangannya. Setelah itu Zai Wuyin jadi curiga ada sesuatu yang disembunyikan pemimpin Sekte darinya. Bila Ayahnya tidak ingin memberitahunya, dia hanya harus mencaritahu sendiri kebenarannya.
Xu Lau Yi
"Hari ini kalian harus mencapai inti bagian dalam Labirin Spiritual!? Dan dapatkan Spirit Lotus, harta para naga. Jika kalian berhasil mendapatkannya, aku berjanji akan memberikan posisi wakil ketua bagi siapa yang mendapatkan Spirit Lotus!?" ujar Lao Yan. Diikuti dengan sorakan dari para pengikutnya. Dia melirik Lao Yunzi memberikan kode agar tidak lupa dengan tujuannya.
Lao Yunzi hanya mengangguk pelan sebagai balasannya. 'Haah yang benar saja, d****ia benar benar memanfaatkan anaknya sendiri untuk mencapai tujuannya.' pikirnya. Setelah dipikir pikir, Lao Yunzi hanya pernah melihat Ming Jiazhen sekali ketika pria itu memutuskan untuk bergabung dengan Xu Lau Yi. Saat itu dirinya masih kecil jadi tidak begitu ingat bagaimana wajahnya. Tapi menurut kabarnya wajah pria itu masih sama ketika masih muda.
Istana Kekaisaran
Puk Puk Puk
Kaisar Qi menepuk nepuk pundak anak ketiganya, "Saat kau berada didalam Labirin jangan bersikap sombong, apa kau mengerti? Disana pasti akan ada banyak kultivator kulrivator terkenal dan tersembunyi yang akan memasuki Labirin Spiritual. Melihat ranahmu yang sekarang kau hanya kutu yang bisa dibunuh dengan mudah oleh mereka." ujar Kaisar Qi.
Qi Tianwen memutas bola matanya, ia merasa muak dengan perhatian yang tidak biasa ini. "Siapa juga yang ingin membunuh Pangeran dari Kekaisaran sebesar ini." ujar Qi Tianwen sembari melipat tangannya.
"Dasar bodoh!? Meskipun anak anak dari keluarga besar tidak berani menyentuhmu masih ada Kultus Demonic dan penjahat lainnya. Bahkan keluarga Jiang saja bisa dibunuh dengan mudah oleh mereka. Karena itu jangan gegabah jika kau berhadapan dengan orang orang dari Kultus." sentak Kaisar Qi.
"Ya ya," jawab Qi Tianwen malas.
"Sekarang pergilah, anak anak perwakilan dari keluarga besar pasti sudah lama sampai."
Qi Tianwen memberi hormat kemudian berjalan menjauh. Kaisar Qi menatap kepergian Qi Tianwen.
Terdengar suara langkah kaki mmendekat dari belakang, "Aku tidak tahu kalau Yang Mulia adalah orang yang sayang anak." ujar seseorang yang datang dari belakang.
Dengan sikap dan sifat Qi Tianwen, dia mungkin tidak akan bertahan lama berada di labirin siritual. Awalnya Qi Tianwen tidak diikut sertakan mengikuti keikutsertaan ke Labirin Spiritual. Akan tetapi dia sepertinya ingin menunjukkan kebolehannya didepan putri dari keluar Xiu yang juga mengikuti perjalanan. "Lagipula dia akan segera mati. Jadi tidak ada salahnya memberinya sedikit perhatian." ujarnya dingin.
"W waah, anda sangat kejam." ujar pria itu sedikit takut mendengarnya. Pantas saja dia merasa aneh, seseorang yang biasanya berlaku dingin tiba tiba berlaku baik. Meskipun dirinya tidak pantas disebut baik.
"Bagaimana denganmu, Kepala Keluarga Mo? Kau juga pasti melakukan apa yang kulakukan." ujarnya sembari berbalik ke belakang. Terlihat seorang pria tinggi tegap dengan jenggot dan kumis yang belum tumbuh panjang, Mo Moro.
"Tentu saja, Yang Mulia." ujarnya sembari tersenyum miring. 'Setidaknya aku tidak memberikan perlakuan palsu pada anakku.' Lanjutnya dalam hati. Dia tahu tujuan sebenarnya dari Kaisar Qi. Kaisar adalah seseorang yang serakah. Dia tidak akan ragu mengorbankan anaknya demi mendapatkan apa yang diinginkan. 'Dia pasti diam diam mengirim bawahan kepercayaannya untuk mendapatkan Spirit Lotus. Dasar rubah licik. Tapi apa kau pikir aku tidak melakukan apa yang kau lakukan?' pikirnya sembari menatap licik Kaisar Qi. "Kalau begitu saya pamit untuk mengurus sesuatu." ujarnya sembari memberi salam.
