Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 35. Kontrak naga kembar


__ADS_3

Didalam kamarnya Yohan memegangi pedang Yu Chang. Pedang itu berukuran panjang dengan warna hitam putih pada bilahnya. Terdapat ukiran unik juga pada bilah pedangnya. Pedang ini belum sepenuhnya menjadi milik Yohan. Ia belum membuat roh didalam pedang mengakuinya sebagai tuannya. Sebelumnya ia pernah bertanya pada Chen Zinyu bagaimana cara menaklukan roh pedang.


"Aku ingat Pak tua Chen bilang untuk meneteskan darah lebih dulu pada pedang. Lalu…" Yohan meneteskan darahnya pada bilah pedang. Pedang Yu Chang melayang didepannya sambil menheluarkan cahaya yang tidak terlalu terang. Setelah meneteskan darahnya Yohan memasuki alam pedang yang berada di pedang tersebut.


Alam pedang…


Memasuki alam pedang Yohan melihat lautan luas didepannya, bongkahan bongkahan tanah yang seperti daratan melayang dimana mana, adapun jembatan yang saling menghubungkan daratan daratan tersebut, diatas daratan juga terdapat bangunan bangunan megah seperti istana dan bangunan megah lainnya.


Terdengar bisik bisik dari suatu tempat.


"Siapa dia?"


"Ah, dia pasti seseorang yang ingin menjadi tuan baru kita."


"Benarkah? Dia tampak lemah. Tidak ada otot ditubuhnya."


"Memangnya harus ada otot untuk jadi kuat?"


"Tentu saja!? Otot itu penting bagi setiap pria!? Jangan meremehkan otot!?"


Yohan mencari sumber suara suara itu berasal dari mana.


"Ahem ahem, kemana kau melihat?" tanya sebuah suara dari belakangnya.


Seketika ia kaget bukan kepalang ketika melihat seekor naga berwarna hitam dan bermata abu abu tepat didepannya. Di sampingnya juga terdapat naga putih yang bermata hitam. "Kalian, roh pedang?" tanya Yohan.


"Benar, dan siapa kau?" tanya mereka bersamaan.


"Aku, Liu Yohan. Aku ingin membuat kontrak!?"


Kedua naga itu saling pandang. Lalu tertawa bebarengan. "Apa kau pikir membuat kontrak dengan kami itu mudah?" ujar naga hitam.


"Setidaknya kau harus melalui ujian yang kami berikan!?" ujar naga putih.


"Jika kau gagal maka jiwamu harus tetap disini." ujar naga hitam.


"Dan menjadi budak kami!?" ujar naga putih.


Begitulah selanjutnya kedua naga itu berbicara saling bergantian. Untungnya Chen Zinyu sudah memberi tahu Yoban tentang ini. Ia jsdi sudah mempersiapkan diri. "Baik, ujian seperti apa yang akan kalian berikan?" tanya Yohan.


Kedua naga tersebut saling melempar senyum licik mereka. Sepertinya sebuah rencana sudah tersusun di otak mereka.


"Didalam laut ini ada sebuah mutiara besar." ujar naga hitam.


"Kami ingin kau mengambil mutiara itu untuk kami!?" ujar naga putih.


"Apa setelah itu aku bisa membuat kontrak?"

__ADS_1


"Tentu!?" jawab mereka bebarengan.


Yohan diam sejenak. Laut, yang mana adalah hamparan air yang luas dan dalam. Dan, tidakkah laut itu menakutkan? Itu yang selama ini ia pikirkan. Celaka bagi seseorang yang tidak bisa berenang memasuki laut. Dan naasnya, ia termasuk seseorang yang tidak bisa berenang. 'Apa aku lupakan saja soal membuat kontrak? Laut itu terlalu menakutkan. Jika salah melangkah aku bisa mati konyol didalam alam pedang. Meskipun ini alam pedang yang tidak terlihat oleh orang biasa, tapi semua yang ada disini bisa dibilang nyata.' pikirnya.


Kedua naga itu sudah tahu apa kelemahan Yohan dan apa yang ditakutinya. Karena itu mereka sengaja membuat ujian dimana Yohan harus menyeburkan diri ke laut. Ditambah, laut itu bukan laut biasa. Di dalamnya ada roh roh jahat yang sebelumnya adalah roh manusia yang ingin membuat kontrak. Mereka mati dan jiwa mereka berubah menjadi monster didalam kedalaman laut.


"Ki ki ki ki, ada apa tuan kontraktor?"


"Kenapa kau tidak segera masuk?"


"Aah~ mungkinkah kau takut?"


"Kha kha kha kha, tuan kontraktor begitu pengecut!? "


Duak!? Duak!?


"Aw!?"


"Ah!?"


Tiba tiba Yohan berlari menginjak kepala mereka berdua dan melompat terjut ke bawah laut.


"Hei!? Dasar gila!? Apa kau harus menginjak kepala kami?! Dasar tidak sopan!?"


"Semoga jiwamu menjadi roh jahaaaaatt!?"


"Tapi, apa artinya itu?"


"Entahlah, aku tidak tahu. Tapi yang pasti itu membuatku kesal."


Yohan tidak tahu apa ia akan selamat atau menjadi roh jahat. Yang ia lakukan saat ini semata mata hanya bermodal nekad.


