Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 24. Waktu tiga tahun


__ADS_3

Hari hari berlalu setelah pertemuan pertemuan dengan orang orang yang tidak pernah dibayangkan Yohan. Mereka adalah orang orang yang memiliki kepribadian yang berbeda beda. Pertemuan pertama adalah dengan seorang pria psikopat dari keluarga Wei. Meskipun Yohan tahu identitas sebenarnya adalah seorang pembunuh, tapi ia lebih memilih diam. Karena ia tahu sifat Shin akan berubah drastis ketika rahasianya terungkap. Kemungkinan jika rahasia pria itu diungkapkan Yohan didepannya, ada dua kemungkinan yang akan terjadi.


Pertama, Shin akan menjadi teman.


Kedua, Dia akan menjadi musuh.


Jadi, akan lebih baik jika dia mengatakan sendiri identitasnya.


Pertemuan kedua, adalah seorang bocah yang berumur dua belas tahun dari keluarga Yuan, Ho Jingmi. Dia memakai marga ibunya karena tidak sudi memakai marga Yuan. Jingmi adalah seseorang dengan tubuh spesial dan tubuh Yang. Bisa dibilang tubuh yang sempurna untuk berkultivasi, sangat memungkinkan menjadi raja diantara raja, dan regenerasi yang semakin cepat mengikuti semakin tungginya ranah.


Dia bertekat akan menjadi kuat untuk membebaskan dirinya dan ibunya dari jeratan keluarga Yuan. Dan membunuh semua anggota keluarga itu. Oleh sebab itu dia berguru pada Shin, yang seorang jenius psikopat. Dan kemungkinan dia akan jadi gila mengikuti gurunya.


Pertemuan ketiga, adalah dengan seorang gadis gila. Gadis itu bernama Yueyin Zhu, seorang Jiangshi hidup yang dihidupkan kembali oleh kakeknya, Chen Zinyu. Asal usulnya masih belum jelas, tapi kemungkinan dia berasal dari sebuah klan yang tidak diketahui dunia. Dia gadis yang sangat cantik, berkulit putih pucat, berambut seputih salju dengan semerah mawar diujung rambutnya, bermata merah seperti ruby, dan selalu berekspresi datar.


Zhu'er menyatakan cintanya pada Yohan. Tapi karena pria itu membenci yang namanya cinta, jadi dia menolaknya mentah mentah. Namun, gadis itu tidak menyerah. Dia berjanji pada Yohan akan kembali setelah tiga tahun lamanya. Dan akan membuat pria itu jatuh hati padanya.


Pertemuan terakhir, adalah dengan seorang penyusup mencurigakan. Dia adalah kenalan Chen Zinyu. Yang ditahui adalah anjing setia ketua klan. Pertemuan Yohan dengan pria itu sangat singkat. Tapi ia merasa jika mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti. Mungkin dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Atau mungkin juga sama. Wajah aslinya belum diketahui karena dia memakai topeng manusia.


...***...


Tiga tahun kemudian…


"WOAAHH!?" sorakan dari para penonton begitu ramai ketika seorang pemuda mengalahkan seorang pemuda lainnya dalam pertarungan arena.


"Apa kau yakin dia adalah senior yang tidak berguna itu?" tnya seorang murid perempuan.


"Iya, aku yakin!? Kau tidak percaya?"


"Aku bukannya tidak percaya, tapi mana mungkin dia dibilang tidak berguna setelah mengalahkan peringkat sembilan dalam murid inti."


"Benar juga ya, kenapa dia dibilang tidak berguna?"


Mereka sama sama memikirkan alasannya. Tapi sekeras apapun, bukannya julukan itu tidak masuk akal untuk seseorang yang baru saja mengalahkan seorang murid inti bahkan tanpa menggunakan satupun jurus.


Diatas arena pertarungan, Seorang pria dengan tubuh tinggi tegap, rambut hitam panjangnya yang diikat, mata semerah darah, dengan kulit putih bersih, dan wajahnya yang rupawan seperti pahatan dewa yunani. Liu Yohan. Baru saja menngalhkan seorang murid inti peringkat sembilan, Ning Jue.


"B bagaimana bisa murid pelayan sepertimu…apa jangaann jangan kau mendapatkan pengajaran dari kepaa akademi secara diam diam?" tanya Ning Jue.