...***...
Gunung Wujia
__ADS_1
Gunung Wujia terletak diantara perbatasan Kekaisaran Qi dan Kekaisaran Tang. Ada ratusan kultivator pendatang dari berbagai belahan dunia yang datang ke tempat itu hari ini. Sebab tempat itu adalah tempat terbukanya portal menuju Labirin Spiritual. Portal akan terbuka di puncak gunung. Karena itu ada banyak orang yang menunggu di puncak Gunung Wujia.
"Kapan portalnya akan terbuka?" tanya seorang wanita berparas cantik dengan bibir merahnya. Dia terlihat bosan menunggu.
"Sepuluh menit lagi saat matahari berada tepat diatas kepala." jawab seorang pria berpakain hanfu biru.
Qi Tianwen tiba tiba merangkul wanita itu dari belakang, "Xiyun'er!? Kau tidak perlu merasa bosan begitu. Ayo mengobrol denganku saja!" ujar Qi Tianwen sembari tersenyum genit.
Xiyun'er atau Xiu Xiyun adalah putri pertama keluarga Xiu. "Yang Mulia, anda datang tepat waktu. Xiyun'er sangat bosan menunggu disini~" rengeknya sembari membalas pelukan Qi Tianwen. Terlihat Qi Tianwen yang tersenyum senang dengan tatapan mesum serta wajah merahnya. 'Menjijikan, lihat wajahnya yang berpikir mesum itu! Kalau saja kau bukan pangeran, aku pasti sudah menonjok wajahmu baj*ngan!?' pikirnya sembari tersenyum manis dengan tatapan yang diimut imutkan.
Qi Tianwen langsung senang bukan main. Tidak sia sia dia bersikeras untuk ikut dalam Labirin Spiritual. "Tentu saja Xiyun'er~ aku akan selalu berada di sisi mu~" balasnya tambah girang.
Di tempat lain seseorang yang melihat tingkah mereka berdua merasa geli melihatnya. Dirinya tidak tahu kalau bercinta bisa dilakukan dimanapun.
"Kau sedang melihat apa pemimpin muda?" tanya seorang bawahan dari kubu yang sama.
"Orang orang dari kekaisaran selalu membuatku jijik." jawabnya sarkas.
"Ha ha ha mereka selalu dipenuhi cinta, ya?"
"Mereka tidak lebih dari orang orang munafik." ujarnya makin sarkas.
Waktu terbukanya portal hanya tinggal lima detik lagi. Sontak orang orang yang bersemangat menghitung mundur angka lima sampai satu.
EMPAT…
TIGA…
DUA…
SATU!?"
DUARR
Bukannya bahagia portal terbuka, mereka malah dikejutkan dengan jatuhnya seseorang dari atas. Wajah mereka yang awalnya senang seketika berubah kaget dengan mulut menganga. Dari arah jatuhnya 'sessuatu' itu tampak seseorang yang berdiri sambil memegangi pinggangnya.
"LIUU YOOHAANNN!?" teriak seseorang dari langit.
Beberapa orang yang mendengar nama itu langsung memperhatika pria yang baru saja jatuh.
Pria itu langsung mundur ketakutan ketika orang itu mmenghampirinya dengan marah.
"Kemari kau dasar orang gila!?" sentaknya yang sudah mendarat di tanah.
__ADS_1
"A aku tidak sengaja melakukannya!?" jawab Yohan ketakutan. Dirinya harus segera kabur dari Yin Fan yang sedang sangat marah. Matanya langsung tertuju pada pusaran biru yang mirip portal. "Aku minta maaf!?" teriak sambil berlari masuk ke dalam.
"Kau pikir semuanya selesai dengan minta maaf!?" Yin Fan berhenti bicara ketika dirinya sadar mereka ada dimana. "Sialan," gerutunya pelan. Mereka jadi tontonan. Yin Fan segera masuk ke dalam portal. Tidak lama tiga bayangan dengan cepat juga memasuki portal.
Seseorang yang sadar mereka juga harus mesuk mengingatkan yang lain. "K kita juga harus_" tapi tidak perlu diperingatkan orang orang itu sudah masuk lebih dulu. "Ah, sudahlah." ujarnya ikut masuk juga.
