Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )

Dari Kakak Menjadi Mama ( Om Dik )
Mama


__ADS_3

Esok harinya.


Hari yang mendebarkan bagi Misha. Pasalnya ia belum tahu apa rencana Delia nantinya. Sesuai kesepakatan kemarin,Delia berjanji bahwa Misha akan datang bersama Mamanya di acara ulangtahun Rafa sore nanti, Dan hal itu membuat Misha jadi takut dan rasanya tak ingin datang ke acara itu.


" Sayang, kok melamun? " tanya Delia,


Pagi ini mereka berdua telah selesai melakukan sarapan bersama. Hanya mereka berdua yang ada di rumah, Bunda Dika sedang pergi ke acara syukuran tetangga sejak pagi pagi tadi.


" Kakak, apa sebaiknya kita nggak usah datang ke acara ulang tahun Rafa ? " Misha bertanya


" Loh kenapa ? bukannya kamu di undang, dan seharusnya kamu datang " kata Delia


" Tapi, Misha harus datang bersama siapa Kak? Kakak sendiri sudah janji sama teman-teman Misha kemarin, kalau Misha harus datang bersama Mama, tapi kan Misha nggak punya Mama ?"


Misha terlihat sudah ingin menangis. Entah mengapa jika membahas soal Mama, anak gadis itu langsung berubah sedih.


Delia mengusap kepala Misha dengan lembut, sambil menatap anak manis itu dengan senyum yang tulus dari wajahnya.


" Misha,,kamu jangan khawatir, kamu percaya kan sama Kakak ? "


Misha menatap Delia, gadis itu perlahan mengangguk


" Anak pintar, sekarang kamu ganti baju, kita harus membeli kado dan gaun yang indah buat kamu "


Misha langsung sumringah, ia paling senang jika di ajak keluar berbelanja.


" Oke,, Misha akan siap dalam 10 menit "


Gadis kecil itu berlari dengan riang menuju ke kamar nya .


Delia sudah mengabari Om Dika, bahwa hari ini ia akan berbelanja dengan Misha, dan sore nya akan menemani Misha ke acara ulangtahun teman sekolahnya.


Dan pastinya Dika memberi kan izin. Hal yang paling di syukuri pria itu adalah, ia bersyukur sebab adanya Delia, Misha tak lagi kesepian. Ia juga tak lagi mengkhawatirkan putri kecilnya jika ia berada di luar kota.


" Kakak, Ayah sudah tahu kan kalau kita sedang pergi? " tanya Misha


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke Mall terbesar di kota itu.


" Sudah sayang... Dan Ayah sudah memberi kita izin "


Tak ada percakapan lagi, antara Delia dan Misha. Hingga mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju beberapa menit kemudian.


Terlebih dahulu Delia mengajak Misha ke toko gaun anak perempuan. Sesudah itu ia mengajak Misha ke toko kado . Dan terakhir, Delia masuk ke butik untuk membeli pakaian untuknya .

__ADS_1


Kurang lebih dua jam mereka berbelanja, sebelum pulang, Delia dan Misha menyempatkan diri untuk makan siang terlebih dahulu.


" Kak sebaiknya kita cepat, pesta Rafa di mulai jam tiga sore, Misha nggak mau telat " ucap Misha di sela makanannya


" Iya sayang, kamu habiskan makanannya, setelah itu kita pulang, kita masih punya banyak waktu untuk bersiap kok " balas Delia


Akhirnya saat yang di nanti pun tiba, Misha sudah terlihat sangat cantik dengan gaun princess berwarna biru muda, rambut panjang nya juga sudah di tatap tapi oleh Bibi yang membantunya bersiap. Gadis kecil itu sudah siap dan menunggu Delia.


Tak lama Delia keluar dari kamarnya dengan penampilan yang begitu sangat berbeda. Delia mengenakan dress selutut berwarna biru muda, senada dengan warna gaun Misha. Delia mengurai rambut panjang nya dan sedikit membuat nya agak Curly di bagian ujungnya. Delia mengenakan kacamata putih bening, dengan tas jinjing berwana putih, Penampilan Delia saat ini sangat memukau, bahkan tidak akan ada yang mengira jika itu adalah Delia.


" Wah, Nak Delia cantik sekali hari ini,, keliatan lebih dewasa, bibi suka " ucap Bibi jujur


" Makasih Bi"


" Kakak Delia cantik " puji Misha


" Etsss,,, sekarang kamu jangan panggil aku dengan sebutan Kakak lagi " kata Delia, dan Misha di buat kebingungan


" Kenapa ? " tanya nya


" Sebab, hari ini Kakak adalah Mama Misha "


Misha masih bingung untuk beberapa saat, namun setelah itu, gadis kecil yang cantik itu membulatkan matanya dan ia tersenyum begitu lebar.


