
"Peristiwa itu sudah beberapa tahun yang lalu dilupakan, kenapa kau mengungkitnya lagi?" tanya Guan Hwi.
"Aku hanya ingin tahu. Oh?! Apakah informasi itu adalah informasi tingkat tinggi? Tidak apa apa, aku pasti membayarnya setelah menjual banyak item dari labirin spiritual." ujar Yohan.
"Tidak, masalah bukan tentang harganya." Guan Hwi berhenti sejenak. "Sudahlah, aku akan memberi tahumu. Jadi, dari mana kau ingin mengetahuinya?" tanya Guan Hwi.
Yohan tampak tengah berpikir sekarang, "Aku ingin tahu, siapa yang membantai keluarga cabang Mo."
"Penjahat gila." jawab Guan Hwi singkat.
Mata Yohan terbalam mendengar itu, "Benarkah?" tanyanya masih tak percaya.
"Benar. Beberapa hari sebelum keluarga cabang Mo di bantai, mereka membeli sebuah mayat dari pedagang mayat yang biasa menjadi langganan mereka. Kau tahu, kepala keluarga cabang Mo saat itu adalah seseorang yang memiliki kelainan dalam melakukan hubungan s*x. Jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan maka Mo Ruyu tidak akan segan segan membunuh bawahannya sendiri. Suatu hari dia mendapat kabar kalau ada mayat yang sudah berumur ratusan tahun tanpa menua sedikitpun. Mungkin karena penasaran dia mencari mayat itu. Setelah dia mendapatkan mayat itu, kau pasti tahu apa yang terjadi setelahnya. Keluarga cabang Mo dibantai habis dalam semalam oleh mayat yang hidup kembali dari kematiannya." jelas Guan Hwi panjang lebar.
"Dari mana si pedagang mayat mendapatkan mayat itu?"
"Saat ingin diintrogasi pedagang mayat dan bawahannya sudah dibunuh oleh seseorang. Kemungkinan untuk mencegah bocornya informasi."
Saat ini di ruangan Yohan. Ia terus terusan memikirkan informasi yang ia dapat dari Guan Hwi. Ia mulai memasangkan kejadian demi kejadian yang lain. "Mo Ruyu mendapatkan informasi tentangku. Lalu membeliku dari pedagang mayat. Saat itulah aku bangun. Lalu membunuh semua yang ada ditempat itu sesaat setelah aku bangun. Mungkin karena teknik penghisap roh dan darah, aku jadi tanpa sadar membantai mereka. Saat ingin diselidiki, anehnya pedagang mayat itu mati. Itu artinya ada seseorang yang sengaja ingin membuatku bangun.
Tapi mungkin orang itu tidak menyangka aku akan kehilangan ingatan. Aku yakin serangan waktu di akademi juga karena orang yang sama. Apa tujuannya?" Yohan memikirkan tujuan dari seseorang yang telah sengaja membuatnya bangun. 'Jika ada seseorang yang ingin aku bangun, pasti juga ada yang membuatku tidur panjang.' pikir Yohan. Tiba tiba ia teringat bayangan seorang pria berambut putih yang menusuknya berkali kali ketika dirinya masih disekap didalam penjara , keluarga Jiang. Yohan meraba lehernya yang mana terlihat garis sayatan benang tajam.
Tampak senyum lebar diwajahnya, "He he he be ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha jadi dia, ya? Yang membunuhku? ha ha ha ha ha ha ha ha…" Yoham cekikikan sendirian. Ralat, tertawa sejahat jahatnya setelah mengetahui pembunuhnya. "Tunggu tunggu, kalau begitu seeorang yang ingin aku bangun berharap aku membalas dendamku. Yang artinya, dia ingin aku menjadi bonekanya?"
Hening beberapa saat.
Tapi kemudian, "TIDAAK!? ITU TIDAK BOLEH!? TIDAK TIDAK TIDAK!? BAGAIMANA BISA PRIA SETAMPAN AKU JADI BONEKA ORANG LAIN?" teriaknya histeris.
Dari luar kebetulan ada Yin Fan dan Shin melewati kamar Yohan. Mereka kaget tiba tiba Yohan berteriak teriak dari dalam kamarnya. Terutama Yin Fan yang baru pertama kali mendengarnya. Dia merasa aneh mendengarnya.
"Kenapa dia berteriak teriak begitu?" tanya Yin Fan heran.
