
Dalam salju yang tebal Yohan merasa mantel yang ia pakai tidak berefek apapun. Udara dingin disini sangat dingin sampai rasanya menembus kain tebal yang menyelimutinya. Tapi dia heran mengapa bisa ia kedinginan sampai segininya.
"Hachu!? Hachu!?"
Mendengar suara bersin yang terus menerus dari Yohan, Lao Yunzi jadi terus melihat ke pemuda itu. "Apa kau sakit?" tanya Lao Yunzi pada akhirnya.
Melihat wajah dan hidung pria itu yang memerah, matanya juga sedikit berair, "Aku tidak apa apa. ini hanya bersin." jawabnya. Tidak ingin mengatakan kalau dirinya memang kenapa napa. Kan tidak lucu kalau dirinya yang seorang pria terlihat lemah didepan wanita. Jadi ia gengsi kalau mengatakan tidak enak badan.
Masalahnya bersin pemuda itu di lakukan tanpa henti. Tentu saja otomatis Lao Yunzi bertanya, 'Benar baik baik saja?' ulangnya dalam hati. Tapi ragu untuk bertanya ulang. Tapi ya sudahlah, lagi pula dia yang sekarang terlihat jauh lebih sehat dari pada di masa lalu.
Tiba tiba tanah dibawah mereka bergetar. Keduanya langsung melompat ke arah berlawanan. Dari tanah yang mereka pijak muncul monster golem es yang ukuran tubuhnya setinggi 30 meter dan besar 20 meter. Seluruh tubuhnya terbuat dari batu es keras dan matanya bersinar biru. Selepas menunjukkan diri golem es langsung menyerang Yohan dan Lao Yunzi bersamaan dengan tangan besarnya.
DUAK
Mereka berdua hanya bisa menghindari serangan serangan golem es. 'Sudah kuduga, jika aku jalan sendirian dan tidak bersama yang lain, kesulitan setiap labirin akan semakin sulit.' pikirnya ditengah pertarungan. Yohan mengeluarkan pedangnya yang selama ini bersembunyi dibalik jubah. "Hei gadis!? Alihkan perhatian golem ini dulu. Aku akan menyerangnya sekali serang." ujar Yohan.
"Ugh, aku punya nama!?" protesnya. Lao Yunzi menyerang bagian mata kiri dengan panahnya.
GGRRAAA
Raung golem es terdengar lantang. Golem es langsung beralih perhatian pada Lao Yunzi. Dengan tangan besarnya ia menghempaskan Lao Yunzi dengan cukup keras.
Gadis itu terpelanting menghantam salju yang akhirnya berakhir tercebur ke danau es yang membeku. Dalam keadaan seperti itu, masih sempat sempatnya Lao Yunzi melancarkan serangan serangan berkekuatan besar. Meskipun hanya membuat retakan.
Dari belakang golem es, Yohan tengah memfokuskan kekuatannya pada titik tengan tempat batu permata merah yang ada di leher bagian belakang golem es. Ia mengangkat pedangnya tinggi tinggi ke atas yang seperti mengeluarkan asap hitam. Tebasan yang sudah ia latih mencapai tingkat ombak.
...'2th Darkness of Zhan'...
"MENGHINDARLAH!?" teriaknya pada Lao Yunzi.
Di ayunkannya pedang itu lurus ke depan, bersamaan dengan itu kegelapan yang pekat bergelombang seperti ombak besar menghantam golem es. Hanya dalam sekejap sebuah garis besar berwarna hitam berasap terlukis di tengah tubuh golem. Seketika golem itu hancur menjadi gundukan gundukan batuan es. Permata merah di tengah golem juga telah hancur berkeping keping.
__ADS_1
Lao Yunzi yang sudah menghindar dari serangan pamungkas Yohan merasa bersyukur sudah menghindar tepat waktu. Jika dia terlambat atau tak menghiraukan peringatan pria itu, maka sekarang mungkin dirinya sudah jadi tumpukan daging.
Yohan berlutut di bawah sambil memegangi gagang pedangnya sebagai penyanggah. Tangannya gemetar dengan nafas yang terdengar kurang baik. Serangan sebesar itu menguras tenaganya. Apalagi tubuh lemahnya yang masih belum beradaptasi dengan jurus barunya. Yohan melihat Lao Yunzi berjalan mengarah padanya.
