Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 13. Teratai spiritual


__ADS_3

Dalam perjalanan di dalam labirin, Yohan berpapasan dengan beberapa rombongan yang memperebutkan sebuah teratai putih di danau yang bening. Yohan tidak tahu apa istimewanya teratai itu hingga semua orang memperebutkannya. "Kenapa mereka memperebutkan sebuah bunga?" tanyanya.


"Tidak tahu. Kenapa kau tidak menanyakannya sendiri pada mereka?" jawan Ming Jiajun acuh tak acuh.


Yohan mendengus kesal dengan jawaban pria itu. Dirinya yakin sekali kalau dia mengetahui banyak hal. Untuk sementara ini akan ia amati lebih dulu apa yang mereka coba rebutkan.


"Tidak bisa!? Aku yang melihatnya lebih dulu!?"


"Tidak!? Aku yang lihat pertama kali!?"


"Teratai spiritual itu milikku!?"


Suara suara mereka yang berdebat akan kepemilikan bunga yang disebut teratai spiritual tersebut, membuat Yohan sedikit tertarik. Tidak lama orang orang itu berlari menerobos danau untuk mengambil teratai spiritual yang mereka rebutkan. Namun tak lama berselang orang orang itu berteriak karena ternyata didalam danau terdapat ghoul air. Hal itu membuat sebagian orang berpikir ulang untuk mendapatkan teratai spiritual. Satu persatu orang orang yang ada didalam danau mati diserang oleh ghoul air.


Tanaman spiritual yang dijaga oleh monster biasanya memiliki khasiat yang luar biasa hebatnya. Yohan jadi tertarik untuk mendapatkan teratai spiritual itu.


Xiu Xiyun yang juga ada diantara orang orang yang memperebutkan teratai merasa tidak akan bisa mendapatkannya. Kekuatannya tidak cukup untuk melawan monster tingkat menengah, apalagi pertarungan di air. Dia hanya bisa memandangi teratai spiritual tersebut dari kejauhan. Kemudian dia melirik Qi Tianwen, pangeran ke tiga, yang ada disebelahnya. "Sayang sekali kita tidak bisa mendapatkannya. Padahal itu tanaman spiritual yang sangat langka dan tidak ditemukan dimanapun selain di labirin spiritual." ujarnya sedih.


Melihat seseorang yang disukainya sedih, Qi Tianwen tidak tega melihatnya. "Xiyun'er!? Kau jangan khawatir!? Pangeran ini akan mendapatkannya untukmu!?" Qi Tianwen membusungkan dadanya sombong. Dia melirik beberapa bawahannya untuk membantunya, ralat mengorbankan diri. Beberapa dari mereka saling pandang dengan ludah yang sulit ditelan. Siapa juga yang mau mengorbankan diri hanya untuk ambisi seseorang mendapatkan cintanya.


Beberapa langkah mereka akan mengorbankan diri, tiba tiba dari belkang mereka melesat seseorang dengan sangat cepat. Saking cepatnya orang itu berjalan diatas air. Dia berjalan sambil menghindar dari beberapa ghoul yang berusaha menangkapnya. Lalu orang itu mengeluarkan pedangnya dan menebas akar teratai.

__ADS_1


Setelah mendapatkan bunga itu dia kembali ke daratan. Ternyata dia adalah Yohan. Dirinya merasa tertarik untuk mendapatkan teratai spiritual yang semua orang inginkan. Dirasakannya energi yang sangat besar di bunga tersebut. Mungkin jika dirinya memakan bunga ini, ranahnya akan menerobos beberapa kali lagi. Meskipun hanya beberapa penerobosan tapi lumayan lah.


"Serahkan bunga itu!?" pinta beberapa orang yang tidak tahu malu.


Yohan melirik beberapa orang yang bersiap dengan senjata mereka ingin merebut teratai ditangannya. Ia menelengkan kepalanya tidak mengerti, "Kenapa aku harus menyerahkannya pada kalian kalau akulah yang bersusah payah mendapatkannya?" tanyanya.


"Hallah, jangan banyak bacot!? Atau kau lebih suka pedang kami yang bicara?" ancam yang lain.


