Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 55. Pondok tua flower garden


__ADS_3

Tok tok tok


"Ah, baik~ baik~ akan kubukakan~" saut seorang perempuan bertubuh indah berambut pirang dan memiliki ekor rubah diatas pinggulnya.


Krieet


Saat pintu dibuka terlihat seorang gadis bercadar merah sedang menggendong seorang pria dipunggungnya. Mata gadis itu tampak kaget melihat siapa sosok yang membukakan pintu. Tapi segera dia menetralkan kekagetannya. "Bisakah kau menolong kami? Kumohon!?" pintanya sangat.


Gadis bertelinga rubah itu menatap wanita bercadar dan pria yang digendongnya. "Tentu~ tentu~ mana boleh aku tidak menolongmu~ mari mari~ masuk kedalam pondok kecil kami!?" ujarnya penuh keramah tamahan dengan dilengkapi senyum ramah juga. Dia mempersilahkan Lao Yunzi masuk kedalam pondok kayu yang tampak tua dimakan usia.


Namun aneh bin ajaib semua yang ada didalamnya terlihat baru dan berkilau. Lao Yunzi bahkan seperti teraihir melihat kedalam pondok kecil ini gang ternyata sangat luas didalamnya. Ada banyak makhluk makhluk aneh mengobrol. Seperti kucing hitam berukuran macan dan memiliki dua ekor sedang makan ikan besar dilantai, Manusia bertanduk rusa sedang mengobrol dengan manusia harimau di meja tengah. Ada lagi manusia yang bertingkah seperti serigala, dia bahkan ber 'Aauuu' diatas meja. Melolong seperti raja serigala dengan kawanannya diatas tepi jurang.


"Diamlah dasar gila!? Sssshhh!?" ujar seseorang sembari berdesis. Orang itu seluruh tubuhnya berwarna biru dengan ular di lehernya.


"Grrr, diam lah ular! Aku sedang menunjukan kegagahanku pada calon betina-ku." ujar manusia serigala itu sewot. Dia kemudian melirik nona rubah disebelah Lao Yunzi. Lalu dengan bangganya dia tersenyum menebar pesona kegagahan sang raja serigala. Dia bahkan mengedipkan satu matanya untuk nona rubah.


Lao Yunzi hanya bisa melongo dengan keanehan ditempat ini. Tidak ada satupun yang normal ditempat ini sama halnya dengan pria digendongannya.


"Mari nona, biar aku antar ke kamar tamu." ujar nona rubah memecah keheranan Lao Yunzi. Dia berjalan mendahului Lao Yunzi sebagai pengarah jalan. Saat berjalan ekornya meliak liuk seperti sedang bermain.


Disamping itu dirinya masih tidak bisa untuk tidak melihat keunikan lain ditempat ini. Dia melihat lihat semua orang dengan mata bulat nya. Bukan karena dia baru pertama kali melihat hal hal seperti ini. Tapi Lao Yunzi heran dengan orang orang itu yang berasal dari berbagai ras dan klan namun tidak ada satupun yang berseteru. Seperti manusia bertanduk rusa yang berasa dari klan Rusa emas bisa mengobrol santai dengan seseorang yang berasal dari klan siluman harimau. Dan fakta sebenarnya adalah klan mereka saling bermusuhan. Itulah mengapa Lak Yunzi kagum dengan keakraban mereka ditempat ini.


"Menarik, bukan?!" ujar nona rubah didepan Lao Yunzi. Dia membuka pembicaraan yang mana Lao Yunzi sendiri canggung untuk memulai. "Semua orang dipondok ini menjadi teman, tapi saat diluar mereka akan kembali menjadi musuh." sambungnya.


"Kenapa mereka tidak bertarung ketika bertemu?" tanya Lai Yunzi.


"Itu karena ketika mereka memulai pertarungan akan ada hukuman pada mereka yang melanggar atau membuat kegaduhan didalam pondok. Jadi mau tidak mau mereka harus bersosialisasi didalam pondok ini. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka melupakan permusuhan dan menjadi teman." ujar nona rubah panjang lebar.


Sekakang dirinya mengerti mengapa semua orang disini sangat akrab. Yah, itu juga bagus. Setidaknya Lao Yunzi tidak perlu khawatir akan adanya musuh di tempat ini. Semua yang ada disini menarik. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah seseorang yang sedang menyeruput tehnya di lantai dua. Dia seseorang yang sangat anggun tidak seperti orang orang aneh yang ada dibawah.


