
Dalam perjalanan menuju ibu kota, kelompok Huang Hubei melewati beberapa desa. Beberapa kali juga mereka berhenti untuk istirahat.
"Tinggal melewati kota Luoyang kita akan sampai ke ibu kota Jiuling. Apa kita akan istirahat disana?" tanya Chujin, tangan kanan Huang Hubei.
"Berapa lama lagi kita bisa sampai ke Jiuling?" tanya Huang Hubei.
"Satu atau dua hari lagi."
"Kalau dipikir pikir lagi, bukankah itu adalah wilayah keluarga Xuan?Kalau begitu kita akan menginap di Luoyang. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian akan menginap atau melanjutkan perjalanan?" tanya Huang Hubei pada orng orang yang tadi malam berkemah bersama kelompoknya.
"Kami juga akan menginap." jawab Shin.
"Tapi kami akan berpisah sesampainya disana." sela Yin Fan.
Yohan melirik Yin Fan, "Kenapa kita tidak ikut dengan mereka saja?" bisiknya. Ia heran mengapa tidak mengikuti rombongan Huang Hubei saja.
"Kita tidak boleh terus merepotkan mereka." bisik Yin Fan balik, sebenarnya bukan itu alasannya untuk berpisah. Dia menyadari kalau beberapa orang dari rombongan Huang Hubei, termasuk Huang Hubei sendiri menaruh curiga pada mereka. Karena itu lebih baik memisahkan diri lebih awal dari pada harus terus bersama dan dicurigai. Yah, dengan anggota kelompok yang aneh dan eksentrik seperti ini siapa yang tidak akan curiga.
...***...
Beberapa saat kemudian mereka sampai di kota Luoyang. Disana terlihat sangat ramai. Ada banyak pedagang, toko toko, pertunjukan jalanan, dan lainnya.
"Kita akan berpisah disini. Kalian bisa ikut kami jika mau." ujar Huang Hubei.
"Tidak, terima kasih. Kami akan menginap di peginapan saja." ujar Yin Fan.
"Baiklah." mereka pergi menuju kediaman keluarga Xuan. Ketika jarak mereka sudah agak jauh dari lima orang aneh itu salah satu bawahan Huang Hubei membuka pembicaraan.
"Mereka terlihat mencurigakan." ujar Chujin masih melihat ke belakang.
"Ya, apa tuan yakin ingin melepaskan mereka begitu saja?" ujar Xuan Ming.
"Kalian jangan khawatir, aku memiliki firasat kalau kita akan bertemu mereka lagi nanti." ujar Huang Hubei membuat kedua orang disamping kanan kirinya bingung.
__ADS_1
Setelah rombongan Huang Hubei pergi, lima orang itu mencari penginapan. Penginapan yang mereka kunjungi adalah penginapan Hualing. Penginapan sudah dapat, saatnya mereka membicarakan rencana mereka.
Rencana mereka adalah Labirin Spiritual. Setiap tiga tahun sekali akan terbuka sebuah portal menuju dunia atas. Portal tersebut hanya menuju ke suatu tempat yang bernama Labirin Spiritual. Seperti namanya, Labirin Spiritual adalah sebuah labirin raksasa yang memiliki fitur unik didalamnya. Karena energi spiritual yang kuat setiap dinding besar di sana akan bergerak sendiri membentuk ulang bentuk labirin. Hingga tak ada satupun orang yang bisa masuk sampai ke dalam inti labirin.
Dalam legenda hanya ada tiga orang yang bisa memasuki inti labirin. Pertama, Raja dunia atas yaitu kaisar surgawi, kedua Raja dari dalam Hutan Hitam, dan yang ketiga Raja dari dunia bawah, Raja Yama.
Untuk yang pertama yaitu kaisar surgawi, dia sudah jelas pasti bisa memasuki inti labirin. Jika dia tak memiliki kekuatan hebat mana mungkin dia bisa menjadi kaisar surgawi. Untuk yang kedua, yaitu Raja dari dalam Hutan Hitam. Kebenarannya masih diragukan. Hutan Hitam sendiri adalah hutam mati yang dihuni banyak monster tingkat tinggi. Meskipun energi spiritual disana sama banyaknya dengan yang ada di labirin spiritual, namun bahaya disana jauh lebih berbahaya dari pada labirin spiritual. Karena itu banyak yang meragukan kalau ada kehidupan manusia di hutan hitam.
