Crazy Villain (revisi)

Crazy Villain (revisi)
Bab 10. Teratai putih


__ADS_3

Yohan mengeluarkan ginseng berbentuk bayi dengan warna coklat yang terang. Dia memakannya dengan lahap hingga habis tak tersisa meskipun rasanya pahit dan sedikit pedas. Ginseng Perawan ini sangat sulit ditemukan ditempat tempat biasa. Karena ginseng perawan hanya bisa ditemukan di tempat yang memiliki banyak energi spiritual.


Setelah habis memakan semua bagian ginseng, Yohan segera menyebarkan energi yang melimpah didalam tubuhnya. 'Aku merasa seluruh tubuhku dipenuhi Qi. Ha ha ha ha, aku memang sangat beruntung.' Pikirnya senang. Kakinya bersila dengan kedua tangan di atas lutut dan matanya yang terpejam.


Lautan Qi yang yang seperti tsunami memaksa masuk ke dantian tengah yaitu berpusat ke tengah dada. Yohan secara sengaja membuka pembatas di dantiannya untuk masuk memenuhi danyian tengah. Karena jika ditahan, ia akan mengalami penyumbatan Qi dan berakhir dengan kematian.


''Bagus, dengan begitu aku tinggal membuka pembatas dantian atas.'' Ujarnya yang berada di alam bawah dasar. Saat ini ia sedang berada didalam tubuhnya sendiri. Yohan melihat lautan Qi berwarna biru berkilau menerobos masuk menuju dinding pembatas dantian atas yang berada di otak.


Tapi di sinilah terjadi masalah. Dinding pembatas ini tidak ingin hancur meskipun sudah diterjang lautan Qi. "Bagaimana ini? Qi nya terus bertambah sedangkan dinding ini tidak ingin hancur. Jika terus begini maka… aku akan mati? Tidak tidak tidak, aku tidak ingin mati. Tapi apa yang harus kulakukan? Kalau terus begini maka, maka semua Qi ini akan menumpuk dan… aagghh itu tidak boleh terjadi!?" Yohan panik karena lautan Qi terus bertambah banyak sedangkan dinding pembatas tidak terlihat retak sama sekali. Tapi dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Tidak lama dari atas jatuh sebuah bunga teratai berwana putih besinar redup. Yohan menadahkan tangannya menangkap salah satu dari bunga teratai tersebut. Entah kenapa ia jadi tenang saat bunga itu berada ditangannya. Ia melihat kesekeliling yang mana seperti hujan bunga teratai. "Darimana semua bunga ini?" Tanyanya kebingungan.


Dari arah bagian tergelap dari dirinya, tampak sebuah arus lain yang lebih deras dari lautan Qi. Arus itu berwarna hitam kemerahan. Perlahan arus itu menelan semua arus biru dan berubah menjadi berkali kali lipat banyaknya. Dinding pembatas dan tian atas yang awalnya tidak tergoyahkan, sekarang hancur dalam sekejap dengan lautan Qi hitam kemerahan dengan bunga teratai diatasnya. Sekarang semua Qi sudah memasuki ketiga dantian dan menyebar ke seluruh tubuh.


Saat membuka mata, ia sudah berada di ranah inti emas tahap kedua tingkat akhir. Ini bahkan melebihi ekspektasinya. Terlihat raut senang diwajahnya karena ia sudah berada di ranah yang tinggi. Sekarang ia tidak perlu merasa rendah lagi dihadapan ketiga orang itu. "Ini hebat!? Sangat hebat!? Ha ha ha ha ha ha ha ha…" Tawanya kegirangan karena senang.


Tuan muda Shen yang sudah berjaga beberapa hari melihat Yohan yang sudah bangun dari kultivasinya. "Apa kau sudah…?!" Matanya terbelalak melihat mata Yohan yang seperti mata iblis dengan aura hitam pekat. Dia segera menghampiri Yohan dan melihat matanya secara langsung. Tapi kemudian mata pria itu kembali seperti semula.


"Ada apa?" Tanya Yohan kebingungan.


Tuan muda Shen melepaskan tangannya dari wajah Yohan, "Tidak, aku rasa aku salah lihat karena gelap." Ujarnya.


"Oh… tapi lihat!? Aku sudah mencapai ranah inti emas tahap kedua tingkat akhir!? Bukankah itu hebat?" Tanya Yohan terlihat senang berharap dapat pujian.


