
Bel berbunyi, namun suara yang nyaring itu membuat semua orang terheran-heran. Di kelas Delia khusus nya, siswa yang ada di ruangan itu saling pandang, seolah sedang bertanya-tanya, namun tak ada yang bisa menjelaskan.
" Suara bel ini nggak salah kan ? " tanya seseorang yang duduk di pojok belakang
" Mungkin Bel Pak Bono lagi koslet " ujar yang lain
" Kalau aku dengar sih, ini bunyi nya kepanjangan, yang artinya menandakan jam pulang " Devi ikut berkomentar
" Yah, mana tau waktunya kita pulang kan ? " Dino menanggapi
" Nggak mungkin lah, ini masih jam berapa " Dewa menunjukkan jam di pergelangan tangan nya kepada Dino
" Ini masih jam 11.35 menit, kecepatan ini mah, kita kan pulang nya jam 03,25 " kata Dewi
Di sampaikan seluruh bapak Ibu guru yang ada di kelas, di mohon untuk segera menuju Aula, sebab akan di adakan rapat. Dan untuk siswa-siswi sekalian, silahkan pulang. Terimakasih...
Akhirnya pertanyaan semua siswa terjawab. Sontak seisi satu sekolah bersorak kegirangan.
" Yee,, akhirnya pulang cepat " komentar salah satu siswa
" Sering-sering aja rapatnya Pak heheh " anak laki-laki yang berjalan di koridor ikut bersuara.
Delia yang memang tidak suka banyak berkomentar hanya ikut mendengarkan saja, sambil berjalan keluar kelas. Kadang juga ikut bicara jika ada yang bertanya atau sekedar meminta saran darinya.
" Mending kita jalan yuk,, kemana kek, aku lagi malas pulang nih " kata Devi
" Boleh, aku sih yes " ujar Dinda
" Aku juga Yes " kata Dewi
" Emm, aku nggak deh ... aku mau pulang aja " Delia menolak
ke tiga teman nya nampak murung, mereka berharap Delia bisa ikut jalan-jalan bersama nya.
" Yah, Delia nggak asih deh " kata Dinda
" Emang kamu ada urusan di rumah ? " tanya Devi
" Nggak ada sih,, cuma pengen pulang aja " jawab Delia
Entah kenapa Delia ingin sekali cepat pulang, padahal dia juga tak ada kerjaan di rumah. Dan lagi tak ada tugas sekolah yang harus di kerjakan. Semestinya ia bisa ikut jalan-jalan bersama sahabat-sahabat nya. Namun hatinya menolak, entah kenapa .
" Yaudah, bagaimana kalau kita ke rumah Delia aja " Dewi memberi saran "
Dinda memutar bola matanya malas. Ia sudah paham apa maksud dari ucapan Dewi
" Itu sih mau nya kamu Wi " katanya
" Iya, kamu modusnya udah kelihatan Wi, kamu pengen ketemu Om nya Delia kan, ? " tebak Devi
" Hehehehe " Dewi hanya tertawa
" Kalau tujuan kamu ke rumah cuma buat ketemu Om Dika, mending nggak usah Wi " ini kata Delia
" Loh, kenapa? kamu nggak suka kalau aku ketemu sama Om kamu Del " Suara Dewi terdengar tak ramah
" Bukan gitu Wi,," Delia berkata tenang
" Terus ? "
" Om aku beberapa hari ini keluar kota Wi, jadi yang ada di rumah itu cuma aku sama Misha doang, paling Om Dika baliknya dua hari lagi " jelas Delia
" Yah.... " Dewi mendesah kecewa
" Kasian " ujar Devi dan Dinda bersamaan
__ADS_1
" Jadi, kamu mau kemana nih Wi, mau ikut aku sama Dinda jalan-jalan atau kekeh mau ikut ke rumah Delia ? " tanya Devi
" Yaudah deh, aku ikut kalian aja " jawab Dewi
ke tiga sahabat Delia berpamitan pada Delia, sementara Delia masih menunggu ojek online yang ia pesan.
Saat di perjalanan pulang, Delia memikirkan Misha. Jam begini anak itu juga sudah pulang. Ia menyuruh Abang ojek yang ia tumpangi untuk melewati jalur ke sekolah Misha. Ia berharap bisa pulang bersama Misha nanti.
Di tempat lain. Misha sedang menunggu jemputan. Baru kali ini Supir pribadi yang bertugas mengantar jemput Misha terlambat. Anak gadis itu sudah menunggu sejak setengah jam yang lalu.
Tiba-tiba Misha di datangi oleh tiga teman sekelas nya. Jika di perhatikan dari gaya mereka. Nampaknya ke tiga anak itu tak punya sikap ramah terhadap Misha.
" Duh, kasian ada anak yatim sedang menunggu sendirian " kata anak gadis yang rambutnya di kuncir dua
" Pasti sopirnya lupa menjemput ini anak yatim " kata anak yang satu lagi
" Ish, kalau aku sih, nggak bakalan mau jemput anak yatim " kata anak perempuan yang terlihat tomboy
Misha yang hanya diam mendengarkan semua ejekan temannya dengan mata yang sudah berkaca.
