Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 56.


__ADS_3

Setelah semuanya tenang, mereka duduk saling bersebelahan. Meskipun harus ribut lebih dulu akan terapi akhirnya semuanya sepakat untuk tidak melawan satu sama lain. "Nah, kalau begini kan enak. Tidak saling serang satu sama lain." ujar Moyu sembari melirik Yohan.


Karena tidak tahu harus merespon apa, Yohan hanya tersenyum ramah pada Moyu.


"Jadi, apa masalah kalian? Aku janji tidak akan mengatakannya pada siapapun." ujar Moyu. Di ruangan itu sekarang hanya ada mereka berempat, Moyu, Yohan, Lao Yunzi dan satu lagi pria naga es. Ruangan mereka adalah ruangan Yohan dengan tata letak dan kerusakan yang kembali seperti semula. "Bagaimana jika diawali dengan… " Moyu mensurvey dengan jari telunjuknya siapa yang duluan akan menjelaskan. "Kau!?" pria itu menunjuk Yohan.


Pemuda itu langsung angkat bicara, "Aku hanya membela diriku dari serangan pria es itu." ujar Yohan.


"Hanya itu? Bagaimana denganmu tuan?" tanya Moyu pada pemuda lain dari ras naga.


Pria itu melirik Yohan dari atas sampai bawah. Dia terlihat ragu untuk mengatakan alasannya menyerang Yohan. "Aku merasakan kalau, dia akan berubah menjadi naga dewasa. Jadi aku ke kemari untuk menghentikan amukannya." jawab pria itu membuat kedua orang itu kaget.


Yohan membulatkan matanya mendengar alasan pria itu. Dirinya manusia, mana mungkin bisa menjadi naga. "Apa_"


"Waaaahh!?"


"Tolooong!?"


Terdengar lagi suara keributan dari bawah. Kali ini lebih terdengar seperti ada anjing gila yang mengamuk.


plak


Moyu menepuk jidadnya sendiri, dia terlihat pusing karena hari ini ada banyak orang orang yang membuat keributan di pondoknya. "Haih, kenapa kalian suka sekali membuat keribut hari ini." ujarnya. Dia keluar kamar untuk mengecek siapa kali ini yang membuat keributan.

__ADS_1


Beberapa lama dia keluar, dia kembali masuk ke dalam dengan membawa pembuat rusuh. "Kalian, duduk disana!?" tunjuk Moyu di samping Yohan.


Saat pembuat rusuh itu keluar dari balik Moyu, terlihat tiga orang yang keluar. Dan salah satu dari mereka sangat dikenal Yohan. Orang itu tak lain adalah Zhu'er. Matanya juga terbelalak melihat Yohan dengan pakaian setengah telanjang terikat akar hijau. Tangannya terangkat dan dia mengatakan, "Hallo!?" senyum lembut terukir diwajahnya.


"Heh…" rasanya sangat dejavu. "Hallo." balasnya.


Lao Yunzi yang sedari tadi memperhatikan mereka merasa sedikit tidak nyaman. 'Apasih,' pikirnya kesal.


"Kau!?" teriak si kembar. Mereka menunjuk Yohan bersamaan.


"Ya?" Yohan tak mengerti kenapa dirinya ditunjuk oleh dua orang anak bertanduk.


"Siapa namamu?" tanya Tona Lan.


"Katakan pada kami!?" tanya mereka berdua. Keduanya mendekat pada Yohan seperti seorang wartawan.


Yohan memperhatikan fisik mereka, 'Tanduk bercabang, sisik, mata yang aneh, itu sama seperti pria es itu. Artinya dua orang ini berasal dari ras naga? Kenapa mereka mencariku? Apa alasannya juga sama dengan pria itu? Alasan yang tidak masuk akal itu?' pikir Yohan. Nafasnya semkin terasa berat, tubuhnya juga terasa panas. Dan entah kenapa hari ini emosinya mudah memuncak.


Pria es di samping Lao Yunzi terus memperhatikan Yohan yang terus terusan mengambil nafas. Dengan keringat yang terus mengalir. 'Ini, hampir waktunya dia berubah menjadi half dragon. Tapi hebat juga masih bisa bertahan selama ini.' pikir pria itu.


"Ada apa kalian menanyakan nama pria itu?" tanya pria naga es.


Si kembar langsung memutar kepalanya menengok ke prianaga es, "Whaa!? Kakak Lu!?" kaget mereka bersamaan.

__ADS_1


"Kenapa kakak bisa disini?"


"Apa kakak sedang menjalankan misi mencari dia juga?"


Pertanyaan mereka lama lama mengerah pada Yohan.


Moyu mengelus elus salah satu ekornya, dia heran mengapa setia orang yang membuat masalah sepertinya selalu tertuju pada , pria bernam Yohan ini. Ada apa sebenarnya denganpemuda ini? Kenapa dia menjadi pusat masalah hari ini. 'Ada apa ini? Kenapa semua orang mencari pemuda itu? Tunggu, aku seperti mengenal wajahnya. Dimana ya aku pernah melihatnya?' Moyu seperti sedang memikirkan ingatan ingatan lama yang sudah lama dia lupakan. Tiba tiba dia teringat dengan seorang anak kecil menggemaskan yang pernah menggigit ekornya dulu sekali. "Hah…ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Moyu tertawa ukup keras hingga bisa terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"Kenapa dia?" tanya Tona Lan.


"Gila." jawab Zhu'er asal.


"Benarkah?" tanya Tona Lin.


"Benar." jawab Zhu'er lagi, sok tahu.


Setelah selesai tertawa, Moyu mendatangi Yohan dan memperlihatkan salah satu ekornya yang berbekas luka, "Bocah,apa kau ingat ini?" tanyanya.


Yohan menatap jengkel ekor Moyu. Mana tahu ia tentang ekor. "Ekormu terluka?" tanyanya.


Moyu tidak menjawab Yohan. Dia hanya tersenyum ramah, "Tidak, bukan apa apa."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2