Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Baby


__ADS_3

Delia sangat sibuk menyiapkan kotak bekal untuk Misha, dan entah mengapa Dika juga ingin ikut ikutan membawa bekal hari ini. Padahal biasanya Ayah satu anak itu akan makan siang di luar saja. Namun hari ini dengan tiba-tiba ia meminta Delia untuk disiapkan kotak bekal untuk makan siangnya nanti.


Tentu Delia akan melakukannya dengan senang hati. Bahkan Delia bersyukur jika Dika mau makan makanan rumah, artinya pria itu akan memakan makanan yg jelas sehat dan higienis karena sudah terjamin cara buat dan siapa yang membuatnya.


Tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar di pinggang ramping Delia yang membuat gadis itu terlonkak kaget dan sempat menjatuhkan sendok di tangannya.


" Astaga,, kebiasaan banget sih kamu,, suka datang tiba -tiba nggak ada suara " Delia mengomel.


Dika tertawa geli tanpa suara " Aku cuma mau kasi kejutan selamat pagi, apa itu salah " ucapnya


" Tidak salah,, tapi cara kamu salah Hon " kata Delia, gadis itu menggeliat sebab Dika mengelus elus perutnya yang rasa, hingga Delia merasa ada desiran aneh di tubuhnya.


" Apa salahnya? " tanya Dika. Ia masih dalam posisi memeluk Delia dari belakang


" Salahnya,, kamu nggak boleh kayak gini Hon,, nanti kalau Misha lihat bisa gawat,, nanti kita kenal omel Bunda loh " kata Delia, ia berusaha melepaskan lingkaran tangan Dika dari pinggang nya.


" Sebentar saja " Malah Dika semakin mempererat lingkaran nya.


" Lepasin Hon "


" Ya ampun,,, kalian ini yah.. masih pagi pagi sudah mesra mesraan di dapur,, nggak tau tempat,, bagaimana kalau ada orang yang lihat,, bagaimana kalau misha melihat kelakuan kalian ini, bisa bisa anak kalian terkontaminasi " Dan benar saja,, Bunda datang langsung dengan seribu omelannya.


" Tuh kan,, apa aku bilang " bisik Delia,, ia mencubit pinggang Dika karena merasa kesal. Namun pria itu malah cengengesan seperti ia tak berbuat salah.


" Kalian ini kayak orang pacaran saja,, kamu juga Dika,, tau umur dong " Bunda masih mengomel, meski ia sudah berhadapan dengan sarapannya.


Dika berdeca malas " Bunda ini kayak nggak pernah muda saja " ujarnya. Lelaki tampan itu kemudian ikut duduk di meja makan bersama Bunda, tak lama Misha menyusul, anak cantik itu sudah terlihat manis dengan seragam sekolahnya.


" Bunda pernah muda,, tapi seingat Bunda Ayahmu tidak semesum kamu " kata Bunda menatap Dika tajam


" Namanya juga anak muda Bund " Dika masih berusaha membela diri


" Lebih baik kalian langsung halal saja deh, Bunda takut kalian kebablasan " kata Bunda, meski ia sebenarnya ia bisa menjamin bahwa Dika dan Delia tidak akan pernah melakukan hal di luar batas, namun melihat putranya yang begitu agresif pada calon istrinya membuat wanita paruh baya itu merinding sendiri.


" Ide bagus tuh Bunda " kata Dima menyetujui, dan mendapat pelototan dari Bunda.


" Eyang kok masih pagi sudah marah marah, kenapa? " tanya Misha


" Entah,, Mungkin Eyang mu lagi datang bulan " Dika menjawab asal

__ADS_1


" Dika " Bunda menegur Dika dengan melotot garang. ~


" Eyang nggak marah sayang,, Eyang tadi cuma menasehati Ayah nya Misha,, sebab Ayahnya Misha nakal " ini Delia yang menjawab.


" Ayah jangan nakal dong,, kasihan Eyang kalau harus terus mengomel, Ayah ini kan sudah besar " Akhirnya anak gadis itu ikut mengomeli Ayahnya. Dan Delia dan Bunda hanya bisa menahan tawanya. Dika pasrah dan mengangkat kedua tangannya.


" Iya iya,, Ayah nakal... Maafkan Ayah Dika yah Bunda ratu " ujar Dika, ia memabukkan badannya sedikit untuk meminta maaf pada sang Bunda.


Malam pun tiba. Saat semua orang sudah terlelap dalam tidur. Dika diam diam mwnyelinap ke kamar Delia. Ia melangkah sepelan mungkin seperti seorang pencuri yang takut ketahuan oleh pemilik rumah.


Saat sampai didepan kamar Delia, Dika lebih dulu melihat kekiri dan kekanan, ia takut jika Bunda akan kebetulan melihat nya dan mengomeli nya bahkan akan menjewer kupingnya seperti anak kecil.


Dika bersorak dalam hati ketika mendapati pintu kamar Delia dalam keadaan tidak di kunci. Sepertinya gadis itu lupa mengunci pintu, sebab biasanya gadis itu akan selalu mengunci pintu jika tidur malam hari.