" Jadi... "


Delia dan Misha sedang berada di dalam perjalanan menuju ke rumah Rafa. Delia tak henti-hentinya mengingat kan Misha agar anak itu tak keceplosan memanggil nya dengan sebutan Kakak. Bahkan selama di perjalanan menuju pesta, Delia menyuruh Misha untuk latihan memanggil dirinya dengan sebutan ' Mama '


" Ingat yah Misha, kamu nggak boleh keceplosan panggil Kakak, apa lagi sampai sebut nama Kakak, bisa-bisa penyamaran Kakak sebagai Mama kamu bisa terbongkar, dan kamu akan di ganggu lagi sama teman-teman kamu itu " Delia tak henti-hentinya mengingat kan


" Iya Kak "


" Eh, coba sekali lagi panggil Kakak, Mama " pinta Delia


" Mama, " meski awalnya Misha merasa canggung, namun lama-kelamaan Misha mulai terbiasa


" Lagi "


" Mama "


" Uh, pintar anak Mama "


Delia memeluk Misha, ia seakan menikmati kepura-puraan nya dalam menjadi seorang Mama bagi Misha.

__ADS_1


Hal itu pula tak luput dari perhatian Supir pribadi yang kini mengantarkan mereka ke tempat pesta. Supir pribadi itu tersenyum, seakan ia memahami sesuatu.


Dan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah minimalis modern. Di halaman depan sudah banyak tamu Undangan dan anak-anak seusia Misha berlarian sambil memegang balon. Meski acaranya akan dimulai dalam 15 menit lagi, nyatanya para tamu sangat antusias datang lebih awal.


Misha yang di gandeng Delia menjadi pusat perhatian anak-anak saat memasuki area pesta. Terutama ke tiga anak yang menganggu Misha kemarin.


Ketiga anak itu langsung berlarian menghampiri Misha dan Delia .


Misha mengeratkan genggaman nya pada Delia, gadis itu seakan. ketakutan jika rencana nya sampai terbongkar.


Delia paham atas kegelisahan Misha, ia menyentuh dan mengusap punggung tangan Misha dengan lembut. Delia menunduk dan memberi kecupan hangat di kepala Misha


" Tenang sayang,, kamu pasti bisa " bisiknya pada Misha


" Misha,, ini Mama kamu ? " tanya anak berpenampilan tomboi


" Iya,, ini Mama aku,, Mama kenalin ini teman-teman Misha "


Delia mensejajarkan dirinya dengan anak-anak, agar ia bisa berkenalan dengan baik.


" Hai,, aku Mamanya Misha " Delia mengulurkan tangannya. Sesaat ke tiga anak itu saling pandang.


Tak lama setelah nya anak-anak itupun menyambut uluran tangan Delia dan menyebutkan namanya masing-masing.


" Wah, Misha Mama kamu cantik sekali " puji anak bergaun Pink


" Iya, aku nggak nyangka ternyata Mama Misha sangat cantik " kata anak yang satu lagi.


" Iya Dong, Mama aku memang paling cantik" kata Misha bangga.


Seperti yang diinginkan, penyamaran Delia ternyata berhasil. Faktanya, ketiga anak itu tak mengenali bahwa yang menjadi Mama Misha itu adalah Kakak yang mereka temui kemarin.


" Karena aku sudah bawa Mama aku,, jadi kalian harus mau jadi teman aku " kata Misha


" Oke,, kita teman " kata anak perpajakan tomboi


" Yee teman "


Delia merasa bahagia, melihat Misha berada di antara pelukan teman-teman nya. Ia merasa tak apa jika harus menipu siapapun dengan cara berbohong seperti yang ia lakukan sekarang. Asal itu demi kebaikan Misha, maka ia akan melakukannya lagi jika nanti harus dihadapkan dengan situasi seperti ini lagi.


Bahkan di tengah pesta yang berlangsung, Delia bahkan tengah asik berkumpul bersama para orang tua anak-anak. Meski ia merasa lebih tua dari usianya, ia tak mengapa, berkumpul dan di panggil dengan sebutan Mama Misha atau Jeng ia tak keberatan. Malah, ia merasa terhibur sekarang ini.


Aku harap, aku bisa memberikan kebahagiaan kepada Misha, dalam bentuk apapun. Aku harap gadis kecil ku itu akan selalu bergelimang kasih sayang, meski tanpa seorang Ibu.

__ADS_1


_


Komen dan like kalian sangat membatu bagi keberlangsungan karya Author....


__ADS_2