Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 52. Labirin bangian dalam 3


__ADS_3

Lao Yunzi mendengarkan semua cerita pria itu dari awal sampai akhir. Jadi katanya dia awalnya bersama dengan seorang wanita bernama Zhu'er. Namun pegangan mereka terpisah karena badai salju yang menghampiri mereka. Karena itulah Yohan tersesat dan mencari keberadaan wanita bernama Zhu'er itu. Saat pencariannya dia tersandung dengan tubuh Lao Yunzi yang terbaring di salju. Awalnya dia mengira kalau Lao Yunzi sudah mati. Tapi setelah diperiksa ternyata masih hidup.


Karena ia tidak pandai mencari arah, jadi lebih baik ia menolong Lao Yunzi yang kemungkinan tahu membaca arah. Setelahnya pemuda itu menolong Lao Yunzi ke gua terdekat yang ditemukannya.


Wanita itu masih memperhatikan Yohan yang mengusap darah dari hidungnya. Sekarang dia ingat, rahasia yang tidak diketahui orang orang adalah penjahat gila memiliki tubuh yang lemah. Pemuda itu terlahir dari rahim seorang wanita ras naga, namun ayahnya berasal dari klan guaiwu. Yang mana hal itu adalah sesuatu yang tabu. Karena anak hasil pernikahan silang antara kedua ras dan klan tidak akan terlahir dengan selamat. Kalaupun ada mungkin anak itu akan memiliki tubuh lemah hingga memasuki usia dewasa.


Usia dewasa kedua ras dan klan guaiwu berbeda.


Bagi klan guaiwu usia dewasa mereka adalah ketika seorang anak sudah berusia lima puluh tahun. Sedangkan bagi ras naga usia dewasa mereka adalah memasuki usia seratus tahun. Masalahnya, ketika Ming Jiazhen tidur panjang sebagai penjahat gila, usianya masih dibawah dua puluh tahun. Dan ketika masa tidur panjang itu, Ming Jiajun hanya membuat ruang waktu didalam peti matinya berhenti. Jadi, bisa dibilang dia belum memasuki usia dewasanya. Dan sekarang malah hilang ingatan yang entah kapan dia akan ingat.


Ming Jiazhen, ia tahu betul apa kelemahannya. Yaitu tubuhnya yang lemah. Seberbakat apapun dirinya dalam mempelajari sesuatu namun disandingkan dengan tubuhnya yang lemah maka bakatnya akan sia sia. Karena itulah ia menciptakan teknik pemakan roh dan darah. Teknik iblis yang diciptakannya membuat tubuhnya yang lemah menjadi kuat. Namun efeknya hanya bisa bertahan sehari. Karena itulah dulu ia sangat gila meminun setiap darah lawannya hanya untuk menutupi kelemahannya.


"Terima kasih sudah menolongku." ujar Lao Yunzi.


Yohan melihat Lao Yunzi yang menatapnya juga, "Ya." jawabnya singkat. Entah kenapa rasanya aneh kalau wanita itu tiba tiba berterima kasih.


"Aku akan memandumu, seperti yang kau inginkan. Tapi aku tidak akan melayanimu dan mencium kakimu!?" ujar Lao Yunzi masih kesal dengan perkataan Yohan padanya beberapa saat yang lalu.


"Ya." jawabnya lagi.


Entah kenapa pemuda itu jadi penurut setelah ditampar. Apa dia mendapat hidayah? Setelah ditampar?


"Apa… kau baik baik saja?" Lao Yunzi menunjuk hidungnya, "Mimisan mu?" dia merasa canggung setelah semua keributan itu.


"Ya, aku baik baik saja. Ini hanya mimisan." ia berkata begitu, tapi menangis? Tidak jantan.


Ggrrtt


Suara perut wanita itu kembali berbunyi nyaring hingga terdengar Yohan. Pria itu langsung melihat Lao Yunzi yang mengarahkan pandangannya keluar berpura pura tidak mendengar apapun. "Apa kau mau?" tanyanya sembari memberikan sebagian besar paha rusa yang masih dipanggang untuk menjaga kehangatannya.


Lao Yunzi langsung melirik paha besar itu dan melihat Yohan, "Terima kasih." tanpa curiga tanpa kata kata lain ia mengambil paha besar yang diberikan padanya. Lao Yunzi melepas cadar merahnya. Nampak seorang wanita berparas cantik. Bibirnya tipis berwarna cherry, hidungnya kecil dan mancung, wajahnya kecil, matanya berwarna coklat, serta alis yang segaris.


