
"Hari ini kita akan latih tanding dengan murid tahun kedua. Jadi pastikan lakukan yang terbaik." ujar guru Wu.
"Baik!?" jawan semuanya serentak.
Seperti yang dikatakan guru Wu, kelas Yohan akan melakukan latih tanding dengan murid tahun kedua. Kini mereka berada di lapangan pertandingan. Di sebelah kiri terdapat murid tahun pertama dan di sebelah kanan terdapat murid tahun kedua beserta guru mereka masing masing.
"Pertandingan pertama, Wujin dari tahun pertama melawan Shenji tahun kedua." ujar guru Wu.
Pertandingan di mulai dari Wujin yang memberikan serangan awal berupa serangan angin. Meskipun Yohan tidak tahu serangan tingkat berapa itu, tapi ia merasa kalau serangan itu hanyalah angin sepoi sepoi saja. Dengan serangan yang seperti itu Wujin mungkin akan langsung kalah.
Tidak lama apa yang dipikirkan Yohan terjadi, Wujin kalah dengan sangat memalukan.
"Pertandingan kedua, Wei Shin dari tahun pertamaI melawan Yu Tong dari tahun kedua!?"
Ah, kali ini Shin? Kalau dia jangan diragukan lagi.
Duar!?
Serangan jitu Shin mengenai langsung Yu Tong dengan sangat telak. Yah, dia memang hebat.
"Astaga, siapa dia? Kenapa begitu hebat? Bahkan melebihi tahun kedua? Kurasa dia adalah salah satu dari keluargga besar."
"Benar, dia pasti menyembunyikan identitasnya."
Yang lain mulai bergosip tentang Shin. Tetapi Shin memasang wajah biasa saja seakan sudah terbiasa seseorang membicarakan dirinya.
"Pertandingan keempat…"
Penyebutan nama terus berjalan dan tiba waktunya giliran Yohan. "Pertandingan terakhir,…" guru Wu sepertinya agak ragu menyebutkan nama terakhir ini. Tapi dia harus menyebutkannya. Lagipula yang akan malu bukan dirinya, melainkan si cacat Yohan. "Liu Yohan dari tahun pertama melawan Xuyin dari tahun kedua."
Tiba giliran Yohan untuk latih tanding. Tapi dari pihak lawan maupun dari pihaknya sendiri cekikikan membicarakan dirinya yang cacat kultivasi. Terbaca jelas di wajah mereka apa yang mereka pikirkan. Pasti mereka berpikir akan sangat mudah mengalahkan dirinya yang tidak bisa berkultivasi. Yah, kita lihat saja nanti.
"Lebih baik kau menyerah saja. Tidak ada gunanya kau melawanku yang sudah memasuki ranah air akhir." ujar Xuyin sombong.
"………" Yohan mengabaikan pria itu bicara dan menganggapnya angin lalu.
"Apa kau mendengarku?!" ujar Xuyin lagi mulai kesal, "Ha!? silakan saja kau mengabaikanku, tapi saat kau kalah nanti kau tidak akan bisa mengabaikanku lagi." ujarnya masih sombong.
Blarr
Api jingga keluar dari telapak tangan Xuyin, Yohan menghindari serangan tersebut dengan cukup mudah. Serangan serangan kecil diblontarkan Xuyin. 'Apa benar dia tahun kedua? Kenapa begitu lemah?' pikir Yohan masih menghindari serangannya. Panas api Xuyin sendiri hanya terasa hangat, sama sekali belum mencapai panas yang sebenarnya. "Apa serangannya hanya ini saja senior?" tanya Yohan memprovokasi. Tujuannya, dia ingin memancing Xuyin marah.
__ADS_1
"Hah… hah… hah…" Xuyin sendiri sudah kehabisan tenaga untuk menyerang Yohan. "Dasar pengecut!? Kau hanya menghindar saja dan tidak menyerang!?" ujar Xuyin.
'Jika aku menyerang maka kau akan jadi abu.' pikir Yohan. Karena ia masih belum bisa mengendalikan apinya, jadi ia takut akan membunuh Xuyin di sini. Dan kalau itu terjadi maka dirinya akan diusir dari akademi.
"Bagaimana dia bisa menyerang, berkultivasi saja dia tidak bisa. Apalagi menyerang, ha ha ha ha ha…" ujar seseorang dari tahun kedua. Tidak lama tawa itu diikuti dengan tawa yang lain.