Mata pria itu berwarna biru terang dengan garis lurus ditengahnya, memiliki dua tanduk bercabang empat di kepalanya, kulitnya berwarna putih sedikit biru langit, rambutnya panjang berwarna biru langit, dan ada beberapa sisik di tangannya. Mungkin Lao Yunzi terlalu lama menatapnya hingga pria iyu juga menatapnya balik. Tidak, Lao Yunzi keliru. Yang ditatapnya adalah pria yang ada di gendongannya. Dia merasakan perasaan tidak enak. "Apa kamarnya masih jauh?" tanyanya.


"Oh, kita sudah sampai~ Panggil saja aku jika ada keperluan lainnya. Kau bisa mengatakan 'dimana nona Ximei?' kepada semua orang dan aku akan datang~ " ujar nona rubah yang ternyata bernama Ximei.


"Ehm, ya, terima kasih banyak nona Ximei." ujar Lao Yunzi.


Nona Ximei masih berada ditempatnya. Dia tersenyum ramah pada Lao Yunzi tapi mata sipitnya melirik ke arah Yohan. "Nona Ximei, apa ada yang lain?" tanya Lao Yunzi ingin segera cepat cepat masuk kamar.


"Tidak~ tidak ada~ kalau begitu aku pamit~" ujarnya masih dengan senyuman keramahannya. Nona Ximei akhirnya pergi.


'Aku pikir, bahkan perempuan dari klan siluman rubahpun terpikat pada pria ini.' pikir nya. Tanpa berlama lama dia memasuki kamar.


...***...


Perlahan, Yohan membuka matanya melihat cahaya lampu yang menyilau. Ia melihat keseluruh ruangan yang terlihat sederhana. Tidak ada siapa siapa disini jadi ia tidak bisa bertanya ada dimana dirinya saat ini.

__ADS_1


deg


Tiba tiba saja jantungnya terasa sakit. Yohan memegangi dadanya yang terasa sesak dan sakit.


Krieet


Pintu terbuka dan memperlihatkan Lao Yunzi memasuki ruangan. Ekspresi Yohan yang awalnya kesakitan secepat kilat berubah menjadi datar. Dia bangun dari duduknya dan menatap Lao Yunzi dihadapannya. "Kau…"


"Tunggu tunggu, aku tahu apa yang ingin kau katakan!? Tapi kumohon dengarkan aku!?" ujarnya dengan cepat menahan kata kata yang akan diucapkan Yohan.


Yohan mengernyit pelan. Ia menyilangkan tangannya dan tersenyum miring, "Baiklah, cepat jelaskan semuanya!?"


"Nama asliku adalah Lao Yunzi dan aku berasal dari Xu Lau Yi." ujar Lao Yunzi pelan pelan memulai dari awal perkenalan.


"Aku sudah tahu."


"Aku… " Lao Yunzi terlihat ragu ragu mengatakan tujuannya. Rasanya sedikit memalukan mengatakan misi yang diberikan ayahnya yang gila. "Ketua… ketua Xu Lau Yi memberiku misi untuk_"


"Jika kau tidak ingin mengatakannya tak apa. Dan, maaf sudah menyerangmu tiba tiba." ujar Yohan dengan senyum ramah diwajahnya.


"Maaf?"


"Ya, maaf. Apa kau tidak pernah mendengar kata maaf?"


"Tidak, maksudku bukan begitu. Tapi…"


Tiba tiba seseorang membuka pintu secara paksa. Orabg itu adalah seseorang dari ras naga yang minum teh di lantai dua. "Kau…"


Belum selesai bicara tiba tiba Yohan menarik kasar Lao Yunzi dan menodongkan belati ke lehernya. Jarak mereka dekat, hingga terdengar nafas yang tersengal sengal dari Yohan. 'Dia kehabisan nafas? Kalau dilihat lagi juga wajahnya sangat pucat.'


"Apa yang kau lihat?" tanya Yohan dengan nada yang dingin dan mata yang tajam.


Lao Yunzi langsung terperanjat kaget melihat perubahan pria ini yang mendadak. "Tunggu, sebenarnya ada apa denganmu?" tanyanya kebingungan dengan sikap pria ini yang asli.


"Lepaskan dia!? Apa kau akan bersembunyi di balik wanita?" tanya pria itu.