Seketika wajah Yihan berubah menjadi menyebalkan. "Hah? Tidak mungkin!? Kau pikir tua bangka itu mau mengajariku? Dia itu sangat pelit dan kikir, tahu?!" ujarnya sangat kesal dengan Chen Zinyu. Setiap kali orang orang mengira dirinya belajar dari Chen Zinyu, itu selalu membuatnya kesal. Karena kenyataannya pak tua itu sangat pelit berbagi ilmu.


Ning Jue tercengang melihat Yohan menjelek jelekkan Chen Zinyu dengan eksprei menyebalkan. 'Apa kepala akademi sepelit itu?' pikirnya.

__ADS_1


Yohan turun dari arena pertandingan. Setelah ini dirinya akan bertanding melawan senior peringkat tujuh. Tapi mungkin dirinya akan menyerah saja. Lagi pula hadiah dari pertandingan ini tidak ada yang menarik dimatanya. Ia tidak peduli dengan peringkat atau kemenangan, yang ia pedulikan hanya harta menarik dan uang. Orang tua itu hanya memberikan sampah untuk para pemenang, harta sesungguhnya dia sembunyikan di ruang bawah tanah. 'Dasar pelit!? Bahkan untuk muridnya sendiri dia tidak ingin berbagi.' pikirnya. Setelah turun dari arena, ia melihat sekilas seorang wanita memakai jubah hitam dan berambut putih.


Seketika matanya terbelalak melihat perempuan itu. Yohan langsung menoleh ke arah lain, "Tidak mungkin itu dia kan?" gumannya pelan. Saat ia melihat lagi ternyata itu hanya bayangannya saja. "Ya, kurasa itu tidak mungkin. Tapi, bukannya ini sudah tiga tahun?" gumannya lagi. 'Semoga dia tidak menepati janjinya.' harapnya dalam hati.


...***...


"Jadi, kenapa kau kembali setelah menghilang tidak ada kabar?" tanya Chen Zinyu pada seseorang yang memakai jubah hitam serta tudung yang menutupi bagian atas kepalanya. "Apa kau tahu? Betapa rindunya kakek~?" pak tua itu langsung berubah sikapnya seperti anak anjing. Dia langsung memeluk gadis muda didepannya. "Oh astaga~ cucu kakek jadi kurus. Apa kau makan dengan baik? Ayo ayo, kakek sudah menyiapkan makanan untukmu. Kau harus makan yang banyak supaya gemuk." Chen Zinyu menarik tangan gadis itu ke meja makan. Yang mana makanan itu sudah disiapkan oleh Yohan.


Dia duduk memandangi cucunya yang tak lain adalah Zhu'er. Gadis itu makan dengan lahap menggunakan sumpit. "Oh ya ampun, gadis kecil kakek sudah bisa kenggunakan sumpit? kau belajar dari mana?" tanya Chen Zinyu terkejut melihat cara maka Zhu'er yang anggun.


"Kata. Yohan. Perempuan. Itu. Harus. Makan. Dengan. Anggun." ujarnya.


"Hoo, jadi kau menuruti kata katanya? Yah, itu tidak salah." Chen Zinyu sedikit cemburu. Dia sudah bilang seperti itu pada Zhu'er, tapi dia tetap tidak mendengarkan. Tapi ketika Yohan yang bilang, dia langsung menurutinya. "Hm, kenapa kau melihat kakek seperti itu?" tanya Chen Zinyu melihat Zhu'er yang menatapnya tanpa berkedip.


"Umur. Kakek. Hanya. Beberapa. Hari. Lagi." ujarnya.


Chen Zinyu membulatkan matanya ketika Zhu'er berkata demikian, tapi kemudian dia tersenyum lembut, "Begitu, pantas saja aku sering lelah akhir akhir ini. Ternyata sisa waktuku hanya tinggal beberapa hari lagi, ya?" ujarnya ada sedikit kesedihan pada suaranya. Umur Chen Zinyu seharusnya lebih panjang dari sekarang. Akan tetapi, karena dia membangkitkan kembali Zhu'er dari saat bayi, umurnya terbagi menjadi dua. Setengah dirinya dan setengah lagi untuk Zhu'er. Karena teknim pembangkitan saat itu belum sempurna sehingga masih banyak kekurangan. "Lalu, apa kau sudah menemukan wadah yang cocok?" tanya Chen Zinyu lanjut.


"Sudah."


"Baguslah kalau begitu, aku bisa tenang. Setidaknya kau harus tetap hidup jika aku sudah tidak ada nanti. Ingat, selalu makan yang banyak, jangan sering mengulang kalimat orang lain, nanti mereka bisa kesal padamu, jangan suka mengambil gulali anak anak, kau juga harus menemukan kebahagiaaanmu. Juga, sering seringlah mengunjungi makam ku nanti." ocehnya dengan pandangan sayu mentap makanan.