"Kau baik baik saja?" tanyanya.
Dilihatnya Lao Yunzi yang tengah melihatnya juga, "Dari tadi kau terus bertanya kesehatanku, apa kau mengkhawatirkanku?" tanya Yohan balik. Dirinya bertanya begitu bukan maksud apa apa. Ia hanya penasaran. Tapi sepertinya Lao Yunzi tidak begitu.
Terlihat Lao Yunzi yang membelalakkan matanya karena apa yang dikatakan Yohan, "Maaf, tapi aku hanya tidak ingin membawa orang yang sakit sakitan nanti." balasnya sarkas dengan nada yang kesal.
"Asal kau tahu, orang yang sakit sakitan ini sudah menolongmu." balas Yohan balik sambil berdiri memasukkan pedangnya. Wajahnya makin terlihat pucat.
Tidak ada balasan lain karena kenyataan telah menampar perempuan itu. Kalau dirinya sendiri tidak akan mampu membunuh golem sebesar itu. Untungnya ada pria menyebalkan didepannya yang membunuhnya.
Wuss
Angin berembus sepoi sepoi membuat tubuhnya kedinginan. Karena seluruh pakaiannya basah karena air es, alhasil dia harus kedinginan. 'Sialan, aku tidak membawa baju ganti.' pikirnya. Lalu terlihat sebuah tangan menyodorkan jubah hitam yang tebal kepadanya. Dia melihat Yohan memberikan jubah miliknya. Mungkin karena rasa iba atau kasihan pria itu memberikannya. "Bagaimana denganmu?" tanya Lao Yunzi melihat wajah pucat itu membuatnya ragu menerima jubahnya.
"Petunjuk jalanku tidak boleh tumbang hanya karena kedinginan. Aku masih memiliki baju kering, lagipula kau bilang lapisan kedua dari labirin bagian dalam sudah dekat bukan? Kau bisa mengembalikannya saat di gerbang." jawabnya enteng.
...***...
"Jadi ini lapisan kedua labirin bagian dalam?" tanya Yohan sembari melongo melihat keindahan yang hakiki didepannya.
"Ya, inilah lapisan kedua dari labirin bagian dalam." jawab Lao Yunzi dengan senyum diwajahnya sambil melihat keindahan didepannya.
Lapisan kedua dari labirin bagian dalam adalah sebuah padang bunga dan rerumputan yang hijau. Kehangatan di tempat ini membuat siapapun ingin berbaring dan tidur diatas alas rumput yang segar. Bahkan saking indahnya ada banyak binatang binatang kecil seperti lebah, kupu kupu, capung, dan binatang kecil lainnya yang tidak berbahaya. Yang pasti tidak ada nyamuk dan lalat disini. Disini sangat indah dan tidak ada satupun monster didalamnya. Benar, tidak ada monster. Yang artinya tempat ini dijamin 100% aman.
...'Flower Garden'...
Itu adalah nama tempatnya. Taman bunga ini adalah tempat khusus yang tidak berbahaya. Bisa dibilang ini adalah tempat istirahat. "Karena disini tidak ada monster, kita bisa tenang tanpa waspada adanya monster." ujarnya sambil melihat Yohan. Namun ketika melihat pria itu…
__ADS_1
Yohan berlari menuju kedepan sambil tertawa riang. Benar benar seperti bocah, "Woaahh ha ha ha ha ha ha ha ha ha!?" teriaknya sambil tertawa senang.
Lao Yunzi bahkan sampai tercengang melihat tingkah kekanakan pria itu. Kenapa bisa tingkahnya berubah menjadi seperti anak anak yang baru pertama kali diajak ke wahana bermain? Coba lihat saja dia sekarang, berguling guling seperti orang kesurupan. Tidak, atau kurang waras? Yang mana saja boleh. Yang pasti tingkah Yohan membuat Lao Yunzi keheranan. "Kenapa kau tiba tiba senang?" tanyanya.