Yohan menyeringai sambil berdiri, "Apa itu sebuah provokasi?"


"Kau!?"


Belum selesai bicara Yohan melempar Lao Yunzi ke pria itu sebagai pengalihan. Dirinya sendiri melancarkan serangan lain dengan energi hitam di tangannya.


Dengan cepat pria itu melempar Lao Yunzi ke tempat lain. Dan segera menyiapkan sebuah tameng es.


Kreeet

__ADS_1


Serangan mereka tidak sampai bersentuhan, sebuah akar hijau tua besar mengikat keduanya agar saling menjauh. Tidak hanya itu, kedua tangan mereka juga di tahan oleh akar hijau yang lain.


Lao Yunzi yang terpelanting sana sini segera berdiri sembari memegangi pinggangnya. Dia menatal kesal Yohan. Beraninya pria brengsek itu berbuat kejam padanya. "Kau!? Dasar baj*ngan!? Beraninya kau menipuku!?" sentaknya.


Sedangkan Yohan melihat malas wanita itu, Bukankah sebelumnya aku sudah minta maaf?" tanyanya.


"Apa? Apa maksudmu…"


Yohan tersenyum jahil. Sebelum pria naga es itu datang dirinya memang sudah meminta maaf pada Lao Yunzi, untuk menggunakan wanita itu sebagai sandra sementara.


"Dasar… baj*ngan!?" Lao Yunzi mengepalkan kedua tangannya erat. Tak disangkanya permintaan maaf yang dirinya terima adalah untuk menjadikan dirinya sandra.


"Apa kalian sudah selesai berbincang? Kalau begitu aku akan bicara. Aku Moyu, pemilik pondok ini. Sekarang jika kalian sudah tenang…"


"Apa apaan akar besar menjijikan ini?"


"Hebaat!? Aku bisa terangkat ke atas tanpa menggunakan qinggong!?"


"Hei baj*ngan!? Apa kau mendengarkanku? Hei!?"


Mereka bertiga ribut sendiri sendiri. Membuat Moyu harus bersiap siap. Dirinya menarik nafas dalam dalam. Terlihat orang orang yang ada di luar menutup telinga mereka.


"DDDDDIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAMMMMMMMMMM!?" suara Moyu melengking hingga membuat pot bunga pecah.


Setelah suara yang seperti petir di siang bolong tersebut, semua orang diam tanpa suara. Bahkan gerakan mereka pun terhenti.


"Fiuhh, terima kasih sudah mendengarkanku." ujar seorang lelaki bertelinga rubah putih, dan memiliki tujuh ekor. Dan dia sepertinya tuan besar di pondok ini. "Akan kuperkenalkan diriku sekali lagi, namaku adalah Moyu, tuan dari pondok flower garden!?"


...***...


Wussh


Keluar seseorang dari lubang dimensi yang diciptakan si kembar Tona. Maksudnya anak anak dari ras naga. Tapi meskipun bentuk mereka anak anak, usia mereka sudah seratus tahun. Hanya tinggal menunggu hari kedewasaan tumbuh menjadi naga dewasa. Si kakak yang berambut panjang bernama Tona Lan, dan si adik yang berambut pendek bernama Tona Lin. "Disini disini!? Disini flower garden!?" seru mereka bersamaan.


"Sekarang lepaskan ikatan kami!?" teriak si kakak Tona Lan.


"Benar, kau harus menepati janjimu gadis kecil!?" seru Tona Lin.


Tubuh mereka terikat tali serat serat rambut rubah merah . Dan yang memegang ujung nya adalab Zhu'er. Dia memegang mereka sudah seperti mengajak hewan peliharaan jalan jalan. "Nanti." jawab Zhu'er enteng.


Kedua kakak adik itu langsung melotot marah.


"Aagghh!? Aku mau lepas!? Aku mau lepas!?" teriaak Tona Lan.


Melihat kakaknya berteriak Tona Lin juga ikut berteriak, "Aagghh!? Aku mau lepas!? Aku mau lepas!?"

__ADS_1


"Diam!?" bentak Zhu'er langsung membuat mereka diam. Setelah dirasa sudah tenang, Zhu'er menarik tali kekang berjalan memasuki flower garden. Sedangkan si kembar itu hanya bisa diseret seret mengikuti Zhu'er dengan wajah cemberut masam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2