Dan yang terakhir, Raja Yama penguasa dunia bawah. Ada yang percaya ada juga yang tidak. Tapi yang percaya lebih sedikit dari pada yang tidak percaya. Karena Raja Yama tidak pernah menunjukkan wujudnya ataupun sosok aslinya ke luar. Tapi keberadaannya sudah dijamin ada, sebab yang mengelola dunia bawah adalah Raja Yama.
"Jadi, kapan portal itu terbuka?" tanya Yohan pada Yin Fan. Karena dia yang mengusulkan rencana ini.
"Mungkin, sekitar empat bulan lagi."
"Bukannya itu masih lama? jadi untuk apa kita bersiap sekarang?" tanya Jingmi.
"Kita perlu persiapan matang sebelum memasuki labirin. Disana lebih berbahaya dari apa yang kau pikirkan. Apa lagi untuk bocah yang baru memasuki ranah Chuqiong sepertimu." balas Yin Fan. "Melihat dari ranh kalian, pasti pernah memasuki labirin spiritual kan?" tanya Yin Fan.
Sunyi
Yohan diam karena memang tidak ingat apa dirinya pernah memasuki labirin spiritual. Ia juga baru tahu kalau ada tenpat bernama labirin spiritual. Seseorang yang tidak memiliki teman sepertinya sangat sulit untuk mendapatkan informasi.
Sedangkan Shin, meskipun dia tahu apa itu labirin spiritual, tapi dia tidak pernah memasukinya karena tidak tertarik. Dan Jingmi, dia baru tahu apa itu labirin spiritual. Lalu Zhu'er, dia tidak mau tahu.
"Haah, apa seharusnya aku tidak bergabung dengan kelompok ini?" ujarnya seperti seseorang yang lelah. "Pantas saja kalian hanya diam dari tadi. Baiklah, akan kujelaskan pada kalian struktur labirin spiritual. Labirin terdiri dari tiga bagian utama, pertama bagian luar, tengah, dan bagian inti.
Pada setiap dinding labirin terbentuk dinding yang sangat besar dan menjulang tinggi. Sehingga tidak mungkin untuk loncat atau terbang melewati dinding. Ruang didalamnya sangat luas seperti alam bebas. Jadi tidak akan mudah untuk memasuki bagian tengah apalagi bagian inti. Setiap sehari sekali, struktur didalamnya akan berubah. Sehingga membuat setiap orang yang memasuki labirin kebingungan dengan posisi mereka.
Selain itu, kita hanya bisa didalan labirin selama tiga puluh hari. Setelah tiga puluh hari, kita akan dikeluarkan secara otomatis keluar kembali ke dunia tengah." jelas Yin Fan panjang lebar.
"Lalu, apa tujuan kita memasuki labirin spiritual?" tanya Shin.
Terlihat raut masam di wajah Yin Fan, "Tempat itu adalah tempat harta karun!? Apa kau masih belum mengerti? Disana kau bisa menemukan banyak harta langka dan berharga yang berserakan dimana mana!? Bukankah kita bisa mengambil semua harta harta itu dan menjadikannya uang? Atau jika kalian ingin kita bisa membuatnya sebagai sumber daya untuk membuat kita semakin kuat." ujar Yin Fan, sekarang terlihat smirk di wajahnya. Mereka terlihat menimang nimang harta yang dikatakan Yin Fan. Di tempat itu memang terdapat banyak harta karun berharga. Akan tetapi bukan itu tujuan Yin Fan sebenarnya.
__ADS_1
Pagi ini dia mendapat surat balasan dari tuannya, untuk membawa Yohan ke labirin spiritual. Dengan alasan uang, yang mana pemuda itu sangat menyukai uang. Dia membuat mereka ke labirin spiritual.
Yohan memikirkan seberapa banyak uang yang bisa ia cetak dengan menjual harta harta yang ia dapat dari labirin spiritual. Pastinya akan sangat banyak koin emas yang ia dapat. 'Mungkin saja aku akan mendapatkan banyak emas dari labirin spiritual. Kurasa tempat itu juga cocok untuk pertumbuhan kekuatanku. Meskipun aku merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi, tapi bisa saja akan ada hal bagus juga.' pikir Yohan. Ia melirik Yin Fan, "Aku masih belum mempercayai Paman Fan, karena itu, bisakah kau bersumpah padaku?" tanya Yohan.
"Bersumpah? Apa maksudmu?"