"……" Yohan sama sekali belum menjawab Lao Yunzi. Bagaimana ia harus menjelaskannya pada Lao Yunzi? Bahwa emosinya memang naik turun seperti ini. Bahwa dirinya seperti merasa bebas dan merindukan tempat ini?I Bahwa dirinya seperti merasa dadanya tidak sesak lagi? Bahwa berat dikepalanya sudah terasa ringan seperti kapas? Bahwa ia merasa seperti orang sehat pada umumnya ditempat ini? Akhirnya ia hanya menjawab, "Umm~ aku hanya merasa senang~" jawabnya dengan senyum riang. Membuat damage besar untuk Lao Yunzi.
Wajah wanita itu tiba tiba memerah melihat senyum riang Yohan. Seakan dirinya tidak perlu jauh jauh mencari seorang pangeran. Karena pangeran itu ada tepat di depannya. Terus terang saja, pria itu sangat tampan saat tersenyum ceria seperti itu. "Kita sudah melakukan perjalanan bersama, tapi belum memperkenalkan diri satu sama lain." ujar Lao Yunzi.
Mata Yohan terbuka mendengar apa yang dikatakan Lao Yunzi masuk akal. Sudah satu hari lebih mereka melakukan perjalanan bersama tapi tidak mengenal satu sama lain. Yohan duduk membenarkan posisinya, "Kalau begitu siapa namamu?" tanya Yohan.
Lao Yunzi tersenyum tipis, "Panggil saja aku Yunzi." ujarnya akhirnya bisa secara resmi menjalankan rencana ayahnya.
Terlihat Yohan menatap Lao Yunzi secara intens, "Yunzi? Aku seperti pernah mendengar nama itu." ujar Yohan sembari berpikir keras dimana ia pernah mendengar nama Yunzi ini.
"A ah, namaku cukup populer di kalangan gadis gadis muda." sautnya. Bisa gawat kalau belum apa apa sudah ketahuan.
"Yah, mungkin kau benar. Sekeras apapun aku mencoba, aku tidak bisa mengingatnya." ujarnya sambil melihat ke arah Lao Yunzi langsung.
Lao Yunzi menatap mata merah bergaris tengah seperti busur panah itu. Warna merahnya yang terang serta garis merah dibawah matanya selaras dengan kulitnya yang seputih susu, selalu menarik perhatian setiap orang didekatnya. Tatapan pria itu membuat intimidasi yang cukup kuat. Seakan akan seseorang tidak akan bisa berkata bohong didepannya. Seperti pria itu melihat jauh kedalam dirinya. Karena itu Lao Yunzi memalingkan pandangannya ke arah karena takut kebohongannya akan terbongkar. Bukannya tidak lucu jika belum apa apa sudah ketahuan?
'Dia menghindar?' pikir Yohan. Masih memperhatikan Lao Yunzi yang kini sudah melihat ke sekumpulan kupu kupu. "Aku lupa memperkenalkan diri, namaku Liu Yohan, kau bisa memanggiku Yohan." ujarnya tersenyum riang sambil memperkenalkan diri. Diselodorkannya tangan kanan untuk berjabat tangan sebagai bentuk formal. Begitu pula dengan gadis itu yang menyambut uluran tangan Yohan. Saat melihat uluran tangan gadis itu, dilengannya yang tersembunyi ke bagian dalam ada tatto berbentuk ular berwarna hitam. Matanya langsung terbelalak melihat tatto itu.
Masalahnya, tatto itu adalah simbol dari kelompok yang menyerangnya saat di penginapan. Yohan tak percaya kalau ia akan bertemu dengan kelompok yang mengincarnya. 'Apa dia ada hubugannya dengan mereka? Itu sudah pasti, kan? Kalau begitu apa jangan jangan pertemuanku dengannya sudah direncanakan? Dia akan membunuhku? Tidak tidak tidak, itu tidak boleh!?' Yohan yang terhanyut dalam pikiran negatif dan kepanikan tidak perlu masih menggenggam erat tangan Lao Yunzi.
"Hallo? Ada apa?" tanya Lao Yunzi sembari memiringkan kepalanya melihat wajah Yohan yang terlihat panik. Tangannnya masih menggenggam tangan Lao Yunzi dengan gemetar. Baiklah, Lao Yunzi sekarang mulai ikut khawatir dengan Yohan.
"-----------" terdengar gumaman yang tidak begitu jelas.
"H hei?"
Tiba tiba Yohan dengan cepat menerkam Lao Yunzi. Tangan kirinya menekan tangan kanan Lao Yunzi dan tangan kanannya mencekik leher gadis itu.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...