" Anak yatim mau nangis " kata anak perempuan berkunckir dua
" Namaku Misha, bukan anak yatim " Misha bersuara
" Iya,, tapi kamu memang anak yatim " kata anak berpenampilan tomboi
" Iya, buktinya kamu nggak punya mama kan, nggak kayak kita " kata anak perempuan yang lain
Misha mulai menangis
" Kalian kok gitu sama aku ? memangnya aku punya salah ? " tanya Misha polos.
" Nggak ada sih, tapi kita nggak suka liat anak yatim di sini " Anak berkuncir dua itu langsung mendorong Misha hingga Misha jatuh dari bangku.
" Aku punya Mama kok " katanya
" Mana mama kamu ? "
" Hei,, kalian, apa yang kalian lakukan ? "
Delia yang menyaksikan saat Misha di dorong langsung turun dari ojek.
" Misha sayang kamu nggak apa-apa ? " Delia menggendong Misha yang sudah ketakutan
Delia menatap tajam ketiga anak yang sudah mengganggu Misha.
" Kalian benar-benar nakal, kenapa kalian mengganggu Misha " meski marah, namun Delia harus menahan agar tidak membentak anak-anak kecil yang ada di hadapannya.
" Kita nggak mengganggu Misha kok Kak " kata anak berkuncir dua menunduk takut
" Bohong, Kakak tadi liat kalian mendorong Misha hingga jatuh "
" Kita hanya nggak suka ada anak yatim di sini Kak " anak tomboi yang menyahut begitu berani
" Hah , apa ? " Delia terheran. Sungguh alasan mereka membenci Misha tidak masuk akal
" Misha itu tidak punya Mama Kak, jadi kami ganggu " anak yang berdiri di tengah yang tadinya hanya menunduk ikut menjawab meski dengan kepolosan nya .
" Siapa bilang Misha nggak punya Mama? Misha punya Mama kok " kata Delia
" Benar kah ? " ketiga anak kecil yang mengganggu Misha tak percaya
" I... iya dong, Misha itu punya Mama " kata Delia meyakinkan
" Kalau memang punya, kenapa Misha selalu sendiri? kenapa setiap acara sekolah Mama Misha tak pernah datang ? " anak tomboi itu bertanya
__ADS_1
" Yah,,, karena Mama Misha sedang di luar negeri, tapi Mama Misha sudah kembali hari ini,, jadi seterusnya Misha bisa di temani sama Mama nya "
Ke tiga anak itu berubah menjadi lembut, sementara Misha menampakkan wajah yang kebingungan. Namun gadis kecil itu tak mampu berbicara.
" Kalau memang Mama Misha ada, buktikan,, besok ulang tahun Rafa, jadi kita mau lihat Mama Misha " kata anak berkuncir dua
" Oke,, besok Misha akan datang bersama Mamanya ke pesta ulang tahun Rafa,, tapi ada syaratnya" Delia memberikan penawaran
" Syaratnya apa Kak ? " tanya mereka
" Syaratnya, kalau besok Mama Misha datang, kalian harus mau berteman dengan Misha, dan berjanji tidak akan menggangu Misha lagi, bagaimana? "
Ke tiga anak itu saling pandang
" Oke " kata anak tomboi itu
" Janji ? "
Delia mengarahkan jari kelingking nya.
" Janji "
Ke tiga anak itu menyambut jeri kelingking Delia sebagai tanda bahwa mereka sepakat dengan syarat yang Delia berikan.
Tak lama setelah itu. Jemputan Misha pun datang. Delia langsung membawa Misha ke mobil tak lupa untuk memberi upah pada ojek Online yang sudah mengantarnya tadi.
" Misha kamu jangan sedih lagi dong, kan Kakak udah ada di sini " kata Misha menghapus sisa-sisa air mata di pipi Delia
" Kakak, kenapa Misha nggak punya Mama yah? teman-teman Misha semua punya Mama "
Delia ikut bersedih mendengar ucapan Misha
" Sayang, kan kamu punya Ayah, Eyang dan Kak Delia yang pastinya sangat sayang sama Misha " kata Delia
" Tapi, Besok bagaimana kak ? Kakak sudah janji bakalan sama teman-teman Misha tadi, kalau Misha nggak datang ke ulang tahun Rafa bersama Mama, pasti Misha bakalan di ganggu lagi kayak tadi "
terlihat jelas bahwa anak itu sedang sedih gelisah dan ketakutan.
" Memangnya kamu sering di ganggu ? "
Misha mengangguk lesu
" Kok, kamu nggak pernah cerita sama Ayah atau Kakak ? "
" Misha takut Kak "
Delia membawa Misha ke pelukannya. Setidaknya ia beruntung masih bisa merasakan bahagianya punya Ayah dan Ibu, meski sekarang ia sudah menjadi anak yatim piatu.
" Sudah yah Dek, kamu jangan takut lagi,, Kakak akan selalu bersama kamu "
" jadi besok bagaimana Kak ? " tanya Misha
Delia tersenyum penuh arti.
" Kamu tenang aja, untuk besok Kakak udah punya ide,, Kakak yakin besok teman-teman kamu tidak akan menggangu kamu lagi "
" Serius Kak ? "
Delia mengangguk. Seperti nya ia punya rencana yang pastinya akan sangat menyenangkan besok.
_
Tolong dukung selalu karya Author yah...
like & komen kalian adalah suplemen penambah semangat bagi para penulis.
__ADS_1