Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 44. Mencari tahu tentang wanita misterius


__ADS_3

Liu Yohan masih berlatih didalam laut. Seminggu telah berlalu didalam dunia pedang. Jika di dunia luar mungkin sudah dua jam berlalu. Seiring berjalannya waktu ia berlatih, Yohan melupakan ketakutannya karena sibuk menghitung dan mengendalikan Qi di tubuhnya. Ia melirik sekelilingnya yang dikelilingi ratusan roh jahat. Mereka tidak berani mendekat tapi pemuda itu menarik perhatian mereka.


"Bukankah dia pria waktu itu?"


"Bau nya enak."


"Sudah lama aku tidak mencium bau roh yang seenak ini."


"Aku ingin memakannya!?"


Satu roh jahat mendekat ke arah Yohan. Seperti yang dia katakan, dia ingin memakan roh pria itu. Seketika mata pria itu berubah ke bentuk aslinya. Ia melirik roh jahat tersebut. Seketika roh itu termakan oleh api biru.


"Aakkh!?"


"!?"


"Itu api biru!?"


"Api biru!?"


"Siapa manusia itu sebenarnya?"


Yohan berdecak mendengar keributan mereka. 'Sebaiknya aku keluar, ini sudah batasku.' pikirnya. Ia menguatkan tengkuk kakinya dan melesat keluar dari dalam air.


DUARRR


"?!"


Keluarnya Yohan membuat kedua orang yang berjaga di atas perahu kaget dengan kemunculannya seperti roket.


Dubrak


Ia jatuh tepat di atas perahu kedua naga kembar itu. "Coukh!? Coukh!?" ia mengeluarkan air yang masih tersisa di tenggorokannya. Yohan melirik dua orang dengan tampang kaget mereka melihatnya. Ia tersenyum melihat mereka berdua, "Hallo~" sapanya dengan wajah memerah. Ketika keluar dari air suhu tubuhnya jadi naik.


"Hallo hallo mata'mu!? Eh? Mata'mu?" kagetnya Tuan Zhan dua kali. Dia terbelalak kaget melihat mata Yohan yang berubah jadi seperti ras naga. "Kenapa mata'mu berubah jadi seperti itu?"


Yohan memegang matanya, "A apa mata ku menyeramkan?" tanyanya panik karena mata aslinya ketahuan.


Kedua orang itu jadi bingung mengapa pria itu panik. "Tidak, maksud kami, kenapa mata'mu seperti kami?" tanya Tuan Shen.


"Oh, itu…" kalau Yohan perhatikan lagi matanya mirip dengan mereka berdua. Hanya warnanya saja yang berbeda. 'Itu berarti aku bukan satu satunya?' pikirnya senang. 'Eh, tapi bukannya mereka adalah ras naga? Bahkan bisa berubah menjadi naga. Sedangkan aku adalah manusia. Kalau begitu aku apa?' ia berpikir begitu lama membuat dua orang itu menunggu dengan bosan. Lalu dari belakang kedua orang itu Yohan melihat sesosok wanita dengan rambut tergerai panjang berwana hitam, memiliki bola mata emas dengan garis ditengahnya, dan dia mengenakan pakaian hitam yang terlihat kaya.


Wanita itu tersenyum lembut padanya. Tidak salah lagi, itu adalah wanita yang saat itu ia lihat di toko baju ketika Zhu'er mencoba pakaian barunya. "Kau_" serunya tidak jadi. Kedua orang didepannya menengok ke belakang namun tidak melihat apapun.


"Ada apa?" tanya mereka berdua dengan wajah bertanya tanya.


Seketika wanita itu menghilang seperti kabut. 'Lagi lagi aku berhalusinasi, tapi siapa wanita yang sering muncul itu?' pikirnya sembari mengambil gurita panggang didepannya, "Kau memiliki gurita yang enak, aku minta."


"Eeeh?"

__ADS_1


Yohan tidak ingin memikirkan siapa wanita yang kadang muncul itu. Perutnya sudah sangat lapar selama seminggu. Walaupun sekarang halusinasinya jadi tambah parah. 'Guritanya enak.'


"Dasar, ujung ujungnya dia meminta gurita kita!?"


...***...


Sudah dua jam mereka menunggu didepan pedang Yu Chang., Hanya demi menunggu kedatangan seseorang yang bisa menjelaskan kekacauan yang terjadi di lantai bawah. Meskipun ada seorang lagi yang tahu kejadiannya, tapi orang itu berbicara dengan bahasa yang sama sekali tidak bisa mereka pahami. Sembari mengisi waktu menunggu mereka yang membosankan, mereka bermain kartu di meja berkaki pendek.