Delia sepertinya sudah terlelap di atas pembaringannya. Dika menatap wajah cantik itu yang terlihat sangat damai jika sedang tidur.


Dika merapikan anak rambut yang menutupi wajah gadis cantik itu. Sungguh Dika merasa gemas sekali ingin menyentuh pipi mulus dan chubby itu. Karena tak tahan, Dika akhirnya menyentuh pipi Delia, hingga membuat pemilik pipi mulus itu terganggu dan menggeliat dalam tidurnya.


Tidak merasa puas dengan hanya menyentuh, Dika akhirnya nekat mendaratkan ciuman singkat di pipi itu dan kali ini berhasil membuat Delia terbangun.


" Aaaaa " Delia ingin berteriak tapi mulutnya langusng di bekal oleh telapak tangan Dika.


" Sstttt,, ini aku sayang " kata Dika berbisik.


" Kamu ngapain sih malam malam begini ke kamar aku? " tanya Delia


" Aku tiba-tiba kangen sama kamu Sayang " jawab Dika.


Delia memutar bola matanya dengan malas, padahal setiap hari mereka bertemu, bisa bisa nya pria dewasa ini mengatakan rindu. Delia benar benar tak habis pikir.


" Kita setiap hari ketemu yah Hon, jadi untuk apa kangen? " kata Delia, matanya begitu berat sebab sangat mengantuk.


" Aku kesini juga karena penasaran sesutu" kata Dika


" Apa itu? "


Dika kemudian berpikir sejenak, ia memang penasaran dengan arti panggilan sayang yang Delia sematkan padanya. Ia selalu ingin menanyakannya namun ia sering kali lupa jika sudah di dekat Delia.


" Hon itu apa? " tanya Dika

__ADS_1


Delia tersenyum, ia pikir ada hal penting apa yang ingin Pria itu tanyakan, ternyata hanya ingin menanyakan panggilan sayangnya saja


" Hon itu, singkatan dari Honey, My Honey di negara Inggris artinya Sayangku, aku tidak mau menyebutmu sayang, jadi aku singkat saja jadi Hon, soalnya itu lucu dan cocok buat kamu " Delia menjelaskan sambil mengelus pipi mulus pria itu. Ia tak sadar bahwa perlakuan Delia itu bisa membuat keadaan semakin bahaya.


" Ehem... " Dika mencoba sedikit relax, entah mengapa jika ia sedang berdua dengan Delia ia seperti tersiksa menahan sesuatu.


" Kenapa, Kamu keliatan gugup? " tanya Deli, ia memperhatikan Dika yang sudah berkeringat di kepala.


" Apa kamu kepanasan? kamu berkeringat Hon,, padahal AC di kamarku sudah ku nyalakan, dan aku juga tidak merasa kepanasan,, apakah kamu sakit Hon? " Delia memeriksa kepala Dika, ternyata tidak panas atau demam.


" Delia, jangan banyak bergerak " ujar Dika dengan suara yang parau.


Pasalnya gadis itu sedang berpakaian minim, bahkan dadanya terekspos dengan jelas. Lalu Delia entah ia sengaja atau tidak gadis itu terus saja menjelajah wajah Dika dengan tangannya.


Sementara Delia sebenarnya tahu, bahwa saat ini pria itu sedang berusaha menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. Delia sengaja bersikap biasa saja dan sedikit agresif. Ia ingin memberi pelajaran untuk calon suaminya itu, siapa suruh datang di laut malam seperti ini.


" Ada apa Hon,, kamu seperti nya tidak nyaman? " Delia mendekatkan wajahnya. Tangannya dengan sengaja menyusuri leher Dika lalu turun ke dadanya.


Dika tak tahan, akhirnya ia menjatuhkan Delia dan membuat gadis itu tertidur dan ia berada di atasnya.


" Jangan mencoba menggodaku Delia " Dika berucap dengan suara tertahan.


" Siapa yang menggoda,, aku hanya bertanya saja " Sangkal Delia


" Perlakuanmu itu bisa membuatku khilaf Baby " kata Dika


" Baby? " Delia mengulang ujung kalimat yang keluar dari mulut Dika


" Yah,, Baby... mulai sekarang aku akan memanggilmu Baby " kata Dika pria itu masih betah di atas Delia.


" Hemmm,,, aku suka panggilan itu,, dan bisa kah kamu bangun Hon,, aku susah bernafas " Delia mencoba untuk menggeser tubuh besar yang ada di atasnya, namun ternyata sangat berat.


" Kamu sudah menggodaku sejak tadi, maka terimalah hukumanmu Baby" ujar Dika


" Aku tidak menggodamu Hon,, kamu sendiri yang datang ke kamarku kan? Sudah tahu jika iman mu itu setipis tisu, masih saja nekat mendekatiku di malam seperti ini " kata Delia


" Jadi kamu menantang ku? " tanya Dika


" Ingin berbuat sesuatu? " Delia balik bertanya

__ADS_1


Entah apa yang terjadi, yang pastinya saat ini Dika sibuk menikmati rasa rindu nya. Tapi tidak akan sampai melanggar batas yang sudah ia janjikan pada dirinya sendiri.


_


__ADS_2