__ADS_1
"Oh, benar, Paman pasti belum terbiasa dengan kelakuan orang aneh itu. Dari dulu dia memang terkadang suka bicara sendiri dan berteriak histeris. Karena kelakuannya itulah banyak murid murid di akademi menganggapnya gila. Tapi, setelah pembantaian keluarga Jiang, sepertinya kegilaannya tambah parah." jelas Shin.
Yin Fan terbelalak mendengarnya, "T tunggu, jadi dia benar benar gila?Bukan hanya sebutan saja?" tanyanya agak tidak percaya.
"Bukannya itu sudah jelas?"
Sekarang Yin Fan tahu kenapa Yohan sering melakukan hal hal tidak berguna. 'Benar juga, bukannya orang gila itu menyebalkan? Dan aku selalu meladeni orang gila itu? Kalau dipikir pikir, pria disampingku juga gila kan?' Yin Fan melirik Shin. Sesaat setelahnya dia menepuk wajahnya sendiri, 'Bukan hanya dua orang ini. Dua orang lainnya juga bukan? Yang satu selalu menatap tajam setiap orang seakan akan ingin membunuh mereka. Dan yang satu lagi memiliki kecenderungan psikopat. Singkatnya, hanya aku yang normal disini.' pikirnya, lagi.
Kembali ke Yohan, ia memiliki beberapa spekulasi terhadap beberapa orang yang dicurigainya. Untuk saat ini tersangka pertama adalah Chen Zinyu dan Zhu'er. Karena pria tua itu telah meninggal, jadi sulit untuk mencari kebenarannya. Tapi bukankah masih ada cucunya? Yah, Zhu'er memang mencurigakan. Beberapa kali Yohan bertanya pertanyaan yang berhubungan dengan dirinya, tapi perempuan itu selalu menjawab tidak tahu. Sayangnya karena ekspresinya yang selalu datar, ia tidak tahu apa perempuan itu jujur atau tidak. Percuma saja jika dipaksa, Zhu'er adalah tipikal orang yang tidak akan membuka mulutnya bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya sekalipun. Ia hanya bisa menunggu perempuan itu buka mulut dengan keinginannya sendiri.
"Masih ada waktu empat bulan, apa aku berlatih saja?" Setelah ia berlatih jurus tujuh rantai neraka, ia berhasil membuka segel meridiannya. Entah karena segel itu melemah atau karena ia mempelajari jurus itu, tapi yang pasti sekarang ia bisa menggunakan seni bela diri. Yohan berkultivasi selayaknya kultivator lain. Hanya saja ia menggunakan teknik pernapasan yang berbeda. Ia menggunakan teknik pernapasan yang ia ingat di kepalanya. Teknik ini ternyata sangat cocok dengan kedua elemennya.
Ngomong ngomong soal elemen, ia sendiri tidak tahu kenapa bisa memiliki dua elemen. Umumnya seseorang hanya memiliki satu dan itupun tidak ditentukan oleh keturunan. Apa ia hanya beruntung? Atau keberuntungan itu bukanlah sebuah keberuntungan?
...***...
Didalam kamar yang gelap tanpa adanya cahaya matahari ataupun cahaya api, seorang wanita yang tengah menggendong bayinya duduk dibawah lantai. Terlihat bayi itu tidur seperti sudah mati. Dengan tubuh yang dingin. Wanita itu tampak terlihat sangat ketakutan jika bayinya benar benar mati. Tapi meskipun begitu masih terasa aura kehidupan dari bayi itu, meskipun sangat tipis. "Tidak, tidak bisa seperti ini. Anakku tidak boleh mati. Kumohon, menangislah!? Ayo menangis!?" ujarnya panik. Karena bayi itu sejak awal di lahirkan tidak pernah menangis, ditambah lagi dengan suhu tubuh yang rendah, dia khawatir anaknya tidak memiliki umur panjang.
Brak
Seketika aura membunuh terpancar dari perempuan yang menggendong bayinya. Dan wanita yang mengejeknya terlihat sabgat terintimidasi dengan itu. Dia terlihat kesusahan dalam bernafas. "Sekali lagi kau mengatakannya dengan mulut kotormu, aku tidak akan sungkan untuk merobeknya!?" ujarnya dengan pancar mata berwarna emas.
Sedangkan perempuan itu memegangi lehernya, "Kau, lihat saja nanti. Cepat atau lambat bayi itu tidak akan bertahan lama!?" ocehnya lalu keluar dari ruangan. Tampak dari ujung pintu seorang bocah berambut putih melihat pertengkaran dua orang itu.