Pemenang tetap yang sulit dikalahkan adalah seseorang yang tidak terduga duga, Zhu'er. Dan seseorang yang sering kalah dalam permainannya adalah Jingmi.


"Dasar nenek lampir!? Kau pasti curang'kan?!" tuduh Jingmi sembari menunjuk kesal Zhu'er. Dia tidak percaya selalu menjadi yang mengocok kartu.


Zhu'er memelototi bocah itu dengan tatapan tajamnya.


"T tidak, m maksudku kau sangat hebat bermain, ha ha ha…" ujarnya lagi langsung jadi ciut.


"Tapi, kapan orang gila itu keluar dari dimensi pedang?" tanya Yin Fan mulai bosan.


"Entahlah, kita mungkin perlu menunggu beberapa jam lagi untuk bertemu dengannya." ujar Shin.


"Tapi sungguh, siapa baj*ngan yang berani menyerang kemari? Berani sekali dia menyerang Yohan'ge!?" sewot Jingmi.


"Xu. Lau. Yi." jawab Zhu'er.


"!?" seketika Yin Fan dan Shin langsung terkesiap mendengar nama itu.


Yin Fan menatap Jingmi serius, "Xu Lau Yi adalah sebuah organisasi gelap yang sangat kejam di dunia hitam. Tapi kelompok mereka sangat kecil dan sulit ditemukan. Sehingga nama mereka tidak banyak yang mengetahuinya." jelas Yin Fan.


Shin juga ikut menjelaskan, "Selain itu, semua anggota mereka berada diatas ranah Yuzhou. Mungkin saja yang menyerang kemari adalah anggota terlemah mereka." jelasnya.


"Apa? bukannya lawan kita sangat kuat? Tapi, kenapa kak Zhu'er tetap tenang?" tanya Jingmi. Mereka seketika melihat Zhu'er yang dengan santainya memakan bakpao terakhir di piring.


"Entahlah, yang satu ini masih misterius." ujar Shin. Dia juga bingung, seberapa kuat Zhu'er sampai tidak panik ketika musuh mereka adalah Xu Lau Yi.


Yin Fan menhela nafas melihat Zhu'er yang masih santai meskipun bahaya didepannya. 'Yah, dia lebih kuat dari dugaan kalian.' pikir Yin Fan. Dia tahu betul cucu Chen Zinyu itu sangat kuat.


...***...


Sebuah perahu yang terdapat seorang pemuda diatasnya tengah berbaring menatap langit yang saat ini tengah berawan. Dirinya masih memikirkan dengan apa yang dikatakan kedua orang itu. "Ras campuran? Ha ha ba seperti dongeng saja." ujar nya merasa masih tidak percaya. Menurut apa yang dikatakan oleh mereka, ras campiran adalah dua individu yang beradal dari ras yang berbeda dan menjalin sebuah hubungan yang menciptakan individu lain.


Namun kemungkinan individu baru tercipta sangat tipis. Terutama pada hubungan Ras Naga dan sebuah klan yang bernama Klan Guaiwu. Klan Guaiwu adalah klan yang ada di pedalaman Black Forest. Keduanya tidak memiliki hubungan yang bagus. Bisa dibilang saling bermusuhan. Kalaupun ada dari kedua kubu tersebut saling mencintai dan memiliki anak, maka anak itu tidak akan pernah bisa lahir dengan keadaan hidup. Kemungkinan selamatnya adalah 0.001%.


Akan tetapi ada beberapa kasus bayi yang terlahir dari kedua kubu tersebut hidup. Namun biasanya hanya bertahan beberapa jam dan paling lama beberapa hari. "Heh, tidak mungkin alu ras campiran., Kalau iya mungkin aku sudah katin" ujarnya kembali meyakinkan dirinya sendiri. Ia memejamkan matanya jadi teringat dengan sebuah ingatan aneh tentang seorang wanita dengan bayinya yang dingin. Seketika ia langsung membuka matanya, 'Tapi bagaimana kalau mungkin? Bagaimana jika wanita yang selama ini kulihat adalah… tidak mungkin, tidak mungkin!? Tidak mungkin seperti itu, kan? aku yakin itu hanya khayalanku seperti biasanya.' pikirnya.


