Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 49. Labirin bagian luar 3


__ADS_3

Untuk lapisan kedua, pepohonan besar yang menandakan alam liar adalah ciri khasnya. Tentu saja tidak hanya alam liar ini yang menjadi ciri khas. Sesuatu yang serupa seperti hutan juga terkadang menjadi bentuk dari lapisan kedua labirin bagian luar. Lapisan pertama memperlihatkan gurun pasir yang gersang dan tandus, lapisan kedua akan memperlihatkan yang sebaliknya.


Setelah hampir menghadapi kematian bersama Yohan memutuskan untuk istirahat sejenak dibawah pohon. Mereka bertiga juga sama. Zhu'er duduk didekat Yohan melihat pria itu bermain bunga yang dicabuti kelopaknya. Shin sedang fokus mengumpulkan tenaga serta menetralkan energinya yang baru saja naik tingkat. Jingmi hanya duduk mengistirahatkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.


"Mm, aku punya pertanyaan. Siapa yang membuat labirin sebesar ini?" tanya Yohan penasaran.


Jingmi langsung memikirkan jawabannya, namun hasilnya nihil. "Eeh, mungkin dewa? Aku tidak tahu." jawab Jingmi asal asalan.


Shin membuka matanya, "Kenapa juga kau menanyakan pertanyaan sulit seperti itu pada kami? Kalau kau sangat ingin tahu kenapa tidak tanyakan saja pada Ras Naga yang tinggal di inti labirin?" ujar Shin.


Yohan mengernyitkan tengah alisnya, "Ras Naga? Mereka tinggal disini?" tanya Yohan.


Shin tidak mengerti dengan Yohan. Kenapa dia tidak tahu pengetahuan yang mendasar seperti ini? Semua kultivar tahu pengetahuan dasar memasuki Labirin. "Kau tidak tahu? Apa kau hidup terisolasi dari dunia? Semua kultivator yang memasuki Labirin ini tahu kalau yang mengelola tempat ini adalah Ras Naga. Meskipun tidak pernah menunjukkan diri, tapi fakta itu sudah pasti." jelasnya.


Terlihat senyuman lebar diwajah Yohan. Membuat Jingmi dan Shin keheranan, "Sudah kuputuskan!? Aku ingin bertemu Ras Naga!?"Shin ujarnya lantang. Ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Ras Naga nanti. Seperti, siapa yang membuat Labirin Spiritual, apa alasan Labirin dibentuk, kenapa portal selalu menuju Labirin dan bukannya tempat lain di dunia atas, dan Yohan ingin bertemu dengan Raja naga saat ini. Ia ingin menanyakatan tentang Huai Yu, wanita baik nan cantik yang selalu menjadi halusinasinya.


"APA? KAU INGIN BERTEMU SIAPA?" tanya seseorang tiba tiba muncul. Yin Fan yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka akhirnya muncul karena terlalu terkejut dengan yang dikatakan Yohan.


Mereka menatap Yin Fan yang dipenuhi dedaunan.


Yin Fan baru sadar kalau dirinya sedang bersembunyi. "Ehem, maksudku, kau benar benar ingin bertemu dengan Ras Naga?" tanya Yin Fan sembari membersihkan daun daun di bajunya. 'Ini gawat, para kadal itu tidak suka dengan Klan Guaiwu. Jika Yohan bertemu dengan mereka bisa bisa…' Yin Fan membayangkan Yohan dihajar habis habisan, 'Tidak tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku sudah berjanji akan melindunginya. Meskipun ada kemungkinan selamat tapi sebisa mungkin harus menjauh dari resiko bahaya.' lanjutnya.


"Iya, aku ingin bertemu Raja Naga!?" pernyataan Yohan membuat mereka kaget dua kali.


"Hah? Apa kau gila? Kau pikir bertemu mereka semudah membalikkan telapak tangan? Apalagi bertemu dengan Rajanya? Jangan berkhayal lagi!?" ujarnya sangat tidak percaya kalau Yohan bisa bertemu Ras Naga.


"Benar!? Benar!?" Yin Fan mengiyakan.

__ADS_1


"B benar Yohan'ge, bertemu Ras Naga tidak akan mudah. Apalagi kudengar mereka sangat kuat dan kejam. Kau bisa terluka nanti." ujar Jingmi takut takut khawatir.


