Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 38. Pemimpin muda Sekte Demonik.


__ADS_3

Beberapa meja berisi beberapa orang berkumpul. Mereka adalah murid murid dari sekte fire dragon yang sudah mendapatkan penginapan lain. Dari raut wajah mereka tampaknya mereka masih merasa marah akan kejadian beberapa saat yang lalu.


Duak


"Sial!? Aku masih sangat kesal memikirkan kembali apa yang telah baj*ngan itu perbuat!?" gerutu salah satu murid.


"Bukan hanya kau, aku juga sangat marah memikirkan dia lolos begitu saja. Awas saja nanti! Aku akan menghabisinya jika bertemu lagi di labirin spiritual!?" gerutu yang lain.


"Senior!? Apa senior tidak marah? Kenapa senior tenang sekali?"


Mereka semua melihat ke salah satu orang yang mana adalah pimpinan mereka dan senior yang dihormati. "Tentu saja aku marah. Apa ada alasan aku tidak marah? Dia telah membunuh dua saudaraku seperguruanku. Mana mungkin aku tidak marah. Kalian tunggu saka saat dilabirin spiritual, kita akan membuat rencana untuk membunuhnya!?" ujarnya penuh penekanan. Dengan diikuti anggukan yang lain.


Tidak lama kemudian salah seorang pelayan membawakan makanan mereka. "Silahkan dimakan~" ujarnya penuh keramah tamahan dengan senyum pelayanan.


Ketika mereka makan makanan dihadapan mereka tiba tiba salah satu dari mereka memegang lehernya. Urat urat ungu menonjol terlihat jelas. Murid itu mencekik lehernya sendiri seakan dicekik oleh orang lain.


Bruk


Murid itu mengeluarkan busa ungu dari mulutnya. Dia meninggal dengan mata melotot ketakutan akan kematian.


"Junior Gu!? Ada ap_ ugh!?" salah satu senior yang khawatir tak lama juga mengalami hal yang sama. Dia mati.


Satu persatu dari mereka keracunan. Tinggal ketua mereka yang belum. Dia kaget dengan apa yang terjadi pada para saudaranya. Lalu tiba tiba dia terpikirkan tentang makanan yang baru saja dibawakan oleh satu pelayan. Setelah dipikirkan ulang, wajah pelagan itu seperti pernah dikenalnya. Dia adalah anak laki laki yang berwajah seperti wanita yang bersama dengan baj*ngan yang telah membunuh kedua saudaranya di penginapan sebelumnya. "Sialan!? Dia_ ugh!?" dia terjatuh memegangi lehernya yang seperti terbakar. Tidak lama dia jatuh kebawah.


Di akhir saat ajal hampir menjemputnya, pelayan yang membawakan makanan terlihat. Pelayan itu tersenyum puas dengan hasil kerjanya. Lalu seperti menggerakkan mulutnya yang masih bisa terbaca, 'Makanya, kau seharusnya baik baik kepada kami.' lalu tersenyum lagi sampai kemudian berjalan menjauh.


...***...


Rumor menyebar bagaikan listrik. Rumor tentang sekelompok penjahat yang membantai keluarga Jiang dan pembunuhan di penginapan nanjiang. Tidak tahu siapa kelompok ini, tapi banyak yang menyangka kalau kelompok ini sebenarnya adalah sekte demonic yang mana adalah musuh besar kekaisaran Qi.


Sekte Demonic

__ADS_1


Di dalam aula sebuah ruangan besar terlihat seorang pria berpakaian merah tengah duduk di sebuah kursi yang mirip dengan kursi kedudukan. Di samping itu ada beberapa tetua juga petinggi yang berdiri menghadiri rapat pertemuan.


"Patriak, saat ini sedang beredar desas desus kalau kitalah yang telah membantai keluarga Jiang. Aku yakin seseorang berusaha memfitnah kita." ujar salah satu orang tetua berkumis tebal.


"Kita tidak bisa diam saja rumor tidak berdasar seperti itu menyebar. Bagaimanapun kita harus mencari penjahat sebenarnya, Patriak!?" ujar salah seorang wanita tua yang juga salah satu tetua.