"Untuk apa kau minta maaf? Ini memang sudah waktunya aku pergi. Aku penasaran, apa keluarga kecilku itu akan menangis saat aku pergi nanti ho ho ho…" ujarnya sembari tertawa ringan yang terdengar sendu.


...***...


"Ada apa kepala akademi memanggilku?" tanya Yohan berada di kamar Chen Zinyu.


Pria tua iyu sekarang sedang duduk di kursi goyangnya. "Sepertinya besok aku akan pergi." ujarnya dengan senyum ramah.


Yohan mengernyitkan alisnya, jika dia ingin pergi kenapa harus mengatakan itu padanya. "Berapa lama?" tanyanya.


"Aku tidak tahu."


"Kalau begitu kemana?"


"Ke tempat yang sangat jauh." jawabnya kembali tersenyum pada Yohan.


Pemuda itu memperhatikan Chen Zinyu baik baik, "Hari ini kau banyak senyum padaku. Apa ada sesuatu yang disembunyikan?" tanya Yohan curiga. Pasalnya Chen Zinyu tidak biasanya seperti ini.


"Misalnya?"

__ADS_1


"Hmm, misalnya uang yang kau ambil diam diam dikamarku kemarin." ujarnya jujur.


Hampir saja Chen Zinyu tersedak ludahnya sendiri, 'Ternyata dia menyadarinya.' dia kembali memasang ekspresi ramah, "Kau tinggal di kediamanku, jadi uang itu kuanggap sebagai uang sewa kamar."


Yohan membulatkan matanya, "Apa?! Bukannya kau yang memaksaku tinggal disini?" ujarnya.


"Itu benar, tapi tetap saja kau harus bayar sewa kan?"


Ini tidak bisa dipercaya, pak tua ini kelas jelas bilang pada Yohan agar pemuda itu tinggal saja di kediamannya agar tidak repot bolak balik. Walaupun sebenarnya dirinya dijadikan pembantu disana. Tapi sekarang, uangnya diambil dengan alasan bayar sewa? Sungguh, dia benar benar pria tua yang rakus.


"Haiss, sudah sudah!? Jangan permasalahkan uang kecil itu lagi. Aku memanggilmu karena ada sesuatu yang ingin kuberitahukan." ujarnya.


"Apa?"


"Saat aku pergi, kau harus menjaga cucuku, mengerti?"


"Cucumu? Jangan jangan gadis gila itu? Kenapa kau mempercayakan menjaganya padaku?"


"Katanya dia bilang menyukaimu, jadi kupikir akan bagus jika dia dijaga olehmu." ujar pak tua itu kembali tersenyum ramah. "Dan dia hanya kurang waras, dia tidak gila." lanjutnya lagi.


"Tetap saja, kenapa harus aku?"


"Karena kau adalah keluargaku." Kali ini, entah kenapa kata kata dan senyum pak tua itu seperti memiliki arti lain. Bukan arti dalam menjahili Yohan seperti biasanya. Melainkan arti yang sesungguhnya.


"Kau_"


"Ini, ambillah!? Dan pergi makan di luar sepuasmu!?" ujarnya sembari melempar sekantung kain coklat pada Yohan.


Pemuda itu menangkap lemparan kantung tersebut, terdengar suara uang disana. Dia segera membuka dan sekumpulan uang perak ada didalamnya. "Ini, kau memberikan semuanya padaku?" tanyanya dengan wajah senang.


"Siapa bilang semuanya? Hanya untuk hari ini aku akan berbaik hati. Jadi pergilah makan malam sepuasmu di luar. Ah, kalau bisa jangan gunakan lebih dari sepuluh keping." ujarnya.


"Baik." jawabnya semangat. Yohn berjalan menuju pintu keluar. Sudah lama ia tidak makan mewah. Terakhir kali ia makan diluar adalah bersama dengan,__ ah sudahlah. Ketika diambang pintu ia berhenti dan melihat Chen Zinyu. Ia tersenyum tipis dengan tatapan yang lembut,


"Terima kasih." ujarnya.


"Hoo, jarang jarang aku mendengar kata kata tulus darimu. Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" balas Chen Zinyu sama seperti pertanyan Yohan sebelumnya.


"Tidak ada, aku hanya merasa harus mengatakannya." ia pergi menjauh sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2