Ditatapnya datar orang orang itu. Sebanyak apapun dirinya bicara mereka tidak akan menyerah jika sudah berkaitan dengan harta karun. "Membunuh beberapa orang disini pasti akan menyenangkan kan? Lagipula apapun yang terjadi di dalam labirin para guru dan yang lainnya tidak akan bisa ikut campur." gumamnya pelan. Terlihat seringaian sama di wajahnya. Lalu tersenyum lebar ke arah mereka, "Baiklah!? Pedangku juga ingin bicara dengan kalian!?" Yohan mengeluarkan pedang andalannya.


"Heh, sombong!?" mereka mungkin tidak memiliki cermin dirumah. Karena apa yang Yohan katakan hanya mengikuti apa yang mereka katakan.


Beberapa orang yang melihat kemampuan Yohan segera mengurungkan niatnya untuk merebut teratai spiritual dari tangan Yohan. Setidaknya masih ada beberapa orang yang memiliki akal sehat. Sekarang hanya tinggal beberapa orang saja.


"Ehm, adik Yohan!?" panggil sumber suara yang terdengar merdu ditelinganya. Yohan melirik sumber suara yang memanggilnya. Tampak Xiu Xiyun yang tengah tersenyum ramah padanya.


"Apa senior?" tanya Yohan juga ramah padanya. Diiringi dengan senyuman manis diwajahnya.


"Bolehkan aku meminta bunga itu? Aku sudah berada di ranah cahaya cukup lama. Aku memerlukan bunga itu untuk menerobos. Tolong bantu aku adik Yohan." pinta Cou Xiyun dengan wajah memelasnya.


Yohan melebarkan matanya mendengar Xiu Xiyun terhambat di ranah cahaya cukup lama, "Astaga senior, kau kasihan sekali!? Kau terhenti di ranah cahaya, malang sekali." ujarnya kasihan. "Kalau begitu, ambillah!? kurasa kau lebih membutuhkannya daripada aku!?" ujar Yohan sambil tersenyum manis. Ia menyodorkan teratai berkelopak putih tersebut pada Xiu Xiyun.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum senang tambah lega Yohan mau membantunya menerobos. "Terima kasih adik Yohan, aku tidak akan pernah melipakan kebaikanmu."


Tidak jauh dari mereka berdua, Qi Tianwen menatap Yohan sinis. Bisa bisanya ia di lampaui oleh junior.


Saat Xiu Xiyun akan mengambil teratai yang diberikan Yohan, tiba tiba pria itu menarik tangannya kembali bersamaan dengan teratai yang kembali tertarik. Masih terlihat senyum di wajah pemuda itu. Senyum yang tidak lagi manis. "Adik Yohan, aku pikir kau memberikan teratai itu padaku? Tapi kenapa kau malah menariknya kembali?" tanya Xiu Xiyun bingung. Padahal dia sudah bersiap mengambill bunga itu.


"Ha ha ha ha aku berubah pikiran. Setelah kupikir pikir lagi sepertinya aku lebih membutuhkan bunga kecil ini." ujarnya sembari menggoyang goyangkan teratai putih itu didepan Xiu Xiyun.


Mulut gadis itu menganga heran melihat Yohan yang begitu cepat mengubah keputusannya. "Apa?" masih tak bisa dipercaya pria yang mengaku suka padanya tidak terlihat tanda tanda suka dari pria itu.


"Aku bilang, aku…"


"Tidak, bukan itu. Tapi kenapa kau tidak jadi memberikan bunga itu padaku?" tanya Xiu Xiyun. Dari raut wajahnya terlihat sedikit kekesalan.


"Kenapa yaa~" nada bicaranya seperti mengejek hingga membuat Xiu Xiyun semakin kesal. Yohan hanya tersenyum didepan gadis itu. "Kurasa tidak ada alasan khusus. Aku hanya tidak ingin memberikannya, tuh…" jawabnya lagi.


Rasanya ingin sekali Xiu Xiyun memukul wajah menyebalkan Yohan sekarang. Kalau saja pria didepannya ini bukan tipenya, mungin dia sudah mengabaikan Yohan. "Kalau begitu bagaimana kalau kita bertarung? Siapa yang menang berhak memiliki teratai spiritual, bagaimana?" sepertinya Xiu Xiyun sangat menginginkan bunga yang ada ditangan Yohan. Siapa juga yang tidak menginginkan harta karun berharga seperti itu. Semua orang menginginkannya, termasuk Xiu Xiyun sendiri.


Yohan melirik bunga yang ada di tangannya lalu beralih melirik Xiu Xiyun. Apa teratai spiritual seberharga itu? Yah, bunga itu berharga. Sangat berharga. "Baiklah." jawabnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2