"Kau sangat pintar, Jingmi!?" sekali lagi Yin Fan mengiyakan. Dia adalah ahli kompor. Yin Fan melirik Zhu'er agar mendukungnya juga supaya Yohan membatalkan niatnya bertemu Ras Naga. Beberapa kali dia memberi kode, namun sepertinya Zhu'er mengabaikan kode itu. 'Aku punya firasat buruk tentang wanita gila ini.' pikirnya berfirasat buruk. "Ehm, Zhu'er!? Kau berpendapat sama 'kan?" tanya Yin Fan masih memberi kode.


Zhu'er menatap Yin Fan datar, dia tahu apa yang dikhawatirkan Yin Fan. Dia juga sangat tahu hubungan buruk Klan Guaiwu dengan Ras Naga. Tapi, sangat menyenangkan membuat masalah. Zhu'er melihat Yohan yang juga sepertinya berharap dirinya mendukungnya. "Tidak. Ayo. Bertemu. Kadal." ujarnya sembari tersenyum jahat. Dirinya langsung mendapatkan tatapan horor dari Yin Fan.


Sepertinya Yohan mulai memahami perang tak kasat mata yang sedang dilakukan Zhu'er dan Yin Fan. Siapapun juga bisa melihatnya jika mereka berdua saling menatap dengan horor. Entah apa alasannya Yin Fan sangat bersikeras agar Yohan tidak bertemu Ras Naga. Yohan pikir, mungkin karena janji pria itu padanya. Karena Yin Fan adalah pria perfeksionis yang tidak ingin mengambil resiko gagal.


Kemudian Zhu'er, kalau perempuan itu Yohan yakin dia akan selalu mendukungnya. Karena dia ingin mendapatkan hatinya. Tapi perbuatannya itu malah membuat Yohan semakin bingung dan tidak bisa menebak isi pikirannya.


Yohan melirik Yin Fan yang masih melotot ke arah Zhu'er. Lalu pria itu melihat dirinya. Langsung saja Yohan tersenyum puas yang mana terlihat jahat. "Aku akan tetap dalam keputusanku. Lagipula apa kalian tidak penasaran dengan bagaimana rupa seekor naga? Kalau aku sangat penasaran. Ini akan jadi cerita hebat yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup." ujarnya.


Jingmi yang mulai berkhayal dirinya bertemu naga mulai merasa ingin bertemu juga, "Iya, aku juga ingin bertemu naga!?" ujarnya lantang.


"Hah? Kenapa kau mudah sekali pindah ke lain sisi?" tanya Yin Fan.


Shin tampak memikirkan lagi bujukan Yohan. "Aku juga ingin melihat mereka secara langsung. Bukan hanya di lukisan lukisan saja. Tapi, apa kau benar benar yakin bisa mencapai inti bahkan bertemu dengan salah satu Ras Naga?" tanya Shin ingin memastikan. Soalnya, memasuki labirin bagian inti itu tidak akan mudah.


Setelah itu Shin bangun setelah selesai menetralkan energinya, "Baiklah, aku akan mengikuti keputusanmu." ujarnya semakin membuat Yin Fan tidak bisa menutup mulutnya.


'Tidak, Tidaaak!? Tidaaaak!? Kenapa kalian semua berpihak pada si gila ituuu? Kalian tidak tahu apa yang akan terjadi pada kalian nanti!?' pikirnya jadi kacau.


...***...


Didalam ruangan besar yang terbuat dari bebatuan, terlihat tiga orang disana. Satu orang duduk diatas singgasana batu, satu orang lainnya berdiri disampingnya. Pria bertubuh kekar yang tengah duduk dtengah itu menatap sinis tamu tak diharapkan yang berdiri di depannya. Pria berambut putih yang berdiri di tengah ruangan hanya tersenyum tipis dengan memandang dingin pria kekar didepannya.


Pria itu tak lain tak bukan adalah Ming Jiajun. Saat ini dirinya sedang berkunjung ke istana Raja Naga yang mirip dengan goa prasejarah neolitikum. "Apa kau tidak pernah berpikir untuk memperbagus tempat yang kau sebut istana ini?" tanya Ming Jiajun sembari melirik ke sekelilingnya. Dirinya tidak akan tahan jika harus tinggal di tempat yang penuh bebatuan seperti ini.