Pria yang tengah duduk di kursinya itu sedang memikirkan apa sebab dan akibat dari rumor yang beredar. Akhirnya setelah selesai berpikir dia mengumumkan keputusannya. "Kalian tidak perlu khawatirkan masalah ini. Biar Wuyin yang akan mencari tahu pelakunya. Kalian lebih baik fokus menyeleksi orang orang yang akan mengikuti labirin spiritual." ujar patriak sekte.


"Baik, Patriak!?" jawab mereka bebarengan.


Sekarang…


'Sialan, aku harus repot karena rumor dan penjahat baru itu, Ayah pasti akan menghukumku di gunung kesengsaraan jika aku gagal mencari tahu pelakunya.' pikir pemimpin muda, yang bernama Zai Wuyin.


Kini dia didalam sebuah rumah tua yang lebih mirip gubuk reot, Zai Wuyin seorang pemimpin muda dari Sekte Demonic menemui seorang informan, 'Baru saja aku keluar dari latihan tertutup, dan aku harus mengurus masalah merepotkan ini? Tidak bisa kupercaya.' dia kesal harus repot dengan misi yang diberikan ayahnya. Untuk menutupi jati dirinya, Zai Wuyin memakai penyamaran agar tidak seorangpun mengetahui identitasnya. Akan tetapi pak tua dihadapannya ini adalah salah satu petinggi satuan pengemis, jadi pasti dia langsung mengenali Zai Wuyin. "Aku dengar, satuan pengemis adalah sekte yang paling hebat dalam mengumpulkan informasi, apa itu benar?" tanyanya dengan pandangan yang sedikit angkuh.


Pria tua yang didepannya tersenyum miring, "heh he he he, itu tergantung dengan bayaran yang bisa pemimpin muda berikan. Sekarang apa yang ingin pemimpin muda ketahui?" tanya orang tua itu.


"Aah, ternyata itu. Sebenarnya ini informasi tingkat tinggi, apa tuan benar ingin tahu?" tanya pak tua itu dengan pandangan ingin meminta uang lebih. Tidak lama Zai Wuyin memberikan sekantung uang siver lagi ke depan pak tua informan. Wajah girang terlihat diwajahnya sekarang.


"Sekarang katakan!?"


"Kalau penginapan nanjiang aku tidak tahu." ujar pak tua itu sembari menghitung uang silver itu dengan riang, "Tapi kalau pembantaian keluarga Jiang aku sangat tahu. Seminggu sebelum keluarga Jiang hancur, mereka menangkap seorang pemuda yang diduga membunuh pewaris utama keluarga mereka, Jiang Feng. Kepala keluarga Jiang saat itu sangat percaya kalau Jiang Feng di bunuh oleh pemuda itu. Makanya dia menangkap pemuda itu dari akademi Qing Luo yang telah bersembunyi lama disana. Ah, ngomong ngomong akademi Qing Luo juga telah hancur tidak lama setelah hancurnya keluarga Jiang."


"Siapa pemuda itu?"


"Pemuda itu adalah seorang yatim piatu dari pinggiran kota. Dia memiliki meridian yang tersegel dan bakat yang buruk. Banyak yang mengatakan kalau dia menggunakan cara licik membunuh Jiang Feng. Apasan dia berhasil selamat dari keluarga Jiang waktu itu adalah karena Chen Zinyu yang kala itu masih hidup melindunginya. Dia menjadikannya murid meskipun tidak bisa menggunakan seni bela diri. Setelah Chen Zinyu meninggal, barulah keluarga Jiang menangkapnya."


Zai Wuyin mengernyit, "Chen Zinyu melindunginya? Kenapa?" tanyanya.


"Mana kutahu? Mungkin dia teringat cucunya yang sudah meninggal?" jawab pak tua itu asal.

__ADS_1


'Ah, benar. Seluruh kekaisaran tahu seberapa Chen Zinyu sangat menyayangi cucunya. Saking sayangnya dia tidak pernah menunjukkan wajah cucunya.' pikir Zai Wuyin.


"Tapi, malam sebelum keluarga Jiang terbunuh, ada dua orang penyusup yang memasuki kediaman tersebut. Saat itulah keluarga Jiang menemui kehancurannya. Dan hal yang paling mengejutkannya, pemuda itu memiliki elemen kegelapan!?" ujarnya dengan ekspresi serius.


Zai Wuyin terbelalak kaget mendengarnya. Tak disangka dia akan mengetahui informasi sepenting ini, "Jangan bercanda denganku!" ujarnya tidak suka.


