Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 31. Tidak tahu apa apa


__ADS_3

..."Salam dari Yin Fan untuk ketua Klan, saya mendapatkan tiga informasi penting. Pertama, tetua Chen sudah tidak ada. Dia meninggal tidak lama ini. Seharusnya dia meninggal sekitar dua puluh tahun atau tiga puluh tahun lagi. Tapi dari yang saya cari tahu, tetua Chen memberikan sisa umurnya pada cucunya, Zhu'er. Karena itu dia meninggal kebih cepat dari waktu yang diperkielrakan....


...Informasi yang kedua, mayat yang ketua tugaskan padaku untuk diambil kembali dari tetua Chen dan Zhu'er, hilang. Maka dari itu saya tidak bisa kembali sebelum menemukan mayat tersebut. Meskipun saya curiga kalau kedua orang itulah yang membuat mayatnya hilang, tapi saya tidak bisa bertindak seenaknya tanpa perintah lebih lanjut dari ketua....


...Dan yang terakhir, saya menemukan seseorang yang memiliki elemen kegelapan.…...


Sontak seseorang yang membaca surat dari Yin Fan mengeratkan genggamannya pada kertas. Ketika mendengar seseorang memiliki elemen kegelapan, dia seperti terkejut dan sesuatu seperti waspada.


...…Orang itu bernama Liu Yohan. Dia seseorang yang sangat aneh dan penuh misteri. Saat pertama kali bertemu dengan orang asing seperti saya dia langsung meminta pada saya untuk bergabung dengan kelompok anehnya. Sebenarnya dari pada disebut kelompok, mereka lebih mirip sekumpulan orang gila. Bahkan Zhu'er, wanita gila itu, dia juga sepertinya menaruh hati pada Yohan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana hubungan mereka kedepannya. Seorang laki laki jahat yang gila, bersama dengan perempuan gila. Jika memiliki anak, anak mereka pasti memiliki otak yang sama gilanya seperti mereka....


...Hanya itu yang ingin saya sampaikan."...


Pria yang memegang surat laporan dari Yin Fan membakar surat itu setelah selesai dibacanya. Waspada jika ada orang lain yang membacanya. Karena semua informasi didalamnya sangat penting. Khususnya informasi mengenai Liu Yohan.


...***...


"Untuk apa kita disini?" tanya Yin Fan tidak mengerti apa alasannya harus ke toko baju.


"Ya, bukannya kita sudah memiliki baju? Kurasa baju yang kita pakai saja sudah cukup." tambah Jingmi.


Yohan berbalik menghadap mereka semua dengan ekspresinya yang serius, "Sungguh? Coba lihat bajuku!?" ujarnya sembari menunjuk diri sendiri. Bajunya penuh darah dan bau anyir serta robek robek. Dan itu baju satu satunya. "Beberapa hari ini para gadis cantik tidak ingin melihatku karena ada darah dibajuku. Bukannya itu menyebalkan?"


"Tidak, menurutku itu biasa saja."


"Tidak ada yang menanyakan pendapatmu, paman!?" balas Yohan letus. Membuat Yin Fan menahan kejengkelannya. "Bagaimana nanti jika ada orang yang mengira kita penjahat?" ujarnya lagi.


"Ehm, tapi bukannya kita memang penjah_"


"Sssttt!? Diam!?" sela Yohan membuat Jingmi langsung menutup mulutnya rapat rapat. "Aku tidak mau tahu, kita harus membeli baju baru!?" ujarnya final. Ia mengatakan ini bukan tanpa alasan. Sekarang penampilan mereka sangat mencolok dan terlalu menarik banyak perhatian.


Shin mengangguk setuju, "Yohan benar. Kita harus membeli baju baru, lagi pula sudah waktunya aku mengganti penampilanku." ujarnya yang sangat peduli dengan penampilan. 'Jika orang orang mengira aku penjahat, tidak akan ada seseorang yang bisa kujadikan korban lagi. Benar benar harus membeli baju baru.' pikirnya khawatir.


Pada akhirnya mereka memilih baju masing masing yang menurut mereka cocok dengan penampilan.