__ADS_1


"Jika kau tidak suka tempat yang penuh bebatuan ini, maka kau tidak perlu meminta kerja sama dengan kami. Aku tidak masalah jika penjahat gila atau siapalah itu menghancurkan dunia. Asalkan dia tidak mengganggu kami." ujar Raja Naga, ……. 'Lebih bagus lagi kalau dia hanya menghancurkan Klan mu.' lanjutnya dalam hati.


Ming Jiajun melirik Raja Naga , dia tahu apa yang dipikirkan pria sombong itu. Dia pasti berpikir untuk kehancuran Klan'nya. Tapi itu tidak akan terjadi selama dirinya masih hidup. Dirinya lebih kuat dari yang mereka bayangkan, "Yah, lagi pula bebatuan lebih cocok untuk Ras'mu." ujarnya sarkas yang membuat kedua naga disana kesal. "Saat ini orang kepercayaan'ku sudah membuatnya memasuki Labirin Spiritual, sudah saatnya kau melakukan bagianmu. Bukakan jalannya memasuki inti Labirin!?" ujar Ming Jiajun.


...***...


"Orang gila!?" panggil Yin Fan. Namun seseorang yang ia panggil tidak juga menoleh setelah menghabisi monster. "Yohan!?" panggilnya lagi. Tapi Yohan tidak menyaut atau menoleh padanya. "Liu Yohan!?" panggilnya lengkap dengan nama panjangnya.


Barulah setelah itu Yohan melirik pria tua yang terus terisan memanggilnya seperti hantu, "Apa?" tanyanya.


Yin Fan harus sabar menghadapi pria yang sedang amnesia ini. Keberhasilan Ming Jiajun ada dikesabarannya, "Apa kau serius ingin ke inti Labirin?" tanya Yohan berusaha bicara dengan nada sopannya.


"Iya, Kenapa memang?" tanya Yohan.


"Sebaiknya kau jangan pergi ke sana!?" ujarnya langsung pada inti penyampaiannya.


Yohan melirik Yin Fan lagi, "Apa karena kau takut kau tidak bisa melindungiku sesuai sumpahmu?"


"Iya, itu… bagaimana kau tahu?" tanya Yin Fan sedikit kaget Yohan ternyata mengetahui kenapa dirinya tidak ingin membiarkan Yohan pergi. Dia berpikir pria itu adalah orang gila yang hanya mementingkan keinginannya sendiri sehingga tidak akan tahu apa yang diinginkan orang lain.


"Itu terlihat di wajahmu saat ini." ujar Yohan. "Mudah sekali dibaca."


Segera Yin Fan tidak percaya bahwa raut wajahnya bisa dibaca semudah itu. Selama ia menjadi mata mata tidak ada yang bisa membaca mimik wajah pembohongnya. "Jadi kau tahu kenapa kau masih ingin ke inti Labirin? Kau tahu, aku tidak bisa melindungimu dari Naga Naga kuat itu untuk waktu yang lama. Jangan meremehkan Ras Naga hanya karena mereka tidak pernah muncul ke publik. Melawan mereka sama sekali tidak sama dengan melawan anggota Xu Lau Yi."


Yohan tetap melihat ke depan tanpa melihat ke arah Yin Fan. Siapa bilang dirinya meremehkan Ras Naga? Dirinya bahkan menilai tinggi mereka melihat seberapa kuat Tuan Shen dan Tuan Zhan. "Paman, apa kau tahu bunga yang hanya tumbuh setiap seribu tahun sekali?" tanya Yohan.


"Apa maksudmu Spirit Lotus?" tanya Yin Fan balik. 'Dia tahu bunga itu? Tapi tidak tahu Labirin Spiritual?' pikir Yin Fan merasa aneh dengan Yohan.

__ADS_1


"Ya, aku dengan bunga itu sangat berharga sampai sampai diberi gelar harta para naga. Sejujurnya aku tidak tertarik dengan bunga itu, tapi semua orang sangat menginginkannya sampai rela mengorbankan orang lain. Karena itu, aku ingin merebut bunga itu dan menghancurkannya didepan semua orang. Bukankah itu akan menyenangkan?" terlihat wajah senang yang tak biasa diwajah Yohan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2