Sayangnya Yohan sama sekali tidak terprovokasi dengan itu. Karena sudah sering dia dengar. Malahan yang kini terprovokasi adalah Xuyin yang kesal melihat Yohan masih tenang. "Hyaaa!?" dia menyerang tanpa rencana apapun. Serangannya membabi buta, jadi mudah untuk dibaca. Xuyin mengarahkan pukulannya ke depan wajah Yohan. Dengan cepat Yohan meraih lengan Xuyin lalu memukul perutnya sangt kuat hingga terlempar keluar arena. Seketika Xuyin pingsan. Dengan ini dirinya menang. Tapi semua orang malah diam membisu setelah mendengar Yohan menang. Sepertinya mereka tidak percaya dengan kemenangan Yohan.
"Sungguh?"
"Apa benar?"
"Tidak mungkin."
"Pasti curang."
Pertandingan berakhir dengan Yohan sebagai penutup pertandingan. Walaupun diakhir latih tanding banyak omongan omongan tidak percaya dari mereka. Apa sebegitu tidak mungkin dirinya menang? Ia merasa dirinya terlalu diremehkan oleh siswa siswa yang lain.
Shin memperhatikan Yohan saat melakukan pukulan, terlihat samar ada aura emas di pukulannya. Tapi juga terlihat aura hitam yang lebih samar lagi. 'Heh~ sepertinya ada yang dia sembunyikan.' pikirnya sembari tersenyum licik.
...***...
Setiap pagi, Yohan pasti akan selalu mengunjungi kediaman kepala akademi. Hal itu bukan karena ia ingin, melainkan karena kepala akademi yang memaksa dirinya agar mengurus kebutuhannya. Dari mulai cuci baju, menyiapkan makanan, dan lain lain. Alasannya karena mereka adalah 'keluarga' dan sebagai rasa 'balas budi' padalah katanya 'ikhlas'. Jika dipikir pikir, orang tua itu sangat tidak tahu malu. Benar benar rubah licik.
Saat ini saja Yohan sedang mencuci baju orang tua bawel itu. Dia sendiri sekarang sedang bersantai di kursi goyang kesayangannya yang terlihat tua sama seperti dirinya.
Srak srak srak
'Sebenarnya aku murid atau pembantu disini? Kenapa pekerjaan seperti ini harus aku yang melakuknnya? Bukannya ini sama saja dengan penganiayaan kepala sekolah pada muridnya? Orang tua itu bahkan hanya melihatku dengan girang dan bercerita tentang cucunya yang tidak jelas sekarang.' Pikir Yohan kesal.
"Sudah kubilang berkali kali untuk jangan memakan daging mentah mentah padanya, tapi dia masih saja melakukan tindakan aneh itu. Saat kecil Yueyin'er juga selalu berlari balapan dengan kuda. Dia sangat lincah dan sangat cepat!? ho ho ho ho… lalu setelah itu…" cerita dan ratusan cerita lainnya tentang Yueyin'er terus terucap dari mulut pak tua itu sampai bibirnya basah.
"Sepertinya kau sangat mencintai cucumu." ujar Yohn asal.
"Tentu saja, karena dia adalah keluargaku satu satunya."
'Keluarga' terucap lagi dari mulutnya. Yah, memiliki keluarga yang harmonis pasti menyenangkan. Meskipun ada yang bertengkar masalah kecil, tapi keluarga selalu menjadi tempat yang bagus untuk singgah bagi beberapa orang.
"Oh, jangan cemburu, tentu saja kau juga adalah keluargaku." lanjut Chen Zinyu sembari tersenyum memperlihatkan giginya yang ompong.
Tidak bisa dipercaya, bagaimana bisa Yohan sedikit tersentuh dengan kata kata pak tua itu? Padahal dia hanya memanfaatkan dirinya sebagai babu. Apa sekarang ia adalah masokis? Tidak mungkin. "Siapa yang cemburu? Dan aku bukan keluarga mu, kepala akademi." ujarnya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Ho ho ho ho ho jangan malu malu mengakuinya."
"Aku tidak malu."
Chen Zinyu hanya tersenyum sekarang, "Oh dan… cucuku sepertinya ingin bertemu denganmu." ujarnya.
Yohan sedikit bingung dengan perkataan Chen Zinyu, bukankah cucunya sudah mati? Lalu siap yang ingin bertemu dengan dirinya? Apa mungkin kepala akademi hanya berkhayal?
"Tapi aku menyuruhkan kembali lagi ke tempatnya, soalnya dia membuat keributan jika keluar dari gunung. Apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Chen Zinyu masih menggoda Yohan untuk bertemu cucunya.
