Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 47. Labirin bagian luar 1


__ADS_3

Tepat dihadapannya Zhu'er berdiri khas dengan wajah datarnya. Yohan melipat tangannya menatap Zhu'er dalam dalam. Memang sih, Chen Zinyu mewasiatkan agar dirinya menjaga gadis itu. Tapi dengan gadis itu sendiri yang sudah sangat sangat kuat, apa yang harus dijaga? Yohan tidak ingin berada disamping wanita itu, tapi ia juga tidak ingin melanggar janjinya. "Kau disini, apa kau sudah tahu jalan menuju lapisan kedua?" tanya Yohan dengan nada dingin. 'Mana kungkin dia tahu.' pikirnya tersenyum sinis dalam hati.


"Sudah."


"Eh? Kau sudah tahu? Lalu kenapa kau masih disini?" tanya Yohan kaget.


"Aku. Menunggu. Mu." entah kenapa kata kata ini sedikit berbahaya.


Yohan menatap datar gadis didepannya, 'Apa ini? Bukannya dia sangat romantis untuk seorang wanita? Dia pasti merencanakan sesuatu, kan? Aku yakin sekali!?' pikirnya menatap tajam Zhu'er.


Zhu'er memiringkan kepalanya tidak mengerti. Apa jawabannya menginggung pria ini? Atau mungkin kata katanya terlalu romantis? Sehingga Yohan terlalu senang sehingga menatap tajam dirinya? Mana mungkin. Yang pasti tatapannya bukan karena terpesona.


"Haah, sudahlah. Ayo lanjutkan perjalanan, kau yang pimpim jalannya." ujar Yohan. Ia sudah menyerah berpikir yang tidak tidak. Zhu'er langsung mengiyakan perintahnya. Mereka langsung berangkat bersama sama.


Dalam perjalanan Yohan banyak melihat mayat mayat kultivator lain yang tengah dimakan oleh kelabang raksasa. Ia tidak habis pikir, kenapa begitu banyak orang yang ingin memasuki Labirin Spiritual padahal kemampuan mereka sepayah itu. Apakah dunia atas sebegitu bagusnya hingga mereka tidak peduli dengan nyawa sendiri?


...***...


Slash slash


Zai Wulin dengan hebatnya memotong kelabang raksasa. "Heh…" dengusnya pelan. Dia berjalan memasuki lapisan kedua dari bagian luar labirin. Untungnya formasi bentuk dari labirin ini pernah digunakan tiga tahun yang lalu.


Memasuki pintunya saja sama dengan memasuki terowongan besar. Dia penasaran, siapa yang menciptakan Labirin sebesar ini. Ditambah lagi dengan setiap lapisan yang menunjukkan tempat tempat yang berbeda. Bahkan ada formasi bentuk yang bisa berubah kapanpun. Membuat dinding sebenar gunung dan barrier raksasa yang mencakup seluruh Labirin. 'Yang menciptakan ini pasti seseorang yang sangat hebat.' pikirnya.


Terlihat cahaya silau dari depan. "Sepertinya itu jalan keluar!?" ujarnya senang. Zai Wulin semakin mempercepat langkahnya menuju keluar. Cahaya semakin silau seiring dekatnya dia pada jalan keluar.


Wusshh


Akhirnya dirinya keluar. Eh? Tapi, kenapa dibawah kakinya tidak ada tanah?


"Aaaaaahhhhh!?" Zai Wulin jatuh dari ketinggian tebing yang sangat curam. Dia rasa, dirinya terlalu bersemangat sehingga lupa kalau formasi bentuk labirin akan berubah setiap tiga jam sekali.


...***...


Yin Fan melihat dari ketinggian pohon para kultivator yang berjuang dan berlari sana sini. Hal utama yang dia cari adalah keberadaan Yohan. Sebab dirinya ditugaskan untuk selalu mengawasinya. Meskipun sebelumnya pemuda itu membuatnya marah dengan tidak sengaja menghancurkan barang berharganya. Tapi tugas tetaplah tugas. Dia sangat suka mengoleksi barang antik atau barang yang bernilai seni. Tapi dengan mudah Yohan menghancurkan barang antik yang baru saja dibelinya. Kalau dipikir pikir lagi itu kembali membuatnya marah. Padahal itu barang antik incarannya sejak berada di luar hutan.