Mulaikah dia mengambil gigitan pertama. Saat dia menggigit sedikit bagian, ternyata rasanya lebih enak dari yang dibayangkan. Lalu gigitan kedua menjadi lebih besar. Lagi, lagi dan lagi dia menghabiskan paha besar itu. Sedangkan Yohan hanga bisa melongo melihatnya. Apa dia selapar itu? Sepertinya iya.


Melihat Lao Yunzi makan dengan lahap, membuat Yohan teringat dengan Zhu'er. Apa dia sudah makan? Seingatnya terakhir dia makan adalah kemarin. Kenapa juga ia harus terpisah dengan Zhu'er. 'Kalau saja aku memegangnya lebih erat. Eh? Apa yang kupikirkan? Dasar gila.' pikirnya dengan sedikit mengernyit. "Aku akan tidur duluan." ujar Yohan sembari membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Apa? Tapi… kita belum berkenalan." belum lama setelah Yohan membaringkan tubuhnya, ia sudah tidur. "Sudahlah, masih ada waktu besok." ujarnya sembari melempar tulang ke api. Dia melirik Yohan yang terpejam matanya. Teringat ketika pertama kali melihat pria itu. Saat itu dirinya masih kecil waktu bertemu dengan'nya. Penampilan pria itu masih belum berubah sedikitpun. Ia masih sama seperti dulu.


Flashback


Lao Yunzi sembunyi sambil mengintip seseorang dari balik pintu kamar. Lao Yunzi kecil yang saat itu berumur sepuluh tahun melihat seorang pemuda yang sekiranya berumur empat belas tahun lebih tua darinya. Pemuda itu sedang duduk disebuah kursi tua, dia melihat keluar jendela yang memperlihatkan pemandangan itu itu saja. Setiap hari memandangi pemandangan yang sama, sepertinya tidak ada kamus bosan dalam hidupnya.


Sejujurnya Lao Yunzi kecil tidak bisa tidak melihat pemuda itu. Sepertinya dirinya juga sama, dia tidak pernah bosan melihatnya. Siapa yang akan bisan ketika melihat sosok yang memiliki kegagahan dunia itu. Rambutnya hitam lebat dengan panjang sebahu, kulitnya putih sampai sinar matahati memantul dari wajahnya, meskipun bibirnya terlihat pucat tapi masih terlihat kemerahan, matanya jernih dengan bola mata merah bergaris lurus, tubuhnya tinggi tegap meskipun terlihat kurus. Sangat jelas terlihat dia tidak makan dengan baik.


"Berhenti sembunyi." ujarnya tiba tiba.


Sontak suaranyavlangsung membuat Lao Yunzi kecil kaget. 'Apa aku ketahuan?' pikirnya. Pemuda itu menoleh ke arahnya menatap tepat ke matanya. Jelas sudah, dirinya ketahuan.


Dia melambaikan tangan kirinya seakan ingin mengajak Lao Yunzi kecil mendekat, "Kemarilah." ujarnya pelan.


Meskipun agak ragu, tapi Lao Yunzi kecil tetap mendekat. Dia tidak ingin terlihat buruk didepan tamu ayahnya.


"Kenapa kau selalu melihatku dari sana?" tanya pemuda itu yang bernama Zhen. Ia menunjuk arah ambang pintu tempat biasa Lao Yunzi kecil memperhatikannya.


"Itu… karena…" Lao Yuanzi kecil melirik melihat Zhen yang tengah memperhatikannya. Sekarang pemuda itu terlihat jauh lebih baik jika dilihat dari dekat.Tidak mungkin dia mengatakan dengan jujur kalau alasan dirinya melihat Zhen adalah karena dia tampan.


Zhen melihat anak perempuan didepannya dengan tatapan menyelidik. Dirinya ingat kalau anak didepannya adalah anaknya Lao Yan. "Lupakan saja. Kau pasti__ uhuk uhuk uhuk!?" Zhen menutup mulutnya dengan batuk yang terdengar ngilu. Dari sela sela jari putihnya terlihat cairan merah keluar.


Melihat anak kecil yang ketakutan dideoannya membuat Zhen sedikit menunjukkan senyum jahilnya, "Kenapa kau sangat takut, ini hanya batuk darah." ujar Zhen sambil menunjukkan tangannya yang penuh darah. Saking banyaknya darah dari tangannya menetes ke kaki Lao Yunzi.


Gadis kecil itu langsung mundur beberapa langkah dengan mata yang berkata kaca.