Disaat yang lain tahu apa yang harus dibeli, Zhu'er hanya mengikuti Yohan. Dia tidak tahu banyak tentang baju, karena itu pakaian yang dia pakai lebih mirip pengemis dari pada kultivator.


Yohan melihat Zhu'er tajam, "Kenapa kau mengikutiku? Cari pakaianmu sendiri!?" ujarnya. Lalu meninggalkan Zhu'er.


Gadis itu mengikuti apa kata Yohan, dia mencari pakaiannya sendiri di bagian baju wanita. Dia hanya melihat bingung dengan banyaknya pilihan.


Dari kejauhan Yohan terlihat memperhatikan Zhu'er. 'Dia bingung? Ck, merepotkan.' lalu berjalan mendekati wanita itu. Tepat didekatnya ia memilah milih pakaian yang kiranya cocok dipakai Zhu'er. Sedangkan Zhu'er hanya bingung apa yang Yohan lakukan. Beberapa kali ia mengambil pakaian dan mencocokkannya pada wanita itu. Setelah beberapa seleksi pilihan baju selesai, ia memiliki pakaian wanita berwarna merah yang tidak terlalu terbuka. Itu pakaian berwarna merah yang sederhana tapi mencolok. "Ini, kurasa ini cocok untukmu." ujarnya sembari memberika pakaian itu pada Zhu'er.


Gadis itu menerimanya dengan ekspresi datar andalannya.

__ADS_1


Tiba tiba Yohan menggapi kedua sisi pipi gadis itu, "Bilang apa?" tuntutnya dengan tatapan menekan.


"Terima. Kasih." ujarnya datar.


"Bagus!?" ujarnya diiringi senyum jahat.


Setelah selesai memilih baju masing masing mereka mengenakannya dan membuang baju yang lama. Untuk biaya baju itu ditanggung Zhu'er. Karena sebelum meninggal, Chen Zinyu memberikan semua hartanya untuk Zhu'er, karena itu di ruang bawah tanah Chen Zinyu tidak ada satupun barang barang berharga dan uang yang tersisa.


Semua orang sudah mengenakan pakaian baru mereka, tinggal Zhu'er dan baju merahnya yang belum keluar dari ruang ganti. Tidak lama keluar seorang wanita berambut putih dari ruang ganti baju. Baju merah yang menutupi seluruh badan beserta jubah merah dengan tudung dibelakangnya, terlihat sangat cocok untuk Zhu'er. Hampir semua orang yang ada di toko terpana dengan kecantikan perempuan itu. Dia seperti dewi yang jatuh dari langit.


"Wuoaah, aku tidak tahu kalau kau secantik ini." ujar Shin terpesona. Matanya bahkan tidak mau berkedip.


"Apa karena kakak aneh ini selalu memakai pakaian robek dan kotor, jadi terlihat jelek? Tapi siapa sangka kalau kakak Zhu akan jadi dewi setelah memakai pakaian bagus." pujian dari Jingmi.


"Aku tidak mau mengakuinya, tapi kau memang sangat cantik." ujar Yin Fan.


Terlihat Zhu'er yang mengangkat dagunya tunggi, dia merasa semua orang terus membanjirinya pujian. Semua orang terpesona. Dan dia sangat bangga. Tapi saat ia melirik Yohan, melihat bagaimana reaksinya nanti, pria itu hanya melihatnya datar. Tidak ada tatapan takjub dimatanya. Malahan yang terlihat adalah tatapan heran.


"Aku terkejut, kau tidak takjub dengan perubahan Zhu'er." ujar Shin.


"Benar, padahal Kakak Zhu sangat cantik." ujar Jingmi.


"Ekspresimu terlalu datar." ujar Yin Fan.


"Terima. Kasih." balas Zhu'er meskipun seseorang yang mendapatkan terima kasih sudah pergi jauh. Entah ia mendengarnya atau tidak, tapi gadis itu harap ia mendengarnya.


Suasananya jadi canggung. "Ah, ehm, ayo kita kejar orang gila itu!?" ujar Yin Fan mencairkan suasana.


...***...


Di tengah hutan terlihat sekelompok orang tengah berkemah. Mereka menyalakan dua api unggun di tengah tengah. Terlihat beberapa orang kultivator duduk menghadap kobaran api. Salah satunya adalah kepala keluarga Huang, Huang Hubei. Beserta para bawahan setianya.