Liu Yohan bangun dari tidurnya dengan keyakinan mencari sesuatu, "Tapi, mencari tahu siapa wanita itu kurasa akan berguna." Yohan bangun dan melesat terbang ke atas sebuah bongkahan daratan yang melayang. Ia melihat dua naga itu dengan bermain kartu dengan serius. "Apa kalian memiliki kertas dan tinta dan kuasnya?"


"Tidak~" jawab mereka bersamaan.


Yohan keluar dari dimensi pedang karena jawaban mereka berdua.

__ADS_1


Ketika sudah keluar dirinya segera mencari kertas juga tinta serta kuas.


"Oh? Kau sudah kemba_"


"Nanti!?" potongnya, setelah mendapatkan apa yang ia inginkan dirinya kembali ke dimensi pedang.


"Apa aku baru saja diabaikan?" tanya Yin Fan.


Yohan kembali menghampiri mereka berdua yang masih bermain kartu. Ia menggambar wanita yang selama ini ia lihat. Untungnya ia memiliki tangan yang terampil hingga gambar yang di lukis tampak sama dengan yang aslinya. Setelah selesai ia tersenyum senang, ia rasa jika dirinya menjadi pelukis maka lukisannya akan laku keras. "Apa kalian pernah melihat wanita ini?" tanyanya pada mereka berdua.


Kedua orang itu melihat malas Yohan, "Bisa tidak kau tidak mengganggu kalu sedetik saja?" ujar Tuan Zhan.


"Lihat dulu!?" paksa Yohan.


"Memangnya apa yang ingin kau kami lihat?"


Mereka berdua melihat lukisan Yohan dengan benar sekarang. "Dia, sepertinya aku kenal."


"Benarkah?" tanya Yohan girang.


"Benar, ini terasa pamiliar tapi aku tidak ingat pernah melihatnya dimana."


"Coba ingat ingat lagi!?" bujuk Yohan. Ia ingin segera tahu siapa wanita ini sebenarnya.


Ketika kedua orang itu sedang berpikir salah satu dari mereka ingat, "Oh aku ingat!? Dia adalah gadis kecil yang menyedihkan itu!?" ujar Tuan Shen.


Yohan sedang ada yang ingat, tapi apa apaan kata menyedihkan itu? Mereka tidak salah ingat, kan? "Apa maksudmu menyedihkan?" tanya Yohan.


"Oh, aku juga ingat. Dia adalah gadis kecil yang di jauhi ras naga karena kepribadiannya yang aneh."


"Ya, mereka bilang gadis itu sering berbicara sendiri didekat perbatasan dunia bawah."


"Belum lagi dia sering berinteraksi dengan seseorang dari Klan Guaiwu. Kau tahu, hubungan kami dengan klan itu tidak baik dan sering kali menimbulkan perang. Jadi kebanyakan dari kami tidak menyukai orang orang dari klan itu."


Ini mulai menarik untuknya, "Bukankah Klan Guaiwu itu adalah klan yang ada di Black Forest dan Ras Naga ada di dunia atas? Bagaimana caranya gadis itu berinteraksi?"


"Bukan gadis itu yang menghubungi cec*nguk dari Black Forest, tapi cec*nguk itu yang membuat portal menuju dunia atas. Kau tahulah~ cinta masa muda~"


"Kau bilang gadis itu sering bicara sendiri di perbatasan dunia bawah, jadi apa di dunia atas juga ada dunia bawah?"


"Sederhananya setiap dunia memiliki masing masing pintu menuju dunia lain. Seperti halnya di dunia tengah, bukankah disini juga ada pintu menuju dunia atas dan dunia bawah? Begitu juga dunia atas yang memiliki pintu menuju dunia tengah dan dunia bawah. Dan dunia bawah yang memiliki pintu dunia atas dan dunia tengah. Tapi siapa juga yang ingin ke dunia bawah, di sana kotor, bau dan juga dipenuhi gas beracun. Tidak akan ada makhluk hidup yang hidup di tempat gersang seperti itu, kecuali mungkin Raja Yama dan bawahannya yang mengelola tempat itu."


Mendengarkan penjelasan mereka membuat Yohan semakin tertarik dengan konsep dunia ini. Rasanya dia seperti haus dengan informasi yang mereka berikan secara cuma cuma. Dari pada membeli mahal di pengemis jalanan pelit itu, lebih baik mencari tahu dari sumbernya. "Tentang raja Yama, apa kalian pernah melihat wajahnya?"


"Raja Yama? Kami…"


"Tidak pernah melihatnya!?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2