Bryuuur


Ia menutup matanya, sepertinya ia sudah masuk kedalam laut. Saat membuka mata, sebuah gelembung hitam transparan melingkari kepalanya. Sebuah senyum terlihat diwajahnya, "Ha ha ha, setidaknya aku tidak sebodoh yang mereka pikirkan." ujarnya. Untuk beberapa saat Yohan hanya terdiam. 'Tapi, bagaimana caranya berenang, ya?' pikirnya bingung dengan tubuh yang semakin turun ke bawah.


...***...


Setelah lama terdiam dan berpikir akhirnya ia belajar sedikit demi sedikit. Semakin dalam ia masuk semakin gelap cahaya didalam laut. Tapi itu bukan masalah baginya. Karena ia bisa melihat didalam kegelapan. Mungkin itu adalah kemampuan bawaannya. "Mereka hanya mengatakan dibawah laut, tapi mereka tidak mengatakan dimana tepatnya. Tapi aku juga buta arah, jadi_"


"Ggraa!?"


Tiba tiba sesosok roh hitam dengan gigi yang penuh taring menggigit bahu Yohan.


"Enyahlah!?" geramnya sembari menyerang kepala roh jahat tersebut. Setelah diserang, roh itu hancur. Yohan memegang bahunya yang terasa sakit. Darah keluar banyak dari bahunya. 'Sial, lukanya memang tidak berpengaruh pada tubuh fisik. Tapi luka ini akan berpengaruh pada roh.'


Tidak lama segerombolan roh jahat datang karena mencium bau darah. Bagi roh yang masih hidup seperti dirinya, ia adalah makanan yang berkualitas bagi para roh jahat ini. Mereka berbondong bondong menuju Yohan dengan ekspresi jahat mereka. Ketika mereka mendekat, mata pria itu seketika berubah menjadi semakin merah dengan pupil segaris.

__ADS_1


...***...


Di permukaan laut terlihat dua itu roh naga sedang cekikikan diatasnya.


"Ki ki ki ki, dia pasti sudah menjadi makanan bagi para roh jahat itu!?"


"Kha kha kha kha, benar sekali!? Pria sombong itu pasti sudah_"


Duar


Byuur


Tiba tiba ada ledakan besar didalam air. Seketika semua air itu membasahi dua naga tersebut hingga basah kuyup.


"Phuaah!? Ah ha ha ha ha tadi itu hampir saja!?" Yohan tertawa kecil setelah keluar dari dalam laut. Lalu tak sengaja ia melihat dua naga yang basah kuyup, "Eh? Oh astaga!? Apa yang terjadi? Kenapa kalian basah kuyup? Siapa orang idiot yang membuat naga hebat seperti kalian basah kuyup? Katakan padaku!? Biar aku yang mengurusnya." sombongnya sembari beberapa kali memukul dadanya.


Kedua wajah naga mereka berdua merengut kesal melihat pria menyebalkan didepan mereka.


"KAULAH ORANGNYA IDIOT!?"


"IDIOT!?"


Sentak kedua naga itu. Sedangkan Yohan melihat mereka dengan terheran heran. Tapi setelah dipikir ulang, dirinya memang keluar dengan sedikit sprektakuler. "Oh!? He he he he he maafkan aku."


"Hmph, lalu? Dimana mutiaranya? Oh? Apakah kau tidak berhasil menemukannya?" ujar naga hitam dengan nada mengejek.


"Tentu saja dia tidak akan berhasil. Karena sebelum menemukan mutiaranya roh jahat akan lebih dulu memakannya."


"Ka ka ka ka ka ki ki ki ki ki ki…"


"Hoek!?"


Tiba tiba perhatian mereka berdua kembali tertuju pada Yohan. Wajah cekikikan mereka berubah jadi aneh ketika Yohan berusaha mengeluarkan sesuatu melalui mulutnya. Keluar mutiara berukuran besar. Warnanya putih berkilau, itu adalah mutiara tercantik. "Siapa bilang aku gagal?" tapi sayangnya mutiara itu penuh lendir. "Tunggu apa lagi? Cepat ambil dan buat kontrak denganku!? Kalian tidak akan mengingkari janji kalian, kan?"


Tentu saja mereka tidak akan mengingkari janji mereka. Tapi yang jadi masalah adalah asal Yohan mengeluarkannya.


"Zhan, kau adalah kakak. Jadi lebih baik kau yang mengambilnya." ujar Naga putih.


"Apa yang kau katakan Shen? Bukankah yang lebih muda yang harus duluan mengambilnya?" ujar naga hitam.


Akhirnya Shen, si adik lah yang mengambil mutiara dari Yohan. Dia memegangnya diantara kedua kuku besarnya. Lalu segera mencucinya di air laut. Setelah bersih, mereka berdua merubah wujud mereka kedalan wujud seorang manusia.


Naga hitam yang berpakaian serba hitam, berambut hitam, bermata abu abu dengan wajah yang rupawan. Sedangkan naga putih, berpakaian putih, berambut putih, dan bermata hitam serta memiliki wajah yang sama dengan naga hitam. Mereka berdua adalah roh naga kembar.


Kedua orang itu berdiri diatas air, mereka berlutut satu kaki, "Dengan tanda kontrak ini, kami akan menjadi bawahan tuan kami yang baru!?" seru mereka bebarengan.


Yohan terdiam melihat dua naga yang biasanya bersikap nakal dan kekanakan menjadi naga yang patuh seperti saat ini. Apa mereka sungguh naga yang sama? Rasanya mereka bukanlah naga yang sama seperti sebelumnya. Perlahan terukir senyum di wajahnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2