"Tuan, jika boleh bertanya, apa tujuan kita datang ke ibu kota adalah karena masalah hancurnya keluarga Jiang?" tanya salah seorang bawahan bernama Chujin.


"Benar, kaisar memerintahkan semua kepala keluarga dari setiap keluarga besar untuk hadir karena masalah keluarga Jiang. Sepertinya yang mulia sangat resah dengan musibah yang tiba tiba ini." jawab Huang Hubei. Dia adalah kepala keluarga Huang, yang baru dua tahun menjabad sebagai kepala keluarga. Tapi dalam dua tahun itu dia berhasil membuat keluarga Huang menjadi salah satu keluarga terkuat. Awalnya banyak orang yang merendahkannya karena baru menjabad dan masih muda. Tapi siapa sangka bila Huang Hubei begitu jenius membuat kekuatan keluarga Huang menjadi salah satu yang terbaik di kekaisaran.


"Sangat tidak disangka jika keluarga Jiang akan bernasib tragis seperti itu." ujar Chujin.


"Yah tidak heran, kekuatan mereka begitu lemah jika dibandingkan dengan kita!? Hingga dapat dihancurkan begitu mudah!?" ujar Xuan Ming.


"Siapa yang begitu kuat? Jangan bicara omong kosong. Jika dibandingkan dengan kekaisaran kekuatan kita masih berbeda jauh." ujar Huang Hubei.


"Tuan, anda terlalu merendah. Kekaisaran jelas lebih kuat dari kita, tapi kita jauh lebih kuat dari keluarga besar lainnya." ujar Chujin.

__ADS_1


"Tapi, aku penasaran. Siapa sekelompok orang yang begitu kuat membinasakan keluarga Jiang? Apa mereka adalah orang orang dari kekaisaran Tang? Jika benar, maka ini adalah masalah serius." ujar Xuan Ming.


Huang Hubei terlihat memikirkan apa yang dikatakan Xuan Ming. "Siapapun orangnya, dia sudah menjadi musuh kekaisaran sejak menghancurkan salah satu dari pilar kekaisaran_"


"Benarkan apa yang kubilang, aku mencium bau makanan di sekitar sini." sela seseorang yang datang dari arah dalam hutan. Dia adalah Jingmi. Ditemani dengan empat orang lainnya di belakang.


Mereka saling pandang satu sama lain dan bertanya tanya kenapa bisa ada lima orang aneh keluar dari hutan?


"Maaf atas ketidak sopanan kami, tapi bisakah kami sedikit meminta bantuan pada anda, tuan? Kami juga dalam perjalanan sama seperti kalian." ujar Shin dengan mode ramahnya. Tidak luput dari senyum sopan di wajahnya.


"Ah, ya silakan."


"Kalau boleh kami juga meminta sedikit makanan."


"Oh, ya. Ambil saja."


"Dan bisakah kami juga menginap disini?"


"Tentu."


"Oh, dan juga…"


'Mereka benar benar tidak tahu malu.' pikir semua orang disana melihat ketidak tahu maluan Shin meminta sesuatu.


...***...


Di pinggir api unggun terlihat Yohan sedang memandangi api. Ada juga beberapa orang yang berjaga malam. Rasanya malam ini sangat panjang.


"Apa kalian adalah seorang pengembara?" tanya Huang Hubei sudah ada berada disamping Yohan.


"Ya." jawab Yohan singkat dengan senyum ramahnya.


"Kemana tujuan kalian?"


"Ibu kota kekaisaran Qi."


Huang Hubei memperhatikan setiap kali Yohan menjawab, "Apa biasanya kau selalu seperti itu?" tanyanya.


Yohan melirik pria itu, "Kalau boleh tahu, apa maksud tuan?"


"…… Aku tidak tahu kau pura pura tidak tahu atau memang tidak tahu. Tapi aku sarankan lebih baik memperlihatkan ekspresi aslimu." ujar Huang Hubei kembali melihat api.


"Terima kasih sarannya, tuan." balas Yohan masih dengan senyum diwajahnya. Ia tahu apa yang dimaksud Huang Hubei. Tapi ia lebih memilih tidak tahu apa apa.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2