Terdengar gertakan giginya yang nyaring. Terlihat jelas dia masih marah akan hal itu, "Lihat saja jika bertemu nanti!?" ujarnya. Dia kembali mengawasi dari ketinggian. Ada banyak kultivator hebat dimana mana. Termasuk dari Kekaisaran lain yang juga ikut memasuki Labirin Spiritual. 'Disebelah Barat ada kultivator dari Kekaisaran Tang, dan disebelah timur ada kultivator dari Kekaisaran Yan. Tinggal dua perwakilan Kekaisaran lagi yang belum terlihat, Kekaisaran Wu dan Kekaisaran Zhuo. Sepertinya tahun ini ada banyak perwakilan yang datang. Itu sudah pasti karena Spirit Lotus akan mekar tahun ini.' pikirnya sembari menyenderkan punggungnya ke batang besar pohon.


"Sepertinya orang gila itu belum sampai ke lapisan kedua." ujar Yin Fan.


Ada lima Kekaisaran yang memimpin dunia tengah, mereka adalah…




Kekaisaran Qi,




Kekaisaran Tang,



__ADS_1


Kekaisaran Yan,




Kekaisaran Wu, dan




Kekaisaran Zhuo.




Ada juga negara negara kecil disekitarnya. Tapi mungkin tidak usah disebutkan.


Spirit Lotus atau harta para naga adalah bunga yang hidup didalam Labirin Spiritual. Bunga itu hanya tumbuh seratus tahun sekali dan mekar pada tahun terakhir perhitungan. Setiap helai dari Spirit Lotus dapat membuat setiap jiwa seseorang terlahir kembali dengan bakat yang melimpah. Memang itu tidak bisa memberikan peningkatan ranah yang drastis, tapi membuat jiwa terlahir kembali sebagai jenius. Itu bahkan lebih hebat. Karena itu bunga itu disebut sebut sebagai harta para naga oleh para kultivator dunia tengah.


"Lagi pula aku tidak akan mendapatkan harta sehebat itu lebih baik aku fokus pada tugasku saja." ujar Yin Fan. Dia lebih memilih menyerah lebih dulu dari pada berharap dengan hal yang belum tentu dia dapatkan. Meskipun begitu kalau diberi dia mau. Lagi pula siapa yang ingin menolak harta sehebat itu?


...***...


Bagian luar labirin, lapisan pertama.


Padang pasir yang tandus terlihat dua orang yang tengah menggunakan Qinggong mereka tengah melakukan perjalanan bersama. Lompatan lompatan besar yang terlihat seperti katak di atas pasir emas yang gersang dengan terik matahari yang terik. Mereka adalah Shin dan Jingmi.


"Guru…, kapan kita sampai ke lapisan kedua?" ujarnya tanyanya dengan wajah memerah kepanasan. Meskipun sudah mengenakan jubah anti panas, dirinya masih saja kegerahan.


Seketika Jingmi tahu arti tatapan mematikan itu, "T tidak, maksudku bukan begitu. Ehm, aku hanya khawatir dengan Yohan'ge. Bukannya dia mudah tersesat?" tanyanya langsung ganti topik.


"Dia memiliki Zhu'er sebagai pemandunya." ujar Shin.


"Eh? Bukankah lokasi orang orang akan berbeda beda setelah memasuki portal?" tanya Jingmi. Dirinya beruntung karena lokasi nya dengan Shin cukup dekat. Tapi Yohan dan Zhu'er belum tentu lokasi pemisahan mereka dekat.


Shin tahu apa yang dipikirkan Jingmi, namun dia juga tahu kalau Zhu'er akan selalu menemukan Yohan. Sekilas itu terdengar romantis tapi menurutnya itu terlalu aneh. Yah lagi pula mereka bergabung membuat kelompok dengan tujuan masing masing. Dirinya tidak boleh terlalu terikat dengan kelompok yang hanya sementara ini. "Dia memiliki insting yang bagus." ujarnya.


'Dia? Siapa?' tanya Jingmi dalam hati.


Bruk


"Aduh!?" eluhnya kesakitan sembari memegangi hidung mancungnya pelan, "Kenapa tiba tiba berhenti?" tanya Jingmi. Tiba tiba Shin berhenti membuat Jingmi menabraknya.


Shin menunjuk tepat kedepannya ada sebuah pertarungan. "Lihat disana!?"


