
Delia sibuk mondar-mandir di depan kamar Dika, antara ingin masuk atau tidak. Entah mengapa ia merasa sangat berdebar saat ini. Padahal kemarin-kemarin ia bahkan sering keluar masuk ke kamar Dika tapi tidak merasa debaran yang luar biasa seperti ini. Namun, entah mengapa sekarang rasanya jantung nya ingin meloncat keluar.
" Masuk nggak yah..? " pikir nya lagi
" Mama kenapa? " Misha yang baru saja keluar dari kamarnya dengan boneka beruang tedi yang besar dalam pelukan nya, langsung berhenti sebab melihat sang Mama mondar-mandir di depan pintu kamar Ayahnya.
" Eh, Mama nggap apa-apa,, Emm Misha mau kemana? " tanya Delia
" Misha mau tidur di kamar Eyang Mah " jawab anak kecil itu.
Delia langsung memilki ide yang cemerlang, ia lalu membisikkan sesuatu kepada Misha.
" Emang boleh? " tanya Misha dengan mata berbinar
" Boleh dong sayang " kata Delia
" Apa Ayah nggak marah? "tanya Misha lagi
" Nggak akan dong, kan Misha yang minta " jawab Delia meyakinkan
" kalau begitu, Misha mau deh "
Delia langsung semangat, ia membuka pintu kamar itu dengan riang.
Sementara Dika yang sedari tadi menunggu kedatangan Delia kw kamarnya, nampak tersenyum bahagia, saat melihat Delia sudah terlihat dari balik pintu kamarnya
__ADS_1
" Sayang,, kamu kok lama, aku sudah menunggu kamu da-"
Kalimat Dika terpotong saat melihat bahwa Delia tak sendiri, rupanya ada anak nya yang ikut serta bersama istri yang baru saja ia nikahi beberapa jam lalu.
" Ayah,, Misha mau tidur di sini sama Mama sama Ayah juga " kata Misha, tanpa di persilahkan gadis kecil itu langsung menerobos ke dalam kamar Dika, dan langsung membenam kan tubuh mungilnya di atas ranjang empuk milik sang Ayah.
Dika yang tak mengerti situasi saat ini, langsung melirik sang istri dan minta penjelasan melalui mata.
Sementara Delia yakin, bahwa sekarang suaminya itu pasti sedang kebingungan, kenapa putrinya bisa berada di kamarnya. Delia hanya merespon tatapan Dika yang sepertinya minta penjelasan dengan gelengan kepala.
Karena tak mendapat jawaban dari sang istri. Dika lalu menarik tubuh kecil itu ke dalam pangkuannya.
" Sayang,, kan kamu punya kamar sendiri, kok tiba-tiba minta tidur dikamar Ayah? " tanya Dika lembut
" Misha hanya ingin merasa tidur di antara Ayah dan Mama, kata teman-teman Misha, jika kita tidur di tengah-tengah orang tua kita, maka tidur kita akan terasa nyaman dan nyenyak, dan Misha mau juga Yah "jelas Misha
" Boleh kan Yah? " tanya Misha lagi
Dika tak menjawab, matanya lalu memandangi Delia, sepertinya pria itu lagi-lagi meminta persetujuan kepada sang istri.
" Nggk apa-apa Hon, biarkan Misha tidur di sini bersama kita,, sepertinya tidur bertiga akan sangat menyenangkan " Delia ikut duduk di atas ranjang empuk milik Dika
" Makasih Mama " kata Misah ruang
Dika hanya bisa pasrah, padahal ia sudah merencanakan banyak hal untuk menikmati malam ini bersama sang istri.
__ADS_1
" Yah, baiklah,, kita tidur bertiga malam ini " Dika berucap pasrah
Misha kembali melompat girang saat mendapat persetujuan dari sang Ayah.
" Makasih Ayah " kata Misha
Dan secara diam-diam, Delia dan Misha sedang melakukan adu tos. Rupanya Delia yang merencanakan ini semua. Saat ini membisikkan sesuatu kepada Misha tadi, ia yang merangkai kata itu untuk Misha utarakan kepada sang Ayah. Dan rupanya idenya itu berhasil, ia tak perlu merasa deg-degan semalaman sebab Misha ada di antar dirinya dan Dika. Yah, paling tidak untuk malam ini ia selamat.
Dika sendiri memilih diam dan memperhatikan Delia dan Misha saling melempar bantal di atas ranjangnya. Musnah sudah keinginan nya untuk mengungkung Delia dalam pelukannya malam ini. Hanya karena permintaan sang putri yang tak bisa oa tolak, membuatnya harus membatalkan segala niatnya yang sudah ia susun rapi di kepalanya.
" Hah,,, sepertinya malam ini aku kembali harus bersabar " Dika bergumam sendiri
" Kamu ngomong sesuatu? " tanya Delia
" Nggak ada sayang,, aku cuma bahagia " ujar Dika
" Bahagia kenapa? " tanya Delia
" Yah, bahagia sebab akhrinya kamu jadi istri aku, dan sekarang kita sudah sekamar " jawab Delia
" Oh,, aku juga bahagia " balas Delia
" Tapi,, aku sedikit sedih, sebab malam ini aku tidak bisa berdua dengan kamu Bi " kata Dika jujur
Delia tak menjawab, ia hanya tersenyum tipis, padahal semua ini adalah rencannya, dan ia merasa sedikit bersalah.
__ADS_1
" Malam ini, kamu bisa lolos Bi, tapi aku jamin besok malam, kamu akan terkurung di kamar ini berdua dengan ku sepanjang malam " bisik Dika di telinga Delia.
Dan entah mengapa bisikan Dika itu membuat bulu kuduk Delia meremang dan terasa geli.