"Siapa juga yang ingin membohongi pemimpin muda sekte demonic~ aku hanya menyampaikan apa yang ingin kau dengar." ujar pak tua itu. "Ah, ngomong ngomong untuk informasi lanjutannya kau harus bayar lagi. pemimpin muda tahu bukan? Ini informasi tingkat tinggi." ujar pak tua itu lagi yang menunjukkan kalau dia ingin uang lagi.


Zai Wuyin menggertakkan giginya kesal. Inilah kenapa dia tidak terlalu suka dengan satuan pengemis. Mereka adalah pemeras. Dia lalu memberikan lagi sekantung koin emas yang jumlahnya setengah dari koin silver.


Wajah pak tua itu tambak bahagia melihat koin emas kali ini. "Ho ho ho ho, pemimpin muda, anda sangat dermawan~" pujinya sangat gembira.


"Berhenti omong kosong!? Sekarang cepat katakan siapa siapa mereka itu? Terlebih lagi, apa benar pemuda itu memiliki elemen kegelapan? Katakan semua identitas mereka!?" tanyanya begitu banyak.


"Baik baik, saya mengerti~ jadi, yang pertama adalah Wen Shin. Dia adalah seorang anak haram dari keluarga Wei. Kemampuannya di atas rata rata. Dia adalah anak muda yang sangat berbakat. Dia menyembunyikan kemampuannya dari semua orang meskipun dia sangat kuat. Tidak ada yang tahu untuk apa dia melakukan itu. Kedua adalah Ho Jingmi, dia juga seorang anak haram dari keluarga Yuan. Dia kabur dari keluarga Yuan yang memperlakukannya dengan buruk. Entah ini takdir atau bukan, tapi dia adalah murid dari Wen Shin. Dan fakta mengejutkannya adalah dia juga sama berbakatnya dengan gurunya. Dan yang terakhir, pemuda yang selalu diincar keluarga Jiang. Liu Yohan.


Awal kemunculannya tidak terlalu mencolok. Dia hanya seorang anak yatim piatu di pinggiran kota. Banyak yang merendahkannya didalam academi Qing Luo karena dia memiliki meridian yang cacat. Satu satunya yang bagus darinya hanyalah ketua akademi yang melindunginya untuk waktu yang cukup lama. Tapi siapa sangka, dia sebenarnya memiliki elemen kegelapan?" jelas pak tua informan.


"Apa kau tahu dimana mereka sekarang?"


"Sebentar, coba kulihat dulu…" pak tua itu membuka buku catatannya. "Ah, mereka berada di Huanan sekarang." lanjutnya sembari melihat ke depan. Namun yang tersisa hanya udara kosong. "Ck ck ck, dia pergi tanpa pamit. Tapi tidak apa apa~ yang penting aku memiliki banyak uang~ ha ha ha ha…"


"Hmm~ kau sepertinya sangat bahagia." ujar seseorang dari dalam kegelapan.


"Ya, tentu sa_" ucapannya berhenti ketika menyadari sesuatu, 'Siapa yang bicara denganku?' pikirnya panik. Saat dia ingin menyerang seseorang tersebut, tiba tiba seperti ada sesuatu yang menahan tubuhnya untuk berbalik menyerang. Tubuhnya terasa kaku sekarang. 'Tubuhku, kenapa tidak bisa bergerak? Aku tidak merasakan adanya totokan.' pikirnya makin panik.


"Heh he he he ha ha ha ha uang yang kau dapatkan, bukankah uang ini hasil dari menjual informasi ku tanpa ijin? Kata ibu, itu perbuatan jahat loh~" ujar sosok dibalik bayangan tersebut. Meskioun tidak terlihat jelas, namun mata merah yang yang memiliki garis ditengahnya itu tampak sangat mencolok.


Seketika pak tua itu sadar jika yang berbicara adalah salah satu dari orang yang dia jual informasinya. "Apa… kau adalah… Liu Yohan?" tanyanya hati hati.


Seseorang yang berada didalam bayangan tersebut keluar. Tepat didepan pak tua informan, keluar seorang pemuda berambut hitam dengan mata merah yang seperti hewan buas. "Tepat sekali~" jawabnya dengan senyum ramah yang terasa licik.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2