"Bersumpahlah apa pun yang terjadi di labirin spiritual, paman akan selalu melindungiku!?"
Sontak apa yang dikatakan Yohan menjadi sebuah kejutan bagi semua orang. Meraka tak mengerti mengapa pemuda itu membuat Yin Fan bersumpah seperti itu. Sumpah seorang kultivator sangatlah berharga dan penting. Tidak boleh sumpah itu di langgar. Karena jika di langgar maka sebagian besar kekuatan kultivator tersebut akan musnah.
Yin Fan menggigit bibir bawahnya mendengar apa yang dikatakan Yohan, 'Apa dia sudah gila? Selalu melindunginya? Jika aku bersumpah seperti apa yang dia katakan, maka sat dimana tuan akan menghukumnya aku harus melindunginya. Itu sedikit sulit. Liu Yohan, rencana gila apa yang kau sembunyikan?' pikirnya bingung harus berkata apa. Tapi bagaimanapun juga dia harus menolak sumpah itu. "Aku meno_"
"Jika paman menolak, maka lupakan saja tentang memasuki labirin itu. Selamat tinggal!?" Yohan bangun dari tempatnya dan berjalan keluar dengan langkah lambat.
Ini gawat. Bukankah Yin Fan garus membuat Yohan memasuki labirin spiritual agar bisa bertemu dengan tuannya? Jika Yohan tidak ikut dengannya maka rencananya akan berantakan. Satu persatu dari mereka pergi. Karena kebanyakan dari mereka yang ikut adalah orang orang yang mengikuti Yohan. "Tunggu!?" panggilnya juga ikut berdiri.
Yohan berhenti dari langkahnya dan berbalik melihat Yin Fan. "Jadi, apa paman setuju untuk bersumpah?" tanyanya dengan senyum licik bagai ular.
Dengan segala pertimbangan yang dia pertimbangkan, "Kau pasti tahu apa arti dari ucapanmu. Kau harus mempersembahkan sesuatu untuk membentuk sebuah sumpah. Apa yang akan kau persembahkan?"
"Tentu saja aku sudah memikirkannya." Yohan menyeringai lebar, "Persembahanku adalah, seribu kepala manusia." ujarnya dengan sangat enteng.
Keempat orang disana mendelik melihat kearah Yohan. Seribu itu bukan nilai yang kecil dan itu juga bukan barang melainkan nyawa manusia. Bagaimana bisa dia berkata seenteng itu.
"Ha…ha ha ha ha ha ha… aku yakin kau sudah gila." ujar Yin Fan tertawa hambar. Tapi melihat wajah Yohan yang tidak ada perubahan dan masih tersenyum padanya membuat Yin Fan menyimpulkan kalau omongannya benar. "Apa kau benar benar sudah gila?" tanyanya yang tentu saja tidak ditanggapi Yohan.
Jingmi heran mengapa Yohan harus melakukan hal semacam itu. Kemudian dia melakukan transmisi suara dengaan Shin. Maka tau pria itu mengetahuinya, "Guru, kenapa Yohan'ge membuat Paman Fan bersumpah seperti itu? Apa karena paman Fan pernah mengulurkan senjatanya pada Yohan'ge?"
Shin pikir juga begitu. Tapi tindakan Yohan terlalu berlebihan jika hanya karena hal itu. "Aku rasa bukan itu. Mungkin, ada hal lain yang membuatnya melakukan hal itu."
Saat Yohan akan berbalik dan berpikir Yin Fan tidak akan bersumpah tiba tiba pria itu bersuara.
"Aku bersumpah akan melindungi di dalam labirin spiritual apapun yang terjadi. Jika aku melanggar sumpahku maka sebagian dari kekuatanku akan hilang!?" begitulah Yin Fan mengatakan sumpahnya dengan tangan kanan dia ulurkan kedepan dan ujung tangan yang bersinar. Tidak lama cahayanya redup menandakan sumpah telah terbuat. "Apa kau puas? Sekarang giliranmu!?" terlihat wajah masam di wajah Yin Fan.
__ADS_1
Tapi terlihat wajah yang tersenyum menyebalkan di wajah Yohan. Saking menyebalkannya Yin Fan ingin sekali memukulnya. Yohan mengulurkan tangannya kedepan, cahaya emas keluar dari tangannya, "Sebagai persembahan dari sumpah Yin Fan, aku, Liu Yohan, akan mempersembahkan seribu kepala manusia."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...