...***...
Yohan berkeliling melihat kesana kemari gurun yang terlihat. Sejujurnya ia ingin pertanyaannya ini terjawab, "Apa benar ini Labirin?" tanyanya bingung. Dimana mana hanya ada pasir dengan matahari yang terik. Sama sekali tidak ada dinding yang menjadi ciri ciri labirin. Tapi ia ingat dengan yang dikatakan Yin Fan.
"Didalam labirin tidak akan terlihat seperti labirin. Meskipun namanya labirin tapi disana lebih terlihat seperti alam liar. Pada bagian pertama akan ada lima lapisan, begitu juga dengan bagian kedua dan inti. Jadi usahakan sebisa mungkin untuk mencari dinding raksasa dan mengikuti sampai mencapai ujungnya, MENGERTI?!" jelasnya sambil menunjuk Yohan dengan mata melotot.
Jadi begitulah ingatnya tentang penjelasan Yin Fan. "Cari dinding raksasa~ ikuti ujungnya~ Cari dinding raksasa~ ikuti ujungnya~ Cari dinding raksasa~ ikuti ujungnya~" ia terus mengulang ulang ucapannya agar selalu ingat. Yohan sudah melatih Qinggong'nya agar bisa bergerak lebih leluasa dan cepat. Qinggong adalah teknik langkah kaki yang tinggi dan ringan. Semakin baik Qinggong dilatih semakin tinggi dan ringan lompatan kaki.
Dari kejauhan terlihat sesuatu yang sangat menyilaukan. Karena itu menarik perhatian, Yohan mendekat lebih cepat untuk melihatnya. Ternyata sebuah bunga berwarna silver sempurna dari atas sampai bawah. "Pantas saja silau seperti aku." ujarnya, yang narsis.
Benda semenarik ini ditengah tengah gurun pasir, pasti memiliki nilai yang besar. Sayang sekali saat mata pelajaran tanaman spirit ia malah tidur. "Sudahlah, ambil saja." ujarnya sembari mencabut bunga tersenut sampai ke akarnya.
GRAAA
Tiba tiba monster kelabang muncul dibelakangnya. Monster yang besar dan beracun.
Jrat
Dengan sangat mudah Yohan mencabik cabik monster itu dengan teknik rantainya bahkan tanpa melihat ke belakang. Ia mengendalikan rantai dengan sangat ahli. "Sekarang ayo lanjut!?" ujarnya setelah menyimpan bunga silver ke cincin penyimpanan. Yohan kembali melanjutkan perjalanannya. Dirinya ingat kalau ia mudah tersesat. Karena itu ia hanya akan berjalan lurus saja. Ia sudah sering dimarahi oleh mereka satu persatu. Ah, kecuali Zhu'er.
Dia wanita yang aneh. Yohan sudah sering sengaja membuatnya kesal, jengkel, marah atau melakukan sesuatu yang dibenci gadis itu. Tapi dia sama sekali tidak terlihat marah dan hanya merespon datar. Acuh tak acuh seakan bukan apa apa. Sikapnya yang seperti itu semakin membuat Yohan yakin bahwa pernyataan cintanya hanya omong kosong. Dia pasti memiliki tujuan lain, yang Yohan harus cari tahu.
Duar
Suara ledakan tersebut membuatnya berhenti. Belum lama ia memikirkan tentang Zhu'er dan wanita itu sudah ada didepannya telah membunuh seekor kelabang raksasa. "Hah, yang benar saja. Kenapa dia ada dimana mana?" tanyanya pada diri sendiri. Dia berniat untuk mundur menghindari Zhu'er. Meskipun dia penunjuk arah terbaik yang pernah ia temukan tapi, "Selamat tinggal penunjuk arahku!?" ujarnya mengucapkan salam perpisahan.
Hwik
Zhu'er langsung menengok ketika ada bau bau Yohan disekitar sini. Dan benar saja, pria itu ada tak jauh darinya. Senyum seram yang tidak cocok diwajahnya tercetak. Dia langsung melesat menghampori Yohan.
Tepat ketika berbalik, Yohan melihat Zhu'er didepannya. "Kau?!"
Wanita itu mengangkat tangan kanannya dengan wajah datar. Dia paati akan menyapa dengan suara yang halus bernada datar. Seperti yang biasa dia lakukan setiap pagi bahkan setiap waktu.
"Hallo!?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1