"Memangnya disana ada yang spesial? Mereka hanya sedang bertarung." ujar Jingmi.


Buk


Tiba tiba sebuah pukulan melayang di mata Jingmi. Seketika jadi biru.


"Apa sekarang kau bisa melihat yang 'spesial' disana?" tanya Shin sembari tersenyum bagai malaikat. Dia menunjuk tepat ke bunga kecil berwarna silver yang menjadi rebutan para kultivator itu.


"I iya aku sudah melihatnya!?" jawabnya gugup campur kesal, 'Sial, kalau kesal dia langsung meninjuku.' gerutunya dalam hati.

__ADS_1


Flower of Silver


Bunga padang pasir yang tandus. Memiliki warna silver dari kar sampai kelopak bunganya. Salah satu harta di Labirin Spiritual yang paling banyak dicari. Bunga itu adalah bahan terbaik untuk membuat elixir kehidupan. Bila dijual ke pasar gelap atau rumah lelang harganya tidak bisa dibayangkan.


Jingmi merilik Shin yang tersenyum iblis, "Jangan bilang…"


"Benar!? Ayo kita rebut bunga itu!?" ujarnya antusias.


Jingmi tidak mau cari ribut. Tapi guru jahat disampingnya selalu mencari ribut. Jika dia tolak bisa bisa Shin langsung membelah perut'nya disini. Itu menyakitkan ketika perut'mu terbelah dan terlihat usus besar didalamnya.


"Kau serang mereka secara langsung, aku akan menyerang dari jarak jauh." ujar Shin


"Baiklah." jawab Jingmi, kemudian melesat menuju ke garis depan. Sebelum itu dia memakai kain hitam untuk menutupi sebagian wajahnya.


Shin membuat busur dengan es miliknya, sedangkan tali busur dengan Qi dinginnya. "Baiklah, siapa yang pertama mendapatkan panahku?" ujarnya sembari memunculkan anak panah tepat setelah menarik tali busur.


"Hyaaa!?" seorang pria besar berhasil menebas lawannya yang ingin merebut Flower of Silver.


"Aahh!?"


Teriakan itu membuat pria besar melihat ke arah sumber suara. Terlihat seorang yanv menutupi seluruh tubuhnya dengan jubah serta penutup wajah menebas bawahan dan bawahan lawannya.


Tssuk


Disusul dengan anak panah yang terbuat dari es. Dia menengok ke arah si penembak. "Sialan, beraninya si pengecut itu menyerang orang orangku." ujarnya sembari mengeraskan rahangnya marah. Dia segera melesat menuju tempat Shin berada.


Shin berhenti menembak, dia melihat seseorang menuju ke tempatnya. "Hm? Ada si bod*h yang langsung kemari." dia langsung menarik tali busur, muncul tiga anak panah kali ini. Shin melepas ketiga anak panah yang mengincar pria besar yang mendekat.


Akan tetapi dengan mudah pria itu menghempaskan semua anak panah dengan pedang besarnya.


Jarak mereka sudah hampir dekat, Shin membuang busurnya dan menarik pedangnya dari punggungnya.


Tranng


Pria besar itu langsung mundur ketika pedangnya berhasil ditangkis dengan mudah. "Boleh juga kekuatanmu." ujar pria besar. Dia menyerang secara brutal.


Wuzz


Shin mengayunkan pedangnya yang langsung mengeluarkan hawa dingin disertai es es tajam. Dia melirik ke arah anak panah yang dihempaskan pria itu. Tangannya langsung mengendalikan anak panah yang masih bisa dikendalikan.


Jleb


Sontak satu panah tiba tiba menusuk punggungnya. "Apa? Bagaima_"


Jleb


Shin kembali menusuk pria itu dengan anak panah ke dadanya. Senyum senang terlihat diwajahnya yang seperti malaikat.


Pria itu langsung muntah darah. Dia melirik pria didepannya, matanya terbelalak kaget melihat Shin yang tengah tersenyum berhenti lebar sembari menutupi mulutnya. 'Dia, senang?' pikirnya kaget.


Jleb


Dan yang terakhih menusuk kepalanya.


Bruk


Setelah selesai dengan pria besar itu Shin berjalan ke tempat pertarungan. Ekspresinya terlihat jijik sembari mengibas ngibaskan bahunya yang sempat dipegang pria besar itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2