"Tidak, aku sibuk." jawab Yohan jutek.
"Jangan begitu tak acuh, sekali kali kau harus bertemu cucuku, ya? Aku yakin dia akan sangat senang. Meskipun wajahnya selalu datar, mungkin itu bawaan dari ayahnya. Tapi sebenarnya dia senang. Lalu…" Chen Zinyu lanjut bercerita lagi tentang cucunya yang saat itu masih kecil dan bermain dengannya.
Sebenarnya, cucu Chen Zinyu itu masih hidup atau tidak? Itu yang membuat Yohan bingung. Tapi ia selalu meyakini kalau orang tua gila itu pasti hanya berkhayal saja.
...***...
Di suatu tempat yang jauh dari Akademi Qing Luo tepatnya di Goa dalam hutan, seseorang yang memakai pakaian seorang penyusup sedang menyusuk ke dalam Goa. Disana dia melihat banyak orang sedang berkumpul melakukan sebuah ritual. Sejujurnya dia sangat terkejut mereka menyembah sebuah mayat yang tampak masih segar. Tidak hanya itu, mereka juga meberikan beberapa korban sebagai persembahan.
'Apa mereka gila? Mencoba membangkitkan mayat? Tapi meskipun begitu apa mereka memiliki teknik atau seorang ahli tertentu? Jika iya, maka dugaan tuan benar. Ada mata mata didalam klan yang mencuri gulungan rahasia.' pikirnya. Tidak lama dua orang berjubah hitam lainnya datang. Meskipun tetlihat sama dengan yang lainnya, tapi dia yakin kalau mereka berada di tingkat yang lebih tinggi bahkan melebihi dirinya.
Salah satu dari kedua orang itu mengeluarkan gulungan tua, lalu keluar banyak tulisan emas dari dalam gulungan. Tulisan tulisan itu mengitari mayat tersebut. Sedangkan persembahan yang berada dalam lingkaran persembahan berteriak kesakitan. Energi kehidupan mereka terkuras, membuat tubuh mereka menjadi kering. Tidak lama setelah itu, bangun myat yang berada dalam peti. Penampilannya seperti seorang pria dewasa berambut merah dengan tubuh yang gagah. Dia keluar dari peti matinya lalu membunuh bawahannya sendiri. Di tengah tengah itu, dia meminum darah mereka.
Semakin dia membunuh, semakin kuat dirinya. Semuanya dia bunuh terkecuali dua orang itu. Sudah Shin duga, mereka berdua berbeda.
"Ha ha ha ha ha ha ha… seperti yang kalian berdua katakan beberapa puluh tahun lalu. Aku berhasil menguasai teknik dari penjahat gila melalui mati. Sekarang, bagaimana rasa darah kalian?" ujarnya melihat kedua orang itu licik.
"Ukh!?" Salah satu dari kedua orang itu mencekik leher pria berambut merah.
"Apa yang barusan kau katakan? Hm?" tanyanya sembari mendekatkam wajah.
"Ah, ehm, aku hanya bercanda." ujarnya tersenyum minta ampun.
"Bagus kalau kau tahu posisimu Bai Zuan. Sekarang ikut kami." ujar orang itu melepaskan tangannya dari leher pria berambut merah, kemudian berjalan ke arah lain.
Sekarang dia baru ingat, Bai Zuan adalah nama dari ketua sekte dari sekte aliran hitam. Katanya dia membantai sektenya sendiri karena gila, lalu menghilang entah ke mana. Tidak disangka setelah puluhan tahun menghilang malah betada di tempat seperti ini. Dari pembicaraan yang terdengar, sepertinya dia ingin menguasai salah satu teknik dari penjahat gila. Yaitu, teknik penghisap roh dan darah. Itu adalah salah satu dari teknik terjahat yang dilarang penggunakaannya bahkan oleh dunia hitam sendiri. Penggunaan teknik ini akan membuat penggunanya gila dan haus dengan darah orang lain.
Tapi yang menjadi pertanyaan, siapa kedua orang itu? Mereka terlihat sangat mencurigakan. Dan sepertinya mereka adalah orang yang telah memberikan teknik itu pada Bai Zuan. 'Ternyata benar, ada pengkhianat di dalam klan. Aku harus segera melaporkan hal ini.' pikirnya. Kemudian segera pergi dari tempatnya sekarang.
Setelah orang itu pergi, salah satu dari dua orang itu melihat kepergiannya. 'Yin Fan, dasar anjing merepotkan.' pikirnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...