"Oh, iya, itu sangat hebat." Jawab Tuan muda Shen tampak biasa saja.


"Heh, tahap kedua saja bangga." Gerutu Tuan Muda Zhan ketus.

__ADS_1


Perlahan senyum lebar diwajah Yohan luntur karena reaksi mereka berdua tidak seperti yang diharapkan. "Lupakan saja, kalian berdua masuk." Ujar Yohan, tak lama mereka berdua masuk ke dalam pedang. Yohan menendang batu kerikil didepannya dengan kesal. "Ck, dasar roh menyebalkan!?" Gerutunya kesal. Dia ingin mendapat pujian, tapi malah berakhir seperti itu.


Yohan berjalan keluar Gua yang tampak sunyi. Tapi kesunyian tersebut tidak bertahan lama, sebab muncul sekumpulan serigala darah yang bersiap untuk memakannya. "Hmm, kebetulan sekali kalian datang. Aku jadi tidak perlu mencari kelinci percobaan." Ujarnya senang. Yohan tersenyum senang dengan kedatangan seriga tersebut, sebab ia memerlukan samsak hidup untuk mencoba kekuatannya.


Dalam sekejap Yohan melakukan jurus pertama, ia menyerang titik lemah serigala darah agar tidak beregenerasi. Alhasil, ia menghabisi semuanya hanya dalam beberapa detik. Setelah naik enam ranah sekaligus, kecepatannya jadi bertambah berkali kali lipat.


"Hebat sekali, Tuan~" Saut seseorang yang terdengar enak didengar.


Yohan membulatkan matanya ketika mendengar suara lain. Yohan melihat ke sekeliling yang tidak terlihat siapapun selain dirinya. "Siapa yang barusan bicara? Keluarlah!?" Teriak Yohan.


Whussh


Tapi hanya angin yang berhembus tanpa ada seorangpun yang keluar. "I itu, apa itu hantu?" Tanya Yohan mulai panik.


"Aku hukan hantu tuan~" Tiba tiba muncul sebuah kabut hitam yang membentuk setengah bagian tubuh.


Yohan mundur beberapa langkah ke belakang karena kaget dengan kemuncula sosok tersebut, "S siapa kau?" Tanyanya.


"Bagian dari kegelapanku…" Guman Yohan mengingat kembali kejadian hujan teratai dan adanya lautan Qi lain yang berwarna hitam. "…Jadi itu kegelapanku?" Gumannya terbengong sejenak. "Jadi, siapa namamu?" Tanya Yohan.


"Khi khi khi khi khi khi khi…" Sosok itu malah cekikikan sendiri.


Yohan melihat kesal sosok didepannya, "Apanya yang lucu?"


"Tidak, tidak ada yang lucu. Tapi sepertinya tuan tetaplah tuan~ bahkan pertanyaannya tetap sama meskipun, eh tidak tidak… itu rahasia~. Tuan bisa memanggilku apapun." Ujarnya meskipun ada beberapa kata yang tidak jelas.


"Meskipun kau aneh tapi sepertinya kau tidak berbahaya. Kalau begitu aku akan memanggilmu Qiyu." Ujar Yohan.

__ADS_1


Sosok hitam itu diberi nama Qiyu agar Yohan mudah untuk memanggilnya.


"Khi khi khi khi khi khi khi khi…" Qiyu tertawa tidak jelas lagi.


"Apa lagi?" Tanyanya dengan malas.


"Namanya bahkan tidak berubah." Ujarnya yang sekali lagi tidak Yohan mengerti.


"Sudah kuduga, kau itu memang aneh." Ujarnya.


Qiyu hanya tersenyum lebar memenuhi setengah wajahnya.


...-...


...-...


...-...


"Siapa namamu?" Tanya seorang anak laki laki kecil yang dipenuhi darah didalam penjara. Tubuhnya kurus, pakaiannya penuh robekan, seluruh tubuhnya kumel dengan rambut panjang yang acak acakan dan kaki kanannya diborgol besi yang tebal.


"Tuan bisa memanggilku apa saja." Jawab sosok hitam didepannya.


"Qiyu… Sekarang namamu adalah Qiyu!?" Ujarnya sembari menunjuk sosok hitam tersebut. "Sekarang kau adalah temanku, Qiyu."


...-...


...-...

__ADS_1


...-...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2