Bukannya merasa bersalah dan minta maaf, Zhen malah makin tersenyum senang melihatnya. "Ha ha ha ha ha ha ha ha…" saat itu pertama kalinya Lao Yunzi kecil melihat pemuda itu tersenyum bahkan sampai tertawa. Karena biasanya dia hanya akan memperlihatkan wajah datar atau tatapan yang kosong. Lao Yunzi kecil makin tidak bisa berpaling, karena saat pemuda itu tertawa dia jadi semakin terlihat…


Sekarang


Plak plak


"Bangun!? Bangun!?" tertampar pelan wajahnya oleh seseorang yang terdengar halus ketika bicara.


Saat Lao Yunzi membuka pelan mata coklatnya terlihat seorang pria yang sama persis di mimpinya. Dari hidung mancung sampai kelakuannya sama persis. Hanya saja yang memiliki tubuh yang terlihat sedikit berisi. Walaupun masih terlihat kurus, mungkin karena tubuh jangkungnya. Sampai akhirnya karena dirinya terus memandangi Yohan…

__ADS_1


PLAK


Tamparan yang sedikit keras menemplok ke wajahnya. Sepertinya tingkah songongnya sudah kembali, "Kubilang bangun!? Bukannya menatap ketampananku!?" dan juga ke-PD-an nya.


Lao Yunzi bangun dengan bibir yang sedikit mengerucut. Cara membangunkan pria itu tidak ada halus halusnya. 'Pagi pagi sudah dibuat kesal.' pikirnya jengkel. Dia melihat Yohan membereskan barang barangnya. Dirinya juga harus membereskan barang barangnya.


Mereka keluar gua yang mana pemandangan pertama yang mereka lihat adalah salju tebal di mana mana. Udaranya sudah tak terlalu dingin seperti hari sebelumnya. Hanya saja kata dingin akan selalu ada jika di tempat bersalju. Hembusan nafas mereka terlihat jelas hanya dengan melihatnya. Yohan memakai mantel hitamnya yang terlihat tebal.


"Sepertinya kau sudah mempersiapkan segalanya." ujar Lao Yunzi tiba tiba.


"Aku tidak akan memberikan apapun padamu." jawab Yohan sambil sedikit menjauh.


Wajah Lao Yunzi sedikit memerah, "Siapa juga yang ingin meminta padamu?!" teriaknya kesal.


"Baguslah kalau begitu, ayo kita pergi!?" ajaknya.


...***...


"Paman Fan, apa kau yakin dia masih disini?" tanya Shin dengan tangan melipat. Meskipun sudah memakai mantel tapi udara dinginnya masih terasa.


"Tentu saja aku yakin, karena petunjuk jalannya bersama kita!?" ujarnya sambil menengok Zhu'er yang menatap tajam dirinya.


"Ha ha ha ha kau benar, dia pasti masih ada disini kan? Aku akan menghajarnya jika bertemu lagi nanti!?" ujarnya dengan senyum sarkas.


"Ya ya~ kau benar, bocah kurang ajar itu harus diberi pelajaran!?" saut Yin Fan juga tersenyum sarkas. Mereka berdua benar benar menantikan hari dimana menghajar Yohan.


Jingmi yang melihat keduanya menggila tidak terima jika Yohan'ge nya harus di hajar, "Tidaaak!? Apa yang kalian katakan? Kalian tidak boleh membunuh sesama keluarga kita!? Yohan'ge pasti memiliki alasannya sendiri kenapa dia harus kabur dari kita." ujar Jingmi. Namun kata katanya itu malah semakin membuat mereka marah.


Shin mengeluarkan pedang, hanya mengeluarkan pedangnya. Dia mengelus pedang tajamnya, "Katakan itu sekali lagi dan aku akan membelah perutmu!?" ujarnya sambil tersenyum ramah.


Pak


Yin Fan menepak pundak Jingmi dan meremasnya, "Jingmi…bisakah kau tutup mulutmu?" ujar Yin Fan dengan mata melotot ke arah anak laki laki itu.


Tanpa babibu Jingmi langsung membungkam mulutnya sambil mengangguk cepat. Dua lawan satu, itu tidak adil. Tapi mau bagaimana lagi, musuh seseorang yang dibelanya itu banyak. Dari pada Shin benar benar membelah perutnya dan tekanan dari Yin Fan yang kuat lebih baik dia diam saja.

__ADS_1


Zhu'er melihat ke depannya dengan tatapan seperti mengingat sesuatu. Ketika Yohan menggenggam tangannya yang kedinginan, itu terasa nyaman. Dia ingin secepatnya bertemu dengan pria itu lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2