"Kau tidak pergi bersama wanita itu?" tanya wanita yang menggendong bayinya.
Bocah itu menatap wanita dan bayinya sejenak. Lalu pergi mengikuti ibunya.
Tidak lama pelayan yang menjaga didepan pintu kamarnya menutup pintu kamar itu. Tapi tak bersela lama terdengar bisik bisik dari para pelayan.
"Nyonya pertama benar, bayi Nyonya kedua sepertinya tidak akan bertahan lama. Apalagi sejak awal bayi itu tidak mengeluarkan suara tangisan sedikitpun."
__ADS_1
"Bukankah tabib bilang, jantung bayi itu lemah? Kalau begitu…"
"Sstt, jangan mengatakannya keras keras. Kau tahu kan Nyonya kedua berasal dari mana?"
"Ah, iya aku lupa."
Didalam kamar semuanya terdengar jelas. Karena indra wanita itu lebih tajam dari apa yang mereka kita. "Tidak, itu tidak boleh terjadi. Anakku harus hidup." gumamnya. Dia mengambil sebuah belati dari balik bajunya.
Jleb
Tanpa diduga ia menusuk dadanya sendiri dan mengeluarkan jantungnya. Dia juga membelah dada bayinya dan mengeluarkan jantungnya. Kemudian menggantikan jantung bayi itu dengan jantung miliknya. Terlihat wanita itu yang terengah engah. 'Tidak apa apa, aku bisa bertahan beberapa tahun tanpa jantungku. Tapi anak ini harus hidup.' pikirnya.
Tidak lama hawa hangat mulai terasa pada tubuh bayi itu. Wajahnya yang pucat tampak lebih sehat tidak seperti sebelumnya. Untuk pertama kalinya bayi itu membuka matanya. Terlihat sepasang mata merah yang seperti permata rubi, dengan garis lurus ditengahnya. Wajahnya yang lucu terlihat akan menangis, "Oaaaa!?" akhirnya tangisan bayi pun pecah membuat wanita itu dan orang orang diluar sana kaget. Sontak itu membuat kedua pelayan masuk tanpa ijin. Mereka benar benar melihat pemandangan yang aneh dan sedikit mencengangkan. Ada darah dimana mana dan seorang wanita yang menggendong bayinya menangis.
Tapi bukannya panik, wanita itu tampak terdiam sejenak menatap bayinya yang menangis. Tidak lama seringai muncul diwajahnya, "Ha ha ha… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha akhirnya!? Aku tahu kau pasti akan hidup!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" wanita itu tertawa sekeras kerasnya saking bahagianya. Dia berdiri dengan darah yang menetes netes dari dadanya. Menari nari bersama bayinya.
Orang orang yang menyaksikannya mengira kalau wanita itu sudah gila.
...***...
Disuatu tempat terlihat seorang pria yang duduk dikursi yang mirip dengan singgasana menatap tajam bawahan dihadapannya yang tengah berlutut. Bawahannya itu tampak gugup dengan apa yang akan terjadi padanya.
Whuss
Sebuah serangan kilat yang hampir saja mengenai kepala kesayangannya. Dia memberanikan diri melirik belakang bawahannya yang lain. Bawahan itu mati seketika. Semakin guguplah dirinya.
"Jadi maksudmu orang gila itu hilang ingatan? Aku ingat kau pernah bilang jika dia akan langsung membalas dendam tepat setelah dia sadar. Karena dendamnya pada Ming Jiajun sangat besar, benarkan? Lalu kenapa bisa berakhir dengan dia hilang ingatan?" tanya pria itu dengan auranya yang mengintimidasi.
"Maafkan aku. Aku tidak pernah mengira akan jadi seperti itu. Kurasa karena Ming Jiajun membuatnya tersegel lama dialam bawah sadar, terjadi kesalahan seperti ini. Tolong maafkan aku kali ini. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." ujarnya. Terdengar suara ketukan jari dari seseorang yang ditakutinya.
"Baiklah, kali ini kau kumaafkan. Pergilah!?" setelah itu bawahannya itu pergi. "Tunggu!?" panggilnya lagi pada bawahannya. "Hancurkan akademi itu. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi." ujarnya yang langsung mendapat jawaban dari bawahan tersebut.
__ADS_1
'Ming Jiajun, kau pasti akan kuhancurkan!?' pikirnya dengan